Strategi Komunikasi Islam dalam Menghadapi Disinformasi Keagamaan di Media Sosial

Authors

  • Ach. Rifa'i STAI Masjid Syuhada Yogyakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/qpcmxp24

Keywords:

Strategy, Communication, Islam, Religious, Social Media

Abstract

The rise of social media has transformed patterns of religious communication by making it easy to access and disseminate information rapidly and widely. However, this convenience has also given rise to the issue of widespread religious disinformation, which can influence the public's religious understanding, attitudes, and behaviors. Unverified religious information, Quranic verses and hadiths taken out of context, and provocative religious content can lead to misunderstandings and societal polarization. This study aims to analyze Islamic communication strategies for addressing religious disinformation on social media and to formulate relevant communication principles based on Quranic values. A qualitative approach utilizing library research was employed. Data were gathered from the Quran, hadiths, books, scholarly journal articles, previous research findings, and various literature relevant to Islamic communication, disinformation, social media, and digital literacy. Data were analyzed using content analysis, involving stages of data reduction, categorization, interpretation, and conclusion drawing. The findings indicate that Islamic communication strategies to counter religious disinformation can be implemented by reinforcing the principle of tabayyun (verification), enhancing religious digital literacy, strengthening communicator credibility, verifying information sources, producing educational and contextual religious content, clarifying information promptly and persuasively, and optimizing social media as a space for education and da'wah (religious outreach). These strategies should be underpinned by Quranic communication principles, such as qawlan sadīdan (truthful/correct speech), qawlan balīghan (eloquent/impactful speech), qawlan ma‘rūfan (kind/appropriate speech), and qawlan layyinan (gentle speech).

Abstrak

Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi keagamaan dengan menghadirkan kemudahan dalam memperoleh dan menyebarkan informasi secara cepat dan luas. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan persoalan berupa maraknya disinformasi keagamaan yang dapat memengaruhi pemahaman, sikap, dan perilaku keberagamaan masyarakat. Informasi keagamaan yang tidak terverifikasi, potongan ayat dan hadis yang dilepaskan dari konteks, serta konten keagamaan yang bersifat provokatif dapat menimbulkan kesalahpahaman dan polarisasi di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Islam dalam menghadapi disinformasi keagamaan di media sosial serta merumuskan prinsip komunikasi yang relevan berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, buku, artikel jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, dan berbagai literatur yang relevan dengan komunikasi Islam, disinformasi, media sosial, dan literasi digital. Data dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Islam dalam menghadapi disinformasi keagamaan dapat dilakukan melalui penguatan prinsip tabayyun, peningkatan literasi digital keagamaan, penguatan kredibilitas komunikator, verifikasi sumber informasi, produksi konten keagamaan yang edukatif dan kontekstual, klarifikasi informasi secara cepat dan persuasif, serta optimalisasi media sosial sebagai ruang edukasi dan dakwah. Strategi tersebut perlu didukung oleh prinsip komunikasi Al-Qur’an, seperti qawlan sadīdan, qawlan balīghan, qawlan ma‘rūfan, dan qawlan layyinan

References

Abdul Rahman, Azirawati, Nor Raudah Hj Siren, and Yusmini Md Yusoff. “Kaedah Komunikasi Keluarga Dalam Surah Āli ‘Imrān Ayat 159: Kajian Amalan Mualaf Cina Di Selangor.” Journal of Usuluddin 49, no. 1 (2021): 27–53. https://doi.org/10.22452/usuluddin.vol49no1.2.

Akhmad, Khabib Alia. “Pemanfaatan Media Sosial Bagi Pengembangan Pemasaran UMKM (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Distro Di Kota Surakarta).” DutaCom Journal 9, no. 1 (2015): 43–54.

Alfadhilah, Jauharotina, Abdul Rahmat Albustomi, and Sa’di Zaman. “Peran Dakwah Islamiyah Dalam Membentuk Masyarakat Beradab Di Tengah Globalisasi: Studi Kasus Desa Sugiharjo.” ASWALALITA: Journal of Da’wah Management 2, no. 2 (2024): 62–71. https://ejournal.iainutuban.ac.id/index.php/aswalalita/article/view/1083/576.

Asmar, Afidatul. “Ekspresi Keberagaman Online: Media Baru Dan Dakwah.” Jurnal Ilmu Dakwah 40, no. 1 (2020): 54–64. https://doi.org/10.21580/jid.v40.1.5298.

Asni, Andi, Andi Muliana, Mislia Aziz, Ainun Marhamah, and Herman. “Gaya Komunikasi Orang Tua Dan Dampaknya Bagi Perkembangan Anak Usia Dini.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 11, no. 4 (2025): 250–58.

Bilqis, Tri Dewi, Muhammad Raudan Alfiani, Futry Ayu Gayatri, and Cuhandi. “Dramaturgi Dalam Media Sosial : Second Account Di Instagram Sebagai Self Disclosure.” HUMANUS: Jurnal Sosiohumaniora Nusantara 2 (2024): 155–64. https://jurnal.yp2n.org/index.php/humanus/article/view/41/34.

Choirin, Muhammad, Ahmad Helwani Syafi’i, and Tajudin Tajudin. “Inovasi Dakwah Untuk Penguatan Kesadaran Keagamaan: Studi Pada Komunitas Muslim Kelas Menengah.” Al-I’lam: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam 7, no. 2 (2024): 28–41. https://journal.ummat.ac.id/index.php/jail/article/view/22570/8806.

Fadli, Adi. “Transformasi Digital Dan Moderasi Beragama: Memperkuat Ummatan Wasathan Di Indonesia.” Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram 12, no. 1 (2023): 1–14. https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/schemata/article/view/7773.

Hakim, Lukmanul. “Dakwah Interaktif Di Media Sosial: Analisis Pola Komunikasi Dan Respon Audiens Di Platform TikTok Dan Instagram Reels.” Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi Dan Dakwah Islam 3, no. 2 (2025): 3026–4405. https://ejournal.uinbukittinggi.ac.id/aljamahiria/article/view/10102/2781.

Hapzi Ali, Hamdan Hamdan, and M. Rizky Mahaputra. “Faktor Eksternal Perceived Ease of Use Dan Perceived Usefulness Pada Aplikasi Belanja Online: Adopsi Technology Accepted Model.” Jurnal Ilmu Multidisplin 1, no. 3 (2022): 587–604. https://doi.org/10.38035/jim.v1i3.75.

Jafar, Iftitah, and Mudzhira Nur Amrullah. “Bentuk-Bentuk Pesan Dakwah Dalam Kajian Al-Qur’an.” Jurnal Komunikasi Islam 1, no. 1 (2018): 41. https://doi.org/10.15642/jki.2018.1.1.41-66.

Lisa, Hayatul, and Ade Irma. “Penggunaan Akun Second Instagram Sebagai Media Ekspresi Diri Remaja Di Era Digital.” Arini: Jurnal Ilmiah Dan Karya Inovasi Guru 2, no. 1 (2025): 1–15. https://doi.org/10.71153/arini.v2i1.277.

Mujahid, Azmi Fadhilah, and Muhammad Fauzi Arif. “Analisis Isi Pesan Dakwah Yang Terkandung Dalam Akun Instagram@ Shiftmedia. Id.” Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 2022, 105–10.

Mujiati, Nanik. “Perencanaan Strategi Komunikasi Dakwah Masjid Agung Ampel Surabaya Dalam Perspektif Sistem.” Jurbal Studi, Sosial, Dan Ekonomi 2, no. 2 (2021): 248–58. http://staisam.ac.id/jurnal/index.php/almuttaqin/article/view/65.

Pamungkas, Anggit, and Umi Halwati. “Tantangan Dakwah Melalui Media Sosial Di Era Media Baru.” ARKANA, Jurnal Komunikasi Dan Media 02, no. 02 (2023): 146–58. https://ojs.unsiq.ac.id/index.php/arkana.

Rahmawati, Siti, and M Yusuf. “Media Digital Dan Perilaku Seksual Remaja Di Era Disrupsi.” Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam 10, no. 3 (2023): 201–19.

Saadah, Neng Ayu. “Komunikasi Islam Dan Tantangan Penyebaran Informasi Di Media Digital.” Al-Qolamuna: Journal Komunikasi Dan Penyiaran Islam 3, no. 2 (2026): 208–21. https://journal.salahuddinal-ayyubi.com/index.php/AQJKPI/article/view/763.

Septina, Atika, Muyasaroh Muyasaroh, Dwi Noviani, and Destri Wulandari. “Al-Qur’an Dan Urgensinya Dalam Kehidupan Manusia.” Ta’rim: Jurnal Pendidikan Dan Anak Usia Dini 4, no. 3 (2023): 127–35. https://doi.org/10.59059/tarim.v4i3.211.

Sirajudin, Murniaty. “Pengembangan Strategi Dakwah Melalui Media Internet (Peluang Dan Tantangan).” Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol.1, no. No.1 (2014): 11.

Suri, Sufian. “Tafsir Dakwah Q.S an-Nahl Ayat 125 Dan Relevansinya Dengan Masyarakat.” Jurnal Kajian Dakwah Dan Masyarakat Islam 12, no. 2 (2022): 55–73. https://doi.org/https://doi.org/10.47766/liwauldakwah.v12i2.1245.

Syafiq, Muhammad Azryan, Akhmad Dasuki, Cecep Zakarias, and El Bilad. “Konsep Rezeki Dalam Al- Qur ’ an ( Perspektif Quraish Shihab Dalam Tafsir Al-Misbah ).” AL-AFKAR : Journal for Islamic Studies 6, no. 1 (2023): 444–58. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v6i1.586.

Ummah, Athik Hidayatul. “Dakwah Digital Dan Generasi Milenial (Menelisik Strategi Dakwah Komunitas Arus Informasi Santri Nusantara).” Tasâmuh 18, no. 1 (2020): 54–78. https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tasamuh/article/view/2151.

Vina Rosalina. “PESAN DAKWAH DALAM KISAH ABU NAWAS (Studi Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce).” Jurnal Syntax Fusion 1, no. 1 (2020): 74–84. https://doi.org/10.54543/fusion.v1i1.8.

Widiastutik, Rizkia, and Zainil Ghulam. “Strategi Dakwah Kampung Qur’an Dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Religius Di Desa Kalidilem Randuagung Lumajang.” Dakwatuna: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam 6, no. 2 (2020): 198. https://doi.org/10.36835/dakwatuna.v6i2.631.

Downloads

Published

2026-07-21

How to Cite

Strategi Komunikasi Islam dalam Menghadapi Disinformasi Keagamaan di Media Sosial. (2026). Al-Qolamuna: Journal Komunikasi Dan Penyiaran Islam , 3(3), 362-376. https://doi.org/10.71242/qpcmxp24