Implementasi Blockchain Memperkuat Maqasid Al-Shariah Melalui Peningkatan Transparansi, Keadilan, Dan Kepatuhan Dalam Ekosistem Digital
Keywords:
Blockchain, Maqasid Al-Shariah Transparency, Justice, and Digital EcosystemAbstract
Global Islamic finance is required to increase transparency and accountability in the digital era to realize the Maqasid al-Shariah (the objectives of Sharia). Key challenges include the lack of ethical certainty in certain consensus protocols and fragmentation in Sharia governance and global regulations. This study aims to examine the transformative potential of blockchain technology in the Digital Sharia ecosystem to strengthen ethical and operational compliance, particularly in the context of justice ('adl) and general welfare (maslahah). A qualitative descriptive approach was used, utilizing a Systematic Literature Review (SLR) of reputable academic literature. Data were analyzed thematically to map the impact of blockchain on each element of the Maqasid al-Shariah. It was found that blockchain characteristics such as immutability and smart contracts effectively reduce gharar (uncertainty) and increase accountability, as seen in Zakat, Waqf, and Smart Sukuk applications. However, the Proof-of-Work protocol is considered contrary to the principle of sustainability (maslahah) due to its high energy consumption. Blockchain is a vital transformative tool for achieving Islamic ethical goals. The main implications are the recommendation to adopt a sustainable platform (Proof-of-Stake), the need for the Sharia Council to issue proactive fatwas, and the establishment of a regulatory sandbox by the government to facilitate Sharia-compliant innovation.
Abstrak
Keuangan Syariah Global dituntut untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di era digital guna mewujudkan Maqasid al-Shariah. Tantangan utama meliputi minimnya kepastian etika pada protokol konsensus tertentu dan fragmentasi dalam tata kelola Syariah serta regulasi global. Penelitian ini bertujuan menguji potensi transformatif teknologi blockchain dalam ekosistem Syariah Digital untuk memperkuat kepatuhan etika dan operasional, khususnya dalam konteks keadilan ('adl) dan kesejahteraan umum (maslahah). Pendekatan Kualitatif Deskriptif digunakan dengan memanfaatkan Systematic Literature Review (SLR) terhadap literatur akademik bereputasi. Data dianalisis secara tematik untuk memetakan dampak blockchain terhadap setiap elemen Maqasid al-Shariah. Ditemukan bahwa karakteristik blockchain seperti imutabilitas dan smart contracts secara efektif mengurangi gharar (ketidakpastian) dan meningkatkan akuntabilitas, terlihat pada aplikasi Zakat, Wakaf, dan Smart Sukuk. Namun, protokol Proof-of-Work dianggap bertentangan dengan prinsip keberlanjutan (maslahah) karena konsumsi energi yang tinggi. Blockchain adalah alat transformatif yang vital untuk mencapai tujuan etika Islam. Implikasi utamanya adalah rekomendasi adopsi platform berkelanjutan (Proof-of-Stake), perlunya Dewan Syariah mengeluarkan fatwa yang proaktif, serta pembentukan regulatory sandbox oleh pemerintah untuk memfasilitasi inovasi yang patuh Syariah.
References
Aditya, R., & Citra Lestari, B. (2024). Sinergi Pengawasan Syariah dan Tantangan Regulasi Fintech dalam Penguatan Tata Kelola Perbankan Syariah di Indonesia. JIMU: Jurnal Ilmiah Multi Disiplin, 03(02), 3031–9498.
Ahmad, T. (2013). Epistemologi Fikih Lingkungan: Revitalisasi Konsep Masalahah. Az Zarqa’: Jurnal Hukum Bisnis Islam, 5(2), 145–161.
Arif, M. (2018). Islamic Politics , Economic Politics for World Welfare in Perspective Maqasid Ash-Shari’ah. 1–54.
Azhar, A., Hussain, M. A., Md. Nor, M. Z., & Othman, M. K. (2017). Penyelidikan Fatwa Dalam Kerangka Maqasid Al-Syariah : Satu Tinjauan. Ulum Islamiyyah, 20(January 2016), 47–65. https://doi.org/10.33102/uij.vol20no0.40
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dimyati, D., Rosyadi, M. I., & Fageh, A. (2023). Smart Sukuk Berbasis Blockchain Tinjauan Maqasid Syariah Al-Najjar. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 9(3), 4144. https://doi.org/10.29040/jiei.v9i3.10409
Firdaus, M. I., & Sahputra, J. (2022). Prinsip Maqosid Ash-Shariah Dalam Konsep Kebutuhan Islam. Jurnal Tafaqquh, 7(1), 76–87.
Hamizar, A., Tubalawony, J., & Yaman, A. (2024). Tantangan Regulasi Dan Peluang Manajemen Keuangan Syariah. JICN (Jurnal Intelek Dan Cendekiawan Nusantara, 1(1), 50–62.
Hera Susanti, K. (2024). Tantangan dan Peluang Perbankan Syariah di Era Digital dalam Pertumbuhan Berkelanjutan. Persya: Jurnal Perbankan Syariah, 2(1), 13–19. https://doi.org/10.62070/persya.v2i1.53
Hutagalung, M. A. K., Fitri, R., & Ritonga, S. R. W. (2019). Generasi Muslim Milenial dan Wirausaha. Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat 2019 - SINDIMAS 2019, 300–304. https://doi.org/700/sm.v1i1.590.g398
Irodat, A., & Afifi, E. (2024). Tranformasi Maqosidus Syari’ah; Revitalisasi Qowaidul Fiqhiyah. Ta’dibiya, 4, 37–49.
Maryusiana, I. T., & Hanani, Z. (2023). Kebangkitan Keuangan Syariah: Bagaimana Perbankan yang Sesuai dengan Syariah Membentuk Kembali Ekonomi Global. Jurnal Religion: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 1(5), 348–361.
Naswa, N. A. S., Mukhsinin Syu’aibi, & M. Dayat. (2025). Ijarah-Based Land Management for Rural Livestock Enterprises: a Case Study of Bumdes Mutiara Welirang in Ketapanrame Village. Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah, 12(2), 453–467. https://doi.org/10.53429/jdes.v12i2.1506
Pinem, R. br. (2025). Kontekstualisasi Pendidikan Islam Anak Usia Dini di Tahun 2025: Tren dan Tantangan. IJERI: International Journal of Educational Research …, 1–19.
Rohman, H. (2018). Maqasid Al-Syari’ah Mazhab Syafi’i dan Urgensinya dalam Ijtihad Kontemporer. Jurnal Hukum Islam, 16(2), 205–221.
Roslan, M. M., & Zainuri, A. O. (2023). Kekhilafan Menerapkan Maqasid Syariʻah Dalam Pengeluaran Fatwa: Analisis Ijtihad Maqasidi. Journal of Fatwa Management and Research, 28(1), 132–148. https://doi.org/10.33102/jfatwa.vol28no1.464
Sabir, M., & Muher, A. (2021). Maqasid Syariah Dan Metode Penetapan Hukum Dalam Konteks Kekinian (Memahami Korelasi Antara Keduanya). Tahkim, 1.
Safriatullah, S., Auliadi, R., Amrullah, A., Nurmalawati, N., & Jais, M. (2025). Tantangan Implementasi AI di Perbankan Syariah: Perspektif Regulasi dan Etika. Jurnal Ilmiah Guru Madrasah, 4(1), 34–51. https://doi.org/10.69548/jigm.v4i1.40
Sharia, I. (2024). Perbandingan Pengelolaan Harta Perspektif Ekonomi Kapitalis dan Islam dalam Konteks Kontemporer Comparison of Asset Management from Capitalist and Islamic Economic Perspectives in the Contemporary Context. IQTISHAD SHARIA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Keuangan Islam, 2, 37–51.
Srisusilawati, P., Hardianti, P. D., Erlianti, N., Pitsyahara, I. R., & Nuraeni, S. K. (2022). Implementasi Maqashid Syariah Terhadap Produk Perbankan Syariah. Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah, 7(1), 1. https://doi.org/10.24235/jm.v7i1.8409
Sugiono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif,Dan R&D. Alfabeta.
Sugiono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan RD. AlFabetha.
Sugioyo. (2016). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. CV Alfabeta,.
Sulistiara Putri, Nayandra Fahrezzy, Ahmad Damran, & Nur Fitri Hidayanti. (2025). Integrasi Teknologi Blockchain Dalam Keuangan Syariah: Tinjauan Literatur Atas Solusi Desentralisasi Yang Sesuai Syariah. Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan Dan Tata Kelola Perusahaan, 2(4), 1134–1140. https://doi.org/10.70248/jakpt.v2i4.2370
Wafi, I., Akhmadi, F., Ngasifudin, M., & Nurfauzi, Y. (2024). Dampak Penerapan Ekonomi Syariah terhadap Kinerja Keuangan Bank Syariah di Indonesia. Lab, 8(02), 143–159. https://doi.org/10.33507/lab.v8i02.2572





