Salafi Wahabi

Authors

  • Melani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Author
  • Sundari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Author
  • Darul Kutni Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Author
  • Nyono Cahyo Putro Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Author
  • Winda Rizki Yanti Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Author

Keywords:

Origin, Salafi and Wahabi

Abstract

wahabi merupakan sesuatu ajaran, atau gerakan dakwah yang dipelopori oleh Muhammad ibn Abd al wahhab saat abad ke 18 M. Beliau  memperjuangkan bersama golongannya di wilayah Najd, kemudiaan pengaruhnya menyebar di wilayah kerajaan Saudi Arabia dan wilayah di luarnya Saudi Arabia. Istilah Salafi bisa ditelusuri pada akar kata “Salafi” yang artinya orang orang yang hidup sebelum kita. ada tiga macam kelompok salafi yang berkembang di Indonesia yaitu Salafi Puris, yaitu: Sikap kelompok ini terhadap pemerintah dan negara bervariasi: ada yang menolak organisasi ataupun partai, ada yang koperatif dan terbuka dengan komunitas lain. Salafi Haraki: Merupakan kelompok yang mendukung pemurnian ajaran islam dan enggak setuju dengan ideologi dan aturan negara yang tidak berlandaskan secara langsung kepada syariat. Salafi Jihadi: melakukan penyerangan terhadap praktek ataupun kelompok yang melakukan kerusakan, pembunuhan, dan pemboman dengan mengatasnamakan jihad.

Abstract

Wahabı is a teaching, or missionary movement that was pioneered by Muhammad ibn Abd al Wahhab in the 18th century AD. He fought with his group in the Najd region, then its influence spread throughout the kingdom of Saudi Arabia and areas outside Saudi Arabia. The term Salafi can be traced to the root of the word "Salafi, which means people who lived before us. There are three types of Salafi groups that have developed in Indonesia, namely Salafi Puris, namely the attitude of this group towards the government and the state varies, some reject organizations or parties, some are cooperative and open to other communities. Salati Haraki is a group that supports the purification of Islamic teachings and does not agree with ideology and state regulations that are not based directly on sharia, Salafi Jihadı carries out attacks on practices or groups that commit murder and bombings in the name of TATEST jihad.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abduh, Muḥammad. al-Aʻmāl al-Kāmilah li al-Imām al-Shaykh Muḥammad‘Abduh, Muḥammad ‘Imārah (ed.), Cet. ke-1, Jilid I.

Beirut: Dār al Shurūq, 1414 H/1993 M.

Abbas, Siradjuddin. Iʻtiqad Ahlussunnah wa al-Jama’ah, Cet. ke-21. Jakarta: Pustaka Tarbiyah, 1996

Al- Shaibani. (1991). Ahmad bin Hanbal Al-Shaibani. Usul al-Sunnah . Kharaj KSA: Dar al Manar.

Madkour, Ibrahim. (2004). Fi al-Falsafah al-Islamiyah: Manhaj wa Tatbiqub al-Juz al-Tsani (selanjutnya disebut Fi al-Falsafah al-

Islamiyah), terjemahan Drs. Yudian Wahyudi Asmin, cet. 3. Bumi Aksara: Jakarta

Aji, U. P. (2023). Teologi wahabi: sejarah, pemikiran dan Perkembangannya. El-Adabi: Jurnal Studi Islam, 2(1)

Mujani, S. (2007). Muslim Demokrat: Islam, Budaya Demokrasi, dan Partisipasi Politik di Indonesia Pasca-Orde Bari. PT Gramedia Pustaka utama.

Purnomo, U., & DKK. (2023). Teologi Wahabi: Sejarah, Pemikiran dan Perkembangannya. EL-ABADI: Jurnal Studi Islam,

(01), 45–61.

Published

2024-01-02

Issue

Section

Articles