Analisis Terhadap Akad Mudarabah Mutlaqah Dan Muqayyadah Dalam Praktik Perbankan Syariah
Keywords:
Analysis, Contract, Mudarabah, Mutlaqah, MuqayyadahAbstract
The mudarabah contract is a form of business partnership in Islamic banking based on the principles of profit-sharing, trustworthiness (amanah), fairness, and risk-sharing, as agreed upon by the parties involved. In Islamic banking practice, mudarabah contracts can take the form of mudarabah mutlaqah—where the mudharib (manager) is granted relatively broad authority to manage the capital—or mudarabah muqayyadah—where capital management is restricted by specific conditions set by the shahib al-mal (capital provider). This study aims to analyze the concepts of mudarabah mutlaqah and mudarabah muqayyadah and their implementation in Islamic banking financing practices, particularly regarding the contractual relationship between the bank and the customer. The study employs a normative legal research method utilizing case study, statutory, and conceptual approaches. Data were obtained through literature reviews and the analysis of mudarabah financing contract documents; these were then analyzed using a descriptive-analytical method by comparing normative provisions with the actual clauses within the contracts. The results indicate that the implementation of mudarabah contracts must, in principle, adhere to agreed profit-sharing ratios, ensure trustworthiness in capital management, maintain clarity regarding business activities, and allocate risk in accordance with the contract's characteristics. In the analyzed contract documents, the bank acts as the shahib al-mal and the customer as the mudharib, with a profit-sharing ratio of 5.09% for the bank and 94.91% for the customer. The contracts also include provisions for collateral (in the form of land) and stipulations for the settlement of obligations in the event of a contract breach. The inclusion of collateral does not automatically conflict with mudarabah principles, provided it is intended to prevent misconduct and is enforced in accordance with applicable regulations. Consequently, the compliance of a mudarabah contract must be assessed based on the substance of the arrangements regarding capital, business activities, profit-sharing ratios, loss allocation, collateral, and the rights and obligations of the parties involved.
Abstrak
Akad mudarabah merupakan salah satu bentuk kerja sama usaha dalam perbankan syariah yang didasarkan pada prinsip bagi hasil, amanah, keadilan, dan pembagian risiko sesuai dengan kesepakatan para pihak. Dalam praktik perbankan syariah, akad mudarabah dapat berbentuk mudarabah mutlaqah, yaitu pemberian kewenangan yang relatif luas kepada mudharib dalam mengelola modal, dan mudarabah muqayyadah, yaitu pengelolaan modal yang dibatasi oleh ketentuan tertentu dari shahib al-mal. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep mudarabah mutlaqah dan mudarabah muqayyadah serta implementasinya dalam praktik pembiayaan perbankan syariah, khususnya dalam hubungan kontraktual antara bank dan nasabah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan studi kasus, pendekatan peraturan perundang-undangan, dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen akad pembiayaan mudarabah, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dengan membandingkan ketentuan normatif dengan substansi klausul dalam akad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan akad mudarabah pada prinsipnya harus memperhatikan kesepakatan nisbah bagi hasil, amanah dalam pengelolaan modal, kejelasan kegiatan usaha, serta pembagian risiko sesuai karakteristik akad. Dalam dokumen akad yang dianalisis, bank berkedudukan sebagai shahib al-mal dan nasabah sebagai mudharib, dengan nisbah bagi hasil sebesar 5,09% untuk bank dan 94,91% untuk nasabah. Akad juga memuat jaminan berupa tanah serta ketentuan penyelesaian kewajiban apabila terjadi pelanggaran akad. Keberadaan jaminan tidak secara otomatis bertentangan dengan prinsip mudarabah, sepanjang ditujukan untuk mencegah penyimpangan dan direalisasikan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, kesesuaian akad mudarabah perlu dinilai berdasarkan substansi pengaturan modal, usaha, nisbah keuntungan, pembagian kerugian, jaminan, serta hak dan kewajiban para pihak.
References
Abdul, Abdul Rachman, Dewi Putri Mandiri, Widi Astuti, dan Siti Arkoyah. “Tantangan Perkembangan Perbankan Syariah Di Indonesia.” Jurnal Tabarru’: Islamic Banking and Finance 5, no. 2 (September 2022): 352–65. https://doi.org/10.25299/jtb.2022.vol5(2).9505.
Abduroman, Dede. “Legitimasi Akad Mudharabah Dan Musyarakah Dalam Al-Quran Dan Hadits.” Ecopreneur : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam 3, no. 2 (Agustus 2022): 129–43. https://doi.org/10.47453/ecopreneur.v3i2.458.
Al-Hasni, Fariz. “AKAD MUDHARABAH MUTLAQAH DALAM PRAKTIK PERBANKAN SYARIAH.” Mu’amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah 9, no. 2 (Desember 2017): 208–22. https://doi.org/10.20414/mu.v9i2.2019.
Andiyansari, Chasanah Novambar. “Akad Mudharabah Dalam Perspektif Fikih Dan Perbankan Syariah.” SALIHA: Jurnal Pendidikan Islam 3, no. 2 (Juli 2020): 42–54. https://doi.org/10.54396/saliha.v3i2.80.
Anshori, Abdul Ghofur. Perbankan Syariah di Indonesia. Yogyakarta: UGM PRESS, 2018.
Anwar, Syamsul. Hukum Perjanjian Syari’ah (studi tentang teori akad dalm fikih muamalat), cet. ke-2,. Jakarta: Raja Grafinfo Persada, 2010.
Apriyanti, Hani Werdi. “Model Inovasi Produk Perbankan Syariah Di Indonesia.” Economica: Jurnal Ekonomi Islam 9, no. 1 (Juli 2018): 83–104. https://doi.org/10.21580/economica.2018.9.1.2053.
Barkah, Qodariah, Saprida, dan Fitri Raya. “Konsep Akad Mudharabah Dalam Perbankan Syariah.” Jurnal Ekobistek, 4 November 2022, 251–57. https://doi.org/10.35134/ekobistek.v11i4.380.
Danambar, Maria Cristienza, Yustinus Jasrin Merin Jemadu, dan Tri Setiady. “Tinjauan Yuridis Dan Normatif: Optimalisasi Akad Murabahah Dalam Perbankan Syariah Berdasarkan Undang- Undang Perbangkan Syariah No. 21 Tahun 2008.” Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah 9, no. 3 (Juli 2024). https://doi.org/10.30651/jms.v9i3.23244.
Effendi, Arif. “INDUSTRI PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG PERBANKAN SYARIAH.” Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam Dan Sosial 1, no. 2 (2014): 151–66. https://doi.org/10.21580/wa.v1i2.809.
Hidayah, Nur. “ASAS KONTRAK PERJANJIAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM.” Al-Huquq: Journal of Indonesian Islamic Economic Law 1, no. 2 (Oktober 2019): 166–84. https://doi.org/10.19105/alhuquq.v1i2.3183.
Kumar, Raj. Kamus Besar Bahasa Indonesia Modern: Panduan Kosakata, Ejaan, dan Makna Kata. Rajkumar, 2026.
M.A.P, Dr Suyanto, SH ,. MH ,. M. Kn. Metode Penelitian Hukum Pengantar Penelitian Normatif, Empiris dan Gabungan. Jawa Timur: UNIGRES PRESS, 2023.
MKn, H. ZAENAL ARIFIN, SH. AKAD MUDHARABAH (PENYALURAN DANA DENGAN PRINSIP BAGI HASIL). Jawa Barat: Penerbit Adab, 2021.
Novriza, Naia. “Mudharabah Dalam Perspektif Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah Dan Aplikasinya Sebagai Produk Perbankan Syariah.” Qawãnïn Journal of Economic Syaria Law 7, no. 2 (Desember 2023): 154–66. https://doi.org/10.30762/qaw.v7i2.304.
Prabowo, Bagya Agung, dan Jasri Bin Jamal. “Peranan Dewan Pengawas Syariah Terhadap Praktik Kepatuhan Syariah Dalam Perbankan Syariah Di Indonesia.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 24, no. 1 (April 2017): 113–29. https://doi.org/10.20885/iustum.vol24.iss1.art6.
Putra, Muhammad Renaldi Allindra, dan Muh Shadiqul Fajri Af. “Peran Akad Mudharabah Pada Permodalan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Di Kota Samarinda.” Sanskara Ekonomi Dan Kewirausahaan 3, no. 01 (Oktober 2024): 1–6. https://doi.org/10.58812/sek.v3i01.454.
Rizkia, Nanda Dwi, dan Hardi Fardiansyah. METODE PENELITIAN HUKUM (NORMATIF DAN EMPIRIS). Jawa Barat: Penerbit Widina, 2023.
Sholihin, Muhammad Rijalus. “Penerapan Psak 105 Akad Mudharabah Dalam Akuntansi Syariah (Studi Kasus Pada Bmt Ugt Sidogiri Yosowilangun).” Riset, Ekonomi, Akuntansi Dan Perpajakan (Rekan) 1, no. 2 (Oktober 2020): 29–41. https://doi.org/10.30812/rekan.v1i2.925.
Sinaga, Niru Anita. “Peranan Asas-Asas Hukum Perjanjian Dalam Mewujudkan Tujuan Perjanjian.” Binamulia Hukum 7, no. 2 (2018): 107–20. https://doi.org/10.37893/jbh.v7i2.318.
Srisusilawati, Popon, dan Nanik Eprianti. “PENERAPAN PRINSIP KEADILAN DALAM AKAD MUDHARABAH DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH.” Law and Justice 2, no. 1 (Juni 2017): 12. https://doi.org/https://doi.org/10.23917/laj.v2i1.4333.
“Statistik Perbankan Syariah.” Diakses 29 September 2026. https://www.ojk.go.id/id/kanal/syariah/data-dan-statistik/statistik-perbankan-syariah/Default.aspx.





