Membentuk Keluarga Sakinah Mawaddah Dan Rahmah Dalam Pernikahan Berdasarkan Falsafah Islam
DOI:
https://doi.org/10.71242/t0syqb32Keywords:
Sakinah Family, Mawaddah, Rahmah, Marriage, Islamic PhilosophyAbstract
This research focuses on the analysis of the concept of forming a harmonious, loving, and compassionate (SAMARA) family in marriage according to Islamic philosophy and its relevance in the context of modern household life. The SAMARA concept is understood as the ideal foundation for building a family that is not only oriented towards formal bonds, but also towards peace of mind, love, and ongoing affection. From an Islamic perspective, marriage is positioned as a sacred institution that integrates spiritual, social, and legal values to create a balanced and meaningful family life. This research uses a qualitative descriptive method by examining various Islamic literature sources and the social phenomena of contemporary Muslim families. The study focuses on the spiritual dimension that emphasizes faith and piety, the social dimension related to the interaction patterns of husband and wife and the environment, and the legal dimension that regulates rights and obligations in marriage. The results of the study indicate that mutual respect, open and effective communication, fair distribution of responsibilities, and a balance between material and spiritual aspects are key elements in creating a harmonious and resilient family. In the context of the modern era, family challenges are increasingly complex, including economic pressures, changing gender roles, and rapid social dynamics. Therefore, this study also examines the importance of prospective husbands and wives' readiness to understand the meaning, purpose, and values of marriage before starting a household. In conclusion, the SAMARA concept remains relevant and relevant as a moral and ethical framework that can serve as a guideline for building strong, adaptive family relationships based on Islamic values amidst changing times
Abstrak.
Penelitian ini berfokus pada analisis konsep pembentukan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah (SAMARA) dalam pernikahan menurut falsafah Islam serta relevansinya dalam konteks kehidupan rumah tangga modern. Konsep SAMARA dipahami sebagai fondasi ideal dalam membangun keluarga yang tidak hanya berorientasi pada ikatan formal, tetapi juga pada ketenangan jiwa, cinta kasih, dan kasih sayang yang berkelanjutan. Dalam perspektif Islam, pernikahan diposisikan sebagai institusi sakral yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, sosial, dan hukum guna menciptakan kehidupan keluarga yang seimbang dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menelaah berbagai sumber literatur keislaman serta fenomena sosial keluarga Muslim kontemporer. Kajian difokuskan pada dimensi spiritual yang menekankan keimanan dan ketakwaan, dimensi sosial yang berkaitan dengan pola interaksi suami istri dan lingkungan, serta dimensi hukum yang mengatur hak dan kewajiban dalam pernikahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sikap saling menghormati, komunikasi yang terbuka dan efektif, pembagian tanggung jawab yang adil, serta keseimbangan antara aspek material dan spiritual merupakan elemen utama dalam mewujudkan keluarga yang harmonis dan tangguh. Dalam konteks era modern, tantangan keluarga semakin kompleks, meliputi tekanan ekonomi, perubahan peran gender, serta dinamika sosial yang cepat. Oleh karena itu, penelitian ini juga mengkaji pentingnya kesiapan calon suami dan istri dalam memahami makna, tujuan, serta nilai-nilai pernikahan sebelum membangun rumah tangga. Kesimpulannya, konsep SAMARA tetap relevan dan aktual sebagai kerangka moral dan etika yang mampu menjadi pedoman dalam membentuk hubungan keluarga yang kokoh, adaptif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam di tengah perubahan zaman.
References
A.M. Ismatulloh. “Konsep Sakinah, Mawaddah Dan Rahmah Dalam Al-Quran Dan Tafsirnya).” Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam 15, no. 1 (2015): 53–64.
Ainul, Vita Firdausiyah. “Putusan Hakim Agama Dalam Masalah Cerai Gugat Pada Suami Yang Tidak Memberi Nafkah Perspektif Hukum Positif Dan Hukum Islam.” The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law 3, no. 2 (2022): 201–14. https://doi.org/10.51675/jaksya.v3i2.286.
Al-Amruzi, M. Fahmi. “Pencatatan Perkawinan Dan Problematika Kawin Siri.” Ulumul Syar’i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum Dan Syariah, 2021. https://doi.org/10.52051/ulumulsyari.v9i2.79.
Aziz, Abdul, and Supratman Zakir. “Indonesian Research Journal on Education : Jurnal Ilmu Pendidikan.” On Education Indonesian Research Journal on Education 2, no. 3 (2022): 1030–37. https://irje.org/irje/article/view/2377/1681.
Daud, Fathonah K., and Ramdani Wahyu Sururuie. “Otoritas Wali Nikah Dalam Islam: Analisis Perkawinan Tanpa Wali Di Indonesia Perspektif Fiqh Dan Hukum Positif.” Block Caving – A Viable Alternative? 21, no. 1 (2021): 1–9. https://doi.org/10.1016/j.solener.2019.02.027%0Ahttps://www.golder.com/insights/block-caving-a-viable-alternative/%0A???
Elisabeth Putri Lahitani Tampubolon. “Permasalahan Perkawinan Dini Di Indonesia.” Jurnal Indonesia Sosial Sains 2, no. 5 (May 2021): 738–46. https://doi.org/10.36418/jiss.v2i5.279.
Guarango, Piedad Magali. “Konsep Pernikahan.” הארץ, 2022.
Hakim, Zainul. “Peran Fatwa Mui Sebagai Produk Hukum Islam Dalam Masyarakat.” Al’Adalah 24, no. 2 (2021): 105–17. https://doi.org/10.35719/aladalah.v24i2.77.
Hartanti, Sri, and Triana Susanti. “Usia Ideal Menikah Dalam Islam; Tafsir Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 6 Dan An-Nur Ayat 32.” Bertuah Jurnal Syariah Dan Ekonomi Islam 2, no. 2 (2021): 28–35. https://doi.org/10.56633/jsie.v2i2.277.
Ichrom, Nur Rofik Muhamad, Akmal Bashori, Intan Martha Nazzilla, Hisna Aulia Maghfiroh, Radit Rahmazaky, and Putra Zaki A. “Hukum Pernikahan Dalam Islam.” Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam 9, no. 1 (2024): 33–37. https://doi.org/10.52802/wst.v9i1.1117.
Kewarisan, Asas-asas, and Nurul Latifah Hamzah. “Pernikahan Dalam Perspektif Hukum Islam.” Jurnal Syariah Dan Ekonomi Islam 2, no. 1 (2024): 161–70. https://ejournal.iai-almuslimaceh.ac.id/index.php/JSEI/article/view/82/115.
Mahmud, Hamidullah. “Hukum Khamr Dalam Perspektif Islam.” Journal of Islamic Family Law 01, no. 01 (2020): 28–47. http://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/maddika.
Muhdar, Muh. Zulkifli, Asriati, Dr. Hj. Anggraeny Arief, Andi Fitriyani Yahya, and Yuliana Rauf. “Efektivitas Perkawinan Di Bawah Umur Dihubungkan Dengan Stunting,” 2021, 167–86.
Muttaqin, Fakih Fadilah. “Perubahan Sosial Budaya Kerajaan Arab Saudi Sebagai Pengaruh Proxy War Dalam Konflik Suriah Tahun 2011-2018.” Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer 6, no. 1 (2022): 469–89. https://doi.org/10.47313/jkik.v6i1.1781.
Nurislamiah, Mia. “Komunikasi Interpersonal Pasangan Suami Istri Dalam Upaya Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga.” Communicative : Jurnal Komunikasi Dan Dakwah 2, no. 1 (2021): 15. https://doi.org/10.47453/communicative.v2i1.409.
Rahayu, Putri, Kurniati Hukum, Tata Negara, Fakultas Syariah, and Dan Hukum. “Falsafah Dan Hikmah Nikah,” no. 10200120139 (1020).
Rasyidi, Mudemar A. “Kekerasan Dalam Rumah Tangga Akibat Dari Kurangnya Pemahaman Terhadap Agama, Hilangnya Akhlaqul Karimah Dan Lemahnya Komunikasi Padakeluarga Serta Rasa Egoisme Yang Berlebihan.” Jurnal Mitra Manajemen 8, no. 23 (2020): 63–80.
Rini, Ayu Setyo, and Lilik Sugiharti. “Jurnal Ilmu Ekonomi Terapan.” Jurnal Ilmu Ekonomi Terapan 01, no. 2 (2016): 17–33.
Rusydi, Ibnu. “TINJAUAN YURIDIS TERHADAP HAK WARIS ANAK HASIL PERKAWINAN SIRI.” Jurnal Ilmiah Galuh Justisi, 2019. https://doi.org/10.25157/jigj.v7i1.2145.
Salsabila. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pelaksanaan Sidang Isbat Nikah Keliling Berdasarkan PERMA Nomor 1 Tahun 2015 (Studi Di Kecamatan Tanara Kabupaten Serang).” Journal of Geotechnical and Geoenvironmental Engineering ASCE 120, no. 11 (2015): 259. https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/syakhsia/article/view/2361/1778.
Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif,Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2011.





