Rekonsiliasi Tradisi Islam dan Sains Modern

Authors

  • M. Abdullah Viki Universitas Al Falah As Suniyah Kencong Jember Author
  • Maftukhin Universitas Al Falah As Suniyah Kencong Jember Author
  • M. Ilham Fikron Universitas Al Falah As Suniyah Kencong Jember Author
  • Sayyid Abdullah Universitas Al Falah As Suniyah Kencong Jember Author
  • Ach. Taufiq Universitas Al Falah As Suniyah Kencong Jember Author
  • Asnawan Universitas Alfalah Assuniyyah Kencong Jember Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/cxz0pf38

Keywords:

Reconciliation, Islamic Tradition, Science, Modern

Abstract

Diskursus mengenai relasi antara tradisi Islam dan sains modern hingga kini masih diwarnai oleh pandangan dikotomis yang memisahkan ilmu agama dan ilmu umum. Sains modern kerap diposisikan sebagai sistem pengetahuan yang netral dan bebas nilai, sementara agama dipahami sebatas ranah spiritual dan ritual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya rekonsiliasi antara tradisi Islam dan sains modern sebagai upaya membangun paradigma keilmuan integratif yang berorientasi pada kemanusiaan dan keberlanjutan peradaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), melalui penelaahan kritis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder berupa Al-Qur’an, hadis, karya ulama klasik dan kontemporer, serta literatur filsafat dan sains modern. Analisis dilakukan dengan pendekatan epistemologis dan filosofis untuk mengkaji integrasi wahyu (naql), akal (‘aql), dan pengalaman empiris (tajribah) dalam tradisi keilmuan Islam, sekaligus mengkritisi asumsi filosofis sains modern yang cenderung positivistik dan sekular. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi Islam memiliki kerangka epistemologi yang komprehensif dan terbuka terhadap pengembangan sains, selama tetap berlandaskan nilai etika, spiritualitas, dan tujuan kemaslahatan. Rekonsiliasi ini tidak hanya relevan bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pendidikan Islam yang holistik dan integratif. Dengan demikian, rekonsiliasi tradisi Islam dan sains modern merupakan kontribusi strategis bagi peradaban global dalam merespons krisis modernitas yang bersifat materialistik dan dehumanistik.

Abstrak

Discourse on the relationship between Islamic tradition and modern science remains characterized by a dichotomous view that separates religious knowledge from general knowledge. Modern science is often positioned as a neutral and value-free system of knowledge, while religion is understood solely as a spiritual and ritualistic realm. This article aims to analyze the importance of reconciling Islamic tradition and modern science as an effort to build an integrative scientific paradigm oriented toward humanity and the sustainability of civilization. This research uses a qualitative approach with library research methods, through a critical review of primary and secondary sources, including the Quran, hadith, works of classical and contemporary scholars, and modern philosophical and scientific literature. The analysis utilizes an epistemological and philosophical approach to examine the integration of revelation (naql), reason (‘aql), and empirical experience (tajribah) within the Islamic scientific tradition, while simultaneously critiquing the philosophical assumptions of modern science, which tend to be positivistic and secular. The results demonstrate that the Islamic tradition possesses a comprehensive epistemological framework that is open to the development of science, as long as it remains grounded in ethical values, spirituality, and the goal of public welfare. This reconciliation is not only relevant for the development of science but also serves as a crucial foundation for building a holistic and integrative Islamic education system. Thus, the reconciliation of Islamic tradition and modern science is a strategic contribution to global civilization in responding to the materialistic and dehumanizing crises of modernity.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad Muhajir, Muslimah, Zainap Hartati. “Konsep Dan Klasifikasi Ilmu Pengetahuan Dalam Islam.” Jurnal Pendidikan Dan Islam Kontemporer 2, no. 2 (2021): 9–15.

Ainul, Muh, Fiqih Uin, Raden Mas, and Said Surakarta. “Peran Pesantren Dalam Menjaga Tradisi-Budaya Dan Moral Bangsa.” PANDAWA : Jurnal Pendidikan Dan Dakwah 4, no. 1 (2022): 42–65. https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/pandawa.

Akhmad Sagir. “Perkembangan Syarah Hadis Dalam Tradisi Keilmuan Islam.” Ilmu Ushuludin 9, no. 2 (2010): 129–48. https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/ushuluddin/article/view/1414/1032.

Arifin, Muhammad Patri. “Rekonsiliasi Dalam Al-Qur’an.” Rausyan Fikr: Jurnal Studi Ilmu Ushuluddin Dan Filsafat 11, no. 1 (2015): 115–38. https://doi.org/10.24239/rsy.v11i1.72.

Armedi, Rama, Satria Sodikin, and A Nurul Kawakip. “Tradisi Ilmiah Dan Pendidikan Agama Islam: Integrasi Ilmu Pengetahuan Dengan Nilai-Nilai Spiritual.” Jurnal Kependidikan Islam 14, no. 2 (2024): 197–206. https://doi.org/10.15642/jkpi.2024.14.2.197-206.

Borotan, Amrin. “Amrin Borotan – Konsep Al-Qawamah Dalam Surat An- Nisaa’ Ayat 43 Dalam Perspektif Muh. Abduh 1266- 1323H/1849-1905M) Amrin.” Jurnal Hukumah: Jurnal Hukum Islam 5, no. 2 (2022): 63–80. https://ojs.staituankutambusai.ac.id/index.php/HUKUMAH/article/view/377/252.

Fahmi Ilmy, Muhammad. “Eksistensi Feminisme Mesir Dan Transformasi Gerakan Perempuan Di Indonesia.” Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan 13, no. 2 (2020): 146–57. https://doi.org/10.35905/al-maiyyah.v13i2.725.

Haitomi, Faisal. “Rekonstruksi Aksin Wijaya Atas Interpretasi Qs. an-Nisa’ [4]: 1 Sebuah Kritik Atas Penafsiran Tekstualis Normatif Dan Kontekstualis Progresif.” Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran Dan Keislaman 5, no. 02 (2022): 167–80. https://doi.org/10.36671/mumtaz.v5i02.186.

Hidayat, Rahmat, Mujiburrahman, Habiburrahim, and Silahuddin. “Metode Pembelajaran Pendidikan Islam.” EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin 2, no. 01 (2024): 34–47. https://doi.org/10.61693/elhadhary.vol201.2024.34-47.

Ilahi, Ach Firman, and Moh. Hafid. “Revitalisasi Layanan Bimbingan Dan Konseling Di Pesantren.” Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling Islam 3, no. 2 (2024): 85–93. https://journal.iaincurup.ac.id/index.php/JBK.

Ismail, Roni. “Resolusi Konflik Keagamaan Integratif: Studi Atas Resolusi Konflik Sosial Keagamaan Ambon.” Living Islam: Journal of Islamic Discourses 3, no. 2 (2020). https://doi.org/10.14421/lijid.v3i2.2458.

Izzan, Ahmad, and Neni Nuraeni. “Media Pembelajaran Perspektif Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 31.” Masagi 2, no. 1 (2023): 54–60. https://doi.org/10.37968/masagi.v2i1.378.

Mariana, S, A Syahid, and S Kadir. “Peran Majelis Taklim Al-Magfirah Melalui Pemanfaatan Media Sosial Dakwah Islamiyah Terhadap Pemahaman Keagamaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan ….” Jurnal Kolaboratif Sains 03, no. September 2020 (2020): 287–95. https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/1730.

Masitoh, Umi. “Implementasi Budaya Religius Sebagai Upaya Pengembangan Sikap Sosial Siswa Di Sma Negeri 5 Yogyakarta.” Magister (S2), 2017, 254.

Miftahul Huda. “Integrasi Al-Quran Dan Sains Dalam Taksonomi Pendidikan Untuk Mengenal Allah.” Jurnal Qiroah 12, no. 1 (2022): 53–68. https://doi.org/10.33511/qiroah.v12n1.53-68.

Moh. Hefni, Moh. Hefni. “REKONSTRUKSI MAQÂSHID AL-SYARÎ’AH (Sebuah Gagasan Hasan Hanafi Tentang Revitalisasi Turâts).” AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial 6, no. 2 (2013): 161–83. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v6i2.307.

Mubadalah.id. “Moderasi Beragama Dalam Perspektif Perempuan.” Mubadalah .Id 02, no. 02 (2021). https://mubadalah.id/moderasi-beragama-dalam-perspektif-perempuan/.

Nafisatuzzahro. “Tafsir Al-Qur’an Audiovisual Di Cybermedia: Kajian Terhadap Tafsir Al- Qur’an Di YouTube Dan Implikasinya Terhadap Studi Al- Qur’an Dan Tafsir.” Tesis. Uin Sunan Kalijaga, 2016. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/22856/1/1420510089_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf.

Nurdianzah, Erry. “Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Jawa (Kajian Historis Pendidikan Islam Dalam Dakwah Walisanga).” Jurnal Pendidikan Agama Islam Universitas Wahid Hasyim 7, no. 2 (2019): 184–98. https://ojs.unimal.ac.id/kande/article/view/7239/3431.

Purnamansyah, Purnamansyah, Isnaini Isnaini, Arina Widya Kamalia, and Khairatun Hisan. “Konsep Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Sains Ditinjau Dari Perspektif Psikologi Islam Modern.” DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Sosial 4, no. 2 (2023): 64–76. https://doi.org/10.53299/diksi.v4i2.356.

Rahawarin, Yunus. “KERJASAMA ANTAR UMAT BERAGAMA: Studi Rekonsiliasi Konflik Agama Di Maluku Dan Tual.” Kalam 7, no. 1 (2017): 95. https://doi.org/10.24042/klm.v7i1.451.

Rakhman, Itmam Aulia, and Zakiyah. “TRADISI “ TRADISI ‘LAWEAN’ MASYARAKAT PESAYANGAN (STUDI LIVING QUR’AN).” IBDA` : Jurnal Kajian Islam Dan Budaya 17, no. 2 (2019): 302–18. https://doi.org/10.24090/ibda.v17i2.2873.

Razak, Abdul, Abu Nida Sudirman, Lembaga Riset, Pendidikan Sosial, Devisi Pendidikan, Yayasan Islam, Al Kahfi, et al. “Hakikat Dan Jenis Tali Berbasis Budaya Dan Kitab Suci Al-Quran ( Menyeberang ) Yang Berfungsi Sebagai Jembatan . Bahan Baku Kerajinan Tertentu , Dan Atau Sebagai Bagian Dari Ayat-Ayat Nakli Yang Diwahyukan Kepada Nabi Yang Mulia Muhammad SAW . Itulah Fana.” Jurnal Ragam Budaya Gemilang 1, no. September (2023): 231–40. https://doi.org/10.26740/otopro.v16n2.p50-57.2.

Ridwan, Mohammad, and Sulis Maryati. “Dari Tradisi Ke Masa Depan : Tantangan Pendidikan Islam Dalam Masyarakat Kontemporer.” Dirasah : Jurnal Studi Ilmu Dan Manajemen Pendidikan Islam 7, no. 2 (2024): 630–41. https://www.ejournal.iaifa.ac.id/index.php/dirasah/article/view/1328/973.

Salsabila, Unik Hanifah, Lathifah Irsyadiyah Husna, Durotun Nasekha, and Anggi Pratiwi. “Penggunaan Media Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus.” Sustainability (Switzerland) 11, no. 1 (2019): 1–14. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI.

Tabrani Tajuddin, and Neny Muthiatul Awwaliyyah. “Hermenutika Yusuf Al-Qordawi Dalam Kitab Kaifa Nata’Amal Al-Sunnah Al-Nabawiyyah Ma’Alim Wa Dawabit.” Al-Mutsla 3, no. 1 (2021): 29–43. https://doi.org/10.46870/jstain.v3i1.47.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Rekonsiliasi Tradisi Islam dan Sains Modern. (2025). AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam , 3(2), 254-266. https://doi.org/10.71242/cxz0pf38