Peran Majelis Taklim Dalam Peningkatan Pengetahuan Agama Islam Dan Praktik Sosial Di Di Majelis Taklim Al-Misbah Kota Banjarbaru
DOI:
https://doi.org/10.71242/5nc1pn98Keywords:
Role, Majelis Taklim, Increasing Knowledge, Islamic Religion, Social PracticesAbstract
This study aims to analyze the role of the Al-Misbah Islamic Study Group (Majelis Taklim) in Banjarbaru City in improving Islamic religious knowledge and social practices among its congregation. The Majelis Taklim is a non-formal educational institution that functions not only as a place for religious learning but also as an agent for moral and social development in the community. The research method used is a descriptive qualitative approach, with data collection through observation, in-depth interviews with administrators and congregations, and documentation of Majelis Taklim activities. Data analysis was conducted interactively to explore the Majelis Taklim's understanding, practices, and contributions to the spiritual and social development of the community. The results show that the Majelis Taklim Al-Misbah plays a strategic role in two main aspects. First, increasing Islamic religious knowledge, which is realized through regular religious studies, thematic studies, lectures, and group discussions. These activities equip the congregation with a comprehensive understanding of faith, worship, morals, and muamalah, so that they are able to internalize Islamic values in their daily lives. Second, strengthening social practices, which is carried out through social activities such as social service, orphan assistance, and participation in community programs. These activities shape Islamic character, foster social awareness, and strengthen the bonds of brotherhood among the congregation. Based on these findings, it can be concluded that the Al-Misbah Islamic Study Group in Banjarbaru City serves as a holistic institution that integrates religious learning, character building, and social practices. The Islamic study group not only enhances the congregation's religious knowledge and awareness but also contributes to building a harmonious community with noble morals and a concern for public welfare. The findings of this study can serve as a reference for developing models of community development in other non-formal religious institutions.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Majelis Taklim Al-Misbah Kota Banjarbaru dalam meningkatkan pengetahuan agama Islam dan praktik sosial jamaah. Majelis taklim merupakan lembaga pendidikan nonformal yang berfungsi tidak hanya sebagai tempat pembelajaran keagamaan, tetapi juga sebagai agen pembinaan moral dan sosial masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengurus dan jamaah, serta dokumentasi kegiatan majelis taklim. Analisis data dilakukan secara interaktif untuk menggali pemahaman, praktik, dan kontribusi majelis taklim terhadap pengembangan spiritual dan sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Taklim Al-Misbah memainkan peran strategis dalam dua aspek utama. Pertama, peningkatan pengetahuan agama Islam, yang diwujudkan melalui pengajian rutin, kajian tematik, ceramah, dan diskusi kelompok. Kegiatan ini membekali jamaah dengan pemahaman yang komprehensif mengenai akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah, sehingga mampu menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, penguatan praktik sosial, yang dilakukan melalui kegiatan sosial kemasyarakatan seperti bakti sosial, santunan anak yatim, dan partisipasi dalam program komunitas. Kegiatan ini membentuk karakter Islami, menumbuhkan kepedulian sosial, dan mempererat ukhuwah antarjamaah. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Majelis Taklim Al-Misbah Kota Banjarbaru berperan sebagai lembaga holistik yang mengintegrasikan pembelajaran agama, penguatan karakter, dan praktik sosial. Majelis taklim tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran religius jamaah, tetapi juga berkontribusi dalam membangun komunitas yang harmonis, berakhlak mulia, dan peduli terhadap kesejahteraan masyarakat. Temuan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan model pembinaan umat di lembaga keagamaan nonformal lainnya
Downloads
References
Adi Candra, Wahyu, Mustaqim Hasan, and Sugiran. “Tantangan Guru Pendidikan Agama Islam Dalammenghadapi Era Society 5.0 Digital.” Jurnal Manajemen Dan Pendidikan 02, no. 07 (2023): 518–32. https://journal.an-nur.ac.id/index.php/unisanjournal.
Akbar, M Nur Baitullah, and Fikri Farikhin. “Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembinaan Akhlakul Karimah Siswa Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 03 Maesan.” Ta’limDiniyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) 1, no. 1 (2020): 57–73. https://tdjpai.iaiq.ac.id/index.php/pai/article/view/5.
Albusthomi, Andrias Nurkamil. “Pendidikan Akhlak Sebagai Landasan Pembentukan Karakter Di Majelis Taklim Konversi Diniyah (Mtkd) Al Ikhlas Kec. Bandung Kulon.” Jurnal TEXTURA 6 (2019): 15–37. https://journal.piksi.ac.id/index.php/TEXTURA/article/view/93.
Alfath, Khairuddin. “Pendidikan Karakter Disiplin Santri Di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro.” Al-Manar 9, no. 1 (2020): 134–35. https://doi.org/10.36668/jal.v9i1.136.
Anwar, Saeful, and Ahmad Firdaus. “Penerapan Metode Dakwah Mujadalah Di Majelis Taklim.” Lantera: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam 1, no. 2 (2023): 121.
Arikarani, Yesi. “PERAN MAJELIS TAKLIM SEBAGAI PENDIDIKAN ALTERNATIF DALAM MEREVITALISASI PENGETAHUAN AGAMA (Studi Kasus Di Majelis Ta’lim Al-Amanah) Desa Lubuk Ngin Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas).” El-Ghiroh Jurnal Studi Keislaman, 2017. https://jurnal.staibsllg.ac.id/index.php/el-ghiroh/article/view/28.
Damrizal. “Kebebasan Beragama Dalam Perspektif Abdurrahman Wahid.” Manthiq 1, no. 2 (2016): 117–29. https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/manthiq/search.
Dwi Rita Nova, Deana, and Novi Widiastuti. “Pembentukan Karakter Mandiri Anak Melalui Kegiatan Naik Transportasi Umum.” Comm-Edu (Community Education Journal) 2, no. 2 (2019): 113. https://doi.org/10.22460/comm-edu.v2i2.2515.
Fatimah, Meti, and Muhammad Ilyas. “Optimalisasi Administrasi Guru PAI Dalam Meningkatkan Efektivitas Kegiatan Belajar Mengajar Di Sekolah.” Jurnal Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam 27, no. 2 (2021): 635–37. https://journal.salahuddinal-ayyubi.com/index.php/ALJPAI/article/view/335/548.
Fatkhurohmah, Sefina Marantika, Imania Pratidina, Minsih, and Choiriyah Widyasari. “Pendekatan Inklusif Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Dasar Untuk Menghadapi Tantangan Abad 21.” Berkala Ilmiah Pendidikan 4, no. November (2024).
Hasanah, Holifatul, and Sony Sukmawan. “Berbingkai Kemajemukan Budaya, Bersukma Desakalapatra: Selidik Etnografi Atas Tradisi Tengger.” Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya 4, no. 1 (2021): 79–90. https://doi.org/10.30872/diglosia.v4i1.102.
Insani, Farah Dina. “Teori Belajar Humanistik Abraham Maslow Dan Carl Rogers Serta Implikasinya Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.” As-Salam: Jurnal Studi Hukum Islam & Pendidikan 8, no. 2 (2019): 209–30. https://doi.org/10.51226/assalam.v8i2.140.
Ismaidar et al. “Peran Guru PAI Dalam Gerakan Literasi Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Banda Aceh.” Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswaan 4 (2024).
Judrah, M, A Arjum, Haeruddin, and Mustabsyirah. “Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik.” Journal of Instructional and Development Researches 4, no. 1 (2024): 25–37. homepage: https://www.journal.iel-education.org/index.php/JIDeR.
Kamaruddin, Abdul, Ulinsa, Gazali Lembah, Sitti Harisah, and Taqyuddin Bakri. “Nilai Pendidikan Karakter Dalam Ungkapan Bahasa Kaili Dialek Rai.” Jentera: Jurnal Kajian Sastra 11 (2022): 399–409. https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/116627377/1999-libre.pdf?1720355571=&response-content-disposition=inline%3B+filename%3DNilai_Pendidikan_Karakter_dalam_Ungkapan.pdf&Expires=1764497600&Signature=Y~dYNbfWnMGNXhFVHpPvpeoJLd0z8c0tGtbjgRXWDF-rrJYdI3dPqG7NIJmIkZpSL3UwKc13NeTfQoTYHbbxTnD0kLGAZvXxfHaKAZNsGUqrQODAHjRNEOMo35tq4N~2Kgil121Ffs2hNfISjV2To2lCPusYolFSwdZAISwhjS~TLDlI3ImxaLgVYv6SoxNvYxt84aWeYZlGGjubgVqa0aipdn65H9sPqjoz3LOnTSP~e0eDm7pnC4QWxvrLjwf3OFMBlWUPt-PAi6VDPeQZDnQFWXhmW1j~K459umBUTkH-GjhLR2IBitkAkVe1AoV3FAKA2F0xCKa0oP90nal7Lg__&Key-Pair-Id=APKAJLOHF5GGSLRBV4ZA.
Kurniandini, Sholeh, Muchammad Iqbal Chailani, and Abdul Wahab Fahrub. “Pemikiran Ibnu Khaldun (Pragmatis-Instrumental) Tentang Pendidikan Dan Relevansinya Dengan Dunia Modern.” Jurnal Pendidikan 31, no. 3 (2022): 349. https://doi.org/10.32585/jp.v31i3.2864.
Mariana, S, A Syahid, and S Kadir. “Peran Majelis Taklim Al-Magfirah Melalui Pemanfaatan Media Sosial Dakwah Islamiyah Terhadap Pemahaman Keagamaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan ….” Jurnal Kolaboratif Sains 03, no. September 2020 (2020): 287–95. https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/1730.
Miskan. “Pemikiran Multikulturalisme K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Agama Islam Di Indonesia.” Al Furqan Jurnal Studi Pendidikan Islam VI, no. 2 (2018): 34–57. https://doi.org/http://ejournal.kopertais4.or.id/sasambo/index.php/alfurqan/article/view/3266.
Noorikhsan, Faisal Fadilla, Hilal Ramdhani, Budi Chrismanto Sirait, and Nisa Khoerunisa. “Dinamika Internet, Media Sosial, Dan Politik Di Era Kontemporer: Tinjauan Relasi Negara-Masyarakat.” Journal of Political Issues 5, no. 1 (2023): 95–109. https://doi.org/10.33019/jpi.v5i1.131.
Ratnasari, Laela, and Agus Suradika. “Building an Islamic School’s Reputation Among the Muslim Middle Class.” Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik Dan Komunikasi Bisnis 4, no. 1 (2020): 18.
Rifa’i, Muh. Khoirul. “Internalisasi Nilai-Nilai Religius Berbasis Multikultural Dalam Membentuk Insan Kamil.” Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) 4, no. 1 (2016): 116. https://doi.org/10.15642/pai.2016.4.1.116-133.
Suharsono, Suharsono. “Pendidikan Multikultural.” EDUSIANA: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam 4, no. 1 (2017): 13–23. https://doi.org/10.30957/edusiana.v4i1.3.
Tambunan, Amirsyah, and Ummah Karimah. “IMPLEMENTASI INTEGRASI KURIKULUM PADA PROSES SANTRI ( Studi Kasus Di Pesantren Tahfizh Daarul Qur ’ an Takhassus Banyuwangi ).” Prosiding Seminar Nasional Penelitian LPPM UMJ 2 (2022). https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaslit/article/view/15575/8206.
Umami, Muzlikhatun. “Penilaian Autentik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Dalam Kurikulum 2013.” Jurnal Kependidikan 6, no. 2 (2018): 222–32. https://doi.org/10.24090/jk.v6i2.2259.
Yasyah Sinaga, Yeni. “Studi Islam Dengan Pendekatan Fenomenologis.” Problem Dakwah Di Daerah Minoritas Muslim 8, no. 2 (2024): 156–73. https://ojs.diniyah.ac.id/index.php/DakwatulIslam/article/view/1069/481.
Yunus, Muhammad. “Implementasi Nilai-Nilai Toleransi Beragama Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.” AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Islam 15, no. 2 (2017): 166–87. https://doi.org/10.35905/alishlah.v15i2.566.





