PENILAIAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA

Authors

  • Siti kholija hasibuan Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau. Author
  • Dianty permata sari M UIN Sultan Syarif Karim Riau Author

Abstract

Penilaian kinerja dalam konteks manajemen sumber daya manusia memiliki sejumlah manfaat penting, antara lain untuk menilai pencapaian kerja, mendorong pengembangan dan motivasi karyawan, memastikan karyawan memenuhi standar yang telah ditetapkan, serta membantu mereka dalam mengelola kinerjanya. Namun demikian, proses ini juga dapat menimbulkan kecemasan bagi karyawan maupun manajer, terutama jika terdapat ketidakjelasan atau ambiguitas dalam proses penilaiannya. Oleh karena itu, penilaian kinerja sebaiknya dilakukan secara sistematis, dengan mencakup identifikasi standar kinerja, pengukuran kriteria evaluasi, serta pemberian umpan balik yang konstruktif kepada karyawan guna mendorong perbaikan dan peningkatan kinerja di masa depan.Terdapat berbagai metode yang digunakan dalam penilaian kinerja, seperti daftar cek (checklist), skala penilaian (rating scale), insiden kritis (critical incidents), naratif, skala penilaian berbasis perilaku (BARS), kunjungan lapangan, manajemen berdasarkan tujuan (MBO), serta pendekatan psikologis. Berbagai bias atau kesalahan juga dapat memengaruhi objektivitas penilaian, di antaranya efek halo, kecenderungan rata-rata, kelonggaran atau keketatan penilaian, prasangka pribadi, stereotip, dan efek kejadiannya yang terbaru. Penilaian kinerja bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979, yang mengevaluasi berbagai aspek seperti kesetiaan, kinerja, tanggung jawab, kepatuhan, kejujuran, kerjasama, inisiatif, dan kepemimpinan. Hasil penilaian tersebut dicatat dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) dan mulai berlaku setelah disahkan oleh atasan pejabat penilai.

Abstract

The development and training of human resources (HR) play a crucial role in improving work effectiveness and the competitiveness of an organization. Training programs aim to provide employees with the practical skills and knowledge necessary to perform their tasks efficiently. Meanwhile, employee development is designed to prepare them for future challenges and support long-term professional growth. The purpose of this study is to examine the definitions and objectives of training and development, describe the steps involved, analyze the benefits of training and development, and evaluate employee training and development programs. The method used in this research is a qualitative approach that involves a literature review and analysis of best practices in HR management. The research findings indicate that structured and continuous training and development have a positive impact on work motivation, employee satisfaction, and the achievement of organizational goals. Therefore, strengthening HR capacity is an investment in creating sustainable competitive advantage.

References

Hasibuan, Melayu S.P.2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Hanggraeni, Dewi. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Uniersitas Indonesia.

Jackson, Schuler & Warner. 2011. Pengelolaan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Salamba Empat

Dewi Hanggraeni, S.E., M.B.A., DR, 2012Manajemen Sumer Daya Manusia, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Hasibuan, Melayu S.P. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Dessler, Gary. 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Selemba Empat.

Downloads

Published

2025-04-28

How to Cite

PENILAIAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA. (2025). Al-Hasib : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam , 1(4), 214-219. https://journal.salahuddinal-ayyubi.com/index.php/AHJP/article/view/319