Hubungan Antara Kebijakan Pendidikan Dan Penguatan Karakter Siswa Di Era Merdeka Belajar

Authors

  • Ahmad Ashshiddiqie Pridar UIN Sunan Kalijaga Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/qte7vr24

Keywords:

Relationship, Policy, Education, Character, Merdeka Belaja

Abstract

This study aims to analyze the relationship between educational policies in the Merdeka Belajar era and student character building. The Merdeka Belajar concept, initiated by the Indonesian Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, is designed to provide a more flexible education system, oriented towards student needs, and supporting holistic character development. This study uses a descriptive-qualitative approach with a literature review method, where data is obtained from various literature, official policies, and relevant empirical research results. The results reveal that the relationship between educational policies and student character building in the Merdeka Belajar era can be seen through six main aspects. First, educational policies within the Merdeka Belajar framework provide space for innovation for schools and teachers. Second, student character building is an integral focus, not only on cognitive aspects but also attitudes, values, and social skills. Third, there are policies that support the internalization of character values, such as the Pancasila Student Profile. Fourth, teachers play a strategic role as role models and facilitators in implementing character values ​​in the classroom. Fifth, collaboration with parents and the community is crucial to success, because character education does not only take place in schools. Sixth, implementation challenges arise from limited resources, teacher understanding, and differences in social environments. Thus, the Independent Learning policy has proven to be closely linked to strengthening student character, although it requires comprehensive support from all elements of education to achieve optimal results.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebijakan pendidikan di era Merdeka Belajar dengan penguatan karakter siswa. Konsep Merdeka Belajar yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia dirancang untuk menghadirkan sistem pendidikan yang lebih fleksibel, berorientasi pada kebutuhan siswa, serta mendukung pembentukan karakter secara holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode studi pustaka, di mana data diperoleh dari berbagai literatur, kebijakan resmi, serta hasil penelitian empiris yang relevan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hubungan kebijakan pendidikan dan penguatan karakter siswa di era Merdeka Belajar dapat dilihat melalui enam aspek utama. Pertama, kebijakan pendidikan dalam kerangka Merdeka Belajar memberikan ruang inovasi bagi sekolah dan guru. Kedua, penguatan karakter siswa menjadi fokus integral, tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga sikap, nilai, dan keterampilan sosial. Ketiga, terdapat kebijakan yang mendukung internalisasi nilai-nilai karakter, seperti Profil Pelajar Pancasila. Keempat, guru berperan strategis sebagai teladan dan fasilitator dalam mengimplementasikan nilai karakter di kelas. Kelima, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan, sebab pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di sekolah. Keenam, tantangan implementasi muncul dalam bentuk keterbatasan sumber daya, pemahaman guru, hingga perbedaan lingkungan sosial. Dengan demikian, kebijakan Merdeka Belajar terbukti memiliki hubungan erat dengan penguatan karakter siswa, meskipun membutuhkan dukungan menyeluruh dari seluruh elemen pendidikan untuk mencapai hasil yang optimal.

References

Agustin, W., Niswah, R., Apriyani, R., Desilawati, D., & Ihwanah, A. (2023). Inovasi Kurikulum Merdeka Belajar: Profil Pelajar Pancasila di Era Society 5.0. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3(3), 1090–1102. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/2190/1661

Armini, N. K. (2024). Evaluasi Metode Penilaian Perkembangan Siswa dan Pendidikan Karakter dalam Kurikulum Merdeka Pada Sekolah Dasar. Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin, 4(1), 98–112. https://doi.org/10.37329/metta.v4i1.2990

Dea Mustika, Agnes Yurika Irsanti, Evi Setiyawati, Fretika Yunita, Nurhafizdah Fitri, & Putri Zulkarnaini. (2023). Pendidikan Inklusi: Mengubah Masa Depan Bagi Semua Anak. Student Scientific Creativity Journal, 1(4), 41–50. https://doi.org/10.55606/sscj-amik.v1i4.1575

Dennis, L. (2018). Belonging: Transformation through education. Mereon Matrix, the: Everything Connected through (K)Nothing, 6, 81–126. https://doi.org/10.1142/9789813233560_0004

Fernandes, R. (2019). Relevansi Kurikulum 2013 dengan kebutuhan Peserta didik di Era Revolusi 4.0. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 6(2), 70. https://doi.org/10.24036/scs.v6i2.157

Franciscus Xaverius Wartoyo. (2022). Measuring Merdeka Belajar Correlativity with the National Education System Act No. 20 of 2003 and Pancasila. Widya Pranata Hukum : Jurnal Kajian Dan Penelitian Hukum, 4(2), 115–126. https://doi.org/10.37631/widyapranata.v4i2.682

Ginanjar, M. H., & Purwanto, E. (2022). Implementasi Manajemen Pembiayaan Pendidikan di SMK Informatika Bina Generasi 3 Kabupaten Bogor. Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(01), 67. https://doi.org/10.30868/im.v5i01.2024

Hafid, M., & Rhomadania, A. D. (2022). EduInovasi : Journal of Basic Educational Studies EduInovasi : Journal of Basic Educational Studies. Journal of Basic Educational Studies, 2(1), 85–97. https://journal-laaroiba.com/ojs/index.php/edu/article/view/2639/2464

Hasan, Z., Wijaya, B. S., Yansah, A., Setiawan, R., & Yuda, A. D. (2024). Strategi Dan Tantangan Pendidikan Dalam Membangun Integritas AntiKorupsi Dan Pembentukan Karakter Generasi Penerus Bangsa. Jurnal Ilmu Hukum Dan Politik, 2(2), 241–255. https://doi.org/10.51903/perkara.v2i2.1883

Intan Oktaviani Agustina, Juliantika Juliantika, Selly Ade Saputri, & Syahla Rizkia Putri N. (2023). Peran Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Pembinaan Dan Pengembangan Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, 1(4), 86–96. https://doi.org/10.55606/jubpi.v1i4.2001

Istianah, A., Maftuh, B., & Malihah, E. (2023). Konsep Sekolah Damai: Harmonisasi Profil Pelajar Pancasila Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Jurnal Education and Development, 11(3), 333–342. https://doi.org/10.37081/ed.v11i3.5048

Kasman, K. (2024). Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning dan Pengembangan Literasi dalam Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 18(5), 3352. https://doi.org/10.35931/aq.v18i5.3763

Kurniati, P., Lenora Kelmaskouw, A., Deing, A., & Agus Haryanto, B. (2020). Model Proses Inovasi Kurikulum Merdeka Implikasinya Bagi Siswa Dan Guru Abad 21. Jurnal Citizenship Virtues, 2022(2), 408–423. https://jurnal.stkipkusumanegara.ac.id/index.php/citizenshipvirtues/article/view/1516/1031

Lembong, J. M., Lumapow, H. R., & Rotty, V. N. J. (2023). Implementasi Merdeka Belajar Sebagai Transformasi Kebijakan Pendidikan. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(2), 765–777. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i2.4620

Mardliyah, S., Yulianingsih, W., & Putri, L. S. R. (2020). Sekolah Keluarga: Menciptakan Lingkungan Sosial untuk Membangun Empati dan Kreativitas Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 576. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.665

Martatiyana, D. R., Derlis, A., Aviarizki, H. W., Jurdil, R. R., Andayani, T., & Hidayat, O. S. (2023). Analisis Komparasi Implementasi Kurikulum Merdeka Dan Kurikulum 2013. Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah, 9(1), 96. https://doi.org/10.31602/muallimuna.v9i1.11600

Moh abdul fattah. (2023). Kebijakan Pengembangan Guru Di Era Society 5,0. An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 2(3), 161–171. https://doi.org/10.51806/an-nahdlah.v2i3.62

Mustofa, I. (2021). Landasan pendidikan Islam (telaah kebijakan standar nasional pendidikan). Asosiasi Dosen Tarbiyah, 1(2), 24–33. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=2337600&val=22505&title=Landasan Pendidikan Islam

Ningrum, A. R., & Suryani, Y. (2022). Peran Guru Penggerak dalam Kurikulum Merdeka Belajar. AR-RIAYAH : Jurnal Pendidikan Dasar, 6(2), 219. https://doi.org/10.29240/jpd.v6i2.5432

Noventue, R., Ginanjar, S., & Astutik, A. (2024). Hakikat Pendidikan: Menginternalisasikan Budaya Melalui Filsafat Ki Hajar Dewantara Dan Nilai-Nilai Pancasila Pada Siswa. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 7(1), 2809–2818. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp/article/view/25898/18028

Perdana, N. S. (2018). Implementasi Peranan Ekosistem Pendidikan Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik. Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan, 8(2). https://doi.org/10.24176/re.v8i2.2358

Rachmadyanti, P. (2017). Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Siswa Sekolah Dasar Melalui Kearifan Lokal. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 3(2), 201. https://doi.org/10.30870/jpsd.v3i2.2140

Riowati, & Yoenanto, N. H. (2022). Peran Guru Penggerak Pada Merdeka Belajar Untuk Memperbaiki Mutu Pendidikan Di Indonesia. JOEAI (Journal of Education and Instruction), 9, 356–363. https://journal.ipm2kpe.or.id/index.php/JOEAI/article/view/3393/2025

Rokhyani, E. (2022). Penguatan praksis bimbingan konseling dalam implementasi kebijakan merdeka belajar. Prosiding Seminar & Lokakarya Nasional Bimbingan Dan Konseling, 26–38. https://ojs.abkinjatim.org/index.php/ojspdabkin/article/view/130/113

Setiyaningsih, S., & Wiryanto, W. (2022). Peran Guru Sebagai Aplikator Profil Pelajar Pancasila Dalam Kurikulum Merdeka Belajar. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 8(4), 3041–3052. https://doi.org/10.58258/jime.v8i4.4095

Tektona, R. I. (2022). Kebijakan Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Era Disrupsi Globalisasi. Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai Dan Pembangunan Karakter, 6(1), 73. https://doi.org/10.21776/ub.waskita.2022.006.01.6

Urip Umayah, & Riwanto, M. A. (2020). Transformasi Sekolah Dasar abad 21 New Digital Literacy untuk Membangun Karakter Siswa di Era Global. JURNAL PANCAR (Pendidik Anak Cerdas Dan Pintar), 4(1), 1--10. http://ejournal.unugha.ac.id/index.php/pancar/article/view/308

Zahroh, P. N., Yusuf, W. F., & Yusuf, A. (2024). Penggunaan Media Wordwall Dalam Evaluasi Pembelajaran. Tadbir Muwahhid, 8(1), 123–139. https://doi.org/10.30997/jtm.v8i1.12805

Downloads

Published

2025-07-01

How to Cite

Hubungan Antara Kebijakan Pendidikan Dan Penguatan Karakter Siswa Di Era Merdeka Belajar. (2025). Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam , 2(3), 241-252. https://doi.org/10.71242/qte7vr24