Makna Dan Asal Usul Tasawuf Takhalli Tahalli, Dan Tajalli Serta Hubungannya Dengan Maqamat Dan Ahwal

Authors

  • Ferlita Anggreni Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Author
  • Rahmi Damis Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Author
  • Afifuddin Haritsah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/36bvkg79

Keywords:

Sufism, Takhalli, Tahalli, Tajalli, Maqamat

Abstract

This study aims to comprehensively examine the meaning and origins of Sufism, the concepts of takhalli, tahalli, tajalli, and their relationship to the maqamat and ahwal. Using a qualitative approach with a library method that examines classical and contemporary books, this study found that Sufism is an esoteric dimension of Islam that fundamentally emphasizes the purification of the soul through tazkiyat al-nafs. The concept of takhalli is interpreted as a process of emptying oneself from all despicable traits such as arrogance, riya, and hasad. Tahalli is the stage of adorning oneself with praiseworthy morals such as patience, gratitude, and tawakkul. Meanwhile, tajalli is the revelation of Divine light which is a gift for a purified soul. These three stages form a systematic and sequential spiritual process, where takhalli is a prerequisite for tahalli, and both pave the way for tajalli.  Furthermore, these three stages are closely correlated with maqamat, which are spiritual stations that can be achieved through sincere effort and struggle, and ahwal, which are inner states that come as gifts and blessings from Allah alone. The relationship between the two is dynamic, because a solid maqamat will give birth to stable ahwal, while ahwal can strengthen the achievement of higher maqamat. An integrative understanding of these six concepts is crucial for those who travel the spiritual path, because it provides a complete picture of the spiritual journey map in Islam, from the effort of self-purification to the attainment of ma'rifatullah. This research contributes to formulating a theoretical framework that connects the practical and theological aspects of Islamic spirituality, while also offering guidance for modern Sufism practitioners in actualizing these values ​​in the midst of contemporary life.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif makna dan asal usul tasawuf, konsep takhalli, tahalli, tajalli, serta hubungan ketiganya dengan maqamat dan ahwal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan yang menelaah kitab-kitab klasik dan kontemporer, penelitian ini menemukan bahwa tasawuf merupakan dimensi esoterik Islam yang secara fundamental menekankan penyucian jiwa melalui tazkiyat al-nafs. Konsep takhalli dimaknai sebagai proses pengosongan diri dari segala sifat tercela seperti takabur, riya, dan hasad. Tahalli merupakan tahap penghiasan diri dengan akhlak terpuji seperti sabar, syukur, dan tawakal. Sementara itu, tajalli adalah penyingkapan cahaya Ilahi yang merupakan anugerah bagi jiwa yang telah suci. Ketiga tahap ini membentuk proses spiritual yang sistematis dan berurutan, di mana takhalli menjadi prasyarat bagi tahalli, dan keduanya membuka jalan bagi tajalli. Lebih lanjut, ketiga tahapan tersebut berkorelasi erat dengan maqamat yang merupakan stasiun-stasiun spiritual yang dapat dicapai melalui usaha dan perjuangan sungguh-sungguh, serta ahwal yang merupakan keadaan batiniah yang datang sebagai pemberian dan karunia dari Allah semata. Hubungan antara keduanya bersifat dinamis, karena maqamat yang kokoh akan melahirkan ahwal yang stabil, sementara ahwal dapat memperkuat pencapaian maqamat yang lebih tinggi. Pemahaman integratif terhadap keenam konsep ini sangat penting bagi para penempuh jalan spiritual, karena memberikan gambaran utuh tentang peta perjalanan ruhani dalam Islam, mulai dari upaya pembersihan diri hingga pencapaian ma'rifatullah. Penelitian ini berkontribusi dalam merumuskan kerangka teoretis yang menghubungkan aspek praktis dan teologis dalam spiritualitas Islam, sekaligus menawarkan panduan bagi praktisi tasawuf modern dalam mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut di tengah kehidupan kontemporer

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alang, Sattu, “Metode Terapi Islam dalam Pembinaan Mental”, Al-Irsyad Al-Nafs: Jurnal Bimbingan dan Penyuluhan Islam, Vol. 8, No. 1 (2021)

Alang, Sattu, “Pembinaan Mental Melalui Terapi Islam”, Al-Irsyad Al-Nafs: Jurnal Bimbingan dan Penyuluhan Islam, Vol. 8, No. 2 (2021).

Al-Qushairi, Abu al-Qasim, al-Risalah al-Qushayriyah fi ilm al-tasawwuf, al-Qahirah: Dar al-Tibaah al-Amirah, 1870.

Arifin, Ihya, “Takhalli, Tahalli, dan Tajalli dalam Kitab Risalah Qushairiyah.” Kompasiana, 21 Desember 2024.

Damis, Rahmi, “Al-Ittihad Dalam Tasawuf”, Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah, Vol. 3, No. 1 (2017).

Damis, Rahmi, “Nilai-Nilai Pendidikan Karakter pada Ajaran Cinta dalam Tasawuf.” Al-Ulum, Vol. 14, No. 1 (2014).

Damis, Rahmi, Pembinaan Akhlak dalam Tarekat (Kajian Terhadap Ajaran Tarekat Muktabarah di Kota Makassar). Makassar: Cara Baca, 2014.

Fajrin, Nur Cholisa et al, “Sistem pembinaan akhlaq dalam tasawuf: Takhally, tahally, dan tajally.” Maliki Interdisciplinary Journal (MIJ), Vol. 2, No. 12 (2024).

Faridah, Anik, “Perjalanan Pemikiran Tasawuf Imam Al-Ghazali dalam Pendidikan Islam: Dari Tahap Takhalli Hingga Tajalli,” Launul Ilmi: Jurnal Keislaman dan Peradaban, Vol. 1, No. 2 (2023).

Ghaffar, Nurkhalish A, “Tasawuf dan Penyebaran Islam di Indonesia.” Rihlah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan, Vol. 3, No. 01 (2016).

Hadiyatullah, Zainur Rofiq, “Optimizing Individual Resilience through the Tazkiyatun Nafs Method.” Jurnal Penelitian, Vol. 19, No. 1 (2025).

Haidar, “Takhalli, Tahalli dan Tajalli.” Jurnal Pendidikan dan Dakwah, Vol. 3, No. 3 (2021).

Hamzah, Amir, Metode Penelitian Kepustakaan, Malang: Literasi Nusantara, 2020.

Harisah, Afifuddin, “Pendekatan Sufistik Dalam Sistem Pendidikan Islam.” INFERENSI: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, Vol. 11, No. 1 (2017).

Hasibuan, Armyn, “Peranan ajaran tasawuf dalam pembinaan kesehatan mental,” HIKMAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam, Vol. 8, No. 1 (2014).

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017.

Mujahid, Muhammad Zainul, “Takhalli: Langkah Awal Pendidikan Karakter dan Penyucian Jiwa dalam Tasawuf Islam,” 1 November 2025. https://islam.nu.or.id/tasawuf-akhlak/takhalli-langkah-awal-pendidikan-karakter-dan-penyucian-jiwa-dalam-tasawuf-islam-5xiUu

Munawwir, Ahmad Warson, Kamus al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap, Surabaya: Pustaka Progressif, 1997.

Nasution, Harun, Falsafat dan Mistisisme dalam Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1983.

Nurhalim, Dewi, Pembinaan Akhlak Remaja Usia 12-15 Tahun (Kajian Terhadap Konsep Takhalli dan Tahalli Akhalak Tasawuf), Undergraduate Thesis, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, 2021.

Paranrangi, Tomo, Ijtihad Kaum Sufi (Suatu Telaah Ideologi Gerakan Islam), Disertasi Doktor, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 2014.

Rahman, Abdul, TASAWUF AKHLAKI: Ilmu Tasawuf yang Berkonsentrasi dalam Perbaikan Akhlak. Makassar: Kaaffah Learning Center, 2027.

Rizqa, Hasanul, “Tiga Tahap Meraih Kesucian Jiwa.” Republika Online 18 Juni 2024. https://khazanah.republika.co.id/berita/sf8v79458/tiga-tahap-meraih-kesucian-jiwa

Sahroji, Muhammad Ibnu, “Praktik Konsep Tajalli dalam Tasawuf di Hari Ini,” 26 Oktober 2025. https://islam.nu.or.id/tasawuf-akhlak/praktik-konsep-tajalli-dalam-tasawuf-di-hari-ini-8rp1d

Siregar, A. Rivay, Tasawuf: Dari Sufisme Klasik ke Neo-Sufisme, Cet. II. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2002.

Tangngareng, Tasmin, “Puncak-puncak Capaian Sufistik dalam Perspektif Metodologis.” Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah, Vol. 3, No. 1 (2017).

Thalib, Abdullah, “Perkembangan Mistisisme dalam Islam dan Maqamatnya.” Jurnal SLS (Studi Lintas Sejarah), Vol. 9, No. 1 (2017).

Zed, Mestika, Metode Penelitian Kepustakaan, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008.

Downloads

Published

2026-07-08

How to Cite

Makna Dan Asal Usul Tasawuf Takhalli Tahalli, Dan Tajalli Serta Hubungannya Dengan Maqamat Dan Ahwal. (2026). AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam , 3(3), 586-596. https://doi.org/10.71242/36bvkg79