Moderasi Beragama: Pentingnya Toleransi dan Keharmonisan dalam Masyarakat Multikultural
Keywords:
religious moderation, tolerance, harmony, multicultural society, interfaith dialogueAbstract
This journal will discuss religious moderation as an effort to promote tolerance, respect for differences in beliefs, and build harmony in multicultural societies, as well as the importance of tolerance and harmony in multicultural societies. This research highlights the importance of interfaith dialogue, rejection of religious extremism, and promotion of universal values that encourage interfaith cooperation. The research aims to explore the role of religious moderation in fostering an attitude of understanding and appreciation of differences in multicultural societies. The main objective of the research is to emphasize the importance of religious moderation as a foundation for building harmony among religious communities and cultural diversity. To create an inclusive, peaceful, and sustainable environment, it is necessary to build a multicultural society based on tolerance, harmony, and interfaith dialogue. The methods used in this research are literature review and internet searching. Literature review is a data collection technique obtained by reading, noting, and synthesizing literary sources used as references, while internet searching method collects data from the internet, especially from official websites, online databases, and digital libraries. The author emphasizes the importance of religious moderation, tolerance, and harmony in multicultural societies. The author also discusses interfaith dialogue and the principles of religious dialogue.
Abstark
Jurnal ini akan membahas moderasi beragama sebagai upaya untuk mempromosikan toleransi, menghormati perbedaan keyakinan, dan membangun keharmonisan dalam masyarakat multikultural serta pentingnya toleransi dan keharmonisan dalam masyarakat multikultural. Penelitian ini menyoroti pentingnya dialog antaragama, penolakan terhadap ekstremisme agama, dan promosi nilai-nilai universal yang mendorong kerjasama lintas agama. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran moderasi beragama dalam menciptakan sikap saling memahami dan menghargai perbedaan di tengah masyarakat multikultural. Tujuan utama penelitian adalah untuk menyoroti pentingnya moderasi beragama sebagai landasan untuk membangun kerukunan antar umat beragama dan keberagaman budaya. Untuk menciptakan lingkungan yang inklusif damai dan berkelanjutan maka dibutuhkannya membangun masyarakat multikultural yang didasari oleh toleransi, keharmonisan, dan dialog antargama. dalam penelitian ini Metode yang digunakan yakni studi pustaka serta internet searching, metode Penelitian kepustakaan merupakan suatu cara pengumpulan data yang didapatkan melalui cara dengan membaca, mencatat dan mensintesis sumber-sumber pustaka yang dijadikan referensi dan metode internet searching mengumpulkan sumber informasi yang berasal dari internet terutama dari website-website resmi basis data online, dan perpustakaan digital. Penulis memaparkan bahwa pentingnya moderasi beragama serta toleransi dan keharmonisan dalam masyarakat multikultural. Penulis juga memberikan diskusi mengenai dialog antaragama dan prinsip-prinsip dialog agama.
Downloads
References
Ali, A. M. (1998). Agama: Dalam Pergumulan Masyarakat Kontenporer. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Atmaja, I. d. (2020). Membangun Toleransi Melalui Pendidikan Multikultural. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, Vol. 8 No 1.
Enjang Muhaemin, & I. S. (2019). Intoleransi Keagamaan Dalam Framing Surat Kabas Kompas Communicatus. Jurnal Ilmu Komunikasi, 17-34
https://Doi.Org/10.15575/Cjik.V3i1.5034
Hati, S. T. (2020). Upaya Meningkatkan Kesadaran Multikultural. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, Vol. 4 No. 2.
Hendropuspito. (1992). Sosiologi Agama. Yogyakarta: Kanisius.
Herwani. (2018). Keharmonisan Hidup Bermasyarakat Melalui Toleransi Dalam Perspektif Al- Qur'an. 104.
Knitter, Paul F (2004). Satu Bumi Banyak Agama. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Minan, Jeni (2017). Kekuasaan Dan Masyarakat Multikultural Di Indonesia. Jurnal administrasi dan Pemerintahan Daerah, Vol. 10, No. 6.
Misrawi. (2017). Al-Quran Kitab Toleransi Tafsir Tematik Islam Rahmatan lil Alamin.
Pustaka Oasis.
Muawanah. (2018). Pentingnya Pendidikan Untuk Tanamkan Sikap Toleran di Masyarakat. Jurnal Vijjacariya 5(1), 57, https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ harmony/article/view/46734.
Muaz, M & Ruswandi. (2022). Moderasi Beragama dalam Pendidikan Islam. Jurnal Ilmian Ilmu Pendidikan, 5(8), 3194-3203. https://doi.org/10.54371/jiip.v5i8.820.
Naftallinoa. (2009). Teologi Kristen Terpadu Dalam Lautan Konsepsitas Pluralisme Agama. Bekasi: Logos Heaven Light.
Nugraha, Citra. C., E. Tajuddin. N., & Taufik. M. (2021). Menanamkan Sikap Toleransi Pada Masyarakat Multikultural Dalam Prespektif Tafsir Al-Azhar. Jurnal Pendidikan, 745-751.
Nurdin, Fauziah. (2021). Moderasi Beragama Menurut Al-Quran dan Hadist. Jurnal Ilmiah Al Mu'Ashirah, 59-70.
Rupa, C. S. (2022). Prinsip Dialog Dalam Konteks Agama-Agama.
Roswati, Nurdin. (2020). Harmony In Multicultural (Upaya solutif Al-Qur'an). Ambon: LP2M IAIN Ambon.
Rifki, Rosyad., M. Taufik R., Haq, Mochamad. Z., Paelani. S., & R. F Bhanu. V. (2022). Toleransi dan Perdamaian di Masyarakat Multikultural. Bandung: Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Saifuddin, Lukman Hakim. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litban dan Diklat Kementrian Agama RI.
Sutrisno, Edy. (2019). Aktualisasi Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan. jurnal Bimas Islam, 12(1).
Samsi, Pomalingo. (2016). Membumikan Dialog Liberatif. Deepublish.
Sarwono. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu. Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syaroh, L. M., & Mizani, Z. M. (2020). Membentuk Karakter Religius dengan Pembiasaan Perilaku Religi di Sekolah: Studi di SMA Negeri 3 Ponorogo. Journal of Islamic Education Studies (IJIES), 63-82.
Widiatmaka, pipit., Hidayat, Muhammad Yusuf., Yapandi, & Rahnang. (2022). Pendidikan Multikultural dan Pembangunan Karakter Toleransi. Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia, 119-133.






