MANAJEMEN KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN MU’ADALAH (Studi Kasus Pada Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga Kabupaten Bireuen)
DOI:
https://doi.org/10.71242/8cyb0s81Keywords:
Management, Curriculum, Mu’adalahAbstract
The background of this research was born from the emergence of modernization of Islamic Boarding School Education, one of which is the implementation of Formal Education Units in Traditional Education Institutions. One of the Formal Education Units organized by Islamic Boarding Schools is the Mu'adalah Education Unit, both wustha and ulya. The Mu'adalah Ulya Education Unit has its own curriculum combined with the uniqueness of the Islamic Boarding School. In Aceh, one of the Islamic Boarding Schools that organizes the Mu'adalah Education Unit is Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga which has received a permit to organize since 2011. The purpose of the research is to analyze the management of the Mu'adalah Ulya Education Unit curriculum organized by Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, both in its implementation and evaluation. The research is a qualitative research with a case study approach. The object of this research is the data collection technique using Observation, Interviews, and Documentation. The results of the study indicate that (1) Although the Traditional Educational Institution, the Mu'adalah Ulya MUDI Mesjid Raya Samalanga Educational Unit has been able to implement the Mu'adalah Educational Unit Curriculum management in accordance with applicable regulations. (2) One of the foundations for strengthening the curriculum building is the managerial foundation, this has been carried out well by the Head of the Mu'adalah Ulya MUDI Mesjid Raya Samalanga Educational Unit. (3) One way to maintain the quality of the implementation of the Mu'adalah Educational Unit curriculum is through a strict and selective teacher recruitment process. (4) The evaluation of the Mu'adalah Ulya MUDI Mesjid Raya Samalanga Educational Unit curriculum has been carried out in the form of formative and summative assessments that include the learning process carried out by teachers and followed by students. The difference is, the summative evaluation carried out by the MUDI Mesjid Raya Educational Unit does not only test students and teachers, but also tests the supporting components, namely the curriculum and education personnel.
Abstrak
Latar belakang penelitian ini lahir dari munculnya modernisasi Pendidikan Pesantren, satu diantaranya adalah penyelenggaraan Satuan Pendidikan Formal pada Lembaga Pendidikan Tradisional. Salah satu Satuan Pendidikan Formal yang diselenggarakan Pesantren adalah Satuan Pendidikan Mu’adalah, baik wustha maupun ulya. Satuan Pendidikan Mu’adalah Ulya memiliki kurikulum sendiri yang dipadu dengan kekhasan Pesantren. Di Aceh, salah satu Pesantren yang menyelenggarakan Satuan Pendidikan Mu’adalah adalah Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga yang sudah mendapat izin penyelenggaraan sejak tahun 2011. Tujuan penelitian untuk menganalisi menajemen kurikulum Satuan Pendidikan Mu’adalah Ulya yang diselenggarakan oleh Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, baik penerapannya maupun evaluasi. Penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Objek penelitian ini Tekhnik pengumpulan data menggunakan Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Meskipun Lembaga Pendidikan Tradisional, Satuan Pendidikan Mu’adalah Ulya MUDI Mesjid Raya Samalanga telah dapat menerapkan menajemen Kurikulum Satuan Pendidikan Mu’adalah sesuai dengan regulasi yang berlaku. (2) Salah satu landasan memperkuat bangunan kurikulum adalah landasan manajerial, ini telah dijalankan dengan baik oleh Kepala Satuan Pendidikan Mu’adalah Ulya MUDI Mesjid Raya Samalanga. (3) Salah sau cara menjaga kualitas pelaksanaan kurikulum Satuan Pendidikan Mu’adalah adalah dengan proses rekrutmen Guru yang ketat dan selektif. (4) Evaluasi kurikulum Satuan Pendidikan Mu’adalah Ulya MUDI Mesjid Raya Samalanga telah dilakukan dengan bentuk penilaian formatif dan sumatif yang mencakup proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan diikuti oleh Santri. Bedanya, eveluasi sumatif yang dilakukan oleh Satuan Pendidikan MUDI Mesjid Raya tidak hanya menguji santri dan guru saja, tetapi juga menguji komponen pendukungnya, yaitu kurikulum dan tenaga kependidikan.
References
Affandi Mochtar, Kitab Kuning dan Tradisi Akademik Pesantren (Bekasi: Pustaka Isfahan, 2010), 5.
Mastuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren; Suatu Kajian tentang Unsur dan Nilai Sistem Pendidikan Pesantren (Jakarta: INIS, 1994), 25.
Siti Aminah, PMA Muadalah Sebagai Tantangan dan Peluang Meningkatkan Standar Pendidikan Pesantren, dalam Jurnal Darussalam, Vol. XII, No 1:58-71. September 2020. ISSN: 1978-4767 (Cetak), ISSN: 2549-4171, (Surabaya, 2020), 58.
Amal Fathullah, ddk, Buku Putih Muadalah, (Jakarta: FKPM, 2020), iv.
Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia, nomor 14 Tahun 2018, BAB 1 Pasal 1.
https://emispendis.kemenag.go.id/pdpontrenv2/Sebaran/Spm, diakses tanggal 17 Februari 2023.
Asrori S. Karni, Etos Studi Kaum Santri, Wajah Baru Pendidikan Islam. (Bandung: PT Mizan Pustaka, 2009), 189.
Latifah, Menajemen Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Dua Satria Offset, 2021), 36-37.
Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Satuan Pendidikan Muadalah Salafiyah (setingkat Madrasah Aliyah), (Jakarta:Kementerian Agama RI, 2015), 7.
Syafaruddin dan Amiruddin MS, Menajemen Kurikulum, (Medan: Perdana Publishing, 2017), 39.
Teguh Triwiyanto, Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: BumiAksara, 2015), 25.
Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek: (Bandung; PT. Remaja Rosdakarya, 2010), 102, 103.
Teguh Triwiyanto, Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: BumiAksara, 2015), 25.
Imron Arifin, Penelitian Kualitatif Dalam Ilmu-Ilmu Social Dan KeAgamaan (Malang: Kalimasahada Press, 1996). 57
Lexi Moleong J, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2002). 4
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D, (Badung: Alfabeta, 2009), 334.





