Tujuan Studi Orientalisme dan Manfaatnya Kegunaan Studi Orientalisme Bagi Kaum Muslimin
DOI:
https://doi.org/10.71242/aesjyq47Keywords:
Orientalism, Islamic Studies, Islamic Intellectual Tradition, Academic CriticismAbstract
Orientalism is a field of study that developed within the Western academic tradition, focusing primarily on the Eastern world, including Islam, the Arabic language, and its culture. Since its inception, Orientalism has often been viewed negatively by Muslims due to its association with colonialism, political missions, and attempts at Western intellectual hegemony. Many Orientalist studies position Islam as an inferior, static, and problematic object of study, resulting in biased conclusions that contradict Muslim beliefs. This view is why Orientalism is often perceived as a threat to the authority and authenticity of the Islamic scholarly tradition. However, Orientalism cannot be viewed in a purely black-and-white manner as a wholly destructive phenomenon. Despite its accompanying ideological bias, a number of Orientalist studies have made significant contributions to the development of science, particularly in the fields of philology, textual criticism, Islamic intellectual history, and academic research methodology. Through the study of manuscripts, language, and history, Orientalists have helped open access to classical Islamic texts that have previously received little attention in modern scholarship. These contributions, although born from a Western epistemological framework, retain scientific value that can be utilized selectively. This study aims to examine the purpose of Orientalist studies and examine their utility for Muslims when approached critically and proportionately. The method used is a qualitative literature-based study, analyzing Orientalist works and the responses of Muslim scholars. The results of the study indicate that Orientalism, despite its inherent bias, can be a source of methodological enrichment for Islamic studies when deployed constructively. Therefore, Orientalism needs to be approached selectively, critically, and dialogically so that it can strengthen, rather than weaken, the Islamic intellectual tradition.
Abstrak
Orientalisme merupakan bidang kajian yang berkembang dalam tradisi akademik Barat dengan fokus utama pada dunia Timur, termasuk Islam, bahasa Arab, dan kebudayaannya. Sejak kemunculannya, orientalisme sering dipandang secara negatif oleh umat Islam karena keterkaitannya dengan kolonialisme, misi politik, serta upaya hegemoni intelektual Barat. Tidak sedikit studi orientalis yang memposisikan Islam sebagai objek kajian yang inferior, statis, dan problematis, sehingga melahirkan kesimpulan yang bias dan bertentangan dengan keyakinan umat Islam. Pandangan inilah yang menyebabkan orientalisme kerap dipersepsikan sebagai ancaman terhadap otoritas dan keotentikan tradisi keilmuan Islam. Namun demikian, orientalisme tidak dapat dipandang secara hitam-putih sebagai fenomena yang sepenuhnya destruktif. Di balik bias ideologis yang menyertainya, sejumlah studi orientalis memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang filologi, kritik teks, sejarah intelektual Islam, serta metodologi penelitian akademik. Melalui kajian manuskrip, bahasa, dan sejarah, para orientalis turut membuka akses terhadap naskah-naskah klasik Islam yang sebelumnya kurang mendapat perhatian dalam kajian modern. Kontribusi ini, meskipun lahir dari kerangka epistemologis Barat, tetap memiliki nilai ilmiah yang dapat dimanfaatkan secara selektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tujuan studi orientalisme sekaligus menelaah kegunaannya bagi umat Islam apabila disikapi secara kritis dan proporsional. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan menganalisis karya-karya orientalis serta respons sarjana Muslim. Hasil kajian menunjukkan bahwa orientalisme, meskipun sarat bias, dapat menjadi sumber pengayaan metodologis bagi studi Islam apabila ditempatkan secara konstruktif. Oleh karena itu, orientalisme perlu disikapi secara selektif, kritis, dan dialogis agar dapat memperkuat, bukan melemahkan, tradisi intelektual Islam.
References
Anshori, Aik Iksan. “Narasi Islam Dalam Studi Orientalisme Dan Post Kolonialisme.” International Journal of Pegon : Islam Nusantara Civilization 6, no. 2 (2021). https://ejournalpegon.jaringansantri.com/index.php/INC/article/view/50.
Damrizal. “Kebebasan Beragama Dalam Perspektif Abdurrahman Wahid.” Manthiq 1, no. 2 (2016): 117–29. https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/manthiq/search.
Ekonomi, Jurnal, and Hukum Islam Volume. “Paradigma Orientalis Terhadap Islam: Antara Subyektif Dan Obyektif.” Istidlal: Jurnal Ekonomi Dan Hukum Islam 4, no. April (2020): 45–54. https://doi.org/10.35316/istidlal.v4i1.209.
Fauzi, Ahmad, Djefrin E. Hulawa, and Alwizar Alwizar. “Pemikiran Rahmah El-Yunusiah Dalam Pendidikan Islam Di Indonesia.” Jurnal Intelek Insan Cendikia 2, no. 6 (2025): 11875–82. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/3837.
Haqan, Arina. “Orientalisme Dan Islam Dalam Pergulatan Sejarah.” Mutawâtir: Jurnal Keilmuan Tafsir Hadis 1 (2011). https://jurnalfuf.uinsa.ac.id/index.php/mutawatir/article/view/829.
Khadijah, Siti, and Anwar Hafidzi. “Joseph Schacht Dan Konsep Awal Pembentukan Hukum Islam Kajian Atas Perspektif Orientalis".” Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ) 2 (2024): 1918–33. https://shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/826/451.
Muhtarom. “Mempertimbangkan Gagasan Hermeneutika Farid Esack Untuk Membangun Kerukunan Hidup Umat Beragama.” Jurnal At-Taqaddum 7 (2015): 191–209.
Nabila, Putri Najah. “Analisis Hukum Ikhtilath Dalam Al- Qur ’ an.” Qudwah Qur’aniyah : Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 1919, 30–31. https://ejurnal.kampusakademik.my.id/index.php/jipm/article/view/348/307.
Nasir, Muhammad Asri, and Ahmad Ramzy Amiruddin. “Klasifikasi Model Pemikiran Orientalis Hadis Perspektif Herbert Berg.” Aqlam: Jorunal of Islam and Plurality 6, no. 2 (2021): 123–34. https://cjit.uicordoba.ac.id/index.php/cjit/article/view/27/15.
Nimah, Evayatun. “Pengaruh Orientalisme Dalam Pendidikan Islamdi Indonesia.” Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama Dan Humaniora 1 (2021). https://www.rjfahuinib.org/index.php/tabuah/article/view/615.
Nugroho, Irzak Yuliardy. “Orientalisme Dan Hadits : Kritik Terhadap Sanad Menurut Pemikiran Joseph Schacht.” Asy-Syari`ah: Jurnal Hukum Islam 6, no. 2 (2020). https://www.e-jurnal.stiqarrahman.ac.id/index.php/dirayah/article/view/522/146.
Pengertian, Orientalisme, Ruang Lingkup, D A N Latar, Belakang Munculnya, and Kaum Orientalis. “Orientalisme: Pengertian, Objek, Ruang Lingkup, Dan Latar Belakang Munculnya Kaum Orientalis.” An-Najah: Jurnal Pendidikan Islam Dan Sosial Agama 05, no. 01 (2026): 800–810. https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/856/571.
Putra, Imam Muhajir Dwi, Uun Yusufa, and Ali Ridho. “Al- Qur ’ an Dalam Diskursus Orientalis : Analisis Terhadap Pemikiran H.A.R Gibb.” Journal of Islamic Thought and Contemporary Studies 01, no. 02 (2025): 1–16. https://cjit.uicordoba.ac.id/index.php/cjit/article/view/27/15.
Rachmawati, Nikmah, Mizano Liongga Alhassan, and Mukhammad Syafii. “Sedekah Bumi : Model Kebersyukuran Dan Resiliensi Komunitas Pada Masyarakat Pesisir Utara Jawa Tengah.” Jurnal Penelitian 15, no. 1 (2021): 1. https://doi.org/10.21043/jp.v15i1.9075.
Rofi’i, Muhammad Arwani. “Mustafa Al- Siba‘Iy Dan Kritiknya Terhadap Pandangan Orientalis Tentang Hadis Dan Sunnah Nabi.” Kabilah: Journal of Social Community 4, no. 14 (2019): 90–107. https://www.ejournal.iainata.ac.id/index.php/kabilah/article/view/105/105.
Rohanda, and Dian Nurrachman. “Orientalisme Vs Oksidentalisme : Benturan Dan Dialogisme Budaya Global Di Saat Melemahnya Kekuasaan Daulah Usmaniyah ( Turki Usmani ) Negara-Negara Timur . Dari Sisi Kesejarahan Tersebut , Orientalisme.” Jurnal Lektur Keagamaan, 2017, 377–89. https://jlka.kemenag.go.id/index.php/lektur/article/view/529.
Serang, Serlin, Yuliatti Tamanyira, M Maknun, and Indriani. “Dampak Kepemimpinan Transformasional Terhadap Keterlibatan Pegawai Dan Kinerja Organisasi Di Era Pandemi.” YUME : Journal of Management 7, no. 2 (2024): 448–56. https://journal.stieamkop.ac.id/index.php/yume/article/view/6708/4506.
Syah Ahmad Qudus Dalimunthe, Mailin. “Penguatan Moderasi Beragama Melalui Peran KUA Perbaungan Dalam Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama Masyarakat Perbaungan.” Jurnal Komunikasi Islam 7, no. 1 (2023): 44–58.
Syamsuddin, Muh.. “FILSAFAT ISLAM MODERN DAN KONTEMPORER ( Suatu Agenda Masalah ).” Refleksi: Jurnal Filsafat Dan Pemikiran Keislaman 18, no. 1 (2018): 47–60. https://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/ref/article/view/1856.
Umami, Fadhilah, Putri Ega Aulia, Mhd Azka Fata Siregar, and Sulidar. “Pengertian , Objek , Ruang Lingkup Orientalisme Dan Latar Belakang Pengertian, Objek, Ruang Lingkup Orientalisme Dan Latar Belakang M.” Fatih: Journal of Contemporary Research 03, no. 01 (2026): 28–34. https://ziaresearch.or.id/index.php/fatih/article/view/339/313.
Wahyuddin, Indra, and Syamsu Syauqani. “Orientalisme Dalam Kajian Hadis: Telaah Historis, Ruang Lingkup, Dan Pemikiran Kaum Orientalis Terhadap Tradisi Hadis Nabi.” DIRAYAH: Jurnal Ilmu Hadis, 2025. https://www.e-jurnal.stiqarrahman.ac.id/index.php/dirayah/article/view/522/146.
Yaqin, Ainul, and Roziana Amalia. “Mitos Dan Realitas: Bahaya Penafsiran Alquran Orientalisme Terhadap Kaum Muslimin.” Al-Qorni : Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir 1, no. 0 (2025): 25–50. https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alqorni/article/view/7883.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nurhamida Hasibuan, Juliana Syarah Padang, Muhammad Habib Al Habsi, Sulidar (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










