Komitmen Guru PAI Terhadap Pembinaan Akhlak Peserta Didik Pada Era Digital di SMP Negeri 1 Jebus
DOI:
https://doi.org/10.71242/2fnxe558Keywords:
Commitment, Moral Development, Digital EraAbstract
This study explores the commitment of Islamic Religious Education (PAI) teachers in nurturing students’ moral character in the digital era at SMP Negeri 1 Jebus, West Bangka Regency. The background of this research stems from the significant challenges faced by PAI teachers amid the rapid progress of digital technology, which has reshaped students’ behavior, ways of thinking, and moral orientation. Easy access to information through the internet and social media has had a considerable impact on students’ character formation and patterns of interaction within the school environment. The study aims to describe the forms of commitment demonstrated by PAI teachers in fostering students’ moral values in the digital era. A qualitative approach was employed using a case study method. Data were gathered through interviews, observations, and documentation involving the principal, PAI teachers, and students. Data analysis followed the Miles and Huberman interactive model. The results of this study indicate that: 1) The commitment of PAI teachers at SMP Negeri 1 Jebus is reflected in various dimensions, such as exemplary conduct, moral responsibility in shaping students’ character, and consistency in integrating Islamic values across the learning process. 2) The strategies employed by teachers include value-based learning, habituation programs such as congregational prayers, short sermons (kultum), and Islamic digital literacy activities, as well as the use of online platforms to share light Islamic messages that are relevant to students’ daily lives. 3) Supporting factors of teacher commitment consist of institutional support, adequate digital infrastructure, and strong collaborative relationships among teachers and parents. 4) Challenges encountered include insufficient supervision of students’ social media usage, limited Islamic digital literacy, and social environmental influences that are not always aligned with moral educational values. 5) Despite these obstacles, PAI teachers consistently strive to uphold their commitment by strengthening personal approaches, enhancing creativity in teaching, and engaging in ongoing reflection and innovation to ensure that moral education remains meaningful and adaptive in the digital age.
Abstrak
Penelitian ini mengkaji tentang komitmen guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina akhlak siswa pada era digital di SMP Negeri 1 Jebus, Kabupaten Bangka Barat. Latar belakang penelitian ini adalah adanya tantangan besar bagi guru PAI di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital yang telah mengubah perilaku, cara berpikir, dan nilai moral peserta didik. Kemudahan akses terhadap informasi melalui internet dan media sosial sering memengaruhi karakter serta pola interaksi siswa di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk komitmen guru PAI dalam pembinaan akhlak siswa pada era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru PAI, dan peserta didik. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Bentuk komitmen guru PAI di SMP Negeri 1 Jebus tercermin dalam berbagai aspek, antara lain keteladanan dalam berperilaku, tanggung jawab moral terhadap pembinaan karakter siswa, hingga konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai Islam. Strategi yang digunakan guru PAI dalam membina akhlak meliputi pembelajaran berbasis nilai (value-based learning), kegiatan pembiasaan seperti salat berjamaah, kultum, dan literasi digital Islami, serta penggunaan platform daring untuk menyebarkan materi dakwah ringan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Faktor pendukung komitmen guru PAI antara lain adanya dukungan, ketersediaan sarana dan prasarana digital yang memadai, serta kerja sama yang optimal. Faktor penghambat meliputi lemahnya pengawasan penggunaan media sosial oleh siswa, rendahnya literasi digital Islami, dan pengaruh lingkungan sosial yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai pendidikan akhlak. Meskipun menghadapi kendala tersebut, guru PAI tetap berupaya meneguhkan komitmen mereka dengan memperkuat pendekatan personal, meningkatkan kreativitas dalam pembelajaran, serta terus melakukan refleksi dan inovasi agar pendidikan akhlak tetap relevan di era digital.
Downloads
References
Ahmad Rijali. “Analisis Data Kualitatif.” Jurnal Al-Hadharah 17 (2018).
Ahsanulkhaq, Moh. “Membentuk Karakter Religius Peserta Didik Melalui Metode Pembiasaan.” Jurnal Prakarsa Paedagogia 2, no. 1 (2019). https://doi.org/10.24176/jpp.v2i1.4312.
Asih dan Rusi. Kompetensi Guru: Konsep Dan Implikasi. Bogor: Universitas Djuanda, 2022.
Dasar, Sekolah, Fitriani Rafikasari, Muslimin Ibrahim, Siti Maghfirotun Amin, and Sukron Djazilan. “Keefektifan Pembelajaran Agama Islam Melalui Pendekatan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Dan Menyenangkan (Pakem) Di Sekolah Dasar.” Jurnal Basicedu 5, no. 5 (2021): 3232–41. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i5.1314.
Edi Syahputra dan Pohan. “Strategi Dan Upaya Guru Agama Islam Dalam Membangun Akhlak Peserta Didik: Studi Kasus SMP Muhammadiyah 3 Medan.” Pediaqu : Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora 3 (2024).
Endang Hermansyah et al. “Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Akhlak Peserta Didik Di MTs-Al Islamiyah.” Jurnal Tarbiyah Jamiat Kheir 2 (2024).
Harahap, Akhir Pardamean, Muhammad Hazrat Khairi, Hera Yanti Situmorang, Rizky Nanda Arleni, and Devi Permata Sari. “Implementasi Bimbingan Konseling Islam Terhadap Kenakalan Remaja Di Era Digital.” Jurnal Pendidikan Dan Konseling 5 (2023): 3634–44. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/11593.
Hartono, Jogiyanto. Metoda Pengumpulan Dan Teknik Analisis Data. Yogyakarta: ANDI, 2018.
Hidayah, Yayah, and Anas Khiyarunnas. “Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Karakter Siswa Di Smpn 101 Jakarta.” Jurnal Tarbiyah Jamiat Kheir 2, no. 1 (2024): 227–43. https://doi.org/10.62026/j.v2i1.41.
Juan Herrera and Carlos De Las Heras-Rosas. “The Organizational Commitment in the Company and Its Relationship With the Psychological Contract.” Frontiers in Psychology 11 (2021).
Laila Zufiroh et al. “Tantangan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menghadapi Era Society 5.0.” An-Nur: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Pendidikan Dan Keislaman 9 (2023).
Latifah, and Awad. “METODE PENDIDIKAN KARAKTER DI PESANTREN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM.” JIS : JOURNAL ISLAMIC STUDIES 1 (2023): 391–98. https://qjurnal.my.id/index.php/jis/article/view/527/410.
Maharani. “Kesenjangan Digital Pendidikan Agama Islam Dalam Keluarga Dan Masyarakat.” Sabilarrasyad: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Kependidikan 7 (2023).
Marsuin. “Kreativitas Guru Pondok Pesantren Dalam Membina Akhlak Santri Di Pondok Pesantren.” Al-Miskawaih: Journal of Science Education 3 (2024).
Ria dan Syarif. Komitmen Organisasi Definisi, Dipengaruhi & Mempengaruhi. Makassar: Nas Media Pustaka, 2017.
Ridlo, Ubaid. Metode Penelitian Studi Kasus: Teori Dan Praktik. Edited by Ahmad Royani. Jakarta Selatan, Prov. DKI Jakarta: Publica Indonesia Utama Anggota IKAPI DKI Jakarta, 2023.
Santika et al. “Sosiologi Pendidikan Dalam Pembentukan Karakter Siswa Di Sekolah.” Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, Dan Pengajarannya 2 (2023).
Savira, and Rizky. “Pembentukan Karakter Cinta Tanah Air Melalui Upacara Bendera Pada Kelas Tinggi Di MI Walisongo Jerakah Kecamatan Tugu Kota Semarang Tahun Pelajaran 2016/2017,” 2017, 115.
Setiawan, Farid, Fita Triyana, Khalidah Fitri Arum Sari, and Andini. “Implementasi Kebijakan Pendidikan Dalam Pengembangan Pendidikan Agama Islam Di Sekolah.” Jurnal Pusaka 10, no. 1 (2021): 22–29. https://doi.org/10.35897/ps.v10i1.580.
Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2023.
———. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2018.
Umar, Mardan, Feiby Ismail, and Nizma Syawie. “Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Moderasi Beragama Pada Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini.” EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan 19, no. 1 (2021): 101–11. https://doi.org/10.32729/edukasi.v19i1.798.
Wahilda dan Andriyani. “Pembinaan Akhlak Peserta Didik : Peran Guru Pendidikan Agama Islam Di Madrasah Aliyah Kabupaten Jepara.” Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences 5 (2024).
Widianto, Edi. “Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi.” Journal of Education and Teaching 2 (2021).
Winda et al. “Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembinaan Akhlak Peserta Didik Di Smk Sunan Kalijaga Randuagung Lumajang.” IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman 6 (2022).
Yakin, Ipa Hafsiah. Metodologi Penelitian (Kuantitatif & Kualitatif). Garut: CV. Aksara Global Akademia, 2023.
Zalsabella P, Difa, Eka Ulfatul C, and Moh Kamal. “Pentingnya Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Nilai Karakter Dan Moral Anak Di Masa Pandemi.” Journal of Islamic Education 9, no. 1 (2023): 43–63. https://doi.org/10.18860/jie.v9i1.22808.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dessy Susanti (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






