Manajemen Kurikulum Pesantren Dalam Menguatkan Tahfizul Qur’an Santri Di Amanatul Qur’an Pacet Mojokerto
DOI:
https://doi.org/10.71242/q4jf7556Keywords:
Manajemen, Kurikulum, Pesantren,TahfidzAbstract
Abstrak
Manajemen kurikulum pesantren dilihat sebagai suatu kebutuhan agar dapat tetap bertahan ditengah-tengah persaingan dan globalisasi, juga sebagai landasan untuk dikembangan di masa yang akan datang. Manajemen kurikulum mempunyai peran penting agar pesantren dapat berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Fokus penelitian ini adalah Bagaimana.manajemen kurikulum di Pondok.Pesantren Amanatul Quran Baraan Cepok Limo Pacet Mojokerto. Bagaimana manajemen kurikulum pondok pesantren dalam menguatkan Tahfidzul Qur’an santri Pondok Pesantren. Pendekatan ini mengunakan pendekatan kualitatif, sebab penuhi identitas riset kualitatif ialah: 1. Situasi subjek riset alami, 2. Periset selaku instrumen penting, 3. Bertabiat deskriptif, sebab informasi yang digabungkan berbentuk perkata bukan nilai, 4. Lebih memprioritaskan cara dari pada hasil, 5. Informasi yang dikumpul diolah dengan cara mendalam. Hasil penelitian 1) penerapan manajemen kurikulum dalam menguatkan Tahfidzul Qur’an santri yang dilakukan oleh Pondok pesantren Amanatul Qur’an dimana melalui pelaksanaan program yang telah ditetapkan oleh pondok pesantren yakni tiga program yaitu program binandhor, program tahfidz dan program qiro’ah sab’ah yang menjadi andalan pesantren dalam menguatkan Tahfidzul Qur’an santri, dengan melibatkan seluruh bidang yang terkait dalam penerapan untuk menguatkan Tahfidzul Qur’an santri. 2) penguatan Tahfidzul Qur’an santri didukung dengan materi-materi yang membantu santri untuk menjadi penghafal Qur’an yang berupa pembelajaran kitab kuning yang menunjang semangat santri.
Abstract
Curriculum management of Islamic boarding schools is seen as a necessity in order to survive in the midst of competition and globalization, as well as a foundation for development in the future. Curriculum management has an important role so that Islamic boarding schools can run effectively and efficiently in accordance with the goals that have been determined. The focus of this study is How is the curriculum management at the Amanatul Quran Islamic Boarding School, Baraan Cepok Limo Pacet Mojokerto. How is the curriculum management of Islamic boarding schools in strengthening the Tahfidzul Qur'an of Islamic Boarding School students. This approach uses a qualitative approach, because it fulfills the identity of qualitative research, namely: 1. The situation of the natural research subject, 2. Researchers as important instruments, 3. Descriptive in nature, because the information combined is in the form of words not values, 4. Prioritizes methods rather than results, 5. The information collected is processed in depth. The results of the study 1) the application of curriculum management in strengthening the Tahfidzul Qur'an of students carried out by the Amanatul Qur'an Islamic Boarding School where through the implementation of programs that have been determined by the Islamic boarding school, namely three programs, namely the binandhor program, the tahfidz program and the qiro'ah sab'ah program which are the mainstay of the Islamic boarding school in strengthening the Tahfidzul Qur'an of students, by involving all related fields in the implementation to strengthen the Tahfidzul Qur'an of students. 2) strengthening the Tahfidzul Qur'an of students is supported by materials that help students to become memorizers of the Qur'an in the form of learning yellow books that support the enthusiasm of students.
References
A. Idhoh Anas, “Kurikulum dan Metodologi Pembelajaran Pesantren,” Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan 10, no. 1 (2012): 29–44.
Ahmad Saifuddin, “Eksistensi Kurikulum Pesantren Dan Kebijakan Pendidikan,” Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) 3, no. 1 (2015): 207–34.
Alfian Erwinsyah, “Manajemen Pembelajaran dalam Kaitannya Dengan Peningkatan Kualitas Guru” 5 (2017): 16.ber
Erma Fatmawati, PROFIL PESANTREN MAHASISWA; Karakteristik Kurikulum, Desain Pengembangan Kurikulum, Peran Pemimpin Pesantren (LKIS PELANGI AKSARA, 2015).
Ibrahim nasbi, Manajemen Kurikulum: Sebuah Kajian Teoritis.” Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan 1, no. 2 (2017).
Imron Arifin, Penelitian Kualitatif Dalam Ilmu-Ilmu Social Dan KeAgamaan (Malang: Kalimasahada Press, 1996). 57
Irwan Fathurrochman, “Implementasi Manajemen Kurikulum Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Santri Pondok Pesantren Hidayatullah/Panti Asuhan Anak Soleh Curup,” TADBIR: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan 1, no. 1 (2017): 85–104.
Lexi Moleong J, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2002). 4
Muhammad Priyatna, “Manajemen Pembelajaran Program Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (Kmi) Di Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah Bandung,” Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 6, no. 11 (2017): 22.
Nurul Hidayah, “Strategi Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an Di Lembaga Pendidikan,” Ta’allum: Jurnal Pendidikan Islam 4, no. 1 (2016): 63–81.
Nurul Yakin, “Studi Kasus Pola Manajemen Pondok Pesantren Al-Raisiyah Di Kota Mataram,” Ulumuna 18, no. 1 (2014): 199–220.
Observasi
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D, (Badung: Alfabeta, 2009), 334.
Taufik Hidayah and Akhmad Ghasi Pathollah, “MANAJEMEN KURIKULUM PESANTREN,” SALWATUNA 2, no. 1 (2019): 1–16.





