Bullying Dalam Al Qur’an Perpektif Kajian Tafsir Tematik

Authors

  • Fitriyatul Lailiyah Universitas Yudharta Pasuruan Author
  • Nyoko Adi Kuswoyo Universitas Yudharta Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia Author
  • Amir Mahmud Universitas Yudharta Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia Author
  • Wiwin Ainis Rohtih Universitas Yudharta Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/7jtvrm11

Keywords:

Prohibition, Indulgence in Disgrace, Tahlili's Tafsir

Abstract

Abstract

The research in this thesis is based on several phenomena that often occur among today's society, where we can carry out all activities in a very sophisticated way, the development of the digital era continues to move quickly and cannot be stopped by humans. Of course this will also have an impact positive and negative. This kind of thing destroys the order for which humans were created. With increasingly sophisticated developments, this has the impact of spreading people's disgrace more quickly, both in the real world and in society. The researcher looked at how the verses of the Qur'an talk about sharing shame on social media and the impact of sharing shame on social media to produce a critical dynamic study to build arguments that are responsive to the problem of showing shame, and can be relevant to the context of contemporary society. This research is library research, the data in this research comes from library materials consisting of: 1) primary data, namely Tafsir al-Munir, 2) secondary data in the form of the Al-Qur'an and its translation, the book Tafsir Fath Al-Qadir, Tafsir Al-Misbah, and Tafsir Al-Munir, and Tafsir Al-Azhar and books related to the science of the Koran and its discussions. The data collection technique used by the author requires documentation in the form of notes, attachments and several documents related to the title. Next, we use maudhu'i steps and the most important thing is the verses of the Koran that are discussed, translations and interpretations from commentators, and taken from related books, articles and journals. From the interpretation of Al-Munir's tafsir, which explains that all behavior that indulges in disgrace, it can be seen that it is highly recommended that behavior that indulges in disgrace be avoided so that things do not happen that can harm oneself and others. The interpretation in the tafsir tahlili states that it is forbidden to show actions or tell something that is related to immoral acts, it may be that what is said or actions that have been done previously have a bad impact on other people or even on oneself, for example the impact on other people, that is, it may be the person who listens. the story of the person doing something similar to what was done. The first negative impact of indulging in disgrace is that it has a bad impact on oneself. Then the second person indulges in disgrace and tells it because he wants to brag about his immoral deeds, giving rise to arrogant attitudes or actions by bragging about the actions he has committed.

Abstrak

Penelitian dalam skripsi ini dilatar belakangi oleh beberapa fenomena yang sering terjadi dikalangan masyarakat sekarang, yang mana seluruh kegiatan bias kita lakukan dengan cara yang sangat canggih, perkembangan zaman digital pun terus berjalan cepat dan tidak bisa dihentikan lagi oleh manusia.tentunya hal inu juga akan berdampak positif dan negatif. Hal demikian ini  merusak tatanan tujuan manusia diciptakan. Dengan semakin canggihnya perkembangan tersebut membawa dampak penyebaran aib orang semakin cepat, baik didunia nyata maupun sosial. Peneliti melihat bagaimana ayat-ayat Al-Qur’an berbicara tentang curhat pengumbaran aib di media sosial dan dampak curhat (pengumbaran aib) di media sosial untuk menghasilkan kajian dinamis kritis membangun argumen yang responsif terhadap problem pengumbaran aib, dapat merelevansi dengan konteks masyarakat kekinian. Penetian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research), data dalam penelitian ini bersumber dari bahan-bahan kepustakaan yang terdiri dari: 1) data primer yaitu Tafsir al-Munir, 2) data sekunder berupa Al-Qur’an  dan terjemahnya, kitab Tafsir Fath Al-Qadir, Tafsir Al-Misbah, dan Tafsir Al-Munir, dan Tafsir Al-Azhar dan buku-buku yang terkait dengan ilmu pengetahuan al-Qur’an  dan pembahasannya. Teknis pengumpulan data yang digunakan oleh penulis membutuhkan dokumentasi berupa catatan, lampiran, dan beberapa dokumen yang berkaitan dengan judul. Selanjutnya menggunakan langkah-langkah maudhu’i dan yang paling utama yaitu mengenai ayat-ayat al-Qur’an  yang dibahas, terjemah dan tafsiran dari para mufasir, dan diambil dari buku, artikel maupun jurnal yang terkait. Dari penafsiran tafsir al-munir menjelaskan bahwa semua perilaku mengumbar aib, dapat diketahui bahwa perilaku mengumbar aib sangat dianjurkan untuk dihindari agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Penafsiran dalam tafsir tahlili menyebutkan bahwa melarang untuk menampakkan perbuatan ataupun menceritakan sesuatu yang berkaiatan dengan perbuatan maksiat boleh jadi apa yang diceritakan atau perbuatan yang telah dilakukan sebelumnya berakibat buruk kepada orang lain atau bahkan kepada diri sendiri misalnya dampaknya kepada orang lain yaitu boleh jadi orang yang mendengarkan cerita orang tersebut melakukan hal yang serupa terhadap apa yang telah dilakukan. Dampak negatif mengumbar aib pertama yaitu yang berdampak buruk bagi dirinya sendiri. Kemudian yang kedua mengumbar aib menceritakannya karena ingin membanggakan perbuatan maksiatnya sehingga menimbulkan sikap atau perbuatan yang sombong dengan membanggakan diri terhadap perbuatan yang telah dilakukan.Kata kunci : Anak, Tafsir ibnu katsir.

References

Agung Nurdiansyah. “Bullying,” 2020.

Asriadi. “Komunikasi Antar Budaya Dalam Perspektif Al-Qur’an Surat Al-Hujurât Ayat 13.” Komunikasi Antar Budaya 1 (2019): 38–50. file:///C:/Users/hamza/Downloads/333-Article Text-1112-1-10-20200512.pdf.

Bakri, Khairunnisa, and Abrar M. Dawud Faza. “Studi Tafsir Ayat Martabat Manusia Dalam QS. Al-Hujurat: 11, Upaya Preventif Tindakan Bullying.” Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 15 (2025): 531–56. https://doi.org/10.37567/Jif.V10i2.3035.532.

CAHYONO, ANANG SUGENG. “PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DI INDONESIA.” E-Journal Marine Inside 1, no. 2 (2022): 142. https://doi.org/10.56943/ejmi.v1i2.9.

Damayanto, Angga, Wening Prabawati, and Muhammad Nurrohman Jauhari. “Kasus Bullying Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Inklusi.” Jurnal ORTOPEDAGOGIA 6, no. 2 (2020): 104. https://doi.org/10.17977/um031v6i22020p104-107.

Diannita, Annisya, Fina Salsabela, Leni Wijiati, and Anggun Margaretha Sutomo Putri. “Pengaruh Bullying Terhadap Pelajar Pada Tingkat Sekolah Menengah Pertama.” Journal of Education Research 4, no. 1 (2023): 297–301. https://doi.org/10.37985/jer.v4i1.117.

Fadhilah, Na’im, and Deswalantri Deswalantri. “Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Al-Qur’an Surat Al-Hujurat Ayat 11-13: Kajian Tafsir Al-Azhar Karya Hamka.” Jurnal Pendidikan Tambusai 6, no. 3 (2022): 13525–34. https://doi.org/10.31004/jptam.v6i3.4468.

Febrianti, Rizka, Yogi Damai Syaputra, and Tri Windi Oktara. “Dinamika Bullying Di Sekolah: Faktor Dan Dampak.” Indonesian Journal of Educational Counseling 8, no. 1 (2024): 9–24.

Firmansyah, Roma, Arini Putri, and Philep Abidondifu. “Mencegah Perbuatan Intoleransi Yang Mengakibatkan Perbuatan Bullying.” Legal Empowerment: Jurnal Pengabdian Hukum 2, no. 2 (2024): 47–53.

Irwanti, Renita Uki, and Aniq Hudiyah Bil Haq. “Efektivitas Psikoedukasi Dalam Peningkatan Pengetahuan Tentang Bullying Pada Remaja.” Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP) 3, no. 1s (2023): 214–20. https://doi.org/10.25299/jicop.v3i1s.12362.

Istiqomah. “Metode Dakwah Dalam Al-Qur`an.” Al-Qaul: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi 1, no. 1 (2022): 93–112. https://doi.org/10.33511/alqaul.v1n1.93-112.

Kholiq, Abd. “Komunikasi Transendental: Kajian Interaksi Manusia Sang Kholiq.” Alamtara: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam 7, no. 2 (2023): 139–50.

Maab, Husnul, and Muizzatul Hasanah. “TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al- Qur ’ an Dan Tafsir PENGUATAN KAPASITAS DIRI MENUJU PANGGILAN PUBLIK ( Analisis Al-Q Ur ’ an Surat Al Muzammil Ayat 1-14 ).” TAFAKKUR: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir 2 (2022): 127–51. http://e-jurnal.stiqarrahman.ac.id/index.php/tafakkur/article/view/66.

Mardiyah, Rodiyatam. “Penerapan Metode Take and Give Terhadap Hasil Belajar Materi Asmaul Husna Smpn Satap 6 Bulik.” Palangka Raya 1, no. 1 (2021): 654–60. https://e-proceedings.iain-palangkaraya.ac.id/index.php/PPGAI/article/view/270/599.

Mukhid, Abd. “KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AL-QUR’AN.” Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar 6, no. August (2016): 128. https://doi.org/https://doi.org/10.19105/nuansa.v13i2.1102.

Muslimah. “Etika Komunikasi Dalam Perdagangan Islam.” Sosial Budaya 13, no. 2 (2016): 115–26.

Rahmawati, Agustina, Hapsari Dwiningtyas Sulistyani, and Lintang Ratri Rahmiaji. “Memahami Pengalaman Komunikasi Remaja Untuk Mengelola Perundungan Fat Shaming Di Di Era Digital , Perudungan Fat Shaming Mulai Langsung , Kini Mulai Merambah Di Media Sosial , Badan Gemuk ( plus Size ) Termasuk Dalam Salah Satu Bentuk Perundungan Body Sha.” JUrnal Ilmu Sosial 1, no. 1 (2006): 10. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/view/40006.

Septianti, Ike, Devy Habibi Muhammad, and Ari Susandi. “Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Al-Qur’an Dan Hadist.” FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman 12, no. 02 (2021): 23–32. https://doi.org/10.36835/falasifa.v12i02.551.

Suryati, Nanik, and Mohammad Salehudin. “Program Bimbingan Dan Konseling Untuk Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Dan Emosional Siswa.” Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan 3, no. 2 (2021): 578–88. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i2.349.

Syahfitra, Yuda, Syamsul Aripin, and Iin Kandedes. “Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Masalah Bullying.” Rayah Al-Islam 7, no. 3 (2023): 1514–29. https://doi.org/10.37274/rais.v7i3.864.

Downloads

Published

2024-10-18

How to Cite

Bullying Dalam Al Qur’an Perpektif Kajian Tafsir Tematik. (2024). Al-Qolamuna: Journal Komunikasi Dan Penyiaran Islam , 1(4), 175-186. https://doi.org/10.71242/7jtvrm11