Dinamika Identitas Yahudi : Jejak Historisnya di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.71242/kqpft328Keywords:
Jews, religion, , and nationAbstract
Yahudi merupakan istilah yang merujuk pada keturunan Yahuda, salah satu putra Nabi Ya‘qub, sehingga identitas Yahudi secara tradisional ditentukan oleh garis keturunan, bukan semata-mata oleh keyakinan atau tingkat ketaatan beragama. Seseorang tetap dianggap Yahudi meskipun tidak menjalankan ajaran agama Yahudi atau bahkan menyimpang darinya. Sebagai salah satu agama samawi tertua, Yahudi telah eksis sekitar dua ribu tahun sebelum munculnya Islam dan berkembang dari ajaran tauhid Nabi Ibrahim yang kemudian dilembagakan secara normatif melalui Nabi Musa dengan penegasan keesaan Tuhan dan hukum Taurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji identitas keagamaan Yahudi serta menelusuri keberadaan dan dinamika komunitas Yahudi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan historis-deskriptif terhadap sumber-sumber literatur sejarah dan keagamaan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa identitas Yahudi memiliki karakter unik karena bersifat etno-religius, di mana aspek keturunan memainkan peran utama dalam menentukan keanggotaan komunitas. Dari sisi historis, komunitas Yahudi di Indonesia telah hadir sejak abad ke-17 melalui jalur perdagangan internasional dan migrasi pada masa kolonial, terutama di wilayah pelabuhan strategis. Namun, pasca-kemerdekaan Indonesia, jumlah komunitas Yahudi mengalami penyusutan signifikan akibat faktor politik, sosial, dan migrasi ke luar negeri. Meskipun demikian, jejak historis keberadaan Yahudi di Indonesia tetap memiliki makna penting dalam konteks pluralitas keagamaan. Keberadaan mereka menunjukkan bahwa Indonesia sejak lama menjadi ruang perjumpaan berbagai tradisi keagamaan dunia. Dengan demikian, studi ini menegaskan bahwa komunitas Yahudi, meskipun kecil dan minor, berkontribusi dalam memperkaya spektrum keberagaman dan sejarah toleransi keagamaan di Indonesia.
Abstrak
Yahudi merupakan istilah yang merujuk pada keturunan Yahuda, salah satu putra Nabi Ya‘qub, sehingga identitas Yahudi secara tradisional ditentukan oleh garis keturunan, bukan semata-mata oleh keyakinan atau tingkat ketaatan beragama. Seseorang tetap dianggap Yahudi meskipun tidak menjalankan ajaran agama Yahudi atau bahkan menyimpang darinya. Sebagai salah satu agama samawi tertua, Yahudi telah eksis sekitar dua ribu tahun sebelum munculnya Islam dan berkembang dari ajaran tauhid Nabi Ibrahim yang kemudian dilembagakan secara normatif melalui Nabi Musa dengan penegasan keesaan Tuhan dan hukum Taurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji identitas keagamaan Yahudi serta menelusuri keberadaan dan dinamika komunitas Yahudi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan historis-deskriptif terhadap sumber-sumber literatur sejarah dan keagamaan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa identitas Yahudi memiliki karakter unik karena bersifat etno-religius, di mana aspek keturunan memainkan peran utama dalam menentukan keanggotaan komunitas. Dari sisi historis, komunitas Yahudi di Indonesia telah hadir sejak abad ke-17 melalui jalur perdagangan internasional dan migrasi pada masa kolonial, terutama di wilayah pelabuhan strategis. Namun, pasca-kemerdekaan Indonesia, jumlah komunitas Yahudi mengalami penyusutan signifikan akibat faktor politik, sosial, dan migrasi ke luar negeri. Meskipun demikian, jejak historis keberadaan Yahudi di Indonesia tetap memiliki makna penting dalam konteks pluralitas keagamaan. Keberadaan mereka menunjukkan bahwa Indonesia sejak lama menjadi ruang perjumpaan berbagai tradisi keagamaan dunia. Dengan demikian, studi ini menegaskan bahwa komunitas Yahudi, meskipun kecil dan minor, berkontribusi dalam memperkaya spektrum keberagaman dan sejarah toleransi keagamaan di Indonesia.
Downloads
References
Adelia Hanny Rachman, Jewish existence in Indonesia: Identity, recognition, and prejudice, IjoReSH: Indonesian Journal Of Religion, Spiritually, and Humanity, Vol.1, No.1 (2022). https://doi.org/10.18326/ijoresh.v1i1.1-25
Abah Salma Alif Sampayya, Keseimbangan Matematika Dalam Al-Qur’an (Republika Press: 2007). https://www.google.co.id/books/edition/Keseimbangan_Matematika_Dalam_Al_Al_Qur/4I7lEsDndAUC?hl=id
Solideglory Miracle Assa, Negoisasi Identitas Tradisi Minahasa Oleh Pemeluk Yudaisme di SinagogeShaar HaShamayim Tondano, Jurnal Kewarganegaraan, Vol.7, No.1 (2023). https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.4583
Irwansyah Irwansyah dan Mukhlis Lubis, Between Assimilation and Identity : The Dynamics of the Jewish Community In Indonesia, Asian Journal of Humanities, Vol.2, No.7, (2024). https://doi.org/10.59888/ajosh.v2i7.289
Yopi Burhanudin, Subhan Agung, dan Randi Muchariman, The Existence of The Eits Chaim Jewish Community in Jakarta, IJSSR: International Journal of Social Sciences Review,Vol.2, No.2 (2021). https://doi.org/10.57266/ijssr.v2i2.73
Banna Nidham Ulhaq dan Isa Anshori, IDENTITAS NASIONAL SUATU BANGSA DAN NEGARA SERTA PERANAN PENTING KONSTITUSI DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA, JURNAL GLOBAL CITIZEN: JURNAL ILMIAH KAJIAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN, Vol.11, No.2 (2022). https://doi.org/10.33061/jgz.v11i2.7655
Hasbi Siddiq, RELASI SOSIAL Yahudi DAN ISLAM, TASAMUH: JURNAL STUDI ISLAM, Vol.7, No.2 (2015) https://share.google/vVCIFsydTguYBalzg
Nur Fadilah Amin dan Susmihara Susmihara, HUBUNGAN Yahudi DAN ISLAM DALAM LINTASAN SEJARAH, JURNAL PILAR: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, Vol.13, No.2 (2022). https://doi.org/10.26618/1a44p387
Ilim Abdul Halim, AGAMA YAHUDI SEBAGAI FAKTA SEJARAH DAN SOSIAL KEAGAMAAN, Religious : Jurnal Agama dan Lintas Budaya, Vol.1, No.2 (2017). https://doi.org/10.15575/rjsalb.v1i2.1392
Andy Eliyah Humairah dan Hasanuddin, Hubungan Islam dan Yahudi Dalam Lintas Sejarah, Edusociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi, Vol.6, No.2 (2023). https://doi.org/10.33627/es.v6i2.1500
Muhammad Hilmi Pauzian, Konsep Tuhan dan Ajaran Agama Yahudi, Jurnal Religi : Jurnal Studi Agama-Agama, Vol.10, No.2 (2023). https://doi.org/10.14421/rejusta.v19i2.4564
Munawwir Haris , SEJARAH HUBUNGAN Yahudi DAN ISLAM, TASAMUH: JURNAL STUDI ISLAM, Vol.8, No.1 (2016) https://share.google/dpFZTF0HvSJ02FYyM
Samsuri Samsuri, YAHUDI DALAM ZIONISME DAN ISRAEL, MILLAH, Vol.3, No.2 (2004). https://share.google/hinScBvdDwiXl0WNa
Fitriyah Fitriyah, KAUM Yahudi DAN UZAIR AS, Al-MUBARAK: Jurnal Kajian Al-Qur’an dan Tafsir, Vol.9, No.2 (2024). https://doi.org/10.47435/al-mubarak.v9i2.3291
Khoidir Khoidir, Dwi Kurniawan, dan Tazkia Suhaila Musa, SEJARAH AGAMA Yahudi, Al-Hikmah: Jurnal Studi Agama-Agama, Vol.9, No.2 (2023). https://doi.org/10.30651/ah.v9i1.16630
Andika A Aliran-Aliran Dalam Agama Yahudi. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, Vol.2,No.1(2022). https://jurnal.arraniry.ac.id/index.php/abrahamic/article/view/12133
Mohamad Rezky utama, identity and sence of belonging of Indonesian jewish communities, joernal of international Studies, Vol..5, No.2 (2022). https://doi.org/10.24076/nsjis.v5i2.877
Zaenal Abidin, Eksistensi Pemeluk Agama Yahudi di Manado, Jurnal Multikultural & Multireligius Vol. 14 No. 3 (2015), https://doi.org/10.32488/harmoni.v14i3.102
Maulana, Abdullah Muslich Rizal. MultipleReligious Belonging among Congregation Members of theUnited Indonesian Jewish Community and ShaʾarHashamayim Synagogue. Millah: Journal of ReligiousStudies, Vol.23, No.1 (2024). 406.https://doi.org/10.20885/millah.vol23.iss1.art12
Rachman Rachman dan Adelia Hanny, Jewish existence in Indonesia: identity, recognition, and prejudice, IjoReSH : Indonesian Journal of Religion, Spirituality and Humanity, Vol.1, No.1 (2022)). https://doi.org/10.18326/ijoresh.v1i1.1-25





