Konsep Zuhud Prespektif  Dr. Atabik Lutfi, M.A Dalam  Tafsir Tazkiyah

Authors

  • Fina Nur Jannah Universitas Yudharta Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia Author
  • Ahmad Zainuddin Universitas Yudharta Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia Author
  • M. Mukhid Mashuri Universitas Yudharta Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia Author
  • Miftarah Ainul Mufid Universitas Yudharta Pasururuan Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/93fbps43

Keywords:

Zuhud, Tafsir, Tazkiyah

Abstract

Every human being certainly hopes for a good life, and tends to follow the desires that are controlled by their respective lusts, they tend to want to rule the world, which most people misunderstand about zuhud, many think that zuhud is leaving wealth, rejecting all worldly pleasures, and forbidding what is halal. Zuhud is not leaving worldly pleasures, and also not someone who wears shabby clothes, does not mean someone who is poor, nor is it someone who just sits in the mosque, worshiping and worshiping without doing other activities. The essence of zuhud is to divert pleasure from something to something better, zuhud has the most important position after humans are pious to Allah. The method used in this study is the maudhu'i method. The method used is a qualitative approach, which emphasizes the most important thing in a matter. While the type of research used is library research, which uses the collection of information and data through various literature. And in the interpretation method, it uses the Maudhu'i (thematic) interpretation method, namely a method that directs one's gaze to a certain theme, then looks for the view of the Qur'an regarding that theme. This research aims to guide everyone to asceticism. In the Tafsir Tazkiyah there are many explanations about asceticism in everyday life, including that humans are encouraged to always compete in goodness, where nowadays many people tend to want to be superior to other people. The nature of competing for goodness in the afterlife is the highest peak for people who are devoted to Allah SWT. Next, we must always trust Allah in the form of submitting all our problems to Allah, where there is no plan except Allah's destiny.

Abstrak

Setiap manusia pasti mengharapkan kehidupan yang baik, dan cenderung mengikuti kemauan-kemauan yang di kendalikan oleh hawa nafsu masing-masing, mereka cenderung ingin menguasai dunia, yang mana kebanyakan orang yang salah faham terhadap zuhud, banyak yang mengira kalau zuhud adalah meninggalkan harta, menolak segala kenikmatan dunia, dan mengharamkan yang halal.  Zuhud bukanlah meninggalkan kenikmatan dunia, dan juga bukan seseorang yang mengenakan pakaian yang lusuh, bukan berarti seseorang yang miskin, bukan juga seseorang yang hanya duduk di masjid, beribadah dan beribadah saja tanpa melakukan kegiatan lainnya. Hakikat zuhud yaitu mengalihkan kesenangan dari sesuatu kepada sesuatu yang lebih baik, zuhud memiliki posisi yang paling utama setelah manusia taqwa kepada Allah. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu metode maudhu’i Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif, yang menekankan hal terpenting suatu perkara. Sedangkan jenis penelitian yang di pakai yaitu penelitian kepustakaan, yang menggunakan pengumpulan informasi dan data melalui berbagai literatur. Dan dalam metode penafsirannya, menggunakan metode tafsir maudhu‟i (tematik), yaitu metode yang mengarahkan pandangan kepada tema tertentu, kemudian mencari pandangan al-Qur‟an mengenai tema tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menuntun setiap orang kepada kezuhudan. Dalam Tafsir Tazkiyah banyak sekali paparan tentang zuhud dalam kehidupan sehari-hari di antaranya yaitu mnusia di anjurkan untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan yang mana sekarang banyak manusia yang cenderung ingin unggul dari orang lain. sifat berlomba-lomba dalam kebaikan akhirat merupakan puncak tertinggi untuk orang-orang yang berbakti kepada Alllah SWT. selanjutnya kita harus selalu tawakkal kepada Allah dengan bentuk menyerahkan seluru persoalan kita kepada Allah, yang mana tidak ada rencana apapun kecuali takdir Allah.

References

Ansari, I, and M Alzamzami. “Moderasi Agama Perspektif Buya Hamka Dalam Tafsir Al-Azhar Qs. Al-Baqarah: 256.” Al-Wasatiyyah Journal of Religious Moderation 1, no. 2 (2022): 106–30. https://al-wasatiyah.uinjambi.ac.id/index.php/jrm/article/view/11/11.

Arifin, Muhammad Patri. “Hermeneutika Fenomenologis Hasan Hanafi.” Rausyan Fikr: Jurnal Studi Ilmu Ushuluddin Dan Filsafat 13, no. 1 (2018): 1–26. https://doi.org/10.24239/rsy.v13i1.88.

Arifin, Tajul, and Aceng Wandi Wahyudin. “Konsep Zuhd Perspektif Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani.” Istiqamah: Jurnal Ilmu Tasawuf 3, no. 1 (2022): 1–14. https://ejurnal.iailm.ac.id/index.php/istiqamah/article/view/586.

Awwali Salehah, Yunita, and Akhtim Wahyuni. “Implementasi Tahfiz Al-Qur’an Dengan Metode Talaqqi.” Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 4, no. 2 (2023): 504–19. https://doi.org/10.37985/murhum.v4i2.235.

Dzikri, Abdilah Muhammad, and Riko Reinaldi Mutiara MY. “An Analysis Of The Concept Of Tazkiyah Al- Nafs In The Qur’anic Tafsir And The Book Mi‘Rāj Al-Sa‘Ādah By Aḥmad Al-Narāqī.” Tanzil : Jurnal Studi Al-Qur’an 8, no. 1 (2025): 25–50. https://jurnal.fanshurinstitute.org/index.php/fathir/article/view/238/172.

Elvianda, Masitah, and Syahrul Holid. “Konsep Pembinaan Karakter Islami Dalam Kitab Minhajul Abidin Karya Imam Al-Ghazali The Concept of Islamic Character Development in the Book Minhajul Abidin by Imam Al-Ghazali.” Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, Dan Pengabdian Kepada Masyarakat 5, no. 1 (2025): 278–86. https://jurnal.permapendis-sumut.org/index.php/edusociety/article/view/783/658.

Farhan, Ali. “Zuhud, Sebuah Laku Tasawuf Untuk Tazkiyah Peradaban Akuntansi.” AKUNTANSI: Jurnal Akuntansi Integratif 6, no. 2 (2020): 87–96. https://jurnalfebi.uinsa.ac.id/index.php/JAI/article/view/261.

Fathah, M. Utsman Arif Fathah. “Membenarkan Bacaan Yaitu Tahsin . Tahsin Merupakan Kata Dari Bahasa Arab Yang Asal Katanya.” Ilmu Ushuluddin 20, no. 2 (2021): 188–202. https://doi.org/10.18592/jiiu.v.

Fuad, Mohamad Nur. “Konsep Tilawah, Ta’lim Dan Tazkiyah Dalam Perspektif Tafsir Dakwah.” An-Nida’ : Jurnal Prodi Komunikasi Penyiaran Islam VIII (2020): 135–58. https://jurnal.fanshurinstitute.org/index.php/fathir/article/view/238/172.

Hafiun, Muhammad. “Zuhud Dalam Ajaran Tasawuf.” HISBAH: Jurnal Bimbingan Konseling Dan Dakwah Islam 14, no. 1 (2017): 77–93. https://ejournal.uin-suka.ac.id/dakwah/hisbah/article/view/141-07/992.

Hakim, Fikri Alfani. “The Qur’anic Reflection on Hedonism: Contemplative Study of the Stories of Saba’ and Qarun in the Qur’an.” AQWAL: Journal of Quranic and Hadis Studies 6, no. 2 (2025): 157–79. https://e-journal.uingusdur.ac.id/aqwal/article/view/teha622.

Melati, Sri, and Zainal Arifin. “Teori Pemahaman Alquran Beserta Penafsirannya.” Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, Dan Pengabdian Kepada Masyarakat 4, no. 1 (2024): 1204–9. https://jurnal.permapendis-sumut.org/index.php/edusociety.

Sa’ari, Che Zarrina, and Nor Azlinah Zaini. “Terapi Spiritual Melalui Kaedah Tazkiyah Al-Nafs Oleh Syeikh Abdul Qadir Al-Mandili Dalam Kitab Penawar Bagi Hati.” Afkar: Jurnal Akidah & Pemikiran Islam 18 (2016): 35–72. https://borneojournal.um.edu.my/index.php/afkar/about.

Said, Hasani Ahmad. “Mengenal Tafsir Nusantara: Melacak Mata Rantai Tafsir Dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura Hingga Brunei Darussalam.” Refleksi 16, no. 2 (2018): 205–31. https://doi.org/10.15408/ref.v16i2.10193.

Santoso, Agung. “NILAI-NILAI PLURALISME DALAM Q.S AL- KAHFI AYAT 29 DAN IMPLIKASI NYA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( Kajian Tafsir Al - Misbah).” Uin Raden Intan Lampung, 2022.

Suri, Sufian. “Tafsir Dakwah Q.S an-Nahl Ayat 125 Dan Relevansinya Dengan Masyarakat.” Jurnal Kajian Dakwah Dan Masyarakat Islam 12, no. 2 (2022): 55–73. https://doi.org/https://doi.org/10.47766/liwauldakwah.v12i2.1245.

Tarpin, Tarpin. “Muhasabah ‘Ala Al-Nafsi Ditengah Pandemi Corona.” Tarpin 1, no. 1 (2022): 25–32. https://doi.org/10.61159/sahaja.v1i1.10.

Wafi, Ahmad, and Nur Safaat. “Konsep Zuhud Menurut Syekh Abdul Qodir Al Jailani : Studi Kitab Tafsir Al-Jailani.” SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies 4, no. 2 (2024). https://ejournal.uin-suka.ac.id/dakwah/hisbah/article/view/141-07/992.

Wijaya, Roma. “Kontekstualisasi Zuhud Di Era Medsos.” Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Al-Hadits 17, no. 1 (2023): 23–36. https://doi.org/10.24042/al-dzikra.v17i1.13768.

Downloads

Published

2024-07-16

How to Cite

Konsep Zuhud Prespektif  Dr. Atabik Lutfi, M.A Dalam  Tafsir Tazkiyah. (2024). Al-Qolamuna: Journal Komunikasi Dan Penyiaran Islam , 1(3), 61-74. https://doi.org/10.71242/93fbps43