Penalaran Filosofis Terhadap Warisan :Hakikat Keadilan Dalam Pembagian Warisan 2:1 Antara Laki-laki Dan Perempuan

Authors

  • Nabil Akbar UIN Alauddin Makassar Author
  • Muh. Resky Akbar UIN Alauddin Makassar Author
  • Yuyuk Adelista UIN Alauddin Makassar Author
  • Kurniati UIN Alauddin Makassar Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/v0p1qz52

Keywords:

inheritance, justice, heirs

Abstract

This study examines the philosophical reasoning behind the 2:1 inheritance distribution provision between men and women in Islamic law, focusing on the nature of justice that forms the normative and moral basis of this rule. Although this provision is textually explicit based on the Qur'an, particularly Surah An-Nisa' verse 11, modern social dynamics characterized by changing gender roles, women's economic contributions, and the complexity of family structures demand a deeper re-understanding. This study uses a philosophical-normative approach and maqasid al-shari'ah analysis to examine the objectives of sharia behind this distribution, namely safeguarding property, creating a balance of responsibilities, and protecting human dignity. The results of the study indicate that the 2:1 provision was not intended as a form of discrimination, but rather an expression of distributive justice in the context of early Islamic society, when men bore the full burden of support. From the perspective of Islamic legal philosophy, justice does not only mean numerical equality, but also considers the needs, vulnerabilities, and social responsibilities of each heir. Therefore, contemporary scholars create flexibility through mechanisms such as gifts, wills, takhayyur, and contextual interpretations based on the principles of maqasid (the principle of justice) to ensure substantive justice is maintained. This research confirms that philosophical reasoning regarding inheritance law is not intended to replace the text, but rather to explore the moral wisdom behind it. By placing justice as its primary concern, Islamic inheritance law can be applied more relevantly, adaptively, and in accordance with the welfare of modern society without losing the integrity of sharia.

Abstrak

Penelitian ini membahas penalaran filosofis terhadap ketentuan pembagian warisan 2:1 antara laki-laki dan perempuan dalam hukum Islam, dengan fokus pada hakikat keadilan yang menjadi dasar normatif dan moral aturan tersebut. Meskipun ketentuan ini secara tekstual bersifat tegas berdasarkan Al-Qur’an, khususnya QS. An-Nisa’ ayat 11, dinamika sosial modern yang ditandai oleh perubahan peran gender, kontribusi ekonomi perempuan, dan kompleksitas struktur keluarga menuntut pemahaman ulang yang lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis-normatif dan analisis maqashid al-syari‘ah untuk menelaah tujuan syariat di balik pembagian tersebut, yaitu menjaga harta, menciptakan keseimbangan tanggung jawab, serta melindungi martabat manusia. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketentuan 2:1 tidak dimaksudkan sebagai bentuk diskriminasi, tetapi merupakan ekspresi keadilan distributif dalam konteks masyarakat awal Islam, ketika laki-laki memikul beban nafkah penuh. Dalam perspektif filsafat hukum Islam, keadilan tidak hanya bermakna kesetaraan numerik, tetapi mempertimbangkan kebutuhan, kerentanan, dan tanggung jawab sosial masing-masing ahli waris. Oleh karena itu, ulama kontemporer membuka ruang fleksibilitas melalui mekanisme seperti hibah, wasiat, takhayyur, dan interpretasi kontekstual berbasis maqashid untuk memastikan keadilan substantif tetap terwujud. Penelitian ini menegaskan bahwa penalaran filosofis terhadap hukum waris bukan bertujuan mengganti teks, melainkan menggali hikmah moral di baliknya. Dengan menempatkan keadilan sebagai ruh utama, hukum waris Islam dapat diterapkan secara lebih relevan, adaptif, dan sesuai dengan kemaslahatan masyarakat modern tanpa kehilangan integritas syariat

References

Afrizal, and Fauzan. “Tinjauan Filsafat Hukum Islam Dalam Pembagian Ahli Waris Pengganti.” USRATY : Journal of Islamic Family Law 2, no. 1 (2024): 1–14. https://ejournal.uinbukittinggi.ac.id/index.php/usraty/article/view/8535/2142.

Fajria, Muhammad, Ahmad Rapia, Restu Ilham Perdiansyaha, Windy Kartika Saria, and Syamsiaha. “Azas Keadilan Dalam Ilmu Mawarist Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Perdata Dan Hukum Adat.” Jurnal Sains Ekonomi Dan Edukasi 1, no. 12 (2024): 1193–1203. https://manggalajournal.org/index.php/AKSIOMA/article/view/648/877.

Hakim, Guswan, Safril Sofwan Sanib, Oheo Kaimuddin Haris, Deity Yuningsih, and Husrin Sholeh Toarima. “Penemuan Hukum Terhadap Pembagian Warisan Bagi Anak Laki-Laki Dan Perempuan Di Indonesia Berdasarkan Yurisprudensi Sesuai Dengan Asas Justice as Fairness Legal Findings Regarding the Distribution of Inheritance for Boys and Girls in Indonesia Based on Jur.” Halu Olea Legal Research 5, no. 3 (2023): 950–64. https://jurnal.sttarastamarngabang.ac.id/index.php/sinarkasih/article/view/317/295.

Hasanah, Holifatul, and Sony Sukmawan. “Berbingkai Kemajemukan Budaya, Bersukma Desakalapatra: Selidik Etnografi Atas Tradisi Tengger.” Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya 4, no. 1 (2021): 79–90. https://doi.org/10.30872/diglosia.v4i1.102.

Hulu, Klaudius Ilkam, and Dalinama Telaumbanua. “Kepemilikan Hak Atas Tanah Warisan Yang Diperoleh Melalui Harta Peninggalan Orang Tua.” Jurnal Panah Keadilan 1, no. 2 (2022): 52–61. https://jurnal.uniraya.ac.id/index.php/JPK.

Islam, Akademi Pengajian, Universiti Malaya, and Kuala Lumpur. “Perubahan Sosial Dan Kaitannya Dengan Pembagian Harta Warisan Dalam Perspektif Hukum Islam.” Jurnal Ilmiah Islam Futura 14, no. 2 (2015): 166–89. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/islamfutura/article/view/328/323.

Khayati, Sri. “Pembagian Harta Warisan Berdasarkan Metode Hukum Waris Islam Dan Kompilasi Hukum Islam.” Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora 3, no. 1 (2023): 15–24. https://doi.org/10.57250/ajsh.v3i1.174.

Lahuri, Setiawan Bin, Sandiko Yudho Anggoro, and Muhammad Ridlo Zarkasyi. “Pembagian Waris Receptie Exit: Tinjauan Kritis Terhadap Pemikiran Hazairin.” ISTINBATH: Jurnal Hukum 19 (1829). https://e-journal.metrouniv.ac.id/istinbath/article/view/4698.

Mandasari, Petty Aulia. “Penyelesaian Sengketa Pembagian Waris Kepada Golongan Dzawil Arham Melalui Litigasi Dan Non Litigasi Dalam Perspektif Sistem Pewarisan Islam.” ACTA DIURNAL Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan 6 (2022): 144–58. https://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/acta/article/view/1392/617.

Ngaqli, Maftukhul, Rifqi Muntaqo, and Hidayatu Munawaroh. “Internalisasi Infaq Untuk Meningkatkan Kepedulian Sosial Dalam Perspektif Pendidikan Islam (Kajian Q.S Al-Baqarah Ayat 215).” Hamalatul Qur’an : Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Qur’an 1, no. 1 (2020): 79–83. https://manggalajournal.org/index.php/AKSIOMA/article/view/648/877.

Noviarni, Dewi. “Kewarisan Dalam Hukum Islam Di Indonesia.” Hukum Keluarga Islam 1, no. 1 (2021): 62–75. https://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/ainulhaq/article/view/236.

Permatasari, Ella Putri, Nur Fira, Amalia Fabrianti, and Qutrotu Salsabila. “Pentingnya Penyelesaian Konflik Tanah Melalui Pembagian Warisan Yang Adil.” Concept: Journal of Social Humanities and Education 2, no. 2 (2023): 124–34. https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/view/295/302.

Salam, Safrin. “Rekonstruksi Paradigma Filsafat Ilmu : Studi Kritis Terhadap Ilmu Hukum Sebagai Ilmu.” EKSPOSE: Jurnal Penelitian Hukum Dan Pendidikan 18, no. 2 (2019): 885–96. https://jurnal.iain-bone.ac.id/index.php/ekspose/article/view/511/429.

Sari, Milna, and Khairuddin Khairuddin. “Mekanisme Perencanaan Studi Lanjut Siswa Madrasah Aliyah Swasta Persiapan Medan.” Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesia) 10, no. 2 (2024): 40–55. https://jurnal.iicet.org/index.php/j-edu/article/view/4564/2339.

Sinaga, Gresia Monika, Indri Purnama putri Harefa, and Mozes Lawalata. “Tinjauan Profunditas Tentang Logika Penalaran Dan Kebenaran Dalam Filosofi.” Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama Dan Filsafat 2, no. 2 (2024). https://jurnal.sttarastamarngabang.ac.id/index.php/sinarkasih/article/view/317/295.

Subeitan, Syahrul Mubarak. “Ketentuan Waris Dan Problematikanya Pada Masyarakat Muslim Indonesia.” Al-Mujtahid: Journal of Islamic Family Law 1, no. 2 (2021): 113. https://doi.org/10.30984/jifl.v1i2.1780.

Sudarmawan, Muhammad Hari, and Masrokhin. “Pembagian Harta Waris Sama Rata Anak Laki-Laki Dan Perempuan.” USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam 4, no. 2 (2023): 219–29. https://doi.org/10.46773/usrah.v4i2.815.

Sugiono. Metode Penelitian Kualitatif. Untuk Penelitian Yang Bersifat: Eksploratif, Enterpretif, Interaktif, Dan Konstruktif. Bandung: Alfabeta, 2017.

———. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif,Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2011.

Utama, Sofyan Mei. “Keadilan Ahli Waris Pengganti Dan Prinsip Keadilan Dalam Hukum Waris Islam.” Jurnal Wawasan Hukum 34, no. 1 (2016). https://ejournal.sthb.ac.id/index.php/jwy/article/view/109/84.

Wahyu, Moh. Adib Sya’bani, and Syahrul Permana. “Hak Waris Dan Keadilan: Menggagas Reformasi Hukum Keluarga Dengan Prinsip Maqasid Syariah.” Jurnal Studi Inovasi, no. 133 (2024): 11–21. https://ejournal.sthb.ac.id/index.php/jwy/article/view/109/84.

Downloads

Published

2025-07-12

How to Cite

Penalaran Filosofis Terhadap Warisan :Hakikat Keadilan Dalam Pembagian Warisan 2:1 Antara Laki-laki Dan Perempuan. (2025). Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum Dan Hukum Keluarga Islam , 2(3), 167-178. https://doi.org/10.71242/v0p1qz52