Internalisasi Nilai-Nilai Toleransi Beragama Dalam Sosial Kemasyarakatan di Desa Belo Laut Kecamatan Mentok Kabupaten Bangka Barat
DOI:
https://doi.org/10.71242/5z1tz681Keywords:
Internalization, Values Of Tolerance, Social Community.Abstract
This diversity is a national asset that can be synergized for the common good. Tolerance has become the foundation for a peaceful and civilized social order. In essence, the more tolerant a society is, the more likely it is to achieve success. Therefore, tolerance is a necessity, especially in a pluralistic society. This study uses qualitative research and uses a purposive sampling technique, namely a technique for collecting data sources with certain considerations, for example, certain people who are considered to know best about what we expect, making it easier for researchers to delve into the object or social situation being studied. The results of the study show that: Belo Laut Village instills the values of tolerance in its community so that people understand the importance of living in harmony between religions, not demeaning each other, and not being selfish in religious life. The process of internalizing the values of religious tolerance in social life in Belo Laut Village uses three stages: the value transformation stage, the value transaction stage, and the value transinternalization stage. Then, the internalization of the values of religious tolerance in Belo Laut Village has a significant positive impact on social life. Internalizing the values of religious tolerance has successfully created a harmonious environment, fostering mutual respect among religious communities. Some key positive impacts include: increasing faith and piety among members of each religion, achieving solid national stability, upholding and promoting development, and maintaining and strengthening a sense of brotherhood.
Abstrak
Keragaman tersebut menjadi modal kekayaan bangsa yang dapat disinergikan demi kepentingan bersama. Toleransi sudah menjadi fondasi untuk tatanan masyarakat yang damai dan berkeadaban. Intinya, semakin masyarakat tersebut toleran, akan semakin mungkin untuk menggapai keberhasilan. Karena itu, toleransi menjadi sebuah keniscayaan, terutama dalam masyarakat plural. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan sumber data dengan pertimbangan tertentu misalnya orang tertentu yang mana orang tersebut dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan sehingga memudahkan peneliti mendalami objek atau situasi sosial yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Desa Belo Laut menanamkan nilai-nilai toleransi di dalam masyarakatnya agar masyarakat mengetahui pentingnya hidup rukun antar agama, tidak saling merendahkan satu sama lainnya, dan tidak egois dalam kehidupan beragama. Proses internalisasi nilai-nilai toleransi beragama dalam sosial kemasyarakatan di Desa Belo Laut menggunakan tiga tahap yaitu tahap transformasi nilai, tahap transaksi nilai dan tahap transinternalisasi nilai. Kemudian, Internalisasi nilai-nilai toleransi beragama di Desa Belo Laut memberikan dampak positif yang signifikan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Internalisasi nilai-nilai toleransi beragama ini telah berhasil menciptakan lingkungan yang rukun, harmonis, dan saling menghargai antarumat beragama. Beberapa poin kunci dari dampak positif ini meliputi: peningkatan keimanan dan ketakwaan masing-masing agama, mewujudkan stabilitas nasional yang mantab, menjunjung dan menyukseskan pembangunan, serta memelihara dan mempererat rasa persaudaraan
Downloads
References
Abdul Rozak & Adrinoviarini. “Catatan Ringkas Pejuang Muda Di Negeri Sejiran Setason.” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 1 (2022).
Abdullah. Dinamika Sosiologis Indonesia: Agama Dan Pendidikan Dalam Perubahan Sosial. Yogyakarta: Pelangi Aksara, 2015.
Ainina, Dewi Qurroti. “Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Mata Pelajaran PAI Dan Budi Pekerti Kelas VII SMP.” Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan 16, no. 2 (2022): 477. https://doi.org/10.35931/aq.v16i2.887.
Arafah, Sitti. “Moderasi Beragama: Pengarusutamaan Kearifan Lokal Dalam Meneguhkan Kepelbagaian (Sebuah Praktik Pada Masyarakat Plural).” Mimikri: Jurnal Agama Dan Kebudayaan 6, no. 1 (2020): 58–73.
Arifand, Agus, Salsabila Enggar Fathikasari, Meytri Kurniasih, Novi Fitriyani Rahmadani, Aprilia Putri, Agus Andrian Setiawan, Aissya Shifa Oktania, and Adelia Eka Rachmadian. “Membangun Harmoni Dan Toleransi Melalui Moderasi Beragama.” Ta’rim: Jurnal Pendidikan Dan Anak Usia Dini 4, no. 2 (2023): 164–77.
Budiman, Agus, Otong Husni Taufiq, and Egi Nurholis. “Ancaman Intoleransi Terhadap Dasar Negara Pancasila Dan Implikasinya.” Jurnal Ketahanan Nasional 28, no. 3 (2022): 375.
Digdoyo, Eko. “Kajian Isu Toleransi Beragama, Budaya, Dan Tanggung Jawab Sosial Media.” Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan 3, no. 1 (2018): 42–59. https://doi.org/10.24269/jpk.v3.n1.2018.pp42-59.
Ferdilla, Ima, Rezki Suci Qamaria, Mochammad Nur Yasin, Siti Mukaromah, Risalatul Muawanah, and Lyona Ghaisani. “Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Melalui Kegiatan Bimbingan Belajar.” Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 3, no. 1 (2023): 23–34. https://doi.org/10.55506/arch.v3i1.76.
Hanafy, Muh. Sain. “Pendidikan Multikultural Dan Dinamika Ruang Kebangsaan.” Jurnal Diskursus Islam 3, no. 1 (2015): 119–39.
Kamelia, Fajriatul, and Lukman Nusa. “Bingkai Media Online Coverage of Indonesia ’ s Debt in an Online.” Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi 7, no. 1 (2018): 10–16. https://doi.org/10.21070/kanal.v.
Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017.
Literasiologi, Jurnal. “Politik Dan Kebijakan Pendidikan Islam Di Indonesia.” Jurnal Literasiologi 6, no. 2 (2021): 75–88.
Masitoh, Umi. “Implementasi Budaya Religius Sebagai Upaya Pengembangan Sikap Sosial Siswa Di Sma Negeri 5 Yogyakarta.” Magister (S2), 2017, 254.
Misrawi, Zuhairi. Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari: Moderasi, Keumatan, Dan Kebangsaan. Jakarta: Kompas, 2010.
Muhtador, Moh. “Teologi Persuasif Ayat-Ayat Makkiyah; Sebuah Tafsir Relasi Umat Beragama.” Fikrah 4, no. 2 (2016): 188–99. https://doi.org/10.21043/fikrah.v4i2.1513.
Nadia SC & Miftahur R. “Moderasi Beragama.” Jalsah : The Journal of Al-Quran and As-Sunnah Studies 2 (2022).
Noviani, Hilmin Dwi, and Eka Yanuarti. “Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Kurikulum Merdeka Belajar Pendidikan Agama Islam.” Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam 3, no. 1 (2023): 57–68.
Nurdinah, Muhammad. “Resistensi Masyarakat Urban Dan Masyarakat Tradisional Dalam Menyikapi Perubahan Sosial.” Substantia 19, no. 2 (2017): 149–68.
Paramitha, Nurhapsari Pradnya. “IMPLEMENTASI PENDEKATAN SOSIOLINGUISTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB.” Almanar 6 (2017): 163–91.
Patih, Ahmad, Acep Nurulah, and Firman Hamdani. “Upaya Membangun Sikap Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Agama Islam Dan Pendidikan Kewarganegaraan Pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Umum.” Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 12, no. 001 (Special Issue 2023) (2023): 1387–1400.
Rohman, Moh. Mujibur. Metodologi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif. Yogyakarta: PT. Penamuda Media, 2023.
Rosyad, Rifki. Toleransi Beragama Dan Harmonisasi Sosial. Bandung: Lekkas, 2021.
Roza, Ellya. “Internalisasi Nilai Islam Dan Tamadun Melayu Terhadap Perilaku Sosial Orang Melayu Riau.” Toleransi: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama 6, no. 1 (2024): 16–35.
Saptohutomo, Aryo Putranto. “Larangan Jilbab Paskibraka Nasional Dinilai Cacat Nalar Dan Ketimpangan Relasi Kuasa.” Kompas, 2024.
Sholikah. “Relevansi Kompetensi Pendidik Menurut K.H. Hasyim Asy’Ari Dengan UU Sisdiknas Tahun 2003.” Al Hikmah: Jurnal Studi Keislaman 7, no. 1 (2017): 76–92.
Soffi, Dewi Ariyanti. “Dialog Lintas Iman: Upaya Forum Kerukunan Umat Beragama Dalam Membangun Kehidupan Toleransi Umat Beragama.” Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai Dan Pembangunan Karakter 7, no. 2 (2023): 176–92.
Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif,Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2011.
Sugioyo. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. CV Alfabeta, 2016.
Sugiyono. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2018.
Tomboku, Alki. “Daftar Kasus Intoleransi Dan Persekusi Sepanjang Tahun 2024 Terhadap Umat Kristen Dan Katolik.” Alkitabiah, 2024.
Ulya, Inayatul, and Ahmad Afnan Anshori. “Pendidikan Islam Multikultural Sebagai Resolusi Konflik Agama Di Indonesia.” Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah Dan Studi Keagamaan 4 (2016): 20–35. https://doi.org/https://doi.org/10.21043/fikrah.v4i1.1663.
Yakin, Ipa Hapsiah. Metodologi Penelitian (Kuantitatif & Kualitatif). Garut: CV Aksara Global Akademia, 2023.
Yunus, Muhammad. “Implementasi Nilai-Nilai Toleransi Beragama Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.” AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Islam 15, no. 2 (2017): 166–87. https://doi.org/10.35905/alishlah.v15i2.566.
Zamathoriq, Defan. “Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik.” Jurnal Ilmiah Mandala Education 7, no. 4 (2021): 124–31. https://doi.org/10.58258/jime.v7i4.2396.





