Dakwah Digital dan Moderasi Beragama Perspektif Akademisi vs Salafy Pada Kanal Youtube FUAD TV dan Rodja TV

Authors

  • Zulfiyani Sudirman UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/nm4pp612

Keywords:

Religious, Moderation, Academics, Salafi.

Abstract

This research is motivated by the growing growth of digital da'wah through social media, particularly YouTube, which has become a strategic platform for the dissemination of religious thought in Indonesia. In a multicultural society, the concept of religious moderation is a crucial issue because it plays a role in maintaining tolerance, unity, and a harmonious social life. However, the interpretation of religious moderation is not always uniform. Differences in perspectives between academics and Salafist groups have given rise to diverse narratives that have developed in the digital space, making them interesting for comparative study. This study aims to analyze the similarities and differences in perspectives on religious moderation conveyed through the YouTube channels FUAD TV, representing academics, and Rodja TV, representing Salafist da'wah. The study employed a qualitative descriptive method with a comparative approach. Data were collected through observation of videos discussing religious moderation, analysis of lecture transcripts, and documentation studies from various relevant scientific literature. Data were analyzed using content analysis techniques to identify themes, argumentation patterns, and characteristics of da'wah delivery on each channel. The results of this study indicate that the academic perspective on FUAD TV tends to prioritize an inclusive, dialogical, and contextual approach in understanding Islamic teachings and interfaith relations. In contrast, Rodja TV emphasizes a textual and normative approach with tolerance boundaries based on a literal understanding of the Qur'an and Hadith. Despite differences in methodological and interpretive approaches, both perspectives reject extremism, violence, and actions that threaten national unity. This research contributes to enriching the study of digital da'wah and offers a more comprehensive understanding of the implementation of religious moderation amidst the dynamics of pluralistic Indonesian society and the ever-evolving digital communication era.

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya dakwah digital melalui media sosial, khususnya YouTube, yang menjadi ruang strategis dalam penyebaran pemikiran keagamaan di Indonesia. Di tengah masyarakat yang multikultural, konsep moderasi beragama menjadi isu penting karena berperan dalam menjaga toleransi, persatuan, dan kehidupan sosial yang harmonis. Namun, pemaknaan terhadap moderasi beragama tidak selalu seragam. Perbedaan cara pandang antara kalangan akademisi dan kelompok Salafy memunculkan beragam narasi yang berkembang di ruang digital, sehingga menarik untuk dikaji secara komparatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis persamaan dan perbedaan perspektif moderasi beragama yang disampaikan melalui kanal YouTube FUAD TV sebagai representasi kalangan akademisi dan Rodja TV sebagai representasi dakwah Salafy. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap video-video yang membahas moderasi beragama, analisis transkrip ceramah, serta studi dokumentasi dari berbagai literatur ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi tema, pola argumentasi, dan karakteristik penyampaian dakwah pada masing-masing kanal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif akademisi pada FUAD TV cenderung mengedepankan pendekatan inklusif, dialogis, dan kontekstual dalam memahami ajaran Islam serta hubungan antarumat beragama. Sebaliknya, Rodja TV lebih menekankan pendekatan tekstual dan normatif dengan batasan toleransi yang didasarkan pada pemahaman literal terhadap Al-Qur'an dan hadis. Meskipun terdapat perbedaan dalam pendekatan metodologis dan penafsiran, kedua perspektif sama-sama menolak ekstremisme, kekerasan, dan tindakan yang mengancam persatuan bangsa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian dakwah digital serta menawarkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi moderasi beragama di tengah dinamika masyarakat Indonesia yang plural dan era komunikasi digital yang terus berkembang.

References

ABROR, MHD. “Moderasi Beragama Dalam Bingkai Toleransi.” RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam 1, no. 2 (2020): 137–48. https://doi.org/10.35961/rsd.v1i2.174.

Ansari, I, and M Alzamzami. “Moderasi Agama Perspektif Buya Hamka Dalam Tafsir Al-Azhar Qs. Al-Baqarah: 256.” Al-Wasatiyyah Journal of Religious Moderation 1, no. 2 (2022): 106–30. https://al-wasatiyah.uinjambi.ac.id/index.php/jrm/article/view/11/11.

Cherniaieva, A.A. “Implementasi Program Moderasi Beragama Yang Dicanangkan Oleh Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Di Lingkungan Sekolah.” INTERNATIONAL JOURNAL OF ENDOCRINOLOGY (Ukraine) 16, no. 4 (2021): 327–32. https://doi.org/10.22141/2224-0721.16.4.2020.208486.

Darmayanti, and Maudin. “Pentingnya Pemahaman Dan Implementasi Moderasi Beragama Dalam Kehidupan Generasi Milenial.” Syattar: Studi Ilmu-Ilmu Hukum Dan Pendidikan 2, no. 1 (2021): 40–51.

Dodego, Subhan Hi. Ali, and Doli Witro. “The Islamic Moderation And The Prevention Of Radicalism And Religious Extremism In Indonesia.” Dialog 43, no. 2 (2020): 199–208. https://doi.org/10.47655/dialog.v43i2.375.

Fatmawati. “Transformasi Gerakan Radikalisme Menuju Moderasi Beragama.” Kuriositas: Media Komunikasi Sosial Dan Keagamaan 16, no. 1 (2023): 77–90.

Iman, Sunardi Bashri. “Sistem Komunikasi Dakwah Di Era Digital.” Jurnal Kajian Ilmu Dan Budaya Islam 2, no. 02 (2019): 105–16.

Ismail, Dingot Hamonangan, and Joko Nugroho. “Kompetensi Kerja Gen Z Di Era Revolusi Industri 4.0 Dan Society 5.0.” JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 5, no. 4 (2022): 1300–1307. https://doi.org/10.54371/jiip.v5i4.566.

Ismawati, Moh. Yusuf, and Sajidah Putri. “Poligami Dalam Al- Qur ’ an ( Studi Pendekatan Tafsir Maqasidi).” AT-TIBYAN Journal of Qur’an and Hadis Studies 7, no. 1 (2024): 1–19. https://e-journal.lp2m.uinjambi.ac.id/ojp/index.php/ATB/article/view/4243/1938.

Jafar, M. “Peluang Dan Tantangan Berdakwah Melalui Media Teknologi Di Era 4.0.” Peluang Dan Tantangan Berdakwah UNIVERSAL GRACE JOURNAL 1, no. 1 (2023): 138.

Matius Ocon Ginting, Anwar Saputra Siregar, and Idamayanti Pohan. “Moderasi Beragama Dalam Perspektif Pendidikan Multikultural: Sebuah Kajian Konseptual.” PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Dan Pengabdian Masyarakat 4, no. 3 (2025): 230–45. https://doi.org/10.47006/pendalas.v4i3.512.

Nasri, Ulyan. “Tantangan Dakwah Di Era Digital: Perspektif Sosiologis.” Repository UIN Mataram, 2023. https://doi.org/10.57251/tem.v3i1.1400.

Rahman, Taufiq. “Dialog InterReligius Sebagai Refleksi Moderasi Beragama Perspektif Tafsir Kemenag Republik Indonesia.” Journal of Religius Moderation 3, no. 1 (2022): 10–27.

Rani, Samsul. “Transformasi Komunikasi Dakwah Dalam Era Digital: Peluang Dan Tantangan Dalam Pendidikan Islam Kontemporer.” AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam Dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) 4, no. 1 (2023): 207–16. https://doi.org/10.37680/almikraj.v4i1.3513.

Suprapto. “Integrasi Moderasi Beragama Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam.” EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan 18, no. 3 (2020): 355–68. https://doi.org/10.32729/edukasi.v18i3.750.

Tabroni, Roni, Ahmad Rifai, Agung Tirta Wibawa, Detyani Aulia Malik, and Ziyan Dini Hunafa. “Mengkaji Pesan Dakwah Dalam Program Religi Di Televisi Digital.” Tatar Pasundan: Jurnal Diklat Keagamaan 17, no. 1 (2023): 12–32. https://doi.org/10.38075/tp.v17i1.294.

Ulfa, Maulida. “Maintaining Religious Moderation in the Digital Age: Challenges and Strategies for Facing Technology.” Book Chapter of Proceedings Journey-Liaison Academia and Society 3, no. 1 (2024): 43–63. https://j-las.lemkomindo.org/index.php/BCoPJ-LAS.

Ulinnuha, Roma. “Religious Exclusivity, Harmony and Moderatism amid Populism: A Study of Interreligious Communication in West Sumatra.” ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 22, no. 1 (2021): 115–26. https://doi.org/10.14421/esensia.v22i1.2816.

Yusup, Aditia M, and Mariyanto Nur Shamsul. “Model Pendidikan Kaderisasi Da ’ i Di Wahdah Islamiyah Dalam Perspektif Pendidikan Islam.” Ta’dibuna : Jurnal Pendidikan Agama Islam 14, no. 2 (2025): 190–207. https://doi.org/10.32832/tadibuna.v14i2.19760.

Zahdi, Zahdi, and Iqrima Iqrima. “Implementasi Moderasi Beragama Pada Pembelajaran Al-Qur’an Di Mushola Nur Ahmad.” Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama 1, no. 1 (2021): 142–63. https://doi.org/10.32332/moderatio.v1i1.4353.

Downloads

Published

2025-01-18

How to Cite

Dakwah Digital dan Moderasi Beragama Perspektif Akademisi vs Salafy Pada Kanal Youtube FUAD TV dan Rodja TV. (2025). Al-Qolamuna: Journal Komunikasi Dan Penyiaran Islam , 2(1), 63-75. https://doi.org/10.71242/nm4pp612