Peran Pemimpin Agama dalam Memfasilitasi Dialog Antaragama untuk Moderasi Beragama

Authors

  • Agus Institut Agama Islam Negeri Pontianak Author
  • Ahmad Darussalam Institut Agama Islam Negeri Pontianak Author
  • Muhammad Ferryandhi Institut Agama Islam Negeri Pontianak Author

Keywords:

Roles, Religious Figures, Interreligious Dialogue, Challenges and Opportunities

Abstract

 

In order to interreligious moderation, the study aims to examine the role played by religious leaders in promoting interfaith dialogue. Studies are under way to identify the obstacles and prospects faced by the religious authorities in their efforts to promote inter-faith communication. The conclusions of the analysis indicate that religious leaders are dealing with a variety of issues, including radicalism and extremism, miscommunication and mistrust, variations in religious beliefs and interpretations, depleted resources, and traditional and conservative customs. But religious leaders also have the opportunity to improve education and learning, take advocacy and teaching, collaborate and socialize with other religious leadership, use technology and social media, and constantly find themselves in the hope of promoting interreligious communication. Religious leaders can effectively promote diversity, tolerance, and shared respect among different groups of society by being aware of potential obstacles and opportunities. Religious leadership can contribute positively to creating societies of compassion, understanding, and peace by upholding religious law, collaborating in religious education, and using technology wisely.

Abstrak

Untuk mencapai moderasi antar agama, studi ini bertujuan untuk memeriksa peran yang dimainkan oleh para pemimpin agama dalam mempromosikan percakapan antar agama. Studi sedang dilakukan untuk menentukan hambatan dan prospek yang dihadapi oleh otoritas agama dalam upaya mereka untuk mempromosikan komunikasi antar agama. Studi ini didasarkan pada berbagai sumber informasi, termasuk kertas, jurnal, dan publikasi tentang komunikasi antar agama dan moderasi. Kesimpulan dari analisis menunjukkan bahwa para pemimpin agama berurusan dengan berbagai masalah, termasuk radikalisme dan ekstremisme, kesalahan komunikasi dan ketidakpercayaan, variasi keyakinan dan interpretasi agama, penurunan daya sumber, dan kebiasaan tradisional dan konservatif. Tetapi pemimpin agama juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan pendidikan dan belajar, mengambil advokasi dan pengajaran, bekerja sama dan bersosialisasi dengan pemimpin agama lain, menggunakan teknologi dan media sosial, dan terus-menerus menemukan diri mereka sendiri dalam harapan mempromosikan komunikasi antar agama. Pemimpin agama dapat secara efektif mempromosikan keragaman, toleransi, dan rasa hormat bersama di antara berbagai kelompok masyarakat dengan menyadari hambatan dan peluang potensial. Pemimpin agama dapat berkontribusi positif untuk menciptakan masyarakat yang penuh belas kasihan, pengertian, dan damai dengan mempertahankan hukum agama, berkolaborasi dalam pendidikan agama, dan menggunakan teknologi dengan bijak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Jauhari, A. (2021). Kata Pengantar. Dialog, 44(1), i–Vi. https://doi.org/10.47655/dialog.v44i1.470 Amtiran, A. A., & Kriswibowo, A. (2024). Kepemimpinan Agama Dan Dialog Antaragama : Strategi

Pembangunan Masyarakat Multikultural Berbasis Moderasi Beragama, 8, 331–348.

Artariah. (2024). Strategi Tokoh Agama dalam Membangun Kerukunan Antarumat Beragama Indonesia Artariah, 2(1), 176–188.

Dakhi, T. N. (2023). Peran Tokoh Agama Dalam Menciptakan Kerukunan Antara Umat Beragama Di Tengah Masyrakat Majemuk. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(1), 282–291. Retrieved from https://doi.org/10.62017/merdeka

Ikhwan, M., Azhar, Wahyudi, D., & Alfiyanto, A. (2023). Peran Pendidikan Agama Islam dalam Memperkuat Moderasi Beragama di Indonesia. Realita: Jurnal Penelitian Dan Kebudayaan Islam, 21(1), 1–15. https://doi.org/10.30762/realita.v21i1.148

Khairunnisa, D. (2024). PRESERVASI MODERASI BERAGAMA :STUDI LIVING QUR ’ AN, 3(1), 12–25.

Malau, T. W. (2023). Dialog antaragama dan kontribusi tokoh agama dalam penyelesaian konflik dan implementasinya untuk memperkuat toleransi. Jurnal Magistra, 2(1), 1–18.

Mundo, C., Teologi, J., Kristen, A., April, N., Agama, I., Negeri, K., … Negeri, K. (2024). Misi Paulus dalam Membangun Moderasi Beragama terhadap Tantangan dan Peluang dalam Kontesk Kontenporer Rosa Novita Lome Mispa Andini, 6(1), 238–244.

Pairikas, F., Tari, E., Luji, D. S., Natonis, H. Y., Timo, E. N., & Beragama, U. (2023). PENGUATAN MODERASI BERAGAMA BAGI TOKOH AGAMA DI OINLASI , TIMUR TENGAH SELATAN, 4(4), 8840–8844.

Patih, A., Nurulah, A., & Hamdani, F. (n.d.). Upaya Membangun Sikap Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan Pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Umum, 1387–1400.

Rudi, G., Pasaribu, H., Tinggi, S., & Tabgha, T. (2023). PERAN PEJABAT GEREJA BETHEL INDONESIA DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DI KOTA BATAM, 4(2).

Wahab, W., Erwin, E., & Purwanti, N. (2020). Budaya Saprahan Melayu Sambas: Asal Usul, Prosesi, Properti dan Pendidikan Akhlak. Arfannur, 1(1), 75–86. https://doi.org/10.24260/arfannur.v1i1.143

Published

2024-04-21

How to Cite

Peran Pemimpin Agama dalam Memfasilitasi Dialog Antaragama untuk Moderasi Beragama. (2024). AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam , 1(2), 147-156. https://journal.salahuddinal-ayyubi.com/index.php/ALJSI/article/view/68