Santripreneur Dan Tantangan Global: Langkah Pesantren Menaklukkan Zaman

Authors

  • Rahita Rahmadya Waluyo UINSU Author
  • Muhammad Iqbal UINSU Author
  • Puji Aulia Ananta UINSU Author
  • Dila Fairuz Salsabila UINSU Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/vccn3h55

Keywords:

Santripreneur, Global Challenges, Islamic Boarding School, Era

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren), as traditional Islamic educational institutions in Indonesia, are currently at a crucial crossroads between preserving tradition and the demands of global change. In the era of globalization and the Fourth Industrial Revolution, Islamic boarding schools face multidimensional challenges, including the rapid influx of foreign cultures, technological gaps, and the influx of transnational ideologies that have the potential to erode moderate Islamic values. These conditions require Islamic boarding schools to not only survive but also transform adaptively and strategically without losing their identity. To address these dynamics, Islamic boarding schools have begun developing curriculum adaptation strategies that are responsive to current developments. The integration of global expertise, such as digital literacy, foreign language proficiency, and strengthening soft skills, has become a crucial part of reforming the Islamic boarding school education system. The implementation of the Blended Learning model is a significant innovation that enables flexible learning processes, combining traditional methods with digital technology to foster 21st-century skills in students. Furthermore, character building remains a key foundation of Islamic boarding school education. The values ​​of Wasathiyah, or Islamic moderation, are intensively instilled to shape students who are tolerant, inclusive, and nationally minded. Santri are positioned not only as learners but also as agents of change capable of actively contributing to social life. The Santripreneurship program was developed as an effort to build economic independence among santri while strengthening ideological resilience. The analysis shows that through educational diplomacy and international collaboration, Islamic boarding schools have a significant opportunity to strengthen their role as Islamic educational institutions deeply rooted in tradition, yet adaptive and globally minded in responding to the challenges of the times.

Abstrak

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia kini berada pada persimpangan penting antara pelestarian tradisi dan tuntutan perubahan global. Di era globalisasi dan Revolusi Industri 4.0, pesantren dihadapkan pada tantangan multidimensi yang meliputi derasnya arus budaya asing, kesenjangan penguasaan teknologi, serta masuknya ideologi transnasional yang berpotensi mengikis nilai-nilai keislaman moderat. Kondisi ini menuntut pesantren untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga bertransformasi secara adaptif dan strategis tanpa kehilangan jati dirinya. Dalam menghadapi dinamika tersebut, pesantren mulai mengembangkan strategi adaptasi kurikulum yang responsif terhadap perkembangan zaman. Integrasi keahlian global, seperti literasi digital, penguasaan bahasa asing, dan penguatan soft skills, menjadi bagian penting dari pembaruan sistem pendidikan pesantren. Penerapan model Blended Learning menjadi salah satu inovasi signifikan yang memungkinkan proses pembelajaran berjalan secara fleksibel, menggabungkan metode tradisional dengan teknologi digital guna menumbuhkan kecakapan abad ke-21 pada diri santri. Di sisi lain, penguatan karakter tetap menjadi fondasi utama pendidikan pesantren. Nilai Wasathiyah atau moderasi Islam ditanamkan secara intensif untuk membentuk santri yang toleran, inklusif, dan berwawasan kebangsaan. Santri tidak hanya diposisikan sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai agent of change yang mampu berkontribusi aktif dalam kehidupan sosial. Program Santripreneurship turut dikembangkan sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi santri sekaligus memperkuat ketahanan ideologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa melalui diplomasi pendidikan dan kolaborasi internasional, pesantren memiliki peluang besar untuk meneguhkan perannya sebagai institusi pendidikan Islam yang berakar kuat pada tradisi, namun tetap adaptif dan berwawasan global dalam menjawab tantangan zaman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad Reza Maulana, Salsabila Wulandari, Rezza Mifachu Rizqi, Tajriyah Tajriyah, Arlino Pratama, and Mochammad Faisal Mulyawan. “Penguatan Karakter Santri Sebagai Strategi Menghadapi Tantangan Globalisasi Di Pesantren Darussalam Blokagung.” Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Humaniora 5, no. 2 (2025): 940–50. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v5i2.6359.

Amalia, Novi. “Peran Pondok Pesantren Modern Gontor Sebagai Instrumen Multitrack Diplomacy Pendidikan Dalam Kerjasama Internasional.” Nation State Journal of International Studies 2, no. 2 (2018): 151–60. https://doi.org/10.24076/nsjis.2019v2i2.163.

Fariq, Wan Muhammad. “Analisis Deskriptif Inovasi Strategi Dan Metode Pembelajaran Dalam Kerangka Merdeka Belajar.” Jurnal Kependidikan 12, no. 3 (2023): 189–202. https://mail.jurnaldidaktika.org/contents/article/view/215/136.

Hadi, Nanang Faisol, and Nur Kholik Afandi. “Literature Review Is A Part of Research.” Sultra Educational Journal 1, no. 3 (2021): 64–71. https://doi.org/10.54297/seduj.v1i3.203.

Hasan, Moch. Zainul, and Munirul Abidin. “Peran Dan Strategi Penanaman Nilai Moderasi Beragama Di Pondok Pesantren Nurul Jadid.” JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 7, no. 7 (2024): 6769–74. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i7.5270.

Hidayatullah, Efendi. “Rekonstruksi Konseptual Pendidikan Holistik: Pendekatan Fenomenologis Terhadap Inklusivitas Dan Kesadaran Sosial.” Jurnal Studi Edukasi Integratif 1, no. 1 (2024): 55–68. https://pustaka.biz.id/journal/jsei/article/view/11/6.

Julianto, Lulut, and Siti Choiriyah. “Konsep Pendidikan Islam Modern Menurut K.H. Abdul Wahid Hasyim.” AL-AFKAR: Journal for Islamic Studies 8, no. 1 (2025): 336–47. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v8i1.1020.Concept.

Kamal, Aulia. “Spiritual-Humanisme Hasan Askari Dan Dialog Interreligi Di Indonesia.” Studia Sosia Religia 2, no. 2 (2019). https://doi.org/10.51900/ssr.v2i2.6486.

Kurniati, Mia, Miftahus Surur, and Ahmad Hafas Rasyidi. “Peran Kepemimpinan Kyai Dalam Mendidik Dan Membentuk Karakter Santri Yang Siap Mengabdi Kepada Masyarakat.” Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Hadist 2, no. 2 (2019): 194–203. https://doi.org/10.35132/albayan.v2i2.80.

Marlion, Ferki Ahmad, Kamaluddin Kamaluddin, and Putri Rezeki. “Tasybih At-Tamtsil Dalam Al-Qur΄an: Analisis Balaghah Pada Surah Al-Kahfi.” Lughawiyah: Journal of Arabic Education and Linguistics 3, no. 1 (2021): 33. https://doi.org/10.31958/lughawiyah.v3i1.3210.

Masykuri, Masykuri, Khadijatul Qodriyah, and Zakiyah Bz. “PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL BERWAWASAN WASATHIYAH: Penguatan Karakter Wasathiyah Santri Patriot Panji Pelopor.” Jurnal Islam Nusantara 4, no. 2 (2020): 246. https://doi.org/10.33852/jurnalin.v4i2.234.

Moh Mahfud, Artamin Hairit. “PONDOK PESANTREN MASA DEPAN : STUDI POLA MANAJEMEN,” n.d.

Mu’minah, Najwa. “Character Building Dalam Konsep Pendidikan Imam Zarkasyi Ditinjau Dari Filsafat Moral Ibnu Miskawaih.” Jurnal Filsafat 25, no. 1 (2016): 100. https://doi.org/10.22146/jf.12616.

Mulianti, Eli Sri. “Pengembang Budaya Organisasi Dalam Lembaga Pendidikan.” El-Wahdah 2 (2021): 1–11. https://pesantrenalmarifah.wixsite.com/yayasan/lembaga-pendidikan.

Perdana, Novrian Satria. “Implementasi Peranan Ekosistem Pendidikan Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik.” Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan 8, no. 2 (2018). https://doi.org/10.24176/re.v8i2.2358.

Ramadhani, Tangguh, and Mintaraga Eman Surya. “Nilai-Nilai Aqidah Islam Dalam Kitab Ayyuhal Walad Karya Imam Al Ghazali.” Jurnal Pendidikan Dan Media Pembelajaran 2, no. 1 (2024): 35–53. https://www.ejournal.literaaksara.com/index.php/JPMP/article/view/115/93.

Satria Pratama, Nauval, Tion Iswanto, Filjah Hasyanti, Elisa Qotrunnada, and Muhammad Zaidan Kaisan. “Strategi Pembentukan Karakter Santri Menyikapi Tantangan Dan Peluang Zaman: Studi Kasus Di Pondok Pesantren Bustanul Makmur II.” CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies 7, no. 1 (2025): 196–204. https://doi.org/10.37567/cbjis.v7i1.3948.

Shohib, Moch, and Narsim. “Society 5.0; Tuntutan Strategi Pendidikan Entrepreneurship Di Pesantren Melalui SOAR Analysis.” Idarotuna : Journal of Administrative Science 3, no. 2 (2023): 168–86. https://doi.org/10.54471/idarotuna.v3i2.38.

Sobirin, and Budi Santoso. “Peran Pesantren Al-Zaytun Dalam Implementasi Moderasi Beragama.” Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah 5, no. 1 (2025): 39–53. https://doi.org/10.56874/almanaj.v5i1.2287.

Usman, Muhammad Idris. “Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam (Sejarah Lahir, Sistem Pendidikan, Dan Perkembangannya Masa Kini).” Jurnal Al Hikmah XIV, no. 1 (2013): 101–19.

Wati, Ririn Ambar. “Pendidikan Multikultural Berbasis Kitab Kuning Santri Di Ponpes Al-Mukhlisin Kota Batu.” Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi Dan Pemikiran Hukum Islam 13, no. 2 (2022): 272–87. https://doi.org/10.30739/darussalam.v13i2.1254.

Widyawati, Maya. “Development of Perdikan Tawangsari Village, Tulungagung Regency 1824-1905.” Avatara 6, no. 2 (2018): 269–77. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/24491.

Wiranata, Rz. Ricky Satria. “Tantangan, Prospek Dan Peran Pesantren Dalam Pendidikan Karakter Di Era Revolusi Industri 4.0.” Al-Manar 8, no. 1 (2019): 61–92. https://doi.org/10.36668/jal.v8i1.99.

Zulfahmi. “Tinjauan Analisis Kontribusi Pesantren Dalam Menjaga Perdamaian Melalui Sikap Moderat Santri.” Actual 14, no. 1 (2024): 42–46.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Santripreneur Dan Tantangan Global: Langkah Pesantren Menaklukkan Zaman. (2025). AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam , 3(1), 157-168. https://doi.org/10.71242/vccn3h55