Pemahaman Santri Terhadap Hisab dan Rukyah dalam Penentuan Waktu Ibadah di Raudlatul Ulum 1 Malang
DOI:
https://doi.org/10.71242/7qpve531Keywords:
Hisab, Rukyah, Astrology, Islamic Boarding School, WorshipAbstract
This study aims to explore students' understanding of hisab (astronomical calculation) and rukyah (moon sighting) techniques in determining worship times at Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran Gondanglegi, Malang. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, participant observations, and document analysis. The findings indicate that while most students possess a basic theoretical understanding of hisab and rukyah, they lack practical experience in their application. The hisab method is more widely relied upon due to its practicality and alignment with modern technology, while rukyah remains underutilized in practice. Factors such as the quality of instructors, students' educational background, and curriculum structure significantly influence their level of comprehension. This study recommends the systematic integration of Islamic astronomy (ilmu falak) into the pesantren curriculum, enhancement of teacher competencies, and the implementation of regular rukyah and astronomical observation practices to foster students who are critical, independent, and responsible in determining worship times.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman santri terhadap teknik hisab dan rukyah dalam penentuan waktu ibadah di Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran Gondanglegi Malang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar santri memahami konsep dasar hisab dan rukyah, pemahaman mereka masih bersifat teoritis tanpa banyak pengalaman praktik langsung. Metode hisab cenderung lebih diandalkan karena dianggap lebih praktis dan relevan dengan teknologi modern, sedangkan praktik rukyah belum banyak dilakukan secara sistematis di pesantren. Faktor-faktor seperti kualitas tenaga pengajar, latar belakang pendidikan santri, dan struktur kurikulum sangat memengaruhi tingkat pemahaman tersebut. Penelitian ini merekomendasikan integrasi ilmu falak dalam kurikulum pesantren, peningkatan kompetensi guru, serta pelaksanaan kegiatan praktikum rukyah dan observasi astronomis secara berkala untuk membentuk santri yang kritis, mandiri, dan bertanggung jawab dalam penentuan waktu ibadah
Downloads
References
Nur Amirah and Mahyuddin Latuconsina, “Analisis Penentuan Waktu-Waktu Haram Salat Di Sungguminasa Kecamatan Somba Opu Dalam Perspektif Ilmu Falak,” HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak 1, no. 2 (2020): 43–53.
Muhammad Fauzi Alamsyah, Yoyo Hambali, and Musyafa Amin Ash Shabah, “Webinar Mengenai Konsep Ilmu Falak Dan Mempraktekkan Tata Cara Menghitung Arah Kiblat,” Al-Ihsan: Journal of Community Development in Islamic Studies 1, no. 1 (2022): 32–37.
Gilang Ramadhan, M. Zuhri Abu Nawas, and Muhammad Tahmid Nur, “Pandangan Ulama Dan Pemerintah Indonesia Terhadap Penentuan Awal Bulan Kamariah: Eksplorasi Perspektif Maqashid Syariah,” Jurnal Yustisiabel 8, no. April (2024): 124–37.
Fathor Rahman, Pujiono Pujiono, and Siti Muslifah, “Penentuan Awal Bulan Kamariah Untuk Ibadah,” Fenomena 12, no. 2 (2020): 107–3.
Jaenal Arifin, “Fiqih Hisab Rukyah Di Indonesia ( Telaah Sistem Penetapan Awal Bulan Qamariyyah ),” Yudisia Vol5,No2, no. Disember (2014): 402–22.
Ahmand Zaki dan Diyan Yusri, Aplikasi Metode Hisab ‘Urfi ”Khomasi” Di Pesantren Mahfilud Duror Desa Suger Kidul Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember Dalam Menentukan Awal Dan Akhir Ramadhan, Jurnal Ilmu Pendidikan, vol. 7, 2020.
Kadir, dkk, Pedoman Penulisan Skripsi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta, (Jakarta: UIN Jakarta, 2019), hlm. 46.
hardani,dkk, metode penelitian kualitatif dan kuantitatif, cetakan 1 (jogjakarta:pustaka ilmu, 202), hlm.39.
Dokumen pesantren raudlatul ulum 1 ganjaran gondanglegi malang
Kementerian Agama RI, Pedoman Penilaian Akreditasi Pondok Pesantren Tahun 2020, Jakarta: Dirjen Pendis, 2020.
Taufiqurrahman, “Ilmu Falak dalam Kurikulum Pendidikan Islam,” Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu Falak, Vol. 5 No. 1 (2019), hlm. 21.
Syarif Maulana, “Otoritas Keagamaan dan Kepatuhan Umat dalam Penetapan Waktu Ibadah,” Jurnal Sosial Keagamaan, Vol. 4 No. 1 (2023), hlm. 91.
Muhammad Masykur, “Relevansi Ilmu Hisab dalam Penentuan Awal Bulan Hijriah,” Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu Falak, Vol. 5 No. 1 (2019), hlm. 9.
Imam Subekti, “Sikap Kepatuhan Umat Terhadap Keputusan Pemerintah dalam Penetapan Hari Besar Islam,” Jurnal Sosiologi Agama, Vol. 5 No. 2 (2020), hlm. 102.
Dian Puspita, “Pengembangan Kurikulum Ilmu Falak di Pesantren Modern,” Tsaqofah: Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 8 No. 2 (2022), hlm. 70.
Luluk Muniroh, “Urgensi Rukyah dalam Validasi Hisab: Studi di Beberapa Pesantren Jawa Timur,” El-Falaky: Jurnal Ilmu Falak, Vol. 6 No. 1 (2023), hlm. 17.
Syaiful Bahri, “Penggabungan Hisab dan Rukyah dalam Penetapan Awal Ramadan,” Tsaqofah, Vol. 7 No. 1 (2022), hlm. 53.
Laily Hasanah, “Problematika Pembelajaran Hisab Rukyah di Pesantren,” Tsaqofah: Jurnal Pemikiran Keislaman, Vol. 5 No. 2 (2020), hlm. 115.
Fitria Maulida, “Integrasi Ilmu Falak dan Teknologi Digital dalam Pembelajaran,” Jurnal Ilmu Falak Indonesia, Vol. 5 No. 1 (2021), hlm. 15.
Mustofa Kamal, “Desain Kurikulum Kontekstual Berbasis Falak di Pesantren,” Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 6 No. 1 (2020), hlm. 50–51
T.M. Hasby Ash-Shiddieqy, Pengantar Ilmu Falak (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2001), 5.
Ahmad Izzuddin, Ilmu Falak dalam Tradisi Islam (Semarang: Lembaga Studi Falak, 2010), 21..
M. Roem Rowi, Ilmu Falak: Teori dan Praktik (Surabaya: UIN Sunan Ampel Press, 2019), 65.





