Hari Raya Yahudi Sebagai Representasi Kesadaran Historis Dan Keagamaan Bangsa Israel

Authors

  • Mayyadi IAIN Pontianak Author
  • Naya Maulidia IAIN Pontianak Author
  • Ahmad Jais IAIN Pontianak Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/r03vzs60

Keywords:

Holidays, Jewish, Representation, Religious, Israel

Abstract

Jewish holidays are crucial for understanding Judaism, not only as a theological belief system but also as a manifestation of the historical consciousness of the Israelite people. In Judaism, religious celebrations are always closely linked to historical events, understood as manifestations of God's intervention in the life of the Israelite people. The history of salvation, experiences of liberation, wanderings, and even the steadfastness of faith amidst suffering are not simply remembered as past events but are re-enacted through holiday celebrations. Therefore, Jewish holidays cannot be understood simply as formal ritual practices, but as a means of maintaining collective memory and strengthening the religious identity of the Jewish people. This research uses a descriptive qualitative method with a literature review approach, analyzing various books and scholarly journals that discuss Jewish history, ritual, and religious identity. This approach allows researchers to comprehensively explore the relationship between holiday celebrations, historical narratives, and the formation of Israel's religious consciousness. The results of the study indicate that Jewish holidays function as a medium for actualizing sacred history, where past events are re-enacted through symbols, prayers, and repeated ritual practices. Through this mechanism, history is not only studied but also experienced existentially by the people. Holiday celebrations serve as a space for the effective transmission of values ​​and meaning, thus preserving the historical consciousness of the Israeli people and passing it on from one generation to the next. Thus, Jewish holidays play a crucial role in strengthening the continuity of Jewish religious identity in contemporary religious life.

Abstrak

Hari raya dalam tradisi Yahudi merupakan aspek yang sangat penting untuk memahami agama Yahudi tidak hanya sebagai sistem kepercayaan teologis, tetapi juga sebagai manifestasi kesadaran historis bangsa Israel. Dalam Yudaisme, perayaan keagamaan selalu berkaitan erat dengan peristiwa-peristiwa sejarah yang dipahami sebagai bentuk campur tangan Tuhan dalam perjalanan hidup bangsa Israel. Sejarah keselamatan, pengalaman pembebasan, pengembaraan, hingga keteguhan iman di tengah penderitaan tidak sekadar dikenang sebagai peristiwa masa lalu, melainkan dihadirkan kembali melalui perayaan hari raya. Oleh karena itu, hari raya Yahudi tidak dapat dipahami hanya sebagai praktik ritual formal, tetapi sebagai sarana pemeliharaan ingatan kolektif sekaligus penguatan identitas keagamaan umat YahudiPenelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan, dengan menganalisis berbagai buku dan jurnal ilmiah yang membahas sejarah, ritual, serta identitas keagamaan Yahudi. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menelusuri keterkaitan antara perayaan hari raya, narasi sejarah, dan pembentukan kesadaran religius bangsa Israel secara komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa hari raya Yahudi berfungsi sebagai media aktualisasi sejarah suci, di mana peristiwa-peristiwa masa lalu dihadirkan kembali melalui simbol, doa, dan praktik ritual yang dilakukan secara berulang. Melalui mekanisme ini, sejarah tidak hanya dipelajari, tetapi dialami secara eksistensial oleh umat. Perayaan hari raya menjadi ruang transmisi nilai dan makna yang efektif, sehingga kesadaran historis bangsa Israel terus terjaga dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan demikian, hari raya Yahudi berperan penting dalam memperkuat kesinambungan identitas keagamaan umat Yahudi dalam kehidupan keagamaan kontemporer

Downloads

Download data is not yet available.

References

“Abdullah, T. (2018). Kesadaran Sejarah Dan Identitas Keagamaan. Jurnal Sejarah Dan Budaya, 12(2), 145–160.,” n.d.

Armstrong, K. (2017). Sejarah Tuhan: Kisah Pencarian Tuhan Dalam Agama Yahudi, Kristen, Dan Islam, Hal. 54, n.d.

“Azra, A. (2019). Agama Dan Pembentukan Identitas Kolektif. Jurnal Studi Agama Dan Masyarakat, 15(1), 23–38.,” n.d.

Eliade, M. (2019). Yang Sakral Dan Yang Profan: Hakikat Agama. Yogyakarta: IRCiSoD, Hal. 115., n.d.

Faldiansyah, Iqrom. “Menghadiri Perayaan Hari Besar Agama Non Islam Perspektif Al- Qur ’ An.” Tawshiyah: Jurnal Sosial Keagamaan Dan Pendidikan Islam 14, no. 2 (2019): 55–72. https://rumahjurnal.iainsasbabel.ac.id/taw/about.

“Geertz, C. (2017). Agama Sebagai Sistem Budaya. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, Hal. 89.,” n.d.

Geertz, C. (2017). Agama Sebagai Sistem Budaya. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, Hal. 92., n.d.

Ghazali, Adeng Muchtar. “Toleransi Beragama Dan Kerukunan Dalam Perspektif Islam.” Religious: Jurnal Agama Dan Lintas Budaya 1, no. 1 (2016): 25–40. https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/Religious/article/view/1360/pdf_3.

Hadiwijono, H. (2015). Agama Yahudi: Sejarah, Ajaran, Dan Praktik Keagamaannya. Jakarta: BPK Gunung Mulia, Hal. 41, n.d.

Hanik, Umi. “Pluralisme Agama Di Indonesia.” Jurnal Pemikiran Keislaman 25, no. 1 (2014): 44–63. https://doi.org/10.33367/tribakti.v25i1.154.

“Hasan, N. (2020). Ritual Keagamaan Sebagai Konstruksi Identitas Historis. Jurnal Ilmu Ushuluddin, 8(2), 101–118.,” n.d.

Herlina, Noviyanti, Fransiska Hasugian, Darwin Sibarani, and Yehezkiel Telaumbanua. “Analisis Konsep Adat Istiadat Yahudi Dan Pendidikan Multikultural Dalam Pembelajaran Pluralisme.” Journal of Mandalika Literature 6, no. 2 (2025): 1473–81. https://e-journal.sttiksm.ac.id/index.php/theosophia/index.

Hirzi, Muhammad Hilman, and Rossana Farah Abida. “Makanan Ritual Dan Makna Simboliknya: Analisis Tradisi Kuliner Sego Langgi Di Lamongan, Indonesia.” Al-Adabiya Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan 20, no. 2 (2025): 135–56. https://doi.org/10.37680/adabiya.v20i2.7220.

Jayus, Muhammad. “Toleransi Dalam Perspektif Al Qur’an.” Al-Dzikra 9, no. 1 (2015): 115–28. https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/al-dzikra/article/view/1728/1419.

“Ma’arif, A. S. (2017). Agama Dan Ingatan Kolektif Dalam Perspektif Sejarah. Jurnal Humaniora, 29(1), 41.,” n.d.

Metalogia, Jurnal. “Signifikansi Hari Raya Hanukkah Yahudi.” Jurnal Metalogia 4, no. 1 (2024): 1–18. https://e-journal.iakntarutung.ac.id/index.php/cultivation/article/view/1194/406.

Rahmawati, Aulia, and Joko Tri Haryanto. “Penguatan Toleransi Dan Identitas Sosial Melalui Halalbihalal Lintas Agama Pada Masyarakat Kampung Gendingan, Yogyakarta.” Jurnal SMaRT Studi Masyarakat, Religi Dan Tradisi 06, no. 01 (2020). https://jurnalbaru.blasemarang.id/index.php/smart/article/view/988/445.

Simamora, Elim, Dedi Bastanta, and Edy Syahputra Tarigan. “Makna Teologis Hari Raya Yahudi Dalam Injil Yohanes.” Jurnal Teologi Cultivation 6, no. 1 (2022): 122–42. https://e-journal.iakntarutung.ac.id/index.php/cultivation/article/view/1194/406.

Smith, H. (2015). Agama-Agama Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia., n.d.

Wikanto, and Marojahan Saragi Napitu. “Paskah Dalam Tradisi Yahudi Dan Kristen (Suatu Kajian Teologis-Pedagogis Pendidikan Kristen).” Theoshophia Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 1, no. 1 (2024): 54–63. https://e-journal.sttiksm.ac.id/index.php/theosophia/index.

“Yusuf, M. (2021). Makna Ritual Keagamaan Dalam Pembentukan Identitas Umat. Jurnal Sosiologi Agama, 15(1),” n.d.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Hari Raya Yahudi Sebagai Representasi Kesadaran Historis Dan Keagamaan Bangsa Israel. (2025). AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam , 3(1), 242-253. https://doi.org/10.71242/r03vzs60