Konstruksi Neo Sufisme oleh Jhon O Voll

Authors

  • Moh. Ali Akbar Nafis UIN Sunan Kalijaga Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/xd1psh91

Keywords:

Konstruksi , Neo Sufisme , Jhon O Voll

Abstract

The revival and renewal of Islam in the 18th to early 19th centuries became a significant momentum that attracted serious attention from Western academics. This attention was particularly focused on the role of Sufi brotherhoods, which not only functioned as spiritual communities but also emerged as an active social force in responding to and resisting colonialism. This dynamic then gave birth to an academic construct known as neo-Sufism, which is understood as a new form of Sufism with a more open and contextual social and political orientation. This study aims to review the historical construction of neo-Sufism as it developed in Western academic discourse, while also critically analyzing John O. Voll's thoughts in responding to and revising the previous Orientalist construction of neo-Sufism. In addition, this study also attempts to describe the characteristics of neo-Sufism, particularly in relation to its adaptive capacity to the demands of modernity. The method used is library research, with the primary sources being the works of John O. Voll and Nehemia Levtzion, and supported by various relevant secondary literature to enrich the analysis. The research findings show that the emergence of the concept of neo-Sufism is inextricably linked to Western academics' attention to the rise of Islam in North Africa, where Sufi movements play a significant role in the socio-religious and political dynamics of society. John O. Voll emphasizes the importance of reexamining the concept of neo-Sufism that has developed over time, as it is often understood simplistically and tends to be associated with radicalism. According to Voll, neo-Sufism is actually a form of Sufism's adaptation to modernity, reflected in a spirit of internationalism, increased political mobility of civil society, and a strong orientation towards social service and empowerment.

Abstrak

Peristiwa kebangkitan dan pembaharuan Islam pada abad ke-18 hingga awal abad ke-19 menjadi salah satu momentum penting yang menarik perhatian serius para akademisi Barat. Perhatian tersebut terutama tertuju pada peran persaudaraan sufi yang tidak hanya berfungsi sebagai komunitas spiritual, tetapi juga tampil sebagai kekuatan sosial yang aktif dalam merespons dan melawan kolonialisme. Dinamika ini kemudian melahirkan sebuah konstruksi akademik yang dikenal dengan istilah neo-sufisme, yang dipahami sebagai bentuk baru tasawuf dengan orientasi sosial dan politik yang lebih terbuka serta kontekstual. Kajian ini bertujuan untuk mengulas konstruksi historis neo-sufisme sebagaimana berkembang dalam wacana akademisi Barat, sekaligus menganalisis secara kritis pemikiran John O. Voll dalam menyikapi dan merevisi konstruksi neo-sufisme orientalis sebelumnya. Selain itu, penelitian ini juga berupaya mendeskripsikan karakteristik neo-sufisme, khususnya dalam kaitannya dengan kemampuan adaptifnya terhadap tuntutan modernitas. Metode yang digunakan adalah library research, dengan sumber utama berupa karya-karya John O. Voll dan Nehemia Levtzion, serta didukung oleh berbagai literatur sekunder yang relevan untuk memperkaya analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunculan konsep neo-sufisme tidak dapat dilepaskan dari perhatian akademisi Barat terhadap kebangkitan Islam di Afrika Utara, di mana gerakan sufi memainkan peran signifikan dalam dinamika sosial-keagamaan dan politik masyarakat. John O. Voll menekankan pentingnya pengkajian ulang terhadap konsep neo-sufisme yang selama ini berkembang, karena sering kali dipahami secara simplistik dan cenderung dikaitkan dengan radikalisme. Menurut Voll, neo-sufisme justru merupakan bentuk adaptasi tasawuf terhadap modernitas, yang tercermin dalam semangat internasionalisme, meningkatnya mobilitas politik masyarakat sipil, serta orientasi kuat pada pengabdian dan pemberdayaan sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, Nafilah. “Rahmah El Yunusiyyah Kartini Padang Panjang (1900-1969).” Jurnal Sosiologi Agama 10, no. 2 (2017): 51. https://doi.org/10.14421/jsa.2016.1002-03.

Alamsyah, Alamsyah. “Pluralisme Agama Dalam Pandangan Al-Quran Dan Implementasi Pendidikan Islam.” TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam 2, no. 01 (2017): 71–80. https://doi.org/10.26618/jtw.v2i01.1025.

Anieg, Mukhamad. “Kontruksi Pemikiran Hermeneutika Hadis Syeikh Muhammad Al-Ghazali Tentang Kepemimpinan Wanita Dalam Publik.” Didaktika Islamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam 15 (2024): 40–55. https://jurnal.fai.umkaba.ac.id/index.php/didaktika/article/view/44.

Aziz, Abdul, and Supratman Zakir. “Indonesian Research Journal on Education : Jurnal Ilmu Pendidikan.” Indonesian Research Journal on Education Web: 2, no. 3 (2022): 1030–37. https://irje.org/index.php/irje/article/view/1138/812.

Abidi, AF. “Kajian Literatur: Internalisasi Nilai-nilai Tasawuf Dalam Ajaran Tarekat.” PALAPA, 2021.

Ahmad Fahrur Rozi, Nurwahidin, dan Mulawarman Hannase. “Dinamika Transformasi Tasawuf Era Kontemporer: Neo_Sufisme dan Gerakan Islam Transnasional.” Tasamuh Vol. 16, No. 2 (t.t.).

Anjum, Tanvir. “Sufism in History and its Relationship With Power.” Islamic Research Institute, International Islamic University Vol. 45, No. 2 (2006).

Bos, Matthis Van Den. “Elements of Neo-traditional Sufism in Iran.” New York: L.B. Tauris & Co. Ltd, 2007.

Budi Rahman Hakim. “Actualization of Neo-Sufism: A Case Study of the Tariqa Qadiriyya Naqshabandiyya Pondok Pesantren Suryalaya.” Tilburg University, 2020.

Charles R. Ngangi. “Konstruksi Sosial Dalam Realitas Sosial.” ASE Vol. 7, No. 2 (2011): 1.

Chih, Rachida. “What is a Sufi Order? Revisiting the Concept t through a Case Study of the Khalwatiyya in Contemporary Egypt.” New York: I.B. Tauris & Co. Ltd, 2007.

Darawati, E, dan AH Sani. “Tinjauan Literatur Tasawuf Sebagai Solusi Alternatif Kedamaian Batin di Kelangan Remaja.” Nashr al-Islam: Jurnal Kajian Literatur Islam Vol. 6, No. 3 (2024).

Darmalaksana, W. “Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka dan Studi Lapangan.” Per-print Digital Library UIN Sunan Gunung Djati, t.t., 2020.

Handayani, Rita. “Zuhud di Dunia Modern; Studi atas Pemikiran Sufisme Fazlur Rahman.” Jurnal Aqidah Vol. 11, No. 1 (2019).

Hannan, Abd. “Neo Sufisme dan Gerakan Sosial Agama-Politik di Madura Studi Gerakan Islamisme Aliansi Ulama Madura (AUMA) dalam Dinamika Religio-Politik Masyarakat Madura.” Annual Conference for Muslim Sholars Vol. 3, No. 1 (2019).

Hasibuan, Armyn. “Neo-Sufisme, Ragam dan Perkembangannya (Mampukah Membangun Konstruksi Baru).” Hikmah Vol. 7, No. 02 (2013): 59.

Hidayatulloh, Zaki. “Pemahaman Islam Melalui Pendekatan Tasawuf.” Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol. 2,No. 1 (2014).

Howell, Julia Day. “Modernity and Islamic Spirituality in Indonesia‘s New Sufi Networks.” New York: I.B. Tauris & Co. Ltd, 2007.

Huda, Sokhi. “Karakter Historis Sufisme Masa Klasik, Modern, dan Kontemporer.” Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Vol. 7, No 1 (2017).

Karuru, P. “Pentingnya Kajian Pustaka Dalam Penelitian.” Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2013.

Khatibah. “Penelitian Kepustakaan.” Jurnal Iqra’ Vol. 5 (t.t.): 2011.

Kucuk, Hulya. “A Brief History of Western Sufism.” Asian Journal of Social Science Vol. 36, No. 2 (2008).

Kumay, Sulaiman. “A Potrait of Neo-Sufism in Central Kalimantan (a Study on KH Haderaine HN’s Examination).” Analisa Journal of Social and Religion 22, no. 2 (2015): 295–307.

Levtzion, Nehemia. “The Legacy of Nehemia Levtzion 1935-2003.” Taylor & Francis, Ltd. on behalf of the Canadian Association of African Studies Vol. 42, No. 2/3 (2008).

Mursalin, H, dan Ghaidan. “Integrasi Tasawuf dan Psikoterapi Islam: Tinjauan Literatur Tentang Pengaruh Spiritualitas dan Kesehatan Mental.” Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 2024.

Nasor, MAS. “Sufism as a Generation (Z) Solution: A Review of Hamka’s Thoughts From a Multidimensional Context.” Proceding of International Conference on Muslim Society and Though, 2024.

Nielsen, Jorgen S., Draper, Mustafa., dan Yemelianova, Galina. “Transnational Sufism: The Haqqaniyya.” London: Routledge, 2006.

Nur Rahmad Yahya Wijaya. “Konsep Tasawuf Perspektif Neo-Sufisme.” Kariman Vol. 10, No. 1 (2022): 77.

Papas, Alexamder. “Toward a New History of Sufism: The Turkish Case.” The University of Chicago Press Vol. 46, No. 1 (2006).

Paul L. Heck. “Mysticism as Morality: The Case of Sufism.” Blackwell Publishing Ltd on behalf of Journal of Religious Ethics Vol. 34, No. 2 (2006).

Peter J. Awn. “The Ethical Concerns of Classical Sufism.” Blackwell Publishing Ltd on Behalf of Journal of Religious Ethics Vol. 11, No. 2 (t.t.): 1983.

Ruslan, Andi Bunyamin, dan Andi Achruh. “Pendidikan Spiritualisme dalam Perspektif Al-Quran.” AL-Mushannif: Jurnal Pendidikan Islam dan Keguruan, 2022.

Sakdullah, Muhammad. “Tasawuf di Era Modernitas (Kajian Komperhensif seputar Neo-Sufisme).” Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 3, No. 2 (2020).

Santoso, Puji. “Konstruksi Sosial Media Massa.” Al-Balagh Vol. 1, No. 1 (2016): 30.

Silverstain, Brian. “Islam and Modernity in Turkey: Power, Tradition and Historicity.” The European Provinces of the Muslim World, Anthropological Quarterly, 2003.

Sulaiman, Aimie. “Memahami Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger.” Jurnal Society Vol. 6, No 1 (2016).

Voll, Jhon O. “Islam and the West: Muslim Voices of Dialogue.” The Muslim World, 1998.

———. “Islam: Continuity and Change in the Modern World.” Middle East Journal, 1983.

Voll, Jhon O, Martin Van Bruinessen, dan Julia Day Howell. “Sufism and the Modern in Islam.” International Journal of Middle East Studies, 2007.

Voll, Jhon O, dan Jhon L Esposito. “Islam and Democracy: A Theoretical Discussion.” Middle East Journal, 1994.

Voll, Jhon O, dan Nehemia Levtzion. “Eighteenth-Century Renewal and Reform in Islam.” The American Historical Review, 1987.

Voll, John O. “Neo-Sufism: Reconsidered Again.” Taylor & Francis, Ltd. on behalf of the Canadian Association of African Studies Vol. 42, No. 2/3 (2008).

Wanto, Sugeng. “Ajaran Neo Sufisme di era modern (Pemikiran dan implikasinya dalam membentuk akhlak manusia).” Jurnal Ilmiah Al-Hadi Vol. 1, No. 1 (2015).

Baqi, Muhammad Fuad Abdul. Mukjam Mufahras Li Alfadz Al-Quran Al Karim. Mesir: Dar Kutub Misriyyah, 1364.

Fahmi Ilmy, Muhammad. “Eksistensi Feminisme Mesir Dan Transformasi Gerakan Perempuan Di Indonesia.” Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan 13, no. 2 (2020): 146–57. https://doi.org/10.35905/al-maiyyah.v13i2.725.

HU, Muslim. “Pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas Tentang Pendidikan Islam Abad 21 Mengadapi Desrupsi Teknologi.” Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer 3, no. 01 (2023): 71–77. https://doi.org/10.47709/jpsk.v3i01.2034.

Masitoh, Umi. “Implementasi Budaya Religius Sebagai Upaya Pengembangan Sikap Sosial Siswa Di Sma Negeri 5 Yogyakarta.” Magister (S2), 2017, 254.

Mubadalah.id. “Moderasi Beragama Dalam Perspektif Perempuan.” Mubadalah .Id 02, no. 02 (2021). https://mubadalah.id/moderasi-beragama-dalam-perspektif-perempuan/.

Rahayu, Restu, Sofyan Iskandar, and Yunus Abidin. “Inovasi Pembelajaran Abad 21 Dan Penerapannya Di Indonesia.” Jurnal Basicedu 6, no. 2 (2022): 2099–2104. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i2.2082.

Downloads

Published

2026-01-02

How to Cite

Konstruksi Neo Sufisme oleh Jhon O Voll. (2026). AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam , 2(4), 303-314. https://doi.org/10.71242/xd1psh91