Bentuk Komunikasi Transendental Terhadap Implikasi Bagi Kehidupan Manusia
DOI:
https://doi.org/10.71242/9mhq4w08Keywords:
Form, Communication, Transcendental, Implication, HumanAbstract
This study aims to explain the phenomenon of tawhid as the foundation of transcendental communication from an Islamic perspective, encompassing the theological, philosophical, and epistemological dimensions of communication. This research employs a qualitative-descriptive approach using literature analysis of various classical and contemporary Islamic sources relevant to the concepts of tawhid and communication. Through this approach, the study seeks to identify the correlation between divine consciousness (tawhid) and human communication processes as spiritual activities. The findings indicate that tawhid is not merely a religious doctrine but also an epistemological paradigm that positions God as the central orientation of communication (theocentric paradigm). Within this framework, communication is understood as a process of divine awareness that connects human beings with God, the self, and others, while embodying moral and prophetic ethical values. The study further affirms that the tawhid paradigm can reconstruct modern communication theories, which tend to be anthropocentric, toward a more holistic and transcendental communication model. The main conclusion asserts that tawhid functions as a philosophical, normative, and spiritual foundation for the development of an Islamic communication paradigm oriented toward truth, balance, and moral responsibility. These findings open opportunities for further development of communication studies grounded in revelation and spirituality.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena tauhid sebagai basis komunikasi transendental dalam perspektif Islam, dengan ruang lingkup yang mencakup dimensi teologis, filosofis, dan epistemologis komunikasi. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode analisis literatur terhadap berbagai sumber keislaman klasik maupun kontemporer yang relevan dengan konsep tauhid dan komunikasi. Melalui pendekatan ini, penelitian berupaya menemukan korelasi antara kesadaran ketuhanan (tauhid) dengan proses komunikasi manusia sebagai aktivitas spiritual. Hasil kajian menunjukkan bahwa tauhid bukan sekadar doktrin keagamaan, tetapi juga paradigma epistemologis yang menempatkan Tuhan sebagai pusat orientasi komunikasi (theocentric paradigm). Dalam kerangka ini, komunikasi dipahami sebagai proses kesadaran ilahiah yang menghubungkan manusia dengan Tuhan, diri, dan sesama, serta mengandung nilai moral dan etika profetik. Penelitian ini juga menegaskan bahwa paradigma tauhid dapat merekonstruksi teori komunikasi modern yang cenderung antroposentris, menuju model komunikasi yang lebih holistik dan transendental. Kesimpulan utama menyatakan bahwa tauhid berperan sebagai landasan filosofis, normatif, dan spiritual bagi pembentukan paradigma komunikasi Islam yang berorientasi pada kebenaran, keseimbangan, dan tanggung jawab moral. Temuan ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut terhadap ilmu komunikasi berbasis wahyu dan spiritualitas.
References
Alamsyah, Alamsyah. “Pluralisme Agama Dalam Pandangan Al-Quran Dan Implementasi Pendidikan Islam.” TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam 2, no. 01 (2017): 71–80. https://doi.org/10.26618/jtw.v2i01.1025.
Assyikin, Abdul Latief. “Internalisasi Nilai Tanggung Jawab Dalam Pendidikan Karakter Islam: Studi Terhadap Tafsir Marah Labid.” BICOIN: Journal of Management and Education Quality 01, no. 09 (2025): 58–78.
Atabik, Ahmad. “Teori Kebenaran Perspektif Filsafat Ilmu.” Fikrah, Vol. 2, No. 1, Juni 2014 2, no. 1 (2014): 253–71. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21043/fikrah.v2i2.565.
Budiman, Arif, and Nisa Wahyuli. “Tauhid Sebagai Epistemologi Ekonomi Islam: Antara Spiritualitas Dan Keadilan Sosial.” Jurnal Pusat Studi Islam 1, no. 2 (2025): 55–65.
Diani, Dela Sekar, Handini Pionita Sari, Herlina Yustati, and Yetti Afrida Indra. “Utang Dalam Perspektif Ekonomi Islam Dan Konvensional : Kajian Literatur.” Jurnal Bisnis Ekonomi Syariah Dan Pajak 2, no. 4 (2025): 14–29.
Hafil, Ach. Shodiqil. “Komunikasi Agama Dan Budaya (Studi Atas Budaya Kompolan Sabellesen Berdhikir Tarekat Qadiriyah Naqshabandiyah Di Bluto Sumenep Madura).” Al-Balagh 1, no. 2 (2016): 161–82.
Handayani, Mediana, Novita Damayanti, and Amin Saragih Manihuruk. “Komunikasi Transendetal (Suatu Tinjauan Dari Dimensi Ilmu Antropologi Metafisika).” WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi 10, no. 2 (2011): 78–88. https://doi.org/10.32509/wacana.v10i2.455.
Imam Subchi. “Puasa, Etos Kerja, Dan Budaya Malu.” Media Indonesia, 2024.
Kholiq, Abd. “Komunikasi Transendental: Kajian Interaksi Manusia Sang Kholiq.” Alamtara: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam 7, no. 2 (2023): 139–50.
Marwah, Nur. “Ibadah Sebagai Bentuk Komuniikasi Transendental.” Al-Din: Jurnal Dakwah Dan Sosial Keagamaan 7, no. 2 (2021): 100–110.
Masripah, Masripah, Akbar Al Firdaus, and Herdi Firmansyah. “Membangun Solidaritas Sosial Dalam Perspektif Al-Qur’an Prinsip Ukhuwah Islamiyah.” Action Research Journal Indonesia (ARJI) 7, no. 1 (2025): 349–64. https://doi.org/10.61227/arji.v7i1.283.
Maudiani, Devi, and Ismaulina. “Pengaruh Karakter Spiritual Terhadap Produktivitas Santri.” JESKaPe: Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi Dan Perbankan, Vol. 5, Issue. 1. 5, no. 1 (2021): 25–37.
Muchlis, Muchlis, and Fakhrurrazi Fakhrurrazi. “Ketergantungan New Media Pada Masyarakat Aceh (Depedency Theory).” Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial 7, no. 2 (2022): 181. https://doi.org/10.29103/jsds.v8i2.9248.
Nugraha, Firman, Anton Athoillah, and Yadi Janwari. “Baitul Mal Wa Tamwil Sebagai Gerakan Sosial Ekonomi Keagamaan Muslim Perdesaan.” Penamas 34, no. 1 (2021): 85–108.
Purnamasari, Mita, and Arief Mulyawan Thoriq. “Peran Media Dalam Pengembangan Dakwah Islam.” Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies 2, no. 2 (2021): 87–99. https://doi.org/10.52593/mtq.02.2.01.
Razzaq, Abdur. “Telaah Konseptual Komunikasi Transendental Dalam Perspektif Komunikasi Islam.” Wardah 23, no. 2 (2022): 201–17. https://doi.org/10.19109/wardah.v23i2.15061.
Riyanti, Ratna, and Maheswara edi Harnantio. “Konsep Ekonomi Kerakyatan Berbasis Hukum Transendental.” Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial 5, no. 1 (2022): 13–22. https://doi.org/10.54783/jk.v5i1.490.
Soleh, Budiman, and Samudi. “Etika Bisnis Islam: Implementasi Dalam Bisnis Perhotelan Di Banten.” J-HES Jurnal Hukum Ekonomi Syariah 07, no. 02 (2023): 145–57.
Supriyadi. “COMMUNITY OF PRACTITIONERS: Solusi Alternatif Berbagi Pengetahuan Antar Pustakawan.” Lentera Pustaka 2, no. 2 (2016): 83–93.
Tiana, Elma. “Komunikasi Transendental Ustad Ali Shodiq Asa Dalam Praktik Pengobatan Pasien Melalui Ruqyah Aswaja.” Universitas Islam Negeri Kiai Haji Acmad Siddiq Jember. Universitas Islam Negeri Kiai Haji Acmad Siddiq Jember, 2024.
Udin, Baharudin. “ASPEK MORAL DAN ETIKA DALAM BERKOMUNIKASI ANTAR MANUSIA.” Al-Hikmah 7, no. 1 (November 2013): 39–50. https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v7i1.52.
Wahyuni, Ely Fitri, Syamsul Hilal, and Madnasir Madnasir. “Analisis Implementasi Etika Kerja Islam, Ekonomi Hijau Dan Kesejahteraan Dalam Prespektif Ekonomi Islam.” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 8, no. 3 (2022): 3476. https://doi.org/10.29040/jiei.v8i3.6594.
Yasir Rumadaul. “PUASA DAN ETOS KERJA.” Maluku.kemenag, 2023.
Yasyah Sinaga, Yeni. “Studi Islam Dengan Pendekatan Fenomenologis.” Problem Dakwah Di Daerah Minoritas Muslim 8, no. 2 (2024): 156–73. https://ojs.diniyah.ac.id/index.php/DakwatulIslam/article/view/1069/481.
Zuhro, Fathimatuz. “Komunikasi Transendental Pada Jama’ah Sholawat Tausik Di Desa Cermen Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik.” Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2021.
Zulmairoh, Aiza, Wulan Anis Mawati, and Zulfikar. “Mengelola Keuangan Dengan Bijak, Prinsiop-Prinsip Dasar Ekonomi Islam Untuk Individu.” Tashdiq Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah 3, no. 1 (2024): 1–12.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 ach (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










