Metodologi Ushul Fiqh sebagai Landasan Ijtihad dalam Pengembangan Hukum Tata Negara Islam Kontemporer

Authors

  • Muhammad Faruq Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Author
  • M.Raffi Apriadi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Author
  • I.M. Aiman Ramadhan. S Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Author
  • Kurniati Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/mcwq7z30

Keywords:

Methodology, Usul Fiqh, Ijtihad, Development, Law

Abstract

The development of the modern constitutional system presents various new issues not explicitly explained in classical Islamic legal sources. This condition demands ijtihad efforts that can address the challenges of the times without ignoring the principles of Islamic law. This study aims to analyze the role of ushul fiqh methodology as a basis for ijtihad in the development of contemporary Islamic constitutional law. The study uses a qualitative approach with library research. Data were obtained from primary sources in the form of literature on ushul fiqh and Islamic constitutional law, as well as secondary sources in the form of books, scientific journals, and relevant research results. Data collection techniques were carried out through documentation, while data analysis used descriptive-analytical methods. The results of the study indicate that ushul fiqh has a very strategic position as a methodological tool in the ijtihad process to formulate constitutional laws that are in accordance with the development of modern society. Various legal istinbath methods, such as qiyas (equity), istihsan (reasoning), maslahah mursalah (reasoning), sadd al-dzari'ah (reasoning based on the principles of justice), and maqashid al-syari'ah (the principles of Islamic law) provide space for mujtahids to develop constitutional concepts responsive to the needs of the times. Through this approach, basic principles of Islamic law, such as justice, welfare, equality, deliberation, protection of human rights, and government accountability, can be implemented in contemporary constitutional systems. Furthermore, the methodology of ushul fiqh (Islamic jurisprudence) allows for the harmonization of normative Islamic values ​​with modern political, social, and legal dynamics without losing the identity and primary objectives of sharia.

Abstrak

Perkembangan sistem ketatanegaraan modern menghadirkan berbagai persoalan baru yang tidak secara eksplisit dijelaskan dalam sumber-sumber hukum Islam klasik. Kondisi ini menuntut adanya upaya ijtihad yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran metodologi ushul fiqh sebagai landasan ijtihad dalam pengembangan hukum tata negara Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber primer berupa literatur ushul fiqh dan hukum tata negara Islam, serta sumber sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ushul fiqh memiliki kedudukan yang sangat strategis sebagai perangkat metodologis dalam proses ijtihad untuk merumuskan hukum-hukum ketatanegaraan yang sesuai dengan perkembangan masyarakat modern. Berbagai metode istinbath hukum seperti qiyas, istihsan, maslahah mursalah, sadd al-dzari’ah, dan maqashid al-syari’ah memberikan ruang bagi para mujtahid untuk mengembangkan konsep-konsep ketatanegaraan yang responsif terhadap kebutuhan zaman. Melalui pendekatan tersebut, prinsip prinsip dasar hukum Islam seperti keadilan, kemaslahatan, persamaan, musyawarah, perlindungan hak asasi manusia, serta akuntabilitas pemerintahan dapat diimplementasikan dalam sistem ketatanegaraan kontemporer. Selain itu, metodologi ushul fiqh memungkinkan terjadinya harmonisasi antara nilai-nilai normatif Islam dengan dinamika politik, sosial, dan hukum modern tanpa kehilangan identitas dan tujuan utama syariat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adiyes Putra, Popi, Sudirman Suparmin, and Tuti Anggraini. “Fatwa (Al-Ifta’); Signifikansi Dan Kedudukannya Dalam Hukum Islam.” Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian Dan Kajian Sosial Keagamaan 19, no. 1 (2022): 27–38. https://doi.org/10.46781/al-mutharahah.v19i1.394.

Arasy, Zainul, Universitas Islam, Negeri Imam, and Bonjol Padang. “Metodologi Ushul Fiqh Dalam Menyelesaikan Masalah Pendidikan Islam Kontemporer.” Media Inovasi Pendidikan Dan Publikasi (MEDIASI) 3 (2025): 601–8. https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/525.

Asshiddiqie, Jimly. “Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara,” 2006.

Aziba, Siti Naila, Keathy Abrillie Zhumi, Teguh Purbowo, and Syahrul Alif Rozaq. “Al-Qur ’ an Sebagai Sumber Hukum Al-Qur ’ an Sebagai Landasan Utama Dalam Sistem Hukum Islam.” IHSANIKA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2025. https://jurnal.stikes-ibnusina.ac.id/index.php/IHSANIKA/article/view/2074/2429.

Fithoroini, Dayan, Pascasarjana Universitas, Islam Negeri, Maulana Malik, and Ibrahim Malang. “Epistemologi Bayani Dalam Kajian Ushul Fiqh.” Opinia De Journal: Journal Of Islamic Law and Legal Studies 2, no. 2 (2022): 1–17. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/lawreform/article/view/20239.

Hadi, M. Khoirul. “FIKIH DISABILITAS: Studi Tentang Hukum Islam Berbasis Maṡlaḥaḥ.” PALASTREN Jurnal Studi Gender 9, no. 1 (2017): 1. https://doi.org/10.21043/palastren.v9i1.1317.

HamdiR, Khairul, and George Soros Setiawan Day. “Prinsip-Prinsip Dasar Tata Kelola Negara Dalam Islam Dan Relevansinya Dengan Praktik Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik.” MADANIA: Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan Islam 14, no. 2 (2024): 39–48. https://journals.fasya.uinib.org/index.php/madania/article/view/656/392.

Harimawan, Dwi, and Imam Sopingi. “Dimensi Keilmuan Ushul Fiqh Dalam Intelerasi Wahyu Dan Logika: Kaidah Dan Penerapannya.” Jurnal Al Wasith: Jurnal Studi Hukum Islam || 6, no. 2 (2021): 206–16. https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/525.

Irodat, Ahsan, and Efi Afifi. “Tranformasi Maqosidus Syari’ah; Revitalisasi Qowaidul Fiqhiyah.” Ta’dibiya 4 (2024): 37–49. https://pppm.staisman.com/index.php/japi/article/view/145/164.

Jun, Jun Mawalidin. “Pergeseran Pemikiran Nurcholish Madjid Tentang Partai Politik Islam Di Indonesia.” Politica: Jurnal Hukum Tata Negara Dan Politik Islam 9, no. 1 (2022): 66–85. https://doi.org/10.32505/politica.v9i1.3904.

Kartini. “Analisis Fatwa Dsn Mui Tentang Deposito Ditinjau Dari Aspek Ushul Fiqh.” Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Dan Kajian Islam 1, no. 1 (2021): 1–15.

Kurniawan, Agung, and Hamsah Hudafi. “Konsep Maqashid Syariah Imam Asy-Syatibi Dalam Kitab Al-Muwafaqat.” Al Mabsut 15, no. 1 (2021): 29–38.

Kurniawan, Robby. “Maqasid Syariah Dan Pembangunan Hak Asasi Manusia.” Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum 6, no. 2 (2018): 227. https://doi.org/10.14421/al-mazaahib.v6i2.1539.

Marlion, Ferki Ahmad, Kamaluddin Kamaluddin, and Putri Rezeki. “Tasybih At-Tamtsil Dalam Al-Qur΄an: Analisis Balaghah Pada Surah Al-Kahfi.” Lughawiyah: Journal of Arabic Education and Linguistics 3, no. 1 (2021): 33. https://doi.org/10.31958/lughawiyah.v3i1.3210.

Mohsi, M, Moh Mujibur Rohman, and Miftahul Ulum. “Telaah Fatwa Mui No. 10 Tahun 2008 Tentang Nikah Di Bawah Tangan Berbasis Sadd Al-Dzarī‘Ah Dan Keadilan Gender.” An-Nisa’ : Jurnal Kajian Perempuan Dan Keislaman 14, no. 1 (2021): 74–87. https://doi.org/10.35719/annisa.v14i1.56.

Muiz, Abdul. “Landasan Dan Fungsi Al-Qawa’Id Al-Fiqhiyyah Dalam Problematika Hukum Islam.” Al-Afkar Journal 3, no. 1 (2020): 103–14. https://al-afkar.com/index.php/Afkar_Journal/issue/view/4https://al-fkar.com/index.php/Afkar_Journal/issue.

Sandra Dewi, Atika, and Dhiauddin Tanjung. “Pengaruh Hukum Islam Terhadap Hukum Nasional : Analisis Konstitusi.” Rayah Al-Islam 7, no. 2 (2023): 588–610. https://doi.org/10.37274/rais.v7i2.750.

Sarah, Siti, and Nur Isyanto. “Maqashid Al-Syari’ah Dalam Kajian Teoritik Dan Praktek.” Tasyri’ : Journal of Islamic Law 1, no. 1 (2022): 69–104. https://doi.org/10.53038/tsyr.v1i1.6.

Soni Irawan, Ah. “MaqāShid Al-Sharīah Jasser Auda Sebagai Kajian Alternatif Terhadap Permasalahan Kontemporean.” The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law 3, no. 1 (2022): 39–55. https://doi.org/10.51675/jaksya.v3i1.192.

Ulumuddin, Thoriq, M. Habibi, and Riyanton Riyanton. “Kesesuaian Fiqih Talak Syi’Ah Imamiyyah Dengan Aturan Perkawinan Di Indonesia.” Asy-Syari’ah 23, no. 2 (2022): 245–60. https://doi.org/10.15575/as.v23i2.12109.

Winarno. “Inamisasi Hukum Islam: Suatu Pendekatan Dalam Kerangka Metodologi Ushul Fiqh.” Nurni: Jurnal Kajian Syari’ah Dan Masyarakat, 2016, 99–116. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/Nurani/article/view/354.

Downloads

Published

2026-07-11

How to Cite

Metodologi Ushul Fiqh sebagai Landasan Ijtihad dalam Pengembangan Hukum Tata Negara Islam Kontemporer. (2026). AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam , 3(3), 679-692. https://doi.org/10.71242/mcwq7z30