Transformasi Peran Terpuk Sitelu Dalam Pengelolaan Aset Strategis Desa Di Era Otonomi Daerah Di Desa Sukanalu Kecamatan Barusjahe

Authors

  • Emiya Ninta Br Sembiring Universitas Sumatera Utara Author
  • Simson Ginting Universitas Sumatera Utara, Indonesia Author

Keywords:

Terpuk Sitelu, Village Assets, Role Transformation, Regional Autonomy, Role Theory, Village Assets, Regional Autonomy

Abstract

This study aims to analyze the transformation of the role of the Terpuk Sitelu customary institution in managing strategic village assets after the implementation of the village government system in the era of regional autonomy. The problem of this research stems from the lack of synchronization between the formal authority of the village government and the management practices of village assets, such as jambur and cemeteries, which are still dominated by the Terpuk Sitelu customary institution in Sukanalu Simbelang Village, Barusjahe District, Karo Regency. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, field observations, and documentation. Data analysis was conducted using Ralph Linton's Role Theory to examine the dynamics of the status and social expectations of each actor. The results show that the role of Terpuk Sitelu has shifted from being the main decision-making institution to a cultural symbol that still has strong social legitimacy. The limitations of the village government in managing assets are caused by role conflicts, overlapping social expectations, and the absence of a formal collaboration mechanism between customary institutions and the village government.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi peran lembaga adat Terpuk Sitelu dalam pengelolaan aset strategis desa setelah diberlakukannya sistem pemerintahan desa pada era otonomi daerah. Permasalahan penelitian ini berangkat dari adanya ketidaksinkronan antara kewenangan formal pemerintah desa dan praktik pengelolaan aset desa, seperti jambur dan pemakaman, yang masih didominasi oleh lembaga adat Terpuk Sitelu di Desa Sukanalu Simbelang, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan Teori Peran Ralph Linton untuk melihat dinamika status dan ekspektasi sosial masing-masing aktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Terpuk Sitelu mengalami pergeseran dari lembaga pengambil keputusan utama menjadi simbol budaya yang tetap memiliki legitimasi sosial kuat. Keterbatasan pemerintah desa dalam mengelola aset disebabkan oleh konflik peran, tumpang tindih ekspektasi sosial, dan belum adanya mekanisme kolaborasi formal antara lembaga adat dan pemerintah desa.

References

Aysah, D., Marpaung, L. P. H., & Ginting, L. D. C. U. (2023). Pengaruh adat Karo terhadap sistem pemerintahan di Desa Sukanalu, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo. Jurnal Sejarah dan Budaya Lokal, 8(1), 12–27.

Bedner, A., & Arizona, Y. (2019). Adat in Indonesian Land Law: A Promise for the Future or a Dead End? The Asia Pacific Journal of Anthropology, 20(5), 416–434.

Biddle, B. J. (1986). Recent developments in role theory. Annual Review of Sociology, 12(1), 67–92.

Goa, L. (2017). Perubahan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. SAPA, 2(2), 53 – 67.

Harris, Y. (2021). Peran kepemimpinan Terpuk Siwaluh Telu Sada Kundulen. Prosiding STIAMI, 8(2), 144–156.

Hidayat, S. (2016). Modernisasi pemerintahan desa. Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik, 5(2), 123–135.

Mustafa, P. S., et al. (2022). Metodologi penelitian. Insight Mediatama, 4(1), 33– 45.

Maulana, M. H., Rahman, N. A., & Manurung, A. S. (2025). Strategi Manajemen Media Massa Lembaga Pers Mahasiswa Studi Kasus Pada LPM Dinamika Uinsu. Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 2(1), 109-121.

Pelawi, R. A. (2023). Kedudukan Simantek Kuta dalam masyarakat Karo. Multiverse, 2(1), 24–38.

Prianto, W., Kusnadi, Y., Hasyim, M., & Ismail, L. O. (2023). Pengelolaan Aset Desa berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa di DesaLeppe,Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. JURDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Unusra, 1(1), 18-23.

Satrya, I. K. T. Y., Sinarwati, N. K., & Herawati, N. T. (2017). Sinergi Desa Adat dan Desa Dinas dalam pengelolaan aset desa untuk mewujudkan harmonisasi (Studi pada Desa Adat dan Desa Dinas Sambangan). Jurnal Akuntansi dan Bisnis, 12(2), 234–246.

Shabrina, M., Hidayati, N., & Wulandari, A. (2023). Teori institusi dan penerapannya dalam manajemen publik. Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara, 10(2), 45–58.

Saragih, M. Y., & Manurung, A. S. (2025). The Role of Media Journalism in Influencing Public Perceptions of Religious Issues in the Digital Age. INFERENSI: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 19(1), 137-164.

Satria, M. D., Azzahra, G. N., & Syahril, A. (2025). Strategi Clickbait VS Judul Kredibel: Studi Komparatif Okezone. Com dan Tempo. Com dalam Media Berita Digital. Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 2(1), 87-96.

Sumanto, B. (2020). Kepemimpinan adat. Jurnal Antropologi Indonesia, 12(1), 29– 42.

Susanto, D. (2023). Integrasi adat dan pemerintahan desa. Jurnal Kebijakan Publik, 14(2), 110 126.

Syafi, R. (2018). Peran lembaga adat. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 5(1), 30– 40.

Wati, T. (2016). Struktur pemerintahan Kabupaten Karo (Skripsi). Universitas Negeri Medan, Medan, Indonesia.

Zainudin, Arif. (2016). Model Kelembagaan Pemerintahan Desa. Jurnal Ilmu Pemerintahan: Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah, 1(2), 338-351

Downloads

Published

2025-12-15

How to Cite

Transformasi Peran Terpuk Sitelu Dalam Pengelolaan Aset Strategis Desa Di Era Otonomi Daerah Di Desa Sukanalu Kecamatan Barusjahe. (2025). Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Ekonomi Islam , 2(1), 23-35. http://journal.salahuddinal-ayyubi.com/index.php/Alji/article/view/618