Model Komunikasi Dakwah Berbasis Nilai Tabayyun dalam Pencegahan Hoaks Keagamaan di Media Sosial
DOI:
https://doi.org/10.71242/bv2sb694Keywords:
Dakwah Communication, Tabayyun, Religious Hoaxes, Social Media, Digital LiteracyAbstract
The rise of social media has created significant opportunities for disseminating dakwah (Islamic outreach) messages, yet it also presents challenges regarding the rapid spread of unverified religious information. Religious hoaxes have the potential to trigger misunderstandings, public anxiety, and social conflict if accepted and shared without prior verification. This study aims to analyze a dakwah communication model grounded in the value of tabayyun (verification/investigation) to prevent the spread of religious hoaxes on social media. A descriptive qualitative method utilizing a library research approach was employed. Data were gathered from relevant literature including books, scholarly journals, research articles, and other academic sources covering dakwah communication, tabayyun, religious hoaxes, social media, and digital literacy. Data analysis involved identifying, classifying, and interpreting findings from the literature to draw conclusions. The results indicate that the value of tabayyun can serve as a foundational element in constructing a dakwah communication model that acts as a preventive measure against religious hoaxes. This model positions verification as a crucial step prior to the acceptance, production, or dissemination of information. The tabayyun process encompasses source checking, verification of content and context, cross-referencing with credible sources, clarification, and an evaluation of the information's potential impact. Furthermore, the study reveals that a tabayyun-based dakwah communication model involves a continuous cycle of communicators, messages, media, recipients, verification, clarification, feedback, and evaluation. Strengthening public digital and religious literacy is essential to supporting the implementation of this model. Consequently, tabayyun-based dakwah communication functions not merely as a vehicle for conveying religious messages but also as an educational and preventive mechanism for fostering a critical and responsible society capable of curbing the spread of religious hoaxes on social media.
Abstrak
Perkembangan media sosial telah memberikan peluang besar bagi penyebaran pesan dakwah, namun juga menimbulkan tantangan berupa cepatnya penyebaran informasi keagamaan yang belum terverifikasi. Hoaks keagamaan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, keresahan, dan konflik sosial apabila diterima serta disebarluaskan tanpa proses pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model komunikasi dakwah berbasis nilai tabayyun dalam mencegah penyebaran hoaks keagamaan di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh dari berbagai literatur yang relevan, meliputi buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan sumber akademik lainnya yang membahas komunikasi dakwah, tabayyun, hoaks keagamaan, media sosial, dan literasi digital. Analisis data dilakukan melalui proses identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan terhadap berbagai temuan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tabayyun dapat dijadikan sebagai landasan utama dalam membangun model komunikasi dakwah yang preventif terhadap hoaks keagamaan. Model tersebut menempatkan proses verifikasi sebagai tahapan penting sebelum informasi diterima, diproduksi, maupun disebarluaskan. Proses tabayyun meliputi pemeriksaan sumber, verifikasi isi dan konteks, perbandingan dengan sumber yang kredibel, klarifikasi, serta evaluasi terhadap dampak informasi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa model komunikasi dakwah berbasis tabayyun melibatkan komunikator, pesan, media, komunikan, verifikasi, klarifikasi, umpan balik, dan evaluasi secara berkelanjutan. Penguatan literasi digital dan literasi keagamaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung penerapan model tersebut. Dengan demikian, komunikasi dakwah berbasis tabayyun tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga sebagai mekanisme edukatif dan preventif untuk membangun masyarakat yang kritis, bertanggung jawab, dan mampu mencegah penyebaran hoaks keagamaan di media sosial.
References
Abdillah, Edo Muhammad. “Analisis Peran Dakwah Sebagai Alat Transformsi Sosial: Tantangan Dan Strategi Komunikasi Dalam Konteks Masyarakat Modrn.” Jurnal Komunikasi Dan Media 4, no. 1 (2024): 16–32. https://ittishal.org/index.php/jkm/article/view/34/15.
Asfar, Khaerul, Alkap Prayoga, and Hidayatullah. “Al-Aqwam : Jurnal Studi Al- Qur ’ an Dan Tafsir Tabayyun Digital QS . Al-Hujurat Ayat 6 Sebagai Etika Komunikasi Islam Di Era Hoaks.” Al-Aqwam: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Tafsir 3 (2024): 187–99. https://jurnal.pgsd.unipol.ac.id/index.php/home/article/view/89/65.
Bashori, Abdul Hamid. “Gaya Komunikasi Da’i Dalam Kegiatan Dakwah.” Jurnal Dakwah Dan Penyuluh Islam 01, no. April (2022): 1–30. https://ejurnal.stidkis-almardliyyah.ac.id/index.php/El-Fatih/article/view/4/10.
Faisal. “Etika Komunikasi Islami Dalam Menghadapi Hoaks Dan Disinformasi Di Era Digital.” Insight Journal 1, no. 3 (2025): 146–56. https://ejournal.ynam.or.id/index.php/kopiko/article/view/158/110.
Fatmawati, Nunung Khoiriyah, Armawati Arbi, and Kalsum Minangsih. “Digital Da ’ Wah Management and Anti -Hoax Literacy : A Multicultural Local Wisdom Reading.” Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah 25, no. 1 (2026): 121–34. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v25i1.20548.
Ferdayanti, Farah Fadia, and Arif Dika Prasetya. “Digitalisasi Tabayyun Ethics 2.0: Revitalisasi Nilai Qur’ani Dalam Menangkal Hoaks Di Era Transformasi Digital.” KARTIKA: Jurnal Studi Keislaman 6, no. 3 (2026): 3806–17. https://lptnunganjuk.com/ojs/index.php/kartika/article/view/728/641.
Fitriani, Yuni. “Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Penyajian Konten Edukasi Atau Pembelajaran Digital.” Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research 5, no. 4 (2021): 1011–12. https://doi.org/10.52362/jisamar.v5i4.609.
Haris, Aidil, and Asrinda Amalia. “Hambatan Hambatan Lintas Budaya (Sebuah Tinjauan Komunikasi).” Jurnal Dakwah Risalah 29, no. 1 (2018): 16. chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/89138640/3372-libre.pdf?1659243705=&response-content-disposition=inline%3B+filename%3DMAKNA_DAN_SIMBOL_DALAM_PROSES_INTERAKSI.pdf&Expires=175637.
Hasibuan, Mhd Ardiansyah Putra, and Munandar Munandar. “Hadis Tentang Tabayyun Sebagai Fondasi Literasi Digital Dalam Menangkal Hoaks.” INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan 4, no. 01 (2026): 213. https://doi.org/10.61590/int.v4i01.252.
Hasnah, Mulia, and Risma Handayani. “Literasi Digital Islami Sebagai Upaya Pencegahan Penyebaran Hoaks Keagamaan Di Kalangan Mahasiswa.” Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro 4, no. 2 (2026): 151–58. https://jurnal.pgsd.unipol.ac.id/index.php/home/article/view/89/65.
Irhamdi, Muhammad. “Menghadirkan Etika Komunikasi Dimedia Sosial (Facebook).” Komunike 10, no. 2 (2018): 139–52. https://doi.org/10.20414/jurkom.v10i2.676.
Lubis, Dahlia, and Husna Sari Siregar. “Bahaya Radikalisme Terhadap Moralitas Remaja Melalui Teknologi Informasi (Media Sosial).” Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama 20, no. 1 (2021): 21–34. https://doi.org/10.14421/aplikasia.v20i1.2360.
Muliati, Dwi, Anggun Duwi, Wahyu Ziliwu, and Feti Oktaviani. “Strategi Merespon Hoaks Dan Disinformasi : Literasi Digital Sebagai Bagian Dari Amar Ma ’ Ruf Nahi Munkar.” Hadara : Journal of Da’wah and Islamic Civilization 2, no. 1 (2026): 65–79. https://hadara.crjis.com/index.php/hrjdi/article/view/31.
Najamudin, Najamudin, Dwi Muliati, Anggun Duwi Wahyu Ziliwu, Feti Oktaviani, and Mutiara Al-Nizar. “Strategi Merespon Hoaks Dan Disinformasi: Literasi Digital Sebagai Bagian Dari Amar Ma’ruf Nahi Munkar.” Hadara : Journal of Da’wah and Islamic Civilization 2, no. 1 (2026): 65–79. https://doi.org/10.61630/hjdic.v2i1.31.
Natasari, Nofia, and Roy Marhandra. “Implementasi Teori Komunikasi Dalam Penggunaan Tradisi Lisan Lawas Pamuji Pada Masyarakat Suku Sumbawa.” Virtu: Jurnal Kajian Komunikasi, Budaya Dan Islam 1, no. 1 (2021): 66–84. https://doi.org/10.15408/virtu.v1i1.21754.
Noorikhsan, Faisal Fadilla, Hilal Ramdhani, Budi Chrismanto Sirait, and Nisa Khoerunisa. “Dinamika Internet, Media Sosial, Dan Politik Di Era Kontemporer: Tinjauan Relasi Negara-Masyarakat.” Journal of Political Issues 5, no. 1 (2023): 95–109. https://doi.org/10.33019/jpi.v5i1.131.
Nurhayati, Enung, Mia Tania, Deli Lutfhi Rahman, Nazmi Abdurahman, and M. Hanif Fatahillah Iskandar. “Edukasi Bahaya Hoaks Dan Disinformasi Melalui Kajian Komunikasi Bagi Jamaah Pengajian Izzul Islam Sebagai Upaya Penguatan Literasi Digital Berbasis Komunitas.” Abdimas Siliwangi 04, no. 01 (2021): 363–70. https://doi.org/10.22460/as.v9i1.29518.
Pabbajah, Mustaqim. “Dialektika Islam Dan Budaya Lokal: Strategi Bertahan Komunitas Bawakaraeng Sulawesi Selatan.” Dialektika: Jurnal Pemikiran Islam Dan Ilmu Sosial 13, no. 01 (2020): 38–52. https://journal.uii.ac.id/IUSTUM/article/view/4488/3963.
Pohan, Rahmad Asril, Rubino, and Mailin. “Perspektif Islam Dalam Teori Komunikasi : Integrasi Nilai-Nilai Dakwah.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan 4, no. 3 (2026): 20257–63. https://jerkin.org/index.php/jerkin/article/view/5283/3974.
Ridho, Abdul Rasyid, and Muhammad Hariyadi. “REFORMULASI ETIKA DAKWAH BERBASIS KOMUNIKASI PROFETIK DALAM AL-QUR’AN.” Komunike: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam XIII, no. 1 (2021): 53–78. https://doi.org/https://doi.org/10.20414/jurkom.v13i1.3351.
Rif’ah, Sifwatir, and Nur Sa’idaturrohmah. “Alamtara : Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam.” Alamtara : Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam 9, no. 1 (2025): 16–24. https://ejournal.iai-tabah.ac.id/alamtaraok/article/view/3678/1556.
Ryan, Alamsyah. Analisis Etnografi Virtual Meme Islami Di Instagram Memecomic.Islam. Universitas Islam Negri Syarief Hidayatullah Jakarta, 2018.
Saputra. “Dakwah Melalui Media: Sebuah Tantangan Dan Peluang.” IAIN Kudus : At-Tabsyir 4, no. 1,Juni (2011): 157–72. https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/komunikasi/article/viewFile/2911/2082.
Siregar, Amran Pikal, and Rubino. “Al-Mustla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Dan Kemasyarakatan.” Jurnal Al Mutsla 6 (2026): 372–87. https://doi.org/10.46870/jstain.v8i1.2404.
Suhendri, Hafsah Juni Batubara, and Wahyunisa. “Model Komunikasi Krisis Berbasis Nilai Islam Di Pondok Pesantren Attibyan Deli Serdang.” Academic Journal of Da’wa and Communication 6, no. 2 SE-Articles (2026): 157–76. https://ejournal.uinsaid.ac.id/ajdc/article/view/12908.
Umami, Satria, Dwi Andayani, and Aini Husnidal Wulandari. “Peran Literasi Digital Dalam Memfilter Informasi Keagamaan Hoaks Di Lingkungan Universitas Teknologi Mataram.” JUPERAN: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran 04, no. 02 (2025): 737–45. https://ojs.smkmerahputih.com/index.php/juperan/article/view/1077/768.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sukron Azhari (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








