Eksistensi Gadai Emas Di Era Modern: Studi Tentang Mekanisme Pelayanan Dan Penilaian Hukum Islam

Authors

  • Resky Mulia Azzahrah UIN Alauddin Makassar Author
  • Khaeril Akhsan UIN Alauddin Makassar Author
  • Nurul Atika UIN Alauddin Makassar Author
  • Kurniati UIN Alauddin Makassar Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/jm33bf70

Keywords:

Existence, Gold Pawn, Modern Era, Service, Islamic Law

Abstract

This study comprehensively examines the existence, service mechanisms, and Islamic legal assessment of the gold pawning practice (rahn al-dzahab) that is developing in modern Islamic financial institutions. The main focus of the study is directed at how the practice of gold pawning has transformed from a traditional model into a formal, structured financial product, as well as how its legal legitimacy is assessed within the normative framework of Islam. The research method used is qualitative with a normative-philosophical approach. Data were obtained through library research by reviewing primary sources in the form of Fiqh Muamalah literature, sharia texts, and regulations of Islamic financial institutions, and secondary sources in the form of scientific journals, books, and relevant previous research results. This study specifically examines the dualism of contracts in Islamic gold pawning products, namely the qardh contract as a non-profit loan and the ujrah contract as a service fee for the storage and security of collateral. The analysis shows that the existence of modern gold pawning plays a crucial role as a safe and secure liquidity instrument, especially within the framework of ḥifẓ al-māl (property protection). The research findings confirm that charging service fees (ujrah) in gold pawning practices is considered permissible under Islamic law under certain conditions. Ujrah must be determined based on actual calculations of the costs of storage (ḥifẓ) and security (ḥirāsah) of collateral, and should not be directly or proportionally linked to the principal loan (qardh). Thus, the practice of sharia gold pawning is considered to fulfill the aspects of legal certainty (tsubūt) and benefit (maṣlaḥah), as long as the separation of the contract is carried out firmly and the determination of ujrah is carried out transparently to avoid the potential for hidden usury.

Abstrak

Penelitian ini mengkaji secara komprehensif eksistensi, mekanisme layanan, serta penilaian hukum Islam terhadap praktik gadai emas (rahn al-dzahab) yang berkembang di lembaga keuangan syariah modern. Fokus utama penelitian diarahkan pada bagaimana praktik gadai emas mengalami transformasi dari model tradisional menjadi produk keuangan formal yang terstruktur, sekaligus bagaimana legitimasi hukumnya dinilai dalam kerangka normatif Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan normatif-filosofis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber-sumber primer berupa literatur Fiqh Muamalah, nash-nash syariah, serta regulasi lembaga keuangan syariah, dan sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Penelitian ini secara khusus menelaah dualisme akad dalam produk gadai emas syariah, yaitu akad qardh sebagai pinjaman yang bersifat non-profit dan akad ujrah sebagai biaya jasa atas layanan penyimpanan dan pengamanan barang jaminan. Analisis menunjukkan bahwa eksistensi gadai emas modern memiliki peran yang krusial sebagai instrumen likuiditas yang aman dan terlindungi, terutama dalam kerangka ḥifẓ al-māl (perlindungan harta).  Hasil penelitian menegaskan bahwa pembebanan biaya jasa (ujrah) dalam praktik gadai emas dipandang halal menurut hukum Islam dengan syarat tertentu. Ujrah harus ditetapkan berdasarkan perhitungan riil atas biaya penyimpanan (ḥifẓ) dan pengamanan (ḥirāsah) barang jaminan, serta tidak dikaitkan secara langsung atau proporsional dengan jumlah pokok pinjaman (qardh). Dengan demikian, praktik gadai emas syariah dinilai memenuhi aspek kepastian hukum (tsubūt) dan kemaslahatan (maṣlaḥah), selama pemisahan akad dilakukan secara tegas dan penetapan ujrah dilaksanakan secara transparan guna menghindari potensi riba terselubung.

References

Al-Zuhayli, Wahbah. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr, 1985, Vol. 5, hlm. 377.

Al-Zuhayli, Wahbah. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr, 1985, Vol. 5, hlm. 385.

Antonio, Muhammad Syafi‘i. Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani, 2012, hlm. 205.

As-Syatibi, Abu Ishaq. Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syariah. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2004, Vol. 2, hlm. 20.

DSN-MUI. Fatwa DSN-MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn. Jakarta: Dewan Syariah Nasional.

DSN-MUI. Fatwa DSN-MUI No. 26/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn Emas. Jakarta: Dewan Syariah Nasional.

Hasan, Ahmad. Hukum Gadai Syariah. Yogyakarta: Deepublish, 2020, hlm. 55–60.

Ibnu Qudamah. Al-Mughni. Kairo: Maktabah al-Qahirah, 1968, Vol. 6, hlm. 488.

Kahf, Monzer. The Islamic Economy: An Introduction. Kairo: IRTI, 2007, hlm. 155.

Kahf, Monzer. The Islamic Economy: An Introduction. Kairo: IRTI, 2007, hlm. 175.

Karim, Adiwarman A. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2016, hlm. 310.

Otoritas Jasa Keuangan. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 31/POJK.05/2016 tentang Usaha Pergadaian.

Pardede, Marulak. Hukum Perbankan Syariah di Indonesia. Jakarta: Kencana, 2017, hlm. 180.

Sudarsono, Heri. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Yogyakarta: Ekonisia, 2018, hlm. 120.

Usmani, Muhammad Taqi. An Introduction to Islamic Finance. Karachi: Idaratul Ma‘arif, 2005, hlm. 30.

Zarqa, Mustafa Ahmad. Al-Madkhal al-Fiqhi al-‘Amm. Damaskus: Dar al-Qalam, 1999, Vol. 2, hlm. 145.

Zarqa, Mustafa Ahmad. Al-Madkhal al-Fiqhi al-‘Amm. Damaskus: Dar al-Qalam, 1999, Vol. 3, hlm. 200.

Badu, R. S., Salsabila, N. A., Usman, D. N., Sohridayani, S., & Katili, Y. “Analisis Implementasi Gadai Emas Pada Pegadaian Syariah Dan Konvensional Di Gorontalo.” Jurnal Mahasiswa Akuntansi 3(3), no. 3 (2024): 198–206.

Barri, Abd. Rauf AR. “Gadai Emas Pada Lembaga Keuangan Syariah.” J-ALIF Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Dan Sosial Budaya Islam 4, no. 1 (2019): 115–30.

Choirunnisak, Choirunnisak, and Disfa Lidian Handayani. “Gadai Dalam Islam.” Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Perbankan Syariah 6, no. 1 (2020): 61–76. https://doi.org/10.36908/esha.v6i1.141.

Dalam, Gadai, and Syari At. “Gadai Dalam Syari’at Islam.” Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam 3 (2018). https://jurnal.staialhidayahbogor.ac.id/index.php/ad/article/view/226.

Firman, Nurul Fu’uda, Rafidah Rafidah, and Agusriadi Agusriadi. “Strategi Pemasaran Produk Gadai Syariah Dalam Upaya Menarik Minat Nasabah Pada Pegadaian Syariah Ups Simpang Mayang.” ECo-Fin 7, no. 1 (2025): 494–509. https://doi.org/10.32877/ef.v7i1.1613.

Hamani, Lilis, and Anggi Irawan. “Gadai Dalam Perspektif Tafsir Hadist Ahkam Muamalah.” The Renewal of Islamic Economic Law Volume 3, no. 2 (2022): 1–14.

Khair, Anisatul, and Firman Setiawan. “Analisis Determinan Pada Faktor Yang Mempengaruhi Minat Nasabah Dalam Menggadaikan Emas Di Pegadaian UPS Pasar Anom.” Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah 6, no. 2 (2024): 1073–91. https://doi.org/10.47467/alkharaj.v6i2.341.

Khairi, Muhammad Fakhri, and Julina. “Digitalisasi Proses Gadai Emas Di Pegadaian Syariah: Tinjauan Kritis Terhadap Kesesuaian Fiqh Muamalah.” Jurnal Pendidikan Tambusai 9, no. 2 (2025): 16135–41.

Nasional, Dewan Syariah. “No Title.” MAJELIS ULAMA INDONESIA, 2010.

Rizka Sobriyani Pratiwi, Dianatul Aizza, Dimas Saputro, and Yoiz Shofwa Shafrani. “Analisis Kompetitif Pegadaian Syariah Purwokerto Menggunakan Metode Porter’s Five Forces Strategi Pemasaran Produk Gadai Tabungan Emas.” Profit: Jurnal Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi 4, no. 2 (2025): 257–72. https://doi.org/10.58192/profit.v4i2.3349.

Tunai, Secara Tidak, Sekolah Tinggi, Ekonomi Islam, Sekolah Tinggi, and Ekonomi Islam. “No Title.” Journal of Islamic Economics, Finance, and Banking 2, no. 1 (2020).

Yusuf, Oyo Sunaryo Mukhlas, and Atang Abdul Hakim. “Perkembangan Hukum Gadai Islam Dari Nash Syariah Menuju Qanun Sebagai Regulasi Formal Negara.” Jurnal IQTISHOD; Pemikiran Dan Hukum Ekonomi Syariah 4, no. 2 (2025): 247–67. https://jurnal.umpar.ac.id/economos/article/view/1806/1391.

Downloads

Published

2025-10-20

How to Cite

Eksistensi Gadai Emas Di Era Modern: Studi Tentang Mekanisme Pelayanan Dan Penilaian Hukum Islam. (2025). Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum Dan Hukum Keluarga Islam , 2(4), 336-247. https://doi.org/10.71242/jm33bf70