Implementasi Program Dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) Sekolah Menengah Pertama Di Kabupaten Padang Lawas
DOI:
https://doi.org/10.71242/bjm5gt48Keywords:
Program Implementation, Educational Services, School Operational AssistanceAbstract
The high number of children who do not continue their education to junior high school (SMP) due to limited facilities, especially in remote areas, is a serious problem in Padang Lawas Regency. The School Operational Assistance (BOS) program, which is expected to support equitable distribution of educational services, is deemed suboptimal. This study aims to describe the implementation of the BOS program at the junior high school level in Padang Lawas Regency. The study used qualitative methods with a descriptive approach. Data were obtained through interviews, observations, literature studies, and secondary data. The analysis was based on policy implementation indicators according to Charles O. Jones (1996), which include organization, interpretation, and application. The research informants included officials from the Education and Culture Office, school principals, community leaders, and dropouts. The results indicate that the organization of the BOS program is suboptimal due to the lack of regional regulations, such as Regent Regulations, that adapt central policies to local conditions. In terms of interpretation, the use of BOS funds does not fully reflect social, economic, and geographic needs, for example, the purchase of technology in areas with unstable electricity, while basic infrastructure is neglected. In terms of implementation, despite the budget increase, the impact on education quality has not been significant. The allocation model based on student numbers results in small schools in remote areas receiving minimal funding, despite their greater needs.
Abstrak
Tingginya angka anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) akibat keterbatasan fasilitas, terutama di wilayah terpencil, menjadi permasalahan serius di Kabupaten Padang Lawas. Program Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diharapkan mampu mendukung pemerataan layanan pendidikan dinilai belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program Dana BOS tingkat SMP di Kabupaten Padang Lawas. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, studi pustaka, dan data sekunder. Analisis didasarkan pada indikator implementasi kebijakan menurut Charles O. Jones (1996) yang meliputi pengorganisasian, interpretasi, serta penerapan/aplikasi. Informan penelitian terdiri dari pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kepala sekolah, tokoh masyarakat, serta anak-anak putus sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengorganisasian Program BOS belum optimal karena ketiadaan regulasi daerah seperti Peraturan Bupati yang mampu menyesuaikan kebijakan pusat dengan kondisi lokal. Pada aspek interpretasi, penggunaan dana BOS belum sepenuhnya mencerminkan kebutuhan sosial, ekonomi, dan geografis, misalnya pembelian teknologi di daerah dengan listrik tidak stabil, sementara sarana dasar terabaikan. Dari sisi penerapan, meskipun anggaran meningkat, dampaknya terhadap mutu pendidikan belum signifikan. Pola alokasi berbasis jumlah siswa menyebabkan sekolah kecil di daerah terpencil menerima dana minim, padahal kebutuhan mereka lebih besar.
Downloads
References
Ameliawati, Lia, Tasya Kurnia, and Naila Salsabilla. “Perbandingan Akuntabilitas Tranparansi Pengelolaan Dana Bos Pada SD Negeri Dan Swasta.” Jurnal Bisnis Dan Akuntansi Unsurya 10, no. 1 (2025): 78–92. https://doi.org/10.35968/jbau.
Amiruddin, M Syukron Ali, Moh Ansori Ft, Mahrus Ali, and Anim Jauhariyah. “Policy Innovations in Reducing Education Costs : Evidence-Based Strategies to Improve Accessibility and Quality Inovasi Kebijakan Dalam Mengurangi Biaya Pendidikan : Strategi Berbasis Bukti Untuk Meningkatkan Aksesibilitas Dan Kualitas.” Ico Edusha, 2024, 557–69.
Darim, Abdu. “Manajemen Perilaku Organisasi Dalam Mewujudkan Sumber Daya Manusia Yang Kompeten.” Munaddhomah 1, no. 1 (2020): 22–40. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v1i1.29.
Harahap, Wildan Fauzi, Imsar Imsar, and Nur Ahmadi Bi Rahmani. “Analisis Efektivitas Pemekaran Daerah Kabupaten Padang Lawas Dalam Perspektif Maqasyid Syariah.” EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis 11, no. 2 (2023): 1869–84. https://doi.org/10.37676/ekombis.v11i2.4966.
Karimulah, Achmad, and Nur Ittihadatul Ummah. “Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Madrasah Sebagai Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru Untuk Memotivasi Belajar Siswa MTs Muqoddimatul Akhlak Curah Wungkal Silo Jember.” Southeast Asian Journal of Islamic Education Management 3, no. 1 (2021): 13–34. https://doi.org/10.21154/sajiem.v3i1.74.
Lobubun, Muslim, Yohanis Anthon Raharusun, and Iryana Anwar. “Inkonsistensi Peraturan Perundang-Undangan Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Di Indonesia.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 4, no. 2 (2022): 294–322. https://doi.org/10.14710/jphi.v4i2.294-322.
Nursiniah, Shofwa, and Rusmiati Aliyyah. “Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ) Pada Sekolah Dasar.” Karimah Tauhid 3 (2024): 2832–55.
Rochaeni, Atik. “Interpretasi Dalam Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah Di Kabupaten Bandung.” Jurnal Ilmu Sosial 21, no. 2 (2023): 8–17.
Sari, Dwi Wulan, and Qolbi Khoiri. “Pendidikan Untuk Semua: Studi Pada Kebijakan Wajib Belajar 9 Tahun.” Journal on Education 5, no. 3 (2023): 9441–50. https://doi.org/10.31004/joe.v5i3.1757.
Setiawan, Heri, and Marjan Miharja. “Analisis Penggunaan Dana BOS Di SMA Muhammadiyah 4 Jakarta Terhadap Permendikbud Nomor 63 Tahun 2023 Tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan.” Humaniorum 3, no. 1 (2025): 32–37. https://doi.org/10.37010/hmr.v3i1.58.
Shaleheh, Sufia, Viony Dwi Arfa, Ermita, and Fifin Wildanah. “Strategi Pengelolaan Dana BOS Untuk Mewujudkan Efisiensi Dan Efektivitas Keuangan Sekolah.” Jurnal Ilmu Manajemen Dan Pendidikan 2, no. 1 (2025): 400–408.
Sisilia Windy, Pri. “Tantangan Dan Solusi Dalam Menegelola Keuangan Sekolah Secara Efektif.” Jurnal Ilmu Manajemen Dan Pendidikan 02, no. 01 (2025): 350–55.
Sitorus, Ellen Rotua Basaria, Widiayati, Nurdiansari, Nurlelawati, and Uspandi Haryaka. “Analisis Kebijakan Pembiayaan Pendidikan Tingkat SMP Di Indonesia Tantangan Dan Strategi Penanganan.” Jurnal Pendas Mahakam 9, no. February (2024): 4–6.
Srisaparmi, Srisaparmi, Aldri Frinaldi, Lince Magriasti, and Hendra Naldi. “Problematika Dan Tantangan Desentralisasi Di Indonesia: Kajian Literatur Review Pasca Reformasi.” Jurnal Manajemen Dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP) 7, no. 2 (2025): 213–20. https://doi.org/10.24036/jmiap.v7i2.1223.
Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif,Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2011.
———. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif Dan RD. Bandung: AlFabetha, 2017.
———. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2018.
Yahya, AHMAD ARDI. “Operasional Sekolah ( Bos ) Dan Sekolah Gratis ( Kasus Di Wilayah Kecamatan Blimbing Kota Malang ).” Unbraw, 2013.





