Manajemen Program Tahfidh Untuk Menjaga Kualitas Hafalan Al-Quran Di Pondok Pesantren Tarbiyatul Wildan Nihaytul Amal
DOI:
https://doi.org/10.71242/zcdsqx51Keywords:
Management, Tahfidh, Quran Memorization, Islamic Boarding School, Memorization QualityAbstract
This study aims to describe and analyze the management of the tahfidh program in maintaining the quality of Quran memorization at the Tarbiyatul Wildan Nihaytul Amal Islamic Boarding School. The research focuses on the planning, organization, implementation, and evaluation of the tahfidh program, which is implemented systematically and continuously. The research approach uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. The research informants consisted of the pesantren leader, tahfidh coordinator, supervising ustadz, dormitory musyrifs, and students. The results indicate that the management of the tahfidh program at this pesantren operates with a clear organizational structure. The program organization involves a detailed division of tasks, with the supervising ustadz focusing on technical guidance for memorization and correcting readings, the dormitory musyrifs supervising the discipline of muroja'ah (religious study) outside of official hours, and the tahfidh coordinator monitoring memorization progress and submitting regular reports to the leadership. The program is implemented with strict discipline, beginning with morning recitations before dawn prayers, new memorization sessions according to the schedule, and regular memorization evaluations through oral and written exams. The conducive environment of the Islamic boarding school, a strong religious atmosphere, and the habituation of recitation and Islamic studies contribute to the program's success. This structured and collaborative managerial approach not only results in an increase in the number of students memorizing the Quran but also ensures the quality of memorization is maintained in terms of accuracy, fluency, and understanding of the verses' meanings. This study recommends the importance of continuous guidance, spiritual motivation, and measurable evaluation as key pillars for the success of the tahfidh program in Islamic boarding schools.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen program tahfidh dalam menjaga kualitas hafalan Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tarbiyatul Wildan Nihaytul Amal. Fokus penelitian diarahkan pada perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program tahfidh yang dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pimpinan pesantren, koordinator tahfidh, ustadz pembimbing, musyrif asrama, serta santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program tahfidh di pesantren ini berjalan dengan struktur organisasi yang jelas. Pengorganisasian program melibatkan pembagian tugas yang terperinci, di mana ustadz pembimbing berfokus pada pembinaan teknis hafalan dan pembenaran bacaan, musyrif asrama mengawasi kedisiplinan muroja’ah di luar jam resmi, dan koordinator tahfidh memantau progres hafalan serta menyampaikan laporan berkala kepada pimpinan. Pelaksanaan program dilakukan dengan disiplin tinggi, dimulai dengan muroja’ah pagi sebelum shalat subuh, setoran hafalan baru sesuai jadwal, dan evaluasi hafalan secara berkala melalui ujian lisan maupun tertulis. Lingkungan pesantren yang kondusif, atmosfer religius yang kuat, serta pembiasaan tilawah dan kajian keislaman turut mendukung keberhasilan program. Pendekatan manajerial yang terstruktur dan kolaboratif ini tidak hanya menghasilkan peningkatan jumlah hafalan santri, tetapi juga memastikan kualitas hafalan tetap terjaga dari segi ketepatan bacaan, kelancaran, dan pemahaman makna ayat. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya kesinambungan pembinaan, motivasi spiritual, dan evaluasi terukur sebagai pilar utama keberhasilan program tahfidh di pesantren.
References
(Institut Agama Islam Negeri Jember), K. A. (2015). Kebebasan Manusia Berdasarkan Filsafat Khûdî (Ego/Diri) Muhammad Iqbal. Al-Qodiri Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Keagamaan, 9(Vol 9 No 2 (2015): Agustus).
Badwilan, A. S. (2009). Panduan Cepat Menghafal Al-Qur‟an. Diva press.
Bali, M. M. E. I., & Fadilah, N. (2019). INTERNALISASI KARAKTER RELIGIUS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NURUL JADID. Jurnal MUDARRISUNA, 9(1), 1–25. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.22373/jm.v9i1.4125 INTERNALISASI
Fathah, M. U. A. F. (2021). membenarkan bacaan yaitu Tahsin . Tahsin merupakan kata dari bahasa Arab yang asal katanya. Ilmu Ushuluddin, 20(2), 188–202. https://doi.org/10.18592/jiiu.v
Hasanah, H., & Sukmawan, S. (2021). Berbingkai Kemajemukan Budaya, Bersukma Desakalapatra: Selidik Etnografi atas Tradisi Tengger. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 4(1), 79–90. https://doi.org/10.30872/diglosia.v4i1.102
Hotimah, D. S. N. H., & Rahman, A. S. (2021). Implementasi Metode Tawazun dalam Mempercepat Hafal Al- Qur ’ an. Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 1(56).
Ilahude, N. M., Wantu, A., & Lukum, R. (2023). Faktor Penghambat Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Popayato Kabupaten Pohuwato. Jurnal Kewarganegaraan, 7(2), 2294–2303.
Kartika, T. (2019). MANAJEMEN PEMBELAJARAN TAHFIDZ AL-QUR’AN BERBASIS METODE TALAQQI. Jurnal Islamic Educational Management, 4(2), 245–256.
Lutfy, A. (2013). METODE TAHFIDZ AL-QUR’AN (STUDI KOMPARATIF METODE TAHFIDZ AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN MADRASAH AL-HUFADZH II GEDONGAN ENDER, PANGENAN CIREBON DENGAN PONDOK PESANTREN TAHFIDZ QUR’AN TERPADU AL- HIKMAH BOBOS, DUKUPUNTANG CIREBON). Jurnal For Islamic Social Scienses, 14(02), 157–173.
Mahrus, K. (2007). Ulama Besar Indonesia Biografi dan Karyanya. Pondok Pesantren Al-Itqon.
Mubarok, M. Z., & Kharisma, Y. (2021). Perbandingan Metode Latihan Interval Ekstensif dan Intensif Terhadap Peningkatan Daya Tahan Aerobik. Physical Activity Journal, 3(1), 77. https://doi.org/10.20884/1.paju.2021.3.1.4813
Najmudin, Syihabudin, Ma’zumi, & Jakaria. (2023). Budaya Sekolah dan Efektivitasnya Terhadap Karakter ReligiusPeserta Didik. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(3), 128–140.
Ningsih, T. (2019). Peran Pendidikan Islam Dalam Membentuk Karakter Siswa Di Era Revolusi Industri 4 . 0. Insania, 24(2), 223.
Noviati, W., & Belajar, H. (2022). Peran Orang Tua dalam Mendampingi Anak Belajar Selama Pandemi Covid-19. Jurnal Kependidikan, 7(2), 19–27.
Solihin, A. (2019). Kurikulum Pendidikan Islam Menurut Az-Zarnûjî Dalam Kitab Ta`Lîm Al-Muta`Allim Tharîq At-Ta`Allum. INSTITUT PTIQ JAKARTA.
Sriwijayanti, R. P. (2021). Manajemen Pendidikan Karakter Dalam Membangun Budaya Sekolah. Pedagogy : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(1), 66–79. https://doi.org/10.51747/jp.v8i1.707
SURYANI, N. (2022). IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI SEKOLAH PENGGERAK SMAN 10 KOTA JAMBI. PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI.
Tarigan, P. B. (2013). Pengertian Kompetensi Guru. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/10.17467/jdi.v4i1.666
Wahyuni, A., & Syahid, A. (2019). Tren Program Tahfidz Al-Qur’an sebagai Metode Pendidikan Anak. Elementary, 5(1), 87–96.
Wati, R. A. (2022). Pendidikan Multikultural Berbasis Kitab Kuning Santri Di Ponpes Al-Mukhlisin Kota Batu. Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi Dan Pemikiran Hukum Islam, 13(2), 272–287. https://doi.org/10.30739/darussalam.v13i2.1254
Widiastutik, R., & Ghulam, Z. (2020). Strategi Dakwah Kampung Qur’an Dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Religius Di Desa Kalidilem Randuagung Lumajang. Dakwatuna: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam, 6(2), 198. https://doi.org/10.36835/dakwatuna.v6i2.631
Widiatmika, K. P. (2015). Manjemen Strategi Pendidikan (formulasi, Impelementasi dan Pengawasan). Etika Jurnalisme Pada Koran Kuning : Sebuah Studi Mengenai Koran Lampu Hijau, 16(2), 39–55.
Yelvita, F. S. (2022). Formulasi Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Anak Usia Dini Berdasarkan Regulasi Permendikbud 32 Tahun 2018 Di Kabupaten Lamongan. Otonomi, 22(8.5.2017), 2003–2005. https://doi.org/https://ejournal.uniska-kediri.ac.id/index.php/otonomi/article/view/3020
Yuliani Rahmi. (2019). Metode Muraja’ah dalam Menghafal Al-Qur`an di Pondok Pesantren Al-Mubarok Tahtul Yaman Kota Jambi. Innovatio: Journal for Religious-Innovation Studies, XIX(1), 65–76.





