Nilai Pendidikan Islam Dalam Nganggung Sebagai Pelestarian Budaya di Kelurahan Tua Tunu
DOI:
https://doi.org/10.71242/shftz160Keywords:
Values, Islamic Education, Nganggung, Culture.Abstract
Local culture is a crucial foundation for shaping the identity and character of a community, and it must be preserved amidst the currents of globalization that threaten its sustainability. The Nganggung tradition in Tua Tunu Village is one manifestation of local culture, embodying noble values and local wisdom that align with the principles of Islamic education. This study analyzes the values of Islamic education in Nganggung culture, its implementation in Tua Tunu Village, and its implications for cultural preservation. Using a descriptive qualitative approach with a case study method, data were collected through interviews (with traditional leaders, religious leaders, Islamic Religious Education teachers, youth, and the community), participant observation, and documentation. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, with source triangulation. The results show that Nganggung integrates religious values (gratitude, almsgiving, communal prayer), moral values (politeness, mutual cooperation, simplicity), and social values (silaturahmi, solidarity). Effective implementation is achieved through social communication, voluntary participation, community commitment, and government support. Theoretical implications include local Islamic acculturation for anthropological/sociological studies; practical implications include strengthening socio-economic ties, instilling noble values in the younger generation, and tourism potential. The Nganggung tradition strengthens religious, moral, and social values, serving as an effective means of transmitting Islam, mutual cooperation, and harmony. Government support and youth involvement are crucial for its sustainability in the modern era.
Abstrak
Budaya lokal merupakan fondasi penting dalam membentuk identitas dan karakter suatu masyarakat, yang perlu dilestarikan di tengah arus globalisasi yang mengancam keberlangsungannya. Tradisi nganggung di Kelurahan Tua Tunu merupakan salah satu wujud budaya lokal yang mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang selaras dengan prinsip pendidikan Islam. Penelitian ini menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam dalam budaya Nganggung, implementasinya di Kelurahan Tua Tunu, serta implikasinya terhadap pelestarian budaya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, data dikumpul melalui wawancara (tokoh adat, agama, guru PAI, generasi muda, masyarakat), observasi partisipan, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan bahwa Nganggung mengintegrasikan nilai agama (syukur, sedekah, doa bersama), akhlak (kesopanan, gotong royong, kesederhanaan), dan sosial (silaturahmi, solidaritas). Implementasi efektif melalui komunikasi sosial, partisipasi swadaya, komitmen warga, dan dukungan pemerintah. Implikasi teoretis mencakup akulturasi Islam-lokal untuk kajian antropologi/sosiologi; praktis, mempererat hubungan sosial-ekonomi, menanamkan nilai luhur pada generasi muda, dan potensi pariwisata. Tradisi Nganggung memperkuat nilai agama, akhlak, dan sosial, sebagai sarana efektif transmisi Islam, gotong royong, dan kerukunan. Dukungan pemerintah dan keterlibatan pemuda krusial untuk keberlanjutannya di era modernisasi
Downloads
References
Andieni, Farah. “Modal Simbolik Tradisi Nganggung Sebagai Bentuk Peneguhan Identitas Budaya Melayu Bangka Di Kota Pangkalpinang.” Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa 6, no. 1 (2024): 158–70.
Busiri, Achmad. “Etika Murid Dalam Menuntut Ilmu Perspektif Syaikh Az-Zarnuji (Kajian Kitab Ta’limul Muta’allim).” Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 2, no. Pendidikan Islam (2020): 55–70.
CEF. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990, 2024.
———. Undang-Undang Republik Indonesian Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan Pasal 1 Ayat 1, 2017.
Hambali, M. “Pemikiran Dakwah Kh. Hasyim Asy’ari: Sebuah Pendekatan Antropologi.” Applied Transintegration Paradigm 3, no. 1 (2023): 7.
Hidayah, Upik Nurul. “Interaksi Edukatif Antara Guru Dan Peserta Didik Dalam Kitab Ta’līm Al-Muta’allim Dan Implikasinya Di Era Disrupsi Upik.” Http://Repository.Unissula.Ac.Id/27772/. Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 2022.
Jonathan Sarwono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011.
Junaidi, Andi Syahputra, Asmarika, Riska Syafitri, Wismanto. “Pola Komunikasi Guru Dengan Peserta Didik Dalam Pembinaan Akhlak Di SDIT Uwais Al Qarni Pekanbaru.” Journal of Education Research 4, no. 3 (2023): 1166.
Lestari, F A. “Upaya Guru PAI Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Kelas XI Melalui Kegiatan Keagamaan Harian Di SMKN 1 Jenangan Ponorogo.” Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, 2020.
Maharani, Nurul. “Islamic Spiritual Extracurricular Activities in Strengthening the Integrity of Immigration Polytechnic Cadets, Ministry of Law and Human Rights.” Proceeding of The Postgraduate School Universitas Muhammadiyah Jakarta 1, no. September (2023): 543. https://doi.org/10.24853/pi.1.0.2023.543-558.
Masitoh, Umi. “Implementasi Budaya Religius Sebagai Upaya Pengembangan Sikap Sosial Siswa Di Sma Negeri 5 Yogyakarta.” Magister (S2), 2017, 254.
Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, & Johnny Saldana. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 3rd Ed. Thousand Oaks: Sage Publication, 2014.
Muhkhamad, Himawan. “Konsep Penidikan Islam Dalam Pemikiran Azumardi Asra.” Edu Global: Jurnal Pendidikan Agama Islam 4 (2021).
Nahak, H.M. “Upaya Melestarikan Budaya Indonesia Di Era Globalisasi.” Jurnal Sosiologi NUsantara 5 (2019).
Nganggung, Tradisi, Nilai Agama, and Nilai Adat. “Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung Di Desa Sekar Biru.” Jurnal Lingue: Bahasa, Budaya, Dan Sastra 6, no. 1 (2024): 26–36.
Putri, Oktia Anisa, Ifnaldi Nurmal, and Kurikulum Merdeka Belajar. “AKTUALISASI MODERASI BERAGAMA DALAM PENGEMBANGAN.” At-Ta’dib 14, no. 2 (2022): 190–99.
Qomariah, Nurul, and Dody Irawan. “Transmisi Budaya Dalam Tradisi Nganggung Untuk Pembentukan Karakter Anak Usia Dini Di PAUD Kota.” Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, n.d., 191–205.
Rohmatullah. “Sifat Sifat Pendidik Berdasarkan Surat Al Ahqaf Ayat 34-35 Dalam Tafsir Marohu Labid,” no. 102682 (2019): 102682–86.
Setiady, Dicky. “Internalisasi Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Nganggung.” Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta 4 (2023): 1–15.
Sitoresmi, Ayu Riska. “Tujuan Pemajuan Kebudayaan Nasional: Melestarikan Warisan Budaya Indonesia.” Liputan6, 2025.
Stake, Robert E. The Art of Case Study Research. New York: Sage Publication, 1995.
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif Dan Kualitatif Dan R&D, Edisi Revisi XXII. Bandung: Alfabeta, 2016.
———. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2018.
Sulaiman et al. “The Symbol of Acculturation and Islamic Unity in Nganggung Tradition of Bangka: An Integration of Maqāṣid Asy-Syarī’ah with Local Wisdom.” Al-Ihkam: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial 19 (2024).
Syam, Jamila. “Pendidikan Berbasis Islam Yang Memandirikan Dan Mendewasakan.” EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Ilmu Sosial 2, no. 2 (2016): 76.
Zein et al. “Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Kearifan Lokal: Studi Kasus Tradisi Nganggung Di Bangka Belitung.” Jurnal Pendidikan Islam 12 (2017).





