Perjanjian Ilahi dan Konsep Ketuhanan sebagai Basis Keimanan dalam Agama Yahudi

Authors

  • Serlly Della Ressa IAIN Pontianak Author
  • Rahmawati IAIN Pontianak Author
  • Ahmad Jaiz IAIN Pontianak Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/qdt2dd86

Keywords:

Concept of God, Divine Covenant, Faith, Judaism

Abstract

This study aims to examine in depth the sacred covenant (Brit) and the concept of God as the primary foundation for the formation of faith in Judaism. In Jewish tradition, faith is not understood solely as a theological recognition of the oneness of God (YHWH), but rather as a spiritual commitment manifested through concrete obedience to divine laws. Faith is thus closely intertwined with the theological, ethical, and practical dimensions of everyday Jewish life. This study uses a qualitative approach with a literature analysis method, sourced from Jewish scriptures, classical and contemporary theological works, and scientific articles relevant to the study of divinity and the sacred covenant in Judaism. The results of the study indicate that the concept of divinity in Judaism affirms absolute monotheism that positions God as a transcendent, sacred reality, and beyond the boundaries of the material world. This view demands that believers live a law-abiding, morally disciplined, and ethically oriented life as a concrete manifestation of faith. Furthermore, the sacred covenant between God and the Israelites serves as a pillar of religious identity that shapes the collective belief patterns of the Jewish people. Brit is not only interpreted spiritually, but also encompasses moral and social responsibilities embodied in the practice of Torah and mitzvot. Thus, faith in Judaism is built through the integral relationship between the idea of ​​divinity, the sacred covenant, and the practice of obedience, which simultaneously underpins the religious and ethical life of the Jewish people. 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam perjanjian suci (Brit) dan gagasan tentang Tuhan sebagai fondasi utama pembentukan keyakinan dalam agama Yahudi. Dalam tradisi Yahudi, keyakinan tidak dipahami semata-mata sebagai pengakuan teologis terhadap keesaan Tuhan (YHWH), melainkan sebagai komitmen spiritual yang diwujudkan melalui ketaatan konkret terhadap hukum-hukum ilahi. Keyakinan dengan demikian terjalin erat antara dimensi teologis, etis, dan praksis kehidupan sehari-hari umat Yahudi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis literatur, yang bersumber dari kitab-kitab suci Yahudi, karya-karya teologi klasik dan kontemporer, serta artikel ilmiah yang relevan dengan kajian ketuhanan dan perjanjian suci dalam Yudaisme. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa konsep ketuhanan dalam agama Yahudi menegaskan monoteisme absolut yang menempatkan Tuhan sebagai realitas transenden, suci, dan melampaui batas-batas dunia material. Pandangan ini menuntut umat untuk menjalani kehidupan yang taat hukum, berdisiplin moral, dan berorientasi etis sebagai wujud nyata dari keyakinan. Lebih lanjut, perjanjian suci antara Tuhan dan bangsa Israel berfungsi sebagai pilar identitas keagamaan yang membentuk pola keyakinan kolektif masyarakat Yahudi. Brit tidak hanya dimaknai secara spiritual, tetapi juga memuat tanggung jawab moral dan sosial yang diwujudkan dalam pengamalan Torah dan mitzvot. Dengan demikian, keyakinan dalam agama Yahudi dibangun melalui relasi integral antara gagasan ketuhanan, perjanjian suci, dan praktik kepatuhan, yang secara simultan menopang kehidupan religius sekaligus etis umat Yahudi

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afdillah, Muhammad. “Teologi Ibrahim Dalam Perspektif Agama Yahudi, Kristen, Dan Islam” 14, no. 1 (2016): 98–114.

Arijal, Hasbi. “Problem Konsep Monoteisme Dalam.” Jurnal KALIMAH 13, no. 1 (2015): 104–24.

Devanto Kurniawan Hinna Ndulla, Hosea Theopani Doloksaribu, Wolvy Elopore, Serepina, and Yoshika Hasibuan. “Relasi Hukum Taurat Dan Anugerah Dalam Perjanjian Lama,” 2024.

Djazimah, RahmadiAbd. Rahman JaferiNurul. “Dinamika Pemikiran Sarjana Muslim Tentang Metodologi Studi Agama Di Indonesia: Kajian Terhadap Literatur Terpublikasi Tahun 1964-2012.” Jurnal Tashwir 1, no. 2 (2013): 31–46.

Dr. Agus Subagyo, S.ip., M.si Dr. Indra Kristian, S.ip., S.kom., M.ap., and Ciqar. “Metode Penelitian Kualitatif,” 2023.

Hafitzah, Nabila Abdullah Muslich Rizal Maulana, Marsha Camila, Meisin Imanda Putri, and Nailatu Lutfiyah Sidqi. “TORAH SEBAGAI KITAB SUCI YUDAISME : KONSEP DAN KLASIFIKASI.” Jurnal Studi Agama-Agama 3, no. 1 (2022): 35–49. https://doi.org/10.22373/arj.v3i1.15049.

Khaddafi, Muammar, Darma Dewi, Rona Juliyandan, Roza Sahara, and Mutia Arami. “PENTINGNYA PEMAHAMAN METODE PENELITIAN DALAM DUNIA AKADEMIK.” Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara 3, no. 2 (2025): 3852–59.

Manajemen, Jurnal, Pendidikan Islam, Program Pascasarjana, Manajemen Pendidikan, Islam Universitas, Pesantren Tinggi, Darul Ulum, and Jombang Indonesia. “Nilai Spiritualitas Sayyed Hossein Nasr Dalam Manajemen Pendidikan Islam.” Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam 4, no. 1 (2018): 71–90.

Mendrofa, Feri Aman. “MEMPERTEMUKAN PERJANJIAN SINAI KEPADA MASYARAKAT GEREJA.” JURNAL TABGHA 3, no. 1 (2022): 1–9.

Nendissa, Julio Eleazer, Ridwan Henry Simamora, and Dewi Magdalena Rotua. “Pluralisme Agama-Agama : Tantangan , Peluang , Dan Perspektif Teologis Dalam Membangun Kerukunan Umat Beragama Di Indonesia.” : : Jurnal Sosial Agama Dan Teologi Indonesia 2, no. 2 (2025): 155-184: 161.

Nino Sampe Tindih Sitohang, Helma Mesya C Siregar, Johanes GB Panjaitan, Kevin Boris A Marbun, Adi Suhenra Sigiro. “Konsep Teologi Perjanjian.” Jurnal Silih Asuh 2, no. 3 (2025): 16–22.

Pauzian, Muhamad Hilmi. “Konsep Tuhan Dan Ajaran Agama Yahudi.” Jurnal Studi Agama-Agama 19, no. 02 (2023): 264–84.

Pelealu, Nadia Blessy Selan, Yunus, and Sri Dwi Harti. “VIEWS : Jurnal Teologi & Biblika.” Jurnal Teologi Dan Biblika 3, no. 3 (2025): 206–17.

Pemerintah, Sinergitas, and Dan Masyarakat. “STRENGTHENING RELIGIOUS HARMONY THROUGH THE PRINCIPLE OF THE MIDDLE WAY IN INDONESIAN BUDDHISM.” Jurnal Studi Agama-Agama 5, no. 2 (2025): 98-116:106.

Priyono, Joko, Andarias Pangngaroan, and Rahel Rati Sarungallo. “Makna Kesetiaan Dalam Perjanjian Allah : Analisis Kontekstual Kitab Hosea.” Jurnal Ilmiah Tafsir Alkitab 1, no. 2 (2024): 167–80.

Rambe, Toguan. “PEMIKIRAN A. MUKTI ALI DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP KERUKUNAN ANTARUMAT BERAGAMA.” Jurnal Al-Lubb 1, no. 1 (2016): 25–41.

Siddiq, Hasbi. “Relasi Sosial Yahudi Dan Islam.” Tasamuh: Jurnal Studi Islam Vol. 7, no. No. 2 (2015): 235-255: 236. https://doi.org/http://ejournal.stain.sorong.ac.id/indeks.php/tasamuh.

Silalahi, Bonnarty Steven. “Keluaran 6 : 1-6 Sebagai Paradigma Teologi Penebusan Dalam Perjanjian Lama.” Jurnal Teologi Dan Misi 5, no. 1 (2025): 58–78.

Simorangkir, Sri Lina B.L. “Memahami Penerapan Taurat Pada Masa Yesus Dan Implikasinya Dalam Menghayati Firman Tuhan Pada Masa Kini.” Jurnal Teologi Berita Hidup 2, no. 2 (2020): 16–32.

Susanty, Aprianty, Riniwati, Magdalena. “Implikasi Praktik Pendidikan Orang Yahudi Pasca Pembuangan Ke Babel Bagi Pendidikan Kristen Masa Kini.” Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 1, no. 1 (2020): 25–38.

Tamyiz, Achmad, Arsyad Shodiq, and Hizbullah Muzahid. “O f a H.” Jurnal Penelitian Guru Indonesia 6 (n.d.): 51–60.

Tupamahu, Maxsi. “Konsep Kovenan Dalam Perjanjian Lama: Analisis Kitab Pentateukh Dari Perspektif Historis Dan Teologis.” Jurnal Ilmiah Teologi Dan Pendidikan Kristen 3, no. 4 (2025): 1–16.

Yuliani, Wiwin. “METODE PENELITIAN DESKRIPTIF KUALITATIF DALAM PERSPEKTIF BIMBINGAN DAN KONSELING.” Jurnal QUANTA 2, no. 2 (2018): 83–91. https://doi.org/10.22460/q.v1i1p1-10.497.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Perjanjian Ilahi dan Konsep Ketuhanan sebagai Basis Keimanan dalam Agama Yahudi. (2025). AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam , 3(1), 219-230. https://doi.org/10.71242/qdt2dd86