Merumuskan Arah Kebijakan Pengembangan Pendidikan Islam yang Berbasis Kearifan Lokal
DOI:
https://doi.org/10.71242/zt20eq63Keywords:
Pendidikan Islam, Kebijakan Pendidikan, Kearifan LokalAbstract
Pengembangan pendidikan Islam di Indonesia memerlukan pendekatan yang lebih kontekstual dan relevan dengan kondisi lokal masyarakat. Kearifan lokal sebagai nilai-nilai tradisional yang hidup dalam masyarakat memiliki potensi besar untuk menjadi fondasi penguatan identitas dan karakter dalam sistem pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan arah kebijakan pengembangan pendidikan Islam yang berbasis pada kearifan lokal. Penelitian dilakukan melalui studi pustaka komprehensif dengan pendekatan analisis kritis terhadap literatur, regulasi pendidikan, dan dokumen kebijakan terkait. Tahapan penelitian mencakup pengumpulan sumber primer (peraturan pemerintah, kurikulum, pedoman pendidikan) dan sekunder (artikel jurnal, buku, serta laporan penelitian). Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk mengidentifikasi titik temu antara nilai-nilai lokal dan kebutuhan pendidikan Islam masa depan. Hasil menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dapat meningkatkan relevansi pendidikan Islam dengan realitas sosial budaya masyarakat setempat, sekaligus menjaga nilai-nilai universal ajaran Islam. Rekomendasi kebijakan mencakup perlunya adaptasi kurikulum, pelatihan guru berbasis lokalitas, dan sinergi antara lembaga pendidikan dengan tokoh adat atau agama setempa.
Abstract
The development of Islamic education in Indonesia requires a more contextual approach and is relevant to the local conditions of the community. Local wisdom as traditional values that live in society have great potential to become the foundation for strengthening identity and character in the Islamic education system. This article aims to formulate the direction of Islamic education development policies based on local wisdom. The research was conducted through a comprehensive literature study with a critical analysis approach to literature, education regulations, and related policy documents. The research stages include collecting primary sources (government regulations, curriculum, education guidelines) and secondary sources (journal articles, books, and research reports). Data were analyzed descriptively-qualitatively to identify common ground between local values and future Islamic education needs. The results show that the integration of local wisdom can increase the relevance of Islamic education to the socio-cultural realities of the local community, while maintaining the universal values of Islamic teachings. Policy recommendations include the need for curriculum adaptation, locality-based teacher training, and synergy between educational institutions and local traditional or religious figures
Downloads
References
Amtiran, A. A., & Kriswibowo, A. (2024). Kepemimpinan Agama Dan Dialog Antaragama: Strategi Pembangunan Masyarakat Multikultural Berbasis Moderasi Beragama. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 8(3), 331–348. https://jayapanguspress.penerbit.org/index.php/JPAH/article/view/3165
Bengu, R. T. (2024). Mengkaji Ulangan 6: 4-9 sebagai Landasan Strategi Komunikasi Efektif Orang Tua dalam Mendidik Moralitas Anak Usia 2-12 Tahun di Era Postmodern: Kata Kunci: Ulangan 6: 6-9, Strategi Komunikasi, Orang Tua, Moralitas Anak, Era Postmodern. Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, Dan Pendidikan, 8(2). https://e-journal.sttexcelsius.ac.id/index.php/excelsisdeo/article/view/192
Hamid, A., Ritonga, S., & Nst, A. M. (2024). Kearifan Lokal Dalihan Na Tolu sebagai Pilar Toleransi Beragama pada Masyarakat Tapanuli Selatan. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 13(1), 132–143. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JISH/article/view/74809
Inayati, N., Masithoh, A. D., & Mudlofir, A. (2024). Pengintegrasian kurikulum madrasah diniyah pada sekolah formal. Potensia: Jurnal Kependidikan Islam, 10(1), 77–97. https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/potensia/article/view/29911
Indah, F., & Anwarsyah, I. S. (2022). Filosofi Adat Atlas Terhadap Pemamanen Dalam Prespektif Islam Di Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara. Khazanah: Journal of Islamic Studies, 34–47. https://www.pusdikra-publishing.com/index.php/jelr/article/view/874
Irmayanti, A. P., Nelwati, S., Khadijah, K., Syamsi, S., & Maulana, F. (2024). Upaya Guru Fiqih Mengintegrasikan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Minangkabau Berbasis Islam Di Man 2 Padang. At-Tajdid: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam, 8(1), 21–41. http://ojs.ummetro.ac.id/index.php/attajdid/article/view/3323
Manarfa, A., & Lasaiba, D. (2023). Jejak Karakter di atas Budaya: Menelusuri Identitas dalam Pendidikan. Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah Dan Budaya, 4(1), 67–75. https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/lani/article/view/14867
Masnuah, S., Khodijah, N., & Suryana, E. (2022). Analisis kebijakan pendidikan islam dalam undang-undang no. 20 tahun 2003 (sisdiknas). MODELING: Jurnal Program Studi PGMI, 9(1), 115–130. http://www.jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/modeling/article/view/1131
Rochmania, N., Rozas, I. S., & Ilham, I. (2020). Tren Penggunaan Framework COBIT, ITIL, dan ISO 27001 Pada Rentang Tahun 2014-2018 di Indonesia. Edumatic: Jurnal Pendidikan Informatika, 4(2), 10–19. https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/edumatic/article/view/2249
Saputra, M. F., Taufik, M. I., Syadiah, H. T., Fadila, N., Hafiza, N., & Rezkiana, F. (2022). Peta aset budaya pada masyarakat Desa Watunonju. Menara Kearifan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 151–163. https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/mk/article/view/1764
Sarbini, A., Imanuddin, D., Lukman, D., & Herman, H. (2018). RADIKALISME: PENDEKATAN ANALISA KONSELING RATIONAL-EMOTIF. International Conference on Islamic Guidance and Counseling, 1(1), 298–320. https://conference.uin-suka.ac.id/index.php/icigc/article/view/256
Suryani, N., & Fikriando, E. (2024). Studi Literatur: Jiwa Kewirausahaan Etnis Minangkabau (Minang Entrepreneuship). PENG: Jurnal Ekonomi Dan Manajemen, 1(2), 521–526. http://teewanjournal.com/index.php/peng/article/view/896
Sutarmizi, S., & Syarnubi, S. (2022). Strategi Pengembangan Kompetensi Pedagogik Guru Rumpun PAI di MTs. Mu’alliminislamiyah Kabupaten Musi Banyuasin. Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8(1), 56–74. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/Tadrib/article/view/11315
Swandari, N., & Jemani, A. (2023). Mitra implementasi kurikulum merdeka pada madrasah dan problematikanya. PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction, 7(1), 102–120. https://pdfs.semanticscholar.org/2fce/c762ec875a70726800b8f7796d8b95846904.pdf
Syukur, H. A. (2023). Strategi Budaya Religius dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa. Ambarsa: Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 94–109. http://ejournal.stitta.ac.id/index.php/ambarsa/article/view/145
Yuliah, E. (2021). Optimalisasi program pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja guru pendidikan agama Islam. Jurnal At-Tadbir, 31(2), 120–138. https://www.academia.edu/download/103629098/92.pdf
Yuniarti, I., Khodijah, N., & Suryana, E. (2022). Analisis Kebijakan Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Dan Madrasah. Modeling: Jurnal Program Studi PGMI, 9(1), 182–207. http://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/modeling/article/view/1162





