Teologi Abrahamik sebagai Titik Temu: Analisis Historis atas Relasi Yahudi, Kristen dan Islam

Authors

  • Yasinta Rohmawati IAIN Pontianak Author
  • Dino IAIN Pontianak Author
  • Ahmad Jaiz IAIN Pontianak Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/qjbtkg48

Keywords:

Theology, Abrahamic, Jewish, Christian, Islamic

Abstract

Abrahamic theology serves as a conceptual framework that positions the Prophet Abraham (Abraham) as a central figure in the Jewish, Christian, and Islamic religious traditions. These three religions have interconnected genealogical and theological roots, particularly in the affirmation of monotheism, respect for the prophetic tradition, and a moral commitment to the values ​​of justice and ethical responsibility. Abraham is seen as an exemplar of devout faith in God, so that narratives about him form a strong theological foundation for each religion, although interpreted through different doctrinal perspectives. Throughout history, relations between Judaism, Christianity, and Islam have developed dynamically. These relationships have been characterized not only by dialogue and intellectual exchange, but also by tensions triggered by theological differences, political interests, and the surrounding socio-cultural context. Differing views on prophecy, salvation, and the authority of revelation often trigger conflict, but at the same time also open up space for critical reflection and the enrichment of religious thought. The results of this study indicate that behind these fundamental differences, there are universal Abrahamic values. The values ​​of monotheism, justice, compassion, and moral responsibility constitute a common foundation that can serve as a meeting point between faiths. In the context of contemporary pluralistic societies, Abrahamic theology offers a relevant ethical framework for responding to the challenges of intolerance, identity conflict, and religious radicalism. By emphasizing shared fundamental values, this theology has the potential to strengthen interfaith dialogue, foster harmonious coexistence, and foster sustainable reconciliation and peace.

Abstrak

Teologi Abrahamik berfungsi sebagai kerangka konseptual yang menempatkan Nabi Ibrahim (Abraham) sebagai figur sentral dalam tradisi keagamaan Yahudi, Kristen, dan Islam. Ketiga agama ini memiliki akar genealogis dan teologis yang saling berkaitan, terutama dalam penegasan ajaran monoteisme, penghormatan terhadap tradisi kenabian, serta komitmen moral terhadap nilai keadilan dan tanggung jawab etis. Ibrahim dipandang sebagai teladan iman yang taat kepada Tuhan, sehingga narasi tentang dirinya membentuk fondasi teologis yang kuat bagi masing-masing agama, meskipun ditafsirkan melalui perspektif doktrinal yang berbeda. Dalam perjalanan sejarah, relasi antara Yahudi, Kristen, dan Islam berkembang secara dinamis. Hubungan tersebut tidak hanya diwarnai oleh dialog dan pertukaran intelektual, tetapi juga oleh ketegangan yang dipicu oleh perbedaan teologis, kepentingan politik, serta konteks sosial-budaya yang melingkupinya. Perbedaan pandangan tentang kenabian, keselamatan, dan otoritas wahyu sering kali menjadi faktor pemicu konflik, namun pada saat yang sama juga membuka ruang bagi refleksi kritis dan pengayaan pemikiran keagamaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa di balik perbedaan fundamental tersebut, terdapat nilai-nilai Abrahamik yang bersifat universal. Nilai tauhid, keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab moral merupakan landasan bersama yang dapat menjadi titik temu antariman. Dalam konteks masyarakat plural kontemporer, teologi Abrahamik menawarkan kerangka etis yang relevan untuk merespons tantangan intoleransi, konflik identitas, dan radikalisme keagamaan. Dengan menekankan persamaan nilai dasar, teologi ini berpotensi memperkuat dialog antaragama, menumbuhkan kehidupan bersama yang harmonis, serta mendorong rekonsiliasi dan perdamaian yang berkelanjutan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afdillah, Muhammad. “Teologi Ibrahim Dalam Perspektif Agama Yahudi, Kristen, Dan Islam.” Kalimah: Jurnal Studi Agama Dan Pemikiran Islam Vol. 14, no. No. 01 (2016): 97-114: 98. https://doi.org/https://doi.org/10.21111/klm.v14i1.363.

Ana Fergina, Hasaruddin, Syamzan Syukur. “Islam-Yahudi : Bisakah Berdamai ?” Jurnal Alwatzikhoebillah:Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 10, no. No. 2 (2024): 285-296: 287. https://doi.org/https://doi.org/10.37567/alwatzikhoebillah.v10i2.2420.

Andika, Rindi, and Muh Fathoni Hasyim. “Jurnal Kajian Ilmu Al- Qur ’ an Tafsir ISLAM DALAM BINGKAI HANIF : ANALISIS PENAFSIRAN AYAT-AYAT HANIF DALAM AL- QUR ’ AN.” El-Umdah: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur’an Tafsir Vol. 7, no. No. 1 (2024): 92-101: 95. https://doi.org/https://doi.org/10.20414/elumdah.v7i1.9044.

Angga Natalia. “FAKTOR-FAKTOR PENYEBABRADIKALISME DALAM BERAGAMA(Kajian Sosiologi Terhadap Pluralisme Agama Di Indonesia).” Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol. 11, no. No. 1 (2016): 35-56: 41.

Bahri, Media Zainul. “HUBUNGAN ESENSIALAGAMA-AGAMA: TEOLOGI DAN ETIKA.” TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 13, no. No. 2 (2014): 257-296: 259. https://doi.org/https://doi.org/10.30631/tjd.v13i2.14.

Dewi Murni. “Toleransi Dan Kebebasan Beragama Dalam Perspektif Al-Quran.” Jurnal Syahadah 6, no. 2 (2018): 72–90.

Ertina Br Tarigan. “Studi INTERTEXTUALITY ( Kejadian 22 : 18 Dan Galatia 3 : 8 Tentang Iman ).” KERUGMA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 6, no. No. 2 (2024): 41-59: 45. https://doi.org/https://doi.org/10.2500/kerugma.v6i2.180.

Hanik, Umi. “Pluralisme Agama Di Indonesia.” Jurnal Pemikiran Keislaman 25, no. 1 (2014): 44–63. https://doi.org/10.33367/tribakti.v25i1.154.

Hanock, Edward Everson, and Bobby Kurnia Putrawan. “Abraham ’ s Legacy : Togetherness of Christian and Islamic Faith.” JURNAL THEOLOGIA Vol. 33, no. No. 1 (2022): 19-34:21. https://doi.org/https://doi.org/10.21580/teo.2022.33.1.10575.

Irfan Noor. “MENGURAI ‘BENANG KUSUT’ SEJARAH HUBUNGAN ISLAM DAN KRISTEN DI INDONESIA.” Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora Vol. 4, no. No. 1 (2006): 1-25: 8. https://doi.org/https://doi.org/10.18592/khazanah.v4i1.3174.

Irfanullah, Gumilar. “Hubungan Harmonis Antara Muslim Dan Yahudi Sejak Masa Kenabian Sampai Masa Umayyah Di Al-Andalus.” Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol. 1, no. No. 1 (2017): 63-78:70. https://doi.org/https://doi.org/10.21009/hayula.001.1.04.

Julio Eleazer Nendissa, Ridwan Henry Simamora, Dewi Magdalena Rotua, Pangeran Guntar Wijaya Baringbing, Sarah Farneyanan. “Pluralisme Agama-Agama : Tantangan , Peluang , Dan Perspektif Teologis Dalam Membangun Kerukunan Umat Beragama Di Indonesia.” SAMI: Jurnal SosialAgamadan Teologi Indonesia Vol. 2, no. No. 2 (2025): 155-184: 168. https://doi.org/https://doi.org/10.24246/sami.vol2i2pp155-184.

Kaha, Samuel Cornelius. “Dialog Sebagai Kesadaran Relasional Antar Agama: Respons Teologis Atas Pudarnya Semangat Toleransi Kristen-Islam Di Indonesia.” Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen Dan Musik Gereja Vol. 4, no. No. 2 (2020): 132-148: 137. https://doi.org/https://doi.org/10.37368/ja.v4i2.165.

Karman, Yonky. “Abraham Inklusif : Sebuah Titik Temu Trialog Agama-Agama Abrahamik Trialogue.” JURNAL JAFFRAY Vol. 17, no. No. 02 (2019): 185-202: 18. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.25278/jj.v17i2.321.

Muhammad Ersa Syauqy,Ali Mursyid Azisi, Muhammad Anshori, Elviatur Rosyidah. “Interfaith Dialogue Perspektif Islam Dan Kristen : Analisis Konseptual Dan Perannya Sebagai Tali Pengikat Kebhinekaan Di Indonesia.” Jurnal Darussalam; Jurnal Pendidikan, Komunikasi Dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 16, no. No. 2 (2025): 137-161: 139.

Muttaqin, Jamal, Amir Reza Kusuma, Alif Rahmadi. “MENELAAH PROBLEM TEOLOGIS DIALOG ANTAR-AGAMA.” Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol. 17, no. No. 2 (2022): 269-299: 280. https://doi.org/https://doi.org/10.24042/al-adyan.v17i2.10879.

Puji Astuti. “UNSUR-UNSUR PERJANJIAN ALLAH DENGAN ABRAHAM DALAM KITAB KEJADIAN.” JURNAL PENABIBLOS Vol. 15, no. No. 2 (2024): 149-169: 152. https://doi.org/https://doi.org/10.61179/jurnalpenabiblos.v15i2.627.

Septiyani, Alfrida Dyah. “Pendidikan Tauhid Dalam Kisah Nabi Ibrahim.” Jurnal Studia Insania Vol. 7, no. No. 2 (2019): 135-143:143. https://doi.org/https://doi.org/10.18592/jsi.v7i2.3259.

Siddiq, Hasbi. “Relasi Sosial Yahudi Dan Islam.” Tasamuh: Jurnal Studi Islam Vol. 7, no. No. 2 (2015): 235-255: 236. https://doi.org/http://ejournal.stain.sorong.ac.id/indeks.php/tasamuh.

Situmorang, Alexander, and Elis LouisaAy. “Perjanjian Mesianik Abraham (Kejadian 13:1-3, Kejadian 15:1-21, Galatia 3:16): Penggenapan Janji Allah Dalam Kristus Dan Relevansinya Bagi Orang Percaya Masa Kini.” CHARISTHEO: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5, no. No. 1 (2025): 113-128: 115.

Ucep Hermawan, Memet Isa Baharudin, M. Zuldin. “Dinamika Dialog Agama Dan Resolusi Konflik Islam-Yahudi.” Jurnal Penelitian Agama Vol. 25, no. No. 02 (2024): 237-255: 242. https://doi.org/https://doi.org/10.24090/jpa.v25i2.2024.pp237-255.

Wardani. “Pluralisme Agama Dan Dialog Teologi.” Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora Vol. 1, no. No. 2 (2002): 46-59: 50.

Yusup, Adi Abdilah. “Agama Dan Penghormatan Pada Martabat Manusia Dalam Perspektif Abdullahi Ahmed An-Na’im.” JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi Dan Humaniora 10, no. 2 (2024): 107–23. https://doi.org/10.37567/jif.v10i2.3035.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Teologi Abrahamik sebagai Titik Temu: Analisis Historis atas Relasi Yahudi, Kristen dan Islam. (2025). AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam , 3(1), 207-218. https://doi.org/10.71242/qjbtkg48