Efektivitas Teknik Cognitive Focusing Dalam Layanan Konseling Individu Untuk Mengatasi Perilaku Maladaptif Internalizing Pada Siswa SMA Swasta Namira Medan
DOI:
https://doi.org/10.71242/frptvr82Keywords:
Cognitive focusing, Maladaptive internalizing behavior, Individual counselingAbstract
This study employed a one-group pretest-posttest design involving five high-stakes students as subjects. Data were collected through a 36-item maladaptive internalizing behavior questionnaire designed to measure the tendency for maladaptive internalizing behaviors, such as anxiety, withdrawal, and excessive negative feelings. This instrument was administered before and after the intervention to assess any changes. The results showed a decrease in maladaptive internalizing behavior scores in students after receiving cognitive focusing techniques in individual counseling services. This decrease indicated that students experienced improvements in their ability to manage negative thoughts, regulate emotions, and respond to situations in a more adaptive manner. Statistical analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test showed a Z value of -2.023 with a significance value (Asymp. Sig. 2-tailed) of 0.043. Since the significance value is less than 0.05 (0.043 < 0.05), it can be concluded that there is a significant difference between the pretest and posttest scores of maladaptive internalizing behavior. These findings confirm that cognitive focusing techniques are effective in helping students reduce internalizing maladaptive behavior. Therefore, this study strengthens the evidence that individual counseling services based on cognitive focusing techniques can be an effective intervention strategy in addressing internalizing maladaptive behavior in students at Namira Private High School in Medan, and has the potential to be applied more broadly in other educational contexts.
Abstrak
Penelitian ini menerapkan desain one group pretest-posttest dengan melibatkan lima siswa kategori tinggi sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui angket perilaku maladaptif internalizing yang terdiri atas 36 pernyataan, dirancang untuk mengukur tingkat kecenderungan perilaku internalisasi yang tidak adaptif, seperti kecemasan, penarikan diri, dan perasaan negatif yang berlebihan. Instrumen ini diberikan sebelum dan sesudah intervensi untuk melihat perubahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor perilaku maladaptif internalizing pada siswa setelah mendapatkan perlakuan berupa teknik cognitive focusing dalam layanan konseling individu. Penurunan ini mengindikasikan bahwa siswa mengalami perbaikan dalam kemampuan mengelola pikiran negatif, menata emosi, dan merespons situasi dengan cara yang lebih adaptif. Analisis statistik menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -2,023 dengan nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0,043. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,043 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest perilaku maladaptif internalizing. Temuan ini menegaskan bahwa teknik cognitive focusing efektif dalam membantu siswa mengurangi perilaku maladaptif yang bersifat internal. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat bukti bahwa layanan konseling individu berbasis teknik cognitive focusing dapat menjadi strategi intervensi yang efektif dalam menangani perilaku maladaptif internalizing pada siswa SMA Swasta Namira Medan, serta berpotensi untuk diterapkan secara lebih luas pada konteks pendidikan lainnya.
References
Achenbach, T. M., & Rescorla, L. A. (2001). Manual for the ASEBA School-Age Forms & Profiles.
Azizah, K. N., & Hartanto, A. P. (2024). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Perilaku Maladaptif Mahasiswa BKI UIN Raden Mas Said Surakarta. JKAKA: Jurnal Komunikasi Dan Konseling Islam, 4(2), 133–150.
Beck, A. T. (1976). Cognitive Therapy and The Emotional Disorders. International Universities Press.
Beck, J. S. (2011). Cognitive Behavior Therapy: Basics and Beyond (2nd ed.). Guilford Press.
Cornell, A. W. (1996). The Power of Focusing: A Practical Guide to Emotional Self-Healing. In MJF Books. New Harbinger Publications.
Daulay, N. (2021). Perilaku Maladaptive Anak dan Pengukurannya. Buletin Psikologi, 29(1), 45–63. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.50581
Gumilar, M. G., Istiqlalia, L., & Kharisma, V. A. (2019). Langkah-langkah Analisis Uji Wilcoxon, Independent T-Tes, dan Dependent T- Test. Universitas Gadjah Mada.
Guo, T., Su, J., Hu, J., Aalberg, M., Zhu, Y., Teng, T., & Zhou, X. (2021). Individual vs. Group Cognitive Behavior Therapy for Anxiety Disorder in Children and Adolescents: A Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials. Frontiers in Psychiatry, 12(10), 1–10. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2021.674267
Ismaturrahmi. (2019). Upaya Guru BK dalam Mengatasi Perilaku Maladaptif Siswa SMA N 8 Banda Aceh.
Kemenkes. (2023). Depresi pada Anak Muda di Indonesia.
Machali, I. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif Panduan Praktis Merencanakan, Melaksanakan, dan Analisis dalam Penelitian Kuantitatif. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Manurung, P., Saragih, AH, & Hasibuan, P. (2024). Kajian Filsafat Pendidikan dan Analisis Prinsip-Prinsip Pelaksanaan Pendidikan Menurut Al-Qur'an. Jurnal Teologi Pharos , 105 (2).
Nasution, H. S., & Abdillah. (2019). Bimbingan Konseling Konsep, Teori dan Aplikasinya (R. Hidayat (ed.)). Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia (LPPPI).
Prayoga, PA, & Manurung, P. (2025). Efektivitas Konseling Kelompok dengan Teknik Kritik Konstruktif untuk Menurunkan Perilaku Perundungan Sosial Siswa di MAN 1 Deli Serdang. Jurnal Pendidikan Umum dan Humaniora , 4 (4), 1985–1994. https://doi.org/10.58421/gehu.v4i4.777
Rahmawati, I. (2023). Konseling Individu dengan Pendekatan Behavioral dalam Menangani Perilaku Maladaptif Siswa Di Madrasah Aliyah Al-Khairiyah Krawangsari Natar Lampung Selatan.
Ridwan, M., & Asrori. (2021). Pendekatan Bimbingan Konseling Di Sekolah. In CV. Zamron Pressindo.
Tambunan, MDC, Tanjung, EPP, Thohir, UF, & Manurung, AS (2025). Cyber Counseling Sebagai Metode Meningkatkan Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah. Effect: Jurnal Kajian Konseling , 4 (1).
Sani, A. T. (2024). Strategi Guru Bimbingan Konseling (BK) Dalam Mengatasi Perilaku Maladaptif Siswa DI SMPN 3 Batukliang.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. CV. Alfabeta.
Suldo, S., Thalji, A., & Ferron, J. (2011). Longitudinal academic outcomes predicted by early adolescents’ subjective well-being, psychopathology, and mental health status yielded from a dual factor model. Journal of Positive Psychology, 6(1), 17–30. https://doi.org/10.1080/17439760.2010.536774
Syarqawi, A. (2018). Bimbingan Konseling Sebagai Upaya dan Bagian Pendidikan. Al-Fatih: Jurnal Pendidikan Dan Keislaman, 1(1), 169–181.
Whiston, S., Tai, W., Rahardja, D., & Eder, K. (2011). School counseling outcome: A meta-analytic examination of interventions. Journal of Counseling and Development, 89(1), 37–55. https://doi.org/10.1002/j.1556-6678.2011.tb00059.x





