Hubungan Ulama Dan Umara Dalam Pembinaan Hukum Islam

Authors

  • Ibnu Rusyd Talaba IAIN Ternate Author
  • Yaser Harun Institut Agama Islam Negeri Ternate Author
  • Halek Manui IAIN Ternate Author
  • Taufik Hidayat IAIN Ternate Author
  • Rifaldi M Torano IAIN Ternate Author
  • Mustamin Giling IAIN Ternate Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/x42xef41

Keywords:

Ulama, Umara, Relationship between Ulama Umara

Abstract

The relationship between scholars (ulama) and rulers (umara) is one of the most crucial aspects in the history and governance system of Islam, particularly in the formulation, development, and implementation of Islamic law. These two groups have distinct roles and functions, yet they complement one another and cannot be separated. The ulama hold authority in religious knowledge, the interpretation of divine revelation, and the determination of legal rulings, while the umara possess political and executive power to uphold and enforce these provisions within society. This article examines their relationship, beginning with definitions, historical context, and the fundamental principles that should govern their cooperation. The study employs a literature review approach combined with historical, normative, and thematic analysis. The findings indicate that when their relationship is balanced, harmonious, and mutually reinforcing, Islamic law flourishes, develops, and is applied effectively for the benefit of the people. Conversely, disharmony or the dominance of one group over the other has often led to decline and deviation within the Islamic legal system. This paper further emphasizes that the core principles guiding their relationship are based on balance, independence, mutual consultation, shared responsibility, and alignment with the higher objectives of Islamic law (maqasid al-shari’ah). Understanding this framework is essential for establishing a social and political order rooted in Islamic values, both in the present and for the future.

Abstrak

Hubungan antara ulama dan umara merupakan salah satu aspek paling krusial dalam sejarah dan sistem pemerintahan Islam, khususnya dalam pembinaan, pengembangan, dan penerapan hukum Islam. Kedua golongan ini memiliki peran dan fungsi yang berbeda namun saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Ulama memegang otoritas dalam ilmu pengetahuan agama, penafsiran wahyu, dan penetapan hukum, sedangkan umara memegang kekuasaan politik dan eksekutif untuk menegakkan dan menjalankan ketentuan tersebut di tengah masyarakat. Artikel ini mengkaji hubungan keduanya mulai dari pengertian, jejak sejarah, hingga prinsip-prinsip dasar kerjasama yang seharusnya dibangun. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan sejarah, normatif, dan tematik. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa ketika hubungan keduanya berjalan seimbang, harmonis, dan saling menguatkan, hukum Islam dapat tumbuh, berkembang, dan diterapkan dengan baik demi kemaslahatan umat. Sebaliknya, ketidakharmonisan atau penguasaan satu pihak atas pihak lain sering kali menjadi penyebab kemunduran dan penyimpangan dalam sistem hukum Islam. Tulisan ini juga menegaskan bahwa prinsip utama hubungan tersebut berlandaskan keseimbangan, kemandirian, saling nasihat, tanggung jawab bersama, dan berorientasi pada tujuan syariah. Kajian ini relevan untuk dipahami guna membangun tatanan kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam di masa kini dan mendatang.

References

Arifin, Zenal, and Karmuji Abu Safar. “RELASI SYEKH NURUDDIN AR RANIRY DENGAN SULTAN ISKANDAR TSANI PADA ABAD KE-17.” RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam 4, no. 1 (2023): 36–56. https://lawpolicyjournal.id/index.php/dejure/article/view/55/7.

Dalle, Muhammad, and Muhammad Jundi. “Ulama Dan Umara Dalam Modernisasi Pendidikan Islam Di Tanah Bugis Abad Xx.” TA’ALLUM: Jurnal Pendidikan Islam 10 (2022): 137–59. https://doi.org/10.21274/taalum.2022.10.1.137-159.

Fauziah, Mira. “Konsep Kebaikan Dalam Persfektif Dakwah.” Al-Idarah : Jurnal Manajemen Dan Administrasi Islam 3, no. 1 (2019): 95–108.

Firdaus, Rahmad, Syeira Khaerani, and Novan Wijaya. “Transformasi Digital Sistem Informasi Kesehatan Menuju Layanan Kesehatan Yang Terkoneksi Dan Berpusat Pada Pasien.” Economics and Digital Business Review 6, no. 2 (2025): 1045–55. http://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/ecotal/article/view/2481.

Gazali. “HUBUNGAN UMARA DAN ULAMA DALAM MEMBENTUK KEHIDUPAN SOSIO-RELIJIUS DI ACEH DARUSSALAM MASA SULTAN ISKANDAR MUDA (The Relation of Umara and Ulama in Shaping Socio-Religious Life in Aceh Darussalam under Sultan Iskandar Muda’s Period).” Jurnal Penelitian Hukum De Jure 16, no. 740 (2016): 173–85. https://lawpolicyjournal.id/index.php/dejure/article/view/55/7.

Hamdan. “Quotes in Socmed; Sebuah Model Dakwah Di Medsos.” Jurnal Mercusuar 1, no. 1 (2020): 33–42.

Ismiati. “Penafsiran Ayat-Ayat Tentang Psikologi Dalam Al-Qur ’ an : Perspektif Spiritual Dan Mental Kesehatan.” Indonesian Research Journal on Education 4 (2024): 1695–1700. https://journal.stai-nuruliman.ac.id/index.php/khmt/article/view/248/133.

Makna, Relasi, Ulama Dan, Umara Dalam, and Tafsir Al-azhar Dan. “Relasi Makna Ulama Dan Umara Dalam Tafsir Al-Azhar Dan Tafsir Kemenag Ri.” Diwan: Jurnal Bahasa Dan Sastra Arab 16, no. 2 (2025): 208–17. https://rjfahuinib.org/index.php/diwan/article/view/1491/704.

Muzakir. “Peran Ulama Dan Umara Dalam Penguatan Aqidah Masyarakat.” Wasatha: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora 1, no. 1 (2022): 47–64. https://jurnal.dri.or.id/index.php/wasatha/article/view/2.

Nofrianti, Mami. “Perkembangan Hukum Islam Pada Masa Umar Ibn Khattab (634-644 M).” Jurnal Ilmiah Syari‘Ah 2, no. 137 (2018).

Poli, Abdul Rivai, Misbahuddin, and Kurniati. “Karakteristik Dan Pendekatan Aspek Sosial Hukum Islam , Fungsi , Tujuan Hukum Islam Serta Korelasinya Dengan Pembinaan Masyarakat.” Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam 5, no. 2 (2024): 1–13. https://jurnal.staiddimakassar.ac.id/index.php/aujpsi/article/view/335.

Razak, Abdul, Abu Nida Sudirman, Lembaga Riset, Pendidikan Sosial, Devisi Pendidikan, Yayasan Islam, Al Kahfi, et al. “Hakikat Dan Jenis Tali Berbasis Budaya Dan Kitab Suci Al-Quran ( Menyeberang ) Yang Berfungsi Sebagai Jembatan . Bahan Baku Kerajinan Tertentu , Dan Atau Sebagai Bagian Dari Ayat-Ayat Nakli Yang Diwahyukan Kepada Nabi Yang Mulia Muhammad SAW . Itulah Fana.” Jurnal Ragam Budaya Gemilang 1, no. September (2023): 231–40. https://doi.org/10.26740/otopro.v16n2.p50-57.2.

Septrina, Nazmi, and Muchlis Bahar. “Prinsip Prinsip Dan Kaidah Hukum Islam : Tidak Picik , Tidak Memberatkan , Diterapkan Secara Bertahap , Memperhatikan Kemaslahatan Manusia Dan Mewujudkan Keadilan.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan 4, no. 3 (2026): 14767–73. https://jerkin.org/index.php/jerkin/article/view/4563/3202.

Serang, Serlin, Yuliatti Tamanyira, M Maknun, and Indriani. “Dampak Kepemimpinan Transformasional Terhadap Keterlibatan Pegawai Dan Kinerja Organisasi Di Era Pandemi.” YUME : Journal of Management 7, no. 2 (2024): 448–56. https://journal.stieamkop.ac.id/index.php/yume/article/view/6708/4506.

Suryani, Khotimah. “Keunggulan Bahasa Al-Quran Di Bidang Sastra (Al-Balaghah) Dalam Pandangan Ibn Asyur.” Studi Keagamaan, Pendidikan Dan Humaniora 6, no. 2 (2019): 220–45. http://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/dar/article/view/1652.

Syamsoni, Ujang Ruhyat. “TAQNIN AL-AHKAM ( Legislasi Hukum Islam Ke Dalam Hukum Nasional ).” Taqnin Al-Ahkam 2 (2015): 168–93. https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/67646001/226413_.

Uliyah, Taqwatul. “Kepemimpinan Kerajaan Turki Utsmani: Kemajuan Dan Kemundurannya.” JURNAL AN-NUR Kajian Ilmu-Ilmu Pendidikan Dan Keislaman 7 (2021). http://journal.an-nur.ac.id/index.php/annur/article/view/148.

Yudesman. “Prinsip-Prinsip Dan Kaidah-Kaidah Hukum Islam.” Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum 11 (2014): 1–16. https://tigajurnal.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/article/view/1194/574.

Yudha, Alda Kartika. “Hukum Islam Dan Hukum Positif: Perbedaan, Hubungan, Dan Pandangan Ulama.” Jurnal Hukum Novelty 8, no. 2 (2017): 157–72. https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/60728454/7019-1955.

Downloads

Published

2026-10-10

How to Cite

Hubungan Ulama Dan Umara Dalam Pembinaan Hukum Islam. (2026). Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum Dan Hukum Keluarga Islam , 3(4), 181-193. https://doi.org/10.71242/x42xef41