Peran Pendidikan Islam Dalam Melawan Radikalisme Melalui Moderasi Beragama

Authors

  • Agustin Sri Ningsih Institut Agama Islam Negeri Pontianak Author
  • Jumiarti Hurairah Institut Agama Islam Negeri Pontianak Author
  • Muji rahayu Institut Agama Islam Negeri Pontianak Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/ve8f7345

Keywords:

Role, Education, Radicalism, Moderation, Religion

Abstract

In Indonesia, Islamic education plays a crucial role in countering radicalism and promoting religious moderation. The Ministry of Religious Affairs emphasizes that religious education must be an integral part of the school curriculum, emphasizing a balance between intellectual and spiritual knowledge. This emphasis is increasingly relevant given the emergence of horizontal conflicts often triggered by radicalism and intolerance resulting from narrow and immoderate religious understandings. Islamic teachers and educators hold a significant responsibility in disseminating a correct understanding of key Islamic concepts, such as tolerance, jihad, and tawhid. A proper understanding will steer students away from extreme interpretations and direct them toward the teachings of Islam, which are a blessing for all. Research shows that inclusive character education can shape a young generation that values ​​multiculturalism and is accustomed to living in diversity with mutual respect. Madrasahs and Islamic boarding schools (pesantren) serve as Islamic educational institutions that play a crucial role in instilling moderate values. Through comprehensive learning, these institutions not only educate students in religious knowledge but also shape the morals and personalities of their students, making them more open and tolerant. However, to effectively address the challenge of radicalism, synergy is needed between educational institutions, parents, the community, and the government.

Abstrak

Di Indonesia, pendidikan Islam memiliki peran yang sangat penting dalam upaya melawan radikalisme sekaligus mempromosikan moderasi beragama. Kementerian Agama menegaskan bahwa pendidikan agama harus menjadi bagian integral dari kurikulum sekolah, dengan menekankan keseimbangan antara pengetahuan intelektual dan spiritual. Penekanan ini semakin relevan mengingat munculnya konflik horizontal yang sering dipicu oleh radikalisme dan intoleransi akibat pemahaman agama yang sempit dan tidak moderat.Guru dan pendidik Islam memegang tanggung jawab besar dalam menyebarkan pemahaman yang benar mengenai konsep-konsep kunci dalam Islam, seperti toleransi, jihad, dan tauhid. Pemahaman yang tepat akan menjauhkan peserta didik dari tafsir ekstrem sekaligus mengarahkan mereka pada ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang inklusif mampu membentuk generasi muda yang menghargai kehidupan multikultural serta terbiasa hidup dalam keberagaman dengan penuh sikap saling menghormati. Madrasah dan pesantren berfungsi sebagai lembaga pendidikan Islam yang berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai moderat. Melalui pembelajaran yang komprehensif, kedua institusi ini tidak hanya mendidik dalam aspek pengetahuan agama, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian santri agar lebih terbuka dan toleran. Namun, untuk menghadapi tantangan radikalisme secara efektif, diperlukan sinergi antara lembaga pendidikan, orang tua, masyarakat, dan pemerintah.

References

Afni Ma’rufah. (2019). Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 53(1), 8–17.

Akhmad, K. A. (2015). Pemanfaatan Media Sosial bagi Pengembangan Pemasaran UMKM (Studi Deskriptif Kualitatif pada Distro di Kota Surakarta). DutaCom Journal, 9(1), 43–54.

Darmayanti, & Maudin. (2021). Pentingnya Pemahaman dan Implementasi Moderasi Beragama dalam Kehidupan Generasi Milenial. Syattar: Studi Ilmu-Ilmu Hukum Dan Pendidikan, 2(1), 40–51.

Dodego, S. H. A., & Witro, D. (2020). The Islamic Moderation And The Prevention Of Radicalism And Religious Extremism In Indonesia. Dialog, 43(2), 199–208. https://doi.org/10.47655/dialog.v43i2.375

Erin Aprillia, Cut Nurhayati, & Anjani Putri Belawati Pandiangan. (2022). Perubahan Kurikulum Pada Proses Pembelajaran. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Sosial, 1(4), 402–407. https://doi.org/10.58540/jipsi.v1i4.78

Fatmawati. (2023). Transformasi Gerakan Radikalisme Menuju Moderasi Beragama. Kuriositas: Media Komunikasi Sosial Dan Keagamaan, 16(1), 77–90.

Hayani, R. A., Abdurrohim, & Farida, I. (2021). Optimalisasi Kompetensi Calon Tenaga Pendidik Melalui Kegiatan Amaliyatu Tadris (Micro Teaching) Studi Pada Santri Kelas Akhir di Pondok Pesantren Daarul Ishlah. 7(2 Desember 2021), 277–300.

Hesti Agusti Saputri, Siti Nur Kholifah, Farzila Wati, & Rajif Adi Sahroni. (2024). Peran Sosial Umat Dalam Membangun Solidaritas Menurut Tafsir Surah At-Taubah Ayat 71. Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Agama Islam, 2(5), 01–19. https://doi.org/10.61132/jmpai.v2i5.477

Ikhwan, M., Azhar, Wahyudi, D., & Alfiyanto, A. (2023). Peran Pendidikan Agama Islam dalam Memperkuat Moderasi Beragama di Indonesia. Realita: Jurnal Penelitian Dan Kebudayaan Islam, 21(1), 1–15. https://doi.org/10.30762/realita.v21i1.148

Kalinda, I. (2022). Pendidikan Islam Berbasis Wasathiyah (Studi Pemikiran Muhammad Quraish Shihab Tentang Konsep Wasathiyah). In Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (Issue 200101210014).

Kamal, H. (2018). Kedudukan Dan Peran Guru Dalam Perspektif Pendidikan Islam. Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran Dan Pencerahan, 14(1), 19–29. https://doi.org/10.31000/rf.v14i1.670

Khoirunnissa, R., & Syahidin, S. (2023). Urgensi Pendidikan Moderasi Beragama Sebagai Upaya Menangkal Radikalisme di Kalangan Mahasiswa. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 10(2), 177. https://doi.org/10.36667/jppi.v10i2.1276

Kholil, M. (2015). Kode Etik Guru Dalam Pemikiran, KH Hasyim Asy’ari. Risalah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 1(1), 34.

Laia, S., Firmansyah, F., Krismonika, K., & Bogha, P. (2024). Transformasi Pendidikan Melalui Pengantar Kurikulum: Tinjauan Terkini dan Tantangan Masa Depan. EULOGIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 4(1), 197–210. https://doi.org/10.62738/ej.v4i1.78

Maghfuri, A. (2019). Peran Lembaga Pendidikan Dalam Pengarusutamaan Islam Moderat Sebagai Upaya Melawan Paham Konservatif-Radikal. TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 14(2), 247. https://doi.org/10.19105/tjpi.v14i2.2713

Nurjanah, S., Yahdiyani, N. R., & Wahyuni, S. (2020). Analisis Metode Pembelajaran Akidah Akhlak dalam Meningkatkan Pemahaman dan Karakter Peserta Didik. EduPsyCouns, 2(1), 366–377.

Prihatin, B. (2020). Peran Madrasah Dalam Membangun Moderasi Agama Di Indonesia Di Era Milineal. EDUKASIA: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 1(1), 136–150. https://doi.org/10.62775/edukasia.v1i1.13

Primarni, A. (2024). Pendidikan Islam dan Tantangan Kontemporer: Strategi Mengatasi Radikalisme dan Ekstremisme Melalui Pendidikan Holistik. Jurnal Dirosah Islamiyah, 6(1), 67–80. https://doi.org/10.17467/jdi.v6i1.572

Priyadi, Y. (2024). Peran kepemimpinan kepala sekolah dalam mewujudkan otonomi sekolah yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan islam. Unisan Jurnal: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan, 3(2), 512–523.

Putra, L. V., Hawa, A. M., Hanita, &, & Safitri, B. (2020). Supervisi Akademik Berbasis Monitoring Dan Evaluasi Bagi Pembinaan Pedagogik Guru. Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(2), 45.

Qonitah, N., Umam, M. S., & Ni’mah, Z. A. (2021). Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Islam Dalam Tradisi Pesantren Pada Madrasah Aliyah Program Keagamaan ( MAPK ) MAN 4 Jombang. Prosiding Nasional Pascasarjana IAIN Kediri, 4(November), 1–18.

Saefuddin, A., Sumarna, C., & Rozak, A. (2023). Nilai-Nilai Moderasi Beragama dan Implementasinya Dalam Pendidikan Agama Islam di Abad 21. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 2023(6), 11–17.

Samho, B. (2022). Urgensi “Moderasi Beragama” Untuk Mencegah Radikalisme Di Indonesia. Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora, 2(01), 90–111. https://doi.org/10.26593/jsh.v2i01.5688

Sugiono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif,Dan R&D. Alfabeta.

Sugiono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan RD. AlFabetha.

Sugiono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta.

Sukrin, S. (2018). Guru Pendidikan Agama Islam Dan Transformasi Nilai Keislaman Dalam Perubahan Sosial. KREATIF: Jurnal Studi Pemikiran Pendidikan Agama Islam, 13(2), 209–220. https://doi.org/10.52266/kreatif.v13i2.89

Suprapto. (2020). Integrasi Moderasi Beragama dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 18(3), 355–368. https://doi.org/10.32729/edukasi.v18i3.750

Taufiq, F., & Alkholid, A. M. (2021). Peran Kementerian Agama dalam mempromosikan moderasi beragama di era digital. Jurnal Ilmu Dakwah, 41(2), 134–147. https://doi.org/10.21580/jid.v41.2.9364

Ulfa, M. (2024). Maintaining Religious Moderation in the Digital Age: Challenges and Strategies for Facing Technology. Book Chapter of Proceedings Journey-Liaison Academia and Society, 3(1), 43–63.

Ulinnuha, R. (2021). Religious Exclusivity, Harmony and Moderatism amid Populism: A Study of Interreligious Communication in West Sumatra. ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 22(1), 115–126. https://doi.org/10.14421/esensia.v22i1.2816

Yuhani’ah, R. (2022). Psikologi Agama Dalam Pembentukan Jiwa Agama Remaja. Journal Kajian Pendidikan Islam, 1(1), 12–42.

Downloads

Published

2024-07-05

How to Cite

Peran Pendidikan Islam Dalam Melawan Radikalisme Melalui Moderasi Beragama. (2024). Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam , 1(3), 310-321. https://doi.org/10.71242/ve8f7345