Implementasi Hukum Kewarisan Islam: Analisis terhadap Kesenjangan antara Faraidh dan Praktik Sosial
DOI:
https://doi.org/10.71242/nrptk570Keywords:
Faraidh, Islamic Inheritance, Inheritance Disputes, Social PracticesAbstract
This study aims to analyze the concept of inheritance in Islamic law and identify the gap between the normative principles of faraidh and inheritance distribution practices in society. The research employs a qualitative approach using a normative juridical method through library research. Data were obtained from primary legal sources, including the Qur’an, Hadith, and the Compilation of Islamic Law, as well as secondary sources such as books, scientific journals, and previous studies related to Islamic inheritance. Data analysis was conducted using content analysis by comparing the normative provisions of faraidh with empirical findings presented in the literature. The results show that the Islamic inheritance system is designed to achieve proportional justice, legal certainty, and the protection of heirs’ rights through systematic rules and mechanisms. However, in practice, the implementation of faraidh is often influenced by customary traditions, limited public understanding of faraidh, family power relations, and emotional factors. These conditions lead to various deviations, such as equal distribution among heirs, delays in inheritance distribution, and domination by certain family members in decision-making. Therefore, there is a significant gap between the ideal concept of faraidh and its social implementation in society.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kewarisan dalam hukum Islam serta mengidentifikasi kesenjangan antara prinsip normatif faraidh dan praktik pembagian warisan di masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yuridis normatif melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari sumber hukum primer berupa Al-Qur’an, hadis, dan Kompilasi Hukum Islam, serta sumber sekunder seperti buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan kewarisan Islam. Analisis data dilakukan menggunakan metode content analysis dengan membandingkan ketentuan normatif faraidh dan temuan empiris dalam berbagai literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kewarisan Islam dirancang untuk mewujudkan keadilan proporsional, kepastian hukum, dan perlindungan terhadap hak ahli waris melalui aturan serta mekanisme yang sistematis. Namun, dalam praktiknya implementasi faraidh sering dipengaruhi oleh adat, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap ilmu faraidh, relasi kekuasaan dalam keluarga, dan faktor emosional. Kondisi tersebut memunculkan berbagai penyimpangan, seperti pembagian sama rata, penundaan distribusi warisan, dan dominasi pihak tertentu dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, terdapat kesenjangan yang signifikan antara konsep ideal faraidh dan praktik sosial dalam masyarakat.
References
Afrizal, and Fauzan. “Tinjauan Filsafat Hukum Islam Dalam Pembagian Ahli Waris Pengganti.” USRATY : Journal of Islamic Family Law 2, no. 1 (2024): 1–14. https://ejournal.uinbukittinggi.ac.id/index.php/usraty/article/view/8535/2142.
Alifa, Dara, Agniasari Suryantana, and Koko Adya Winata. “Implementasi Hukum Munakahat Dan Pembagian Waris Dalam Masyarakat Muslim Modern.” JPIM: Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner 03, no. 01 (2026): 2074–82. https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/2029/1635.
Dwiki Darmawan, and Mad Sa’i. “Penerapan Teknik Public Speaking Untuk Membangun Komunikasi Meyakinkan Melalu Ekspresi Dan Gestur.” Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 1, no. 4 (2025): 1229–39. https://doi.org/10.63822/8ba1yn02.
Febriansyah, Rizal, Muhammad Ajrah, and Nasya Fatiha Ahmad. “Peran Prinsip Maslahah Dalam Penetapan Hukum Waris Islam.” Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 4, no. 1 (2026): 6071–81. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/4078/2522.
Fikri, Muhamad, M.Rifki Alfa Rizki, Alif Fazri Ramadhan, and Hikmatullah. “Perkawinan Dan Kewarisan Dalam Perspektif Maqasid Al- Syari ’ Ah : (Studi Kritis Terhadap Praktik Masyarakat).” Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 2026, 4759–74. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/3887/2390.
Irodat, Ahsan, and Efi Afifi. “Tranformasi Maqosidus Syari’ah; Revitalisasi Qowaidul Fiqhiyah.” Ta’dibiya 4 (2024): 37–49. https://pppm.staisman.com/index.php/japi/article/view/145/164.
Iwannudin, Iwannudin. “Rekonstruksi Hukum Waris Islam Berbasis Etika Kepedulian Perspektif Maqāṣid Al-Syarī’ah.” KARTIKA: Jurnal Studi Keislaman 6, no. 3 (2026): 5589–5606. https://lptnunganjuk.com/ojs/index.php/kartika/article/view/1234/773.
Jaipal, Rifqi, Ria Delta, and Rika Santina. “Penyelesaian Sengketa Pembagian Harta Waris Berdasarkan Kompilasi Hukum Islam Dalam Perspektif Prinsip Faraidh.” Audi Et AP : Jurnal Penelitian Hukum 05, no. 01 (2026): 161–67. https://jurnal.saburai.id/index.php/jaeap/article/view/5331/2913.
Muhari. “Perbandingan Warisan Islam Dan Warisan Nasional.” Hukum Inovatif: Jurnal Ilmu Hukum Sosial Dan Humaniora 3, no. 3 (2026). https://lptnunganjuk.com/ojs/index.php/kartika/article/view/1234/773.
Mulyani, Sri. “Analisis Keadilan Gender Dalam Pembagian Warisan Perspektif Hukum Keluarga Islam.” Ameena Jorurnal 3 (2025): 163–73. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/3887/2390.
Nafisyah, S. N., and D. R. Guspita. “Hukum Waris Islam: Keadilan Dalam Pembagian Harta Dan Penerapannya.” Journal of Dual Legal Systems 1, no. 2 (2024): 137–52.
Noviarni, Dewi. “Kewarisan Dalam Hukum Islam Di Indonesia.” Hukum Keluarga Islam 1, no. 1 (2021): 62–75. https://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/ainulhaq/article/view/236.
Rasyid, Ahmad Faishal, and Krismono. “Pemikiran Hazairin Tentang Ahli Waris Pengganti Dalam Kompilasi Hukum Islam: Tinjauan Hukum Dan Praktiknya Di Pengadilan Agama Indonesia.” Indonesian Journal of Shariah and Justice 4, no. 1 (2024): 1–22.
Sakti, Indra, and Nursania Dasopang. “Custodia : Journal of Legal , Political , and Humanistic Inquiry Pembagian Harta Warisan Dalam Perspektif Hukum Islam , Hukum Adat , Dan Hukum Perdata Di Indonesia.” Custodia: Journal of Legal, Political, and Humanistic Inquiry 1, no. 3 (2026). https://scriptaintelektual.com/custodia/article/view/613/480.
Siregar, Abdur Rahman, Fatahuddin Aziz Siregar, and Putra Halomoan Hsb. “Analisis Yuridis Pembagian Harta Warisan Ekuivalen Antara Anak Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Pandangan Maslahah Di Kecamatan Muara Batang Gadis.” Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 4, no. 5 (2026): 4336–48. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/13304/9610.
Sudarmawan, Muhammad Hari, and Masrokhin. “Pembagian Harta Waris Sama Rata Anak Laki-Laki Dan Perempuan.” USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam 4, no. 2 (2023): 219–29. https://doi.org/10.46773/usrah.v4i2.815.
Suprayitno, Dede, Jerry Indrawan, and Putrawan Yuliandri. “Eksposur Komunikasi Politik Joko Widodo Terhadap Generasi Milenial Pada Pemilihan Umum 2019.” Ekspresi Dan Persepsi : Jurnal Ilmu Komunikasi 6, no. 3 (2023): 465–77. https://doi.org/10.33822/jep.v6i3.5544.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Latifah Isti'anah, Azzahra Sindhi Latifa, Fina Nailissa’adah, Sinta Amalia, Syahru Fajar Ibrahim (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








