Pengembangan Kurikulum PAI Melalui Program Unggulan Kelas Tahfidz Di MI Al-Ladunni Purwosari
DOI:
https://doi.org/10.71242/zngphf88Keywords:
Pengembangan, Kurikulum, Program Tahfidz, MenghafalAbstract
Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Ladunni Purwosari is one of the elementary educational institutions that strives to produce a generation of Qur'anic students through the tahfidz program. This program is an important forum in fostering students' love for the Qur'an from an early age. However, in its implementation, several obstacles are still encountered, such as limited competent teaching staff, lack of supporting facilities and infrastructure, and low consistency of some students in maintaining memorization. This study aims to describe the implementation of the tahfidz program at MI Al-Ladunni Purwosari, analyze the obstacles encountered, and offer relevant developments to improve the quality of the program. By using a qualitative approach through observation, interviews, and documentation, this study resulted in the finding that the tahfidz program at MI Al-Ladunni Purwosari is running quite well with the ziyadah, muraja'ah, and memorization deposit methods. The most dominant obstacles are internal factors of students in the form of fluctuating motivation and time constraints due to having to balance memorization with general lessons. Nevertheless, tahfidz teachers have attempted to overcome these obstacles by providing personalized guidance, motivating students through rewards, and creating a conducive learning environment. The results of this study conclude that the tahfidz program at MI Al-Ladunni Purwosari plays a significant role in shaping students' religious character, although further development strategies are still needed, particularly in improving teacher competency, strengthening tahfidz classroom management, and providing adequate facilities.
Abstrak
Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Ladunni Purwosari merupakan salah satu lembaga pendidikan dasar yang berupaya mencetak generasi Qur’ani melalui program tahfidz. Program ini menjadi wadah penting dalam menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an sejak dini. Namun, dalam implementasinya masih dijumpai sejumlah hambatan, seperti keterbatasan tenaga pendidik yang berkompeten, kurangnya sarana dan prasarana pendukung, serta rendahnya konsistensi sebagian peserta didik dalam menjaga hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program tahfidz di MI Al-Ladunni Purwosari, menganalisis kendala yang dihadapi, serta menawarkan pengembangan yang relevan untuk memperbaiki kualitas program. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menghasilkan temuan bahwa program tahfidz di MI Al-Ladunni Purwosari berjalan cukup baik dengan metode ziyadah, muraja’ah, dan setoran hafalan. Hambatan yang paling dominan adalah faktor internal siswa berupa motivasi yang fluktuatif dan keterbatasan waktu karena harus menyeimbangkan antara hafalan dengan pelajaran umum. Meski demikian, guru tahfidz telah berupaya mengatasi kendala tersebut dengan memberikan bimbingan personal, memotivasi siswa melalui reward, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa program tahfidz di MI Al-Ladunni Purwosari berperan signifikan dalam membentuk karakter religius peserta didik, meskipun masih memerlukan strategi pengembangan lebih lanjut, terutama dalam peningkatan kompetensi guru, penguatan manajemen kelas tahfidz, dan penyediaan fasilitas yang memadai.
References
Fathah, M. U. A. F. (2021). membenarkan bacaan yaitu Tahsin . Tahsin merupakan kata dari bahasa Arab yang asal katanya. Ilmu Ushuluddin, 20(2), 188–202. https://doi.org/10.18592/jiiu.v
Hamalik, O. (2000). Pengembangan Kurikulum Dan Pengajaran Di Perguruan Tinggi. Triagenda Karya.
Hamalik, O. (2006). Management Pengembangan Kurikulum. Remaja Rosdakarya.
Hamalik, O. (2008). Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Bumi Aksara.
Hidayah, N. (2024). Nilai Keteladanan Figur istri Rasulullah SAW dan Relevansi Wanita Mas Kini. Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 3(3), 869–871.
Insyirah, Y., Muthoifin, M., & Mustofa, T. A. (2023). Educational Intervention on Character Gradation of Digital Muslim Adolescents According to Al-Qur’an Surah Adz-Dzariyat Verse 56. At-Ta’dib, 18(1), 43–55. https://doi.org/10.21111/attadib.v18i1.9906
Ismatul Izzah. (2018). Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Masyarakat Madani. Pedagogik : Jurnal Pendidikan, 5(1), 50–68.
Janata, Y. S., Fauzi, & Sunata, I. (2022). Metode Dakwah Guru Tahfidz dalam Membina Akhlak Santri di Rumah Tahfidz al-Qur’an Habibah Tapan. 1, 42–53. https://doi.org/https://doi.org/10.32939/jd.v1i1.1291
Lestari, F. A. (2020). Upaya Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Kelas XI melalui Kegiatan Keagamaan Harian di SMKN 1 Jenangan Ponorogo. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.
Ma’arif, S. (2022). Islam dan Pendidikan Pluralisme (Menampilkan Wajah Islam Toleran Melalui Kurikulum PAI Berbasis Kemajemukan). Fikroh: Jurnal Studi Islam, 6(2), 100–127.
Nurjadid, E. F., Ruslan, & Nasaruddin. (2025). Analisis Implementasi Ideologi Kurikulum Pembelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap Perkembangan Kognitif , Afektif , dan Psikomotor Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 5, 1054–1065.
Poedjiadi, A. (2005). Sains Teknologi Masyarakat; Model Pembelajaran Kontekstual Bermuatan Nilai. PT Remaja Rosda Karya dan Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.
Putra, I., & Marajaya, I. M. (2021). Aspek Tatwa, Susila, dan Upacara dalam Menanggap Wayang Kulit Bali di Desa Kukuh Tabanan. Jurnal Damar Pedalangan, Vol. 1 No., 1–8.
Raco, J. R. (2010). Metode Penelitian Kulaitatif Jenis, Karakteristik, dan Keunggulan. Grasindo.
Sa’datul Marwah, R. (2023). Problematika Pendidikan Agama Islam dan Upaya Merespon Perkembangan Abad 21. Islamic Journal of Education, 2(2), 64–76. https://doi.org/10.54801/ijed.v2i2.195
Sugiono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif,Dan R&D. Alfabeta.
Sugiono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Untuk Penelitian yang Bersifat: Eksploratif, Enterpretif, Interaktif, dan Konstruktif. Alfabeta.
Sukmadinata, N. S. (2005). Metodologi Penelitian Pendidikan. PT Remaja Rosda Karya.
Syahfitra, Y., Aripin, S., & Kandedes, I. (2023). Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Masalah Bullying. Rayah Al-Islam, 7(3), 1514–1529. https://doi.org/10.37274/rais.v7i3.864
Utami, R. D., & Maharani, Y. (2018). KELEBIHAN DAN KELEMAHAN METODE TALAQQI DALAM PROGRAM TAHFIDZ AL-QUR’AN JUZ 29 DAN 30 PADA SISWA KELAS ATAS MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH. PPD (Profesi Pendidikan Dasar), 5(2), 185–192.
Wahid, L. A., & Hamami, T. (2021). Tantangan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam dan Strategi Pengembangannya dalam Menghadapi Tuntutan Kompetensi Masa Depan. J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8(1), 23–36. https://doi.org/10.18860/jpai.v8i1.15222
Wawancara, 03 Juni 2024 Salah Satu Guru Pengampu Kelas Tahfidz Bu Ni’ma.
Widiastutik, R., & Ghulam, Z. (2020). Strategi Dakwah Kampung Qur’an Dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Religius Di Desa Kalidilem Randuagung Lumajang. Dakwatuna: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam, 6(2), 198. https://doi.org/10.36835/dakwatuna.v6i2.631
Yuliani Rahmi. (2019). Metode Muraja’ah dalam Menghafal Al-Qur`an di Pondok Pesantren Al-Mubarok Tahtul Yaman Kota Jambi. Innovatio: Journal for Religious-Innovation Studies, XIX(1), 65–76.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 M Ilham Sofiyulloh K (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








