Peran Literasi Digital Dalam Mencegah Konflik Keagamaan Di Media Sosial

Authors

  • Zainal Parhan IAIN Pontianak Author
  • Ahmad Jais IAIN Pontianak Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/w279bd92

Keywords:

digital literacy, religious conflict, social media, religious moderation

Abstract

Social media has undergone a significant transformation into a new public space that facilitates social, cultural, and religious interactions in modern society. On the one hand, social media opens up significant opportunities for the dissemination of religious values, preaching, and constructive interfaith dialogue. However, on the other hand, low levels of digital literacy among the public make this digital space vulnerable to being exploited as a means of spreading hoaxes, hate speech, and religiously motivated provocation. This phenomenon has the potential to worsen interfaith relations and trigger social conflict that spills over from cyberspace into real life. Based on these conditions, this study aims to analyze the role of digital literacy in preventing religious conflict on social media. This study uses a qualitative approach with library research, through content analysis of various written sources, such as books, national scientific journals, and official documents relevant to the issue of digital literacy and interfaith harmony. This approach was chosen to gain a comprehensive understanding of the concepts, strategies, and implications of digital literacy in a socio-religious context. The research findings show that digital literacy plays a crucial role in shaping critical, ethical, and tolerant public behavior in responding to religious information on social media. Digital literacy is not only understood as technical skills in using information technology, but also encompasses critical thinking skills, ethical awareness, and social responsibility in interacting in the digital space. Thus, digital literacy serves as an effective preventive tool in countering disinformation, mitigating potential conflict, and maintaining and strengthening interfaith harmony in the digital era.

Abstrak

Media sosial telah mengalami transformasi signifikan menjadi ruang publik baru yang memfasilitasi interaksi sosial, kultural, dan keagamaan masyarakat modern. Di satu sisi, media sosial membuka peluang besar bagi penyebaran nilai-nilai keagamaan, dakwah, serta dialog lintas iman yang konstruktif. Namun, di sisi lain, rendahnya tingkat literasi digital di kalangan masyarakat menyebabkan ruang digital ini rentan dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi bernuansa keagamaan. Fenomena tersebut berpotensi memperkeruh hubungan antarumat beragama dan memicu konflik sosial yang meluas dari dunia maya ke kehidupan nyata. Bertolak dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital dalam mencegah konflik keagamaan di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui analisis isi terhadap berbagai sumber tertulis, seperti buku, jurnal ilmiah nasional, serta dokumen resmi yang relevan dengan isu literasi digital dan kerukunan umat beragama. Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai konsep, strategi, dan implikasi literasi digital dalam konteks sosial-keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk perilaku masyarakat yang kritis, etis, dan toleran dalam menyikapi informasi keagamaan di media sosial. Literasi digital tidak hanya dipahami sebagai keterampilan teknis dalam menggunakan teknologi informasi, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, kesadaran etika, serta tanggung jawab sosial dalam berinteraksi di ruang digital. Dengan demikian, literasi digital berfungsi sebagai instrumen preventif yang efektif dalam menangkal disinformasi, meredam potensi konflik, serta menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama di era digital.

References

Burhan Bungin. (2017). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.

Ahmad Zaky. 2025. “Perilaku Komunikasi dan Polarisasi Agama di Media Sosial.” Jurnal Komunikasi dan Masyarakat Digital, 3(1): 56–71.

Burhan Bungin. 2017. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.

Desy Nur Aisyah. 2024. “Ketimpangan Akses Digital dan Literasi Informasi di Indonesia.” Jurnal Media dan Masyarakat Digital, 5(1): 52–64.

Dwi Lestari dan Aji Gunawan. 2024. “Empati Sosial dan Literasi Digital dalam Menguatkan Moderasi Beragama di Era Media Sosial.” Jurnal Komunikasi Islam Nusantara, 7(1): 22–38.

Fitri Murfianti. 2025. “Meme, Humor, dan Sensitivitas Agama: Menavigasi Batas Kebebasan Ekspresi di Era Digital.” Jurnal PPI Belanda, 2(1): 33–48.

Irwan Abdullah. 2024. “Literasi Digital dan Moderasi Beragama di Ruang Publik Virtual.” Jurnal Komunikasi Islam, 12(1): 45–60.

Katadata Insight Center. 2023. Survei Indeks Literasi Digital Indonesia. Jakarta: Katadata Media Network.

Kementerian Agama Republik Indonesia. 2019. Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kementerian Agama Republik Indonesia. 2024. Laporan FKUB Digital dan Harmonisasi Keagamaan. Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. 2021. Panduan Literasi Digital Nasional. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. 2024. Laporan Indeks Literasi Digital Nasional 2024. Jakarta: Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kominfo.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. 2024. Laporan Penanganan Hoaks dan Konten Keagamaan di Ruang Digital. Jakarta: Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kominfo.

Komaruddin Hidayat. 2019. Agama di Era Digital. Jakarta: Kompas.

Mestika Zed. 2014. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Nurul Hidayah Sholihah dan Rizal Fachreza. 2024. “Etika Berkomentar di Media Sosial TikTok Menurut Perspektif Islam dalam Menghindari Provokasi dan Perpecahan.” Merdeka Indonesia Journal of Islamic Studies, 3(2): 101–115.

Rahmat Hidayat. 2023. “Otoritas Keagamaan Baru di Media Sosial dan Dampaknya terhadap Moderasi Beragama.” Jurnal Harmoni: Media Komunikasi Sosial Keagamaan, 22(2): 134–150.

Rachmad Fadli. 2023. “Pendidikan Literasi Digital di Pesantren dan Tantangan Era Disrupsi.” Jurnal Al-Qalam, 29(2): 177–192.

Rini Arista. 2025. “Dampak Media terhadap Asumsi Masyarakat: Studi Kasus Golongan Ba’alawi di Indonesia.” Hudan Lin Naas: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 5(2): 112–127.

Rulli Nasrullah. 2017. Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Siti Ropiah dan Syaiful Hafiz. 2025. “Moderasi Beragama di Ruang Digital: Studi Kasus pada Harmonisasi Moderasi Beragama di STAI Haji Agus Salim Cikarang Bekasi.” Action Research Journal Indonesia, 4(1): 55–70.

Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Zaitun Zakiyah. 2022. “Literasi Digital dalam Pencegahan Ujaran Kebencian di Media Sosial.” Jurnal Ilmu Komunikasi Islam, 5(2): 108–120.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Peran Literasi Digital Dalam Mencegah Konflik Keagamaan Di Media Sosial. (2025). Al-Qolamuna: Journal Komunikasi Dan Penyiaran Islam , 3(1), 1-13. https://doi.org/10.71242/w279bd92