Resiliensi Multikulturalisme: Integrasi Moderasi Beragama dan Pendidikan Parenting
DOI:
https://doi.org/10.71242/5cg77134Keywords:
Multikulturalisme, Disharmoni, Pendidikan, ParentingAbstract
Kesemrawutan masyarakat multikultural apabila ditilik lebih jauh dan dari berbagai sudut pandang, ternyata masih memunculkan kemungkinan-kemungkinan bara api menyala kembali (konflik kelam). Selain itu, sifat eksklusif yang bersekongkol dalam pikiran dan berwujud-hingga menjadi tradisi yang mengakar di komunitasnya, apalagi isu stereotip yang akhir-akhir ini selalu bergulir di media maya era-globalisasi semakin memperkeruh. Semulanya agama melalui institusi sebagai mediasi dalam membenteng pelbagai problem tersebut, namun harus menelan pahit akan realita yang ada serta merangkak-rangkak demi mencetuskan kurikulum yang mutakhir dengan tujuan tadi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan study literature. Sumber data diperoleh melalui e-book, artikel & jurnal, artikel website, makalah dan penelitian-penelitian yang relevan. Kemudian, dianalisis secara tematik dan di sajikan secara naratif. Kehadiran penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan pendidikan parenting oleh kedua orang tua dengan moderasi beragama sebagai upaya beradaptasi dan mempertahankan wawasan multikulturalisme, karena dikhawatirkan pada saat anak tumbuh dewasa, ia berkelakuan rasis dan diskmriminatif kepada selainnya. Temuan dari penelitian ini meliputi pertama, moderasi beragama sebagai prinsip yang adil, seimbang, dan toleran, yang menjadi kunci dalam mencegah konflik dan memelihara harmoni dalam masyarakat multikultural dan multiagama. Kedua, Pentingnya mempertahankan paradigma multikulturalisme di tengah masyaraakt heterogen. Relevansi integrasi pendidikan parenting dan konsep moderasi beragama dalam lingkungan keluarga, sehingga dapat melahirkan generasi yang moderat dan berwawasan multikulturalisme
.
Abstract
The chaos of multicultural society when viewed further and from various perspectives, it turns out that it still raises the possibility of embers rekindling (dark conflicts). In addition, the exclusive nature that colludes in the mind and manifests itself - until it becomes a tradition that is rooted in its community, especially the issue of stereotypes that have recently been rolling in the virtual media of the globalization era is increasingly confusing. Initially, religion through institutions as a mediation in fortifying various problems, but had to swallow the bitterness of the existing reality and crawl in order to create a modern curriculum with the aforementioned goals. This research is a qualitative research using a literature study approach. Data sources were obtained through e-books, articles & journals, website articles, papers and relevant research. Then, it was analyzed thematically and presented narratively. The presence of this research aims to connect parenting education by both parents with religious moderation as an effort to adapt and maintain multiculturalism insight, because it is feared that when children grow up, they will behave racistly and discriminate against others. The findings of this study include first, religious moderation as a just, balanced, and tolerant principle, which is the key to preventing conflict and maintaining harmony in a multicultural and multireligious society. Second, the importance of maintaining a multiculturalism paradigm in a heterogeneous society. The relevance of integrating parenting education and the concept of religious moderation in the family environment, so that it can produce a moderate generation with a multicultural perspective
Downloads
References
Abdullah, D., Maqfirah, P. A. V., Arifin., Saputra, N., Haddar, G. A. (2023). The Role Parent-
Teacher Communication For Improving Children’s Achievement. Cendekia: Media Jurnal Ilmiah Pendidikan. Vol. 13, No. 3.
Ahmadi., Ajahari., & Aliyah, M. (2024). Moderasi Beragama di Pesantren: Manajemen,
Wawasan, Sikap, dan Internalisasi Nilai. Yogyakarta: Penerbit K-Media.
Amtiran, A. A., & Kriswibowo, A. (2024). Kepemimpinan Agama Dan Dialog Antaragama:
Strategi Pembangunan Masyarakat Multikultural Berbasis Moderasi Beragama. Jayapangus Press: Jurnal Pendidikan Agama Hindu. Vol. 8, No. 3.
Bayuanggoro, D. (2024). Pemolisian Kolaboratif dalam Penanganan Konflik Sosial: Studi
Kasus Konflik Sara di Desa Mareje, Lombok Barat. Jurnal Syntax Admiration. Vol. 5, No. 11.
Bunga, B. N. K., Margiani, K., & Kiling, I. Y. (2020). Perkembangan Penelitian Parenting di
Indonesia. Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/338789178_Perkembangan_penelitian_parenting_di_Indonesia. Diakses pada tanggal 8 Desember 2024.
Dewi, P. Y. A. (2020). Paradigma Inisiasi Kultural ke Multikulturalisme. PURWADITA: Jurnal
Agama dan Budaya. Vol. 4, No. 1.
Fadhila, D. (2024). KELUARGA DI ERA MILENIAL: Membahas Hak Pengasuhan Anak
dalam Al-Qur’an. Usrotuna: Journal of Islamic Family Law. Vol. 1, No. 1.
Fahri, M., & Zainuri. A. (2019). Moderasi Beragama di Indonesia. Intizar. Vol. 25, No. 2.
Hasanah, U. (2018). Implementasi Pendidikan Multikultural dalam
Membentuk Karakter Anak Usia Dini. Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Vol. 2, No. 1.
Huda. M. N. (2021). Pentingnya Program Parenting Tentang Pendidikan Anak Kepada Orang
Tua Siswa Sebagai Wujud Pendidikan. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosisal, dan Humaniora. Vol. 1, No. 1.
Junaedi, E. (2019). Inilah Moderasi Beragama Perspektif Kementerian Agama. Jurnal
Multikultural dan Multireligius. Vol. 18, No. 2.
Kementerian Agama RI. (2023). Moderasi Beragama di Tengah Isu Kontemporer.
https://balitbangdiklat.kemenag.go.id/upload/files/Moderasi_Beragama_di_Tengah_Isu_Kontemporer.pdf.
Khaswara, F., & Hambali, R. Y. A. (2021). Conflict Theory According to Johan Galtung.
Gunung Djati Conference Series: Proceedings The 1st Conference on Ushuluddin Studies. Vol. 4.
Kurniawan, S. (2024). Algoritma Perdamaian. KOMPAS.com.
https://www.kompas.com/tren/read/2024/09/20/095255365/algoritma-perdamaian?page=all. Diakses pada tanggal 05 Desember 2024.
Melkisedek., Marni., Topayung, S. L., & Beli, M. (2024). Peran Pendidikan Agama Kristen
dalam Membangun Toleransi di Masyarakat Majemuk. Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat. Vol. 2, No. 4.
Merthayasa, P. E. (2024). Permasalahan Sosial Intoleransi di Indonesia. Kompasiana.
https://www.kompasiana.com/12-iputuekamerthayasa7035/6735a005ed64155c173be6b2/permasalahan-sosial-intoleransi-di-indonesia. Diakses pada 7 Desember 2024.
Nurdin, F. (2021). Moderasi Beragama menurut Al-Qur’an dan Hadist. Jurnal Ilmiah Al-
Mu’ashirah: Media Kajian Al-Qur’an dan Al-Hadits Multi Perspektif. Vol. 18, No. 1.
Nurhuda, A. (2023). Islamic Education in the Family: Concept, Role, Relationship, and
Parenting Style. Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature. Vol. 2, No. 4.
Nuroh, S. (2022). Keterkaitan Antara Pola Asuh dan Inner Child Pada Perkembangan Anak
Usia Dini: Sebuah Tinjauan Konseptual. Acta Islamica Counsenesia: Counselling Research and Applications. Vol. 2, No. 2.
Rachmad, Y. E., Agnesiana, B., Sukmawati, E., Ramli, A., & Zabua, R. S. Y. (2023). The
Analysis of Parenting Patterns in Instilling Morals of Early Childhood. JCD. Journal of Childhood Development. Vol. 3, No. 1.
Rahimah., & Koto, I. (2022). Implications of Parenting Patterns in the Development of Early
Childhood Social Attitudes. IJRS: Internation Journal Reglement Society. Vol. 3, No. 2.
Rantesalu, M. B., & Fina, D. R. Y. (2020). Penerapan Pola Asuh Demokratis pada Remaja
dalam Keluarga Kristen. Didaché: Journal of Christian Education. Vol. 1, No. 1.
Rifda, N. N. H. (2023). Sibling Rivalry: Jangan Biarkan Anak Bersaing dengan Saudara
Sendiri. https://clsd.psikologi.ugm.ac.id/2023/06/19/sibling-rivalry-jangan-biarkan-anak-bersaing-dengan-saudara-sendiri/. Diakses pada tanggal 9 Desember 2024.
Satyawati, Y. (2016). Prophetic Parenting Sebagai Paradigma Pendidikan Karakter. Didaktika
Religia. Vol. 4, No. 2.
Suparlan, P. (2002). Multikulturalisme. Jurnal Ketahanan Nasional. Vol. 7, No. 1.
Syarifah, S., & Hidayat, F. (2024). Internalisasi Prinsip Moderasi Beragama Dalam
Mewujudkan Generasi Z Islam Moderat. Jurnal Al Ashriyyah. Vol. 10, No. 1.
Syarifuddin, A. F. (2006). Membumikan Multikulturalisme di Indonesia. ETNOVISI: Jurnal
Antropologi Sosial Budaya. Vol. 2, No. 1.
Widodo. (2020). Penyelenggaraan Pendidikan Orang Tua: Pasca Pemberlakuan
PERMENDIKBUD Nomer 9 Tahun 2020. Pusat Penelitian Kebijakan, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Winarsih, D. B., Widyaningsih, H., Fatmawati, Y., Hartini, S., Faidah, N., Yusianto, W., &
Nurdiana, N. F. (2024). Peningkatan Peran Orang Tua dalam Pengawasan Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan. Vol, 1. No. 1.
Widodo, W. (2024). Penereapan Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural Dalam Mewujudkan
Kerukukan Antar Umat Beragama di SMPN 1 Ponorogo. TESIS: Program Magister Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Ponorogo.






