Pemikiran Multikulturalisme Gusdur Sebagai Upaya Memahami Keberagaman Dan Menengahi Konflik Di Indonesia

Authors

  • M. Mujiburrahman Institut Elkatarie Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/mfjb6502

Keywords:

Thought, Multiculturalism, Gusdur, Diversity, Conflict

Abstract

K.H. Abdurrahman Wahid, better known as Gus Dur, was a national figure and Indonesian cleric who made a significant contribution to building an understanding of ethnic, tribal, cultural, religious, and racial diversity in Indonesia. As a pluralist thinker, Gus Dur consistently emphasized the importance of tolerance, respect for differences, and recognition of the right of every individual to practice their beliefs and traditions. According to Gus Dur, differences in society are not factors that should divide unity, but rather social capital that can strengthen national and state life. Differences in religion, culture, customs, and traditions should not be a reason to reject cooperation, dialogue, and mutual assistance between community groups. Instead, this diversity should be seen as a national treasure that can strengthen national identity and strengthen relations between citizens. This study uses a qualitative approach with a library research method, namely through the collection and analysis of various literature sources related to Gus Dur's multicultural thinking. Data were obtained from books, scientific journals, articles, and other relevant documents to understand the concept of multiculturalism developed by Gus Dur. The research results show that diversity in Indonesia can be understood as a unified whole if managed with a spirit of tolerance, equality, and respect for differences. Furthermore, Gus Dur's multiculturalism ideas have proven to be strongly relevant in efforts to resolve various social conflicts in Indonesia. His thinking has been able to bridge dialogue and reconciliation, including in easing inter-ethnic conflict in Papua, thus creating a more harmonious, peaceful, and just society.

Abstrak

K.H. Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Dur merupakan salah satu tokoh nasional dan ulama Indonesia yang memiliki kontribusi besar dalam membangun pemahaman mengenai keberagaman etnis, suku, budaya, agama, dan ras di Indonesia. Sebagai seorang pemikir pluralis, Gus Dur senantiasa menekankan pentingnya nilai-nilai toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, serta pengakuan terhadap hak setiap individu untuk menjalankan keyakinan dan tradisinya. Menurut Gus Dur, perbedaan yang ada dalam masyarakat bukanlah faktor yang harus memecah persatuan, melainkan modal sosial yang dapat memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara. Perbedaan agama, budaya, adat istiadat, maupun tradisi tidak seharusnya menjadi alasan untuk menolak kerja sama, dialog, dan saling membantu antarkelompok masyarakat. Sebaliknya, keberagaman tersebut harus dipandang sebagai kekayaan bangsa yang dapat memperkuat identitas nasional sekaligus mempererat hubungan antarwarga negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan pemikiran multikulturalisme Gus Dur. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen lain yang relevan untuk memahami konsep multikulturalisme yang dikembangkan oleh Gus Dur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman di Indonesia dapat dipahami sebagai suatu kesatuan yang utuh apabila dikelola dengan semangat toleransi, kesetaraan, dan penghormatan terhadap perbedaan. Selain itu, gagasan multikulturalisme Gus Dur terbukti memiliki relevansi yang kuat dalam upaya penyelesaian berbagai konflik sosial di Indonesia. Pemikirannya mampu menjadi jembatan dialog dan rekonsiliasi, termasuk dalam meredakan konflik antaretnis di Papua, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang lebih harmonis, damai, dan berkeadilan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ardhiansyah, Muhamad Alfian. “Pemikiran Politik Gus Dur Terhadap Demokratisasi Dan Kebebasan Beragama Di Indonesia.” Seikat: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, Dan Hukum 4, no. 6 (2025): 512–22. https://doi.org/10.55681/seikat.v4i6.1838.

Damrizal. “Kebebasan Beragama Dalam Perspektif Abdurrahman Wahid.” Manthiq 1, no. 2 (2016): 117–29. https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/manthiq/search.

Eko Setiawan. “Konsep Teologi Pluralisme Gus Dur Dalam Meretas Keberagaman Di Indonesia.” Asketik 1, no. 1 (2017): 57–68. https://jurnalfuda.iainkediri.ac.id/index.php/asketik/article/view/1102/714.

Hasanah, Holifatul, and Sony Sukmawan. “Berbingkai Kemajemukan Budaya, Bersukma Desakalapatra: Selidik Etnografi Atas Tradisi Tengger.” Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya 4, no. 1 (2021): 79–90. https://doi.org/10.30872/diglosia.v4i1.102.

Hukum, Fakultas, Ilmu Sosial, Ilmu Politik, and Universitas Terbuka. “FENOMENA INTOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA SERTA PERAN SOSIAL MEDIA AKUN INSTAGRAM JARINGAN GUSDURIAN INDONESIA DALAM MENYAMPAIKAN PESAN TOLERANSI.” Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam 3, no. 1 (2022): 1–10. https://jurnal.staithawalib.ac.id/index.php/syiar/article/view/41.

Khasanah, Faizatun. “Revitalisasi Spirit Pemikiran Etika Gus Dur.” Analisis: Jurnal Studi Keislaman 19, no. 1 (2019): 27–54. https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/analisis/article/view/3062/2865.

Ledang, I. “Tradisi Islam Dan Pendidikan Humanisme: Upaya Transinternalisasi Nilai Karakter Dan Multikultural Dalam Resolusi Konflik Sosial Masyarakat Di Indonesia.” Jurnal Kajian Islam Interdisipliner 1 (2019): 105–28. https://conference.uin-suka.ac.id/pasca/jkii/article/view/1056.

Matius Ocon Ginting, Anwar Saputra Siregar, and Idamayanti Pohan. “Moderasi Beragama Dalam Perspektif Pendidikan Multikultural: Sebuah Kajian Konseptual.” PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Dan Pengabdian Masyarakat 4, no. 3 (2025): 230–45. https://doi.org/10.47006/pendalas.v4i3.512.

Muhammad Rahar Ardiyansyah, Fatkhurrohman Fatkhurrohman, and Muhammad Saefullah. “Konsep Moderasi Beragama Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Agama Islam Dalam Perspektif Pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid.” Mutiara : Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah 2, no. 4 (2024): 20–29. https://doi.org/10.59059/mutiara.v2i4.1389.

Mulyadi, Mulyadi. “Pemikiran Gus Dur Tentang Pendidikan Islam Multikultural.” Fikroh: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam 12, no. 2 (2019): 149–65. https://doi.org/10.37812/fikroh.v12i2.51.

Naim, Abu. “Tipologi Kepemimpinan Politik Gus Dur.” Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi, Dan Pemikiran Hukum Islam VI, no. 1 (2014): 1–20. https://ejournal.uimsya.ac.id/index.php/darussalam/article/view/76/71.

Nihaya, Kamalatan, and Muzaki. “Pendekatan Bimbingan Dan Konseling Multikultural KH. Abdurrahman Wahid Dalam Penyelesaian Konflik Intoleransi Menurut Perspektif Sahabat Dan Murid.” Prophetic: Professional, Empathy and Islamic Counseling Journal 4, no. 2 (2021): 137–52. http://syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/prophetic.

Nwankwo-Ojionu, Chimeziem E., Nor Azura Adzharuddin, Moniza Waheed, and Azlina Mohd Khir. “Impact of Strategic Ambiguity Tagline on Billboard Advertising on Consumers Attention.” Online Journal of Communication and Media Technologies 12, no. 1 (2022): 1–16. https://doi.org/10.30935/ojcmt/11432.

Prasasti, Maria Ganis, Maya Mustika, and Kartika Sari. “Upaya Anggota Jaringan Gusdurian Pasuruan Dalam Membina Toleransi Antar Umat Beragama.” ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 2, no. 3 (2023): 967-968.

Sa’diyah, Halimatus, and Sri Nurhayati. “Pendidikan Perdamaian Perspektif Gus Dur.” TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam 14, no. 2 (2019): 175–88. https://doi.org/10.19105/tjpi.

Safinatunaja, Dhifa, and Rofiqotul Aini. “Konsep Pendidikan Islam Inklusif Dalam Pemikiran KH. Abdurrahman Wahid.” Edu Global : Jurnal Pendidikan Islam 4, no. 1 (2023): 19–27. https://doi.org/10.56874/eduglobal.v4i1.1219.

Salleh, Kamarudin, and Khoiruddin Bin Muhammad Yusuf. “Gus Dur Dan Pemikiran Liberalisme.” Ar-Raniry, International Journal of Islamic Studies 1, no. 2 (2014): 259. https://doi.org/10.20859/jar.v1i2.17.

Setiawan, Albert Tito, and Rr Nanik Setyowati. “Implementasi Strategi Komunitas Gusdurian Surabaya Dalam Anggota Melalui Kelas Pemikiran Gus Dur.” Kajian Moral Dan Kewarganegaraan 06, no. 02 (2018): 459–73. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/kmkn.v6n2.p%25p.

Suhairi, Beny, Agus Salim, and Muanif Ridwan. “Pluralisme Dalam Perspektif Pemikiran Gus Dur.” Jurnal Indragiri Penelitian Multidisiplin 5, no. 1 (2025): 4. https://ejournal.indrainstitute.id/index.php/jipm/article/view/558/241.

Syah, Firdaus. “The Tradition of the Intellectual Thinking and Biograph of Abdurrahman Wahid (Gus Dur).” Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Keagamaan 5, no. 2 (2021): 112–33. https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/eduriligia/article/view/12914/5816.

Syaifudin, M, and Imam Syafi’i. “Pemikiran Abdurrahman Wahid Tentang Multikulturalisme Dalam Pendidikan Agama Islam.” Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 4, no. 8 (2025): 5511–18. https://jurnalfuda.iainkediri.ac.id/index.php/asketik/article/view/1102/714.

Wandana, Arya Cipta, Mohamad Hudaeri, and Agus Ali Dzawafi. “Memanusiakan Manusia: Refleksi Kritis Atas Gagasan Kemanusiaan Dalam Pemikiran Gus Dur Dan Nelson Mandela.” Tajdid (Jurnal Pemikiran Islam Dan Kemanusiaan), 2019, 174–95. www.kaavpublications.org.

Downloads

Published

2026-07-13

How to Cite

Pemikiran Multikulturalisme Gusdur Sebagai Upaya Memahami Keberagaman Dan Menengahi Konflik Di Indonesia. (2026). AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam , 3(3), 693-704. https://doi.org/10.71242/mfjb6502