Reaktualisasi Nilai Keilmuan Pada Masa Kejayaan Islam Dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Era Modern
DOI:
https://doi.org/10.71242/8gk9bp50Keywords:
Reactualization, Science, Glory, Modern EraAbstract
This study aims to renew and contextualize the scientific values in Islam that grew and developed during the golden age of Islamic civilization as a strategic effort to improve the scientific and spiritual character of students in the learning of Islamic Cultural History (ISCH) in the modern era. The background of this study departs from the reality that ISCH learning is often perceived as limited to memorizing historical events, thus less able to foster intellectual enthusiasm and reflection on values. Therefore, it is necessary to update the learning approach by re-exploring the Islamic scientific tradition that is rich in scientific and spiritual values. The research method used is qualitative with a literature review approach to the works of classical Muslim scholars, such as thinkers in the fields of philosophy, science, and education, combined with contemporary Islamic educational sources. This approach aims to find the relevance of classical scientific values to the needs of ISCH learning amidst the development of the times. The results of the study indicate that scientific values such as the spirit of lifelong learning, the ability to think critically and rationally, the integration of religion and knowledge, and an open attitude towards various ideas and differences of opinion are the main foundations of the progress of Islamic civilization. These values have proven highly relevant when internalized in Islamic Studies (IS) learning through inspiring and holistic methods. This study also found that learning that emphasizes the role models of Muslim scientists, critical dialogue, and reflection on values can increase learning interest, deepen understanding of the material, and shape students' scientific character. The implications of this research confirm that strengthening scientific values in IS learning can be a solution to address the challenges of the digital era, revitalize the intellectual spirit of Islam, and shape students who are religious, critical, and have character.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaharui dan mengontekstualisasikan nilai-nilai keilmuan dalam Islam yang tumbuh dan berkembang pada masa kejayaan peradaban Islam sebagai upaya strategis dalam meningkatkan karakter ilmiah dan spiritual siswa pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di era modern. Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas bahwa pembelajaran SKI sering kali dipersepsikan sebatas hafalan peristiwa sejarah, sehingga kurang mampu menumbuhkan semangat intelektual dan refleksi nilai. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan pendekatan pembelajaran dengan menggali kembali tradisi keilmuan Islam yang sarat dengan nilai-nilai ilmiah dan spiritual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka terhadap karya-karya ilmuwan Muslim klasik, seperti pemikir dalam bidang filsafat, sains, dan pendidikan, serta dipadukan dengan sumber-sumber pendidikan Islam kontemporer. Pendekatan ini bertujuan untuk menemukan relevansi nilai-nilai keilmuan klasik dengan kebutuhan pembelajaran SKI di tengah perkembangan zaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai keilmuan seperti semangat menuntut ilmu sepanjang hayat, kemampuan berpikir kritis dan rasional, integrasi antara agama dan pengetahuan, serta sikap terbuka terhadap berbagai ide dan perbedaan pandangan merupakan fondasi utama kemajuan peradaban Islam. Nilai-nilai tersebut terbukti masih sangat relevan ketika diinternalisasikan dalam pembelajaran SKI melalui metode yang inspiratif dan holistik. Penelitian ini juga menemukan bahwa pembelajaran yang menekankan keteladanan ilmuwan Muslim, dialog kritis, dan refleksi nilai mampu meningkatkan minat belajar, memperdalam pemahaman materi, serta membentuk karakter ilmiah siswa. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai ilmiah dalam pembelajaran SKI dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan era digital, menghidupkan kembali semangat intelektual Islam, serta membentuk peserta didik yang religius, kritis, dan berkarakter.
References
Ahman. (2019). Krisis Epistemologi dalam Pendidikan Islam Modern. Bandung: Alfabeta.
Ainurrofiq. (2020). Relevansi Konsep Ilmu Menurut Al-Ghazali terhadap Pendidikan Kontemporer. Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 10(2), 155–168. https://doi.org/10.21043/jti.v10i2.6325
Anwar, S. (2019). Aktualisasi Nilai-Nilai Peradaban Islam dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi Islam. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 5(1), 45–60. https://doi.org/10.24256/jipi.v5i1.812
Ardimen. (2018). Integrasi Nilai Keilmuan dalam Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 3(1), 45–59. https://doi.org/10.24256/jpii.v3i1.400
Atma Dewi, et al. (2023). Exploring Knowledge from the Qur’an: The Concept of Multidisciplinary Education in Islamic Culture. Journal of Islamic Studies and Educational Innovation.
Hidayatullah, et al. (2024). Development of Modern Science and Classical Islamic Philosophy. Nida Al-Qur’an: Jurnal Pengkajian Islam, 5(1), 9–18.
Ikbal,et al. (2025). The Intellectual Legacy of Islam: The Evolution of Educational Institutions from the Classical to the Medieval Period. TOFEDU: The Future of Education Journal, 4(4), 980– 991.
Ainina, D. Q. (2022). Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti Kelas VII SMP. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 16(2), 477. https://doi.org/10.35931/aq.v16i2.887
Hasanah, H., & Suprianik, S. (2019). Kepemimpinan Perempuan Perspektif Islam Dan Gender. An-Nisa Jurnal Kajian Perempuan Dan Keislaman, 12(1), 22–44. https://doi.org/10.35719/annisa.v12i1.6
Hayani, R. A., Abdurrohim, & Farida, I. (2021). Optimalisasi Kompetensi Calon Tenaga Pendidik Melalui Kegiatan Amaliyatu Tadris (Micro Teaching) Studi Pada Santri Kelas Akhir di Pondok Pesantren Daarul Ishlah. 7(2 Desember 2021), 277–300. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JAWARA/article/view/13020
Kurniawan, A. N., Nola, R., & Fibia, C. C. N. (2024). Pembentukan Karakter Toleransi melalui PAI. Peradaban Journal of Interdisciplinary Educational Research, 2(2), 27–41. https://doi.org/10.59001/pjier.v2i2.64
Lestari, F. A. (2020). Upaya Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Kelas XI melalui Kegiatan Keagamaan Harian di SMKN 1 Jenangan Ponorogo [Institut Agama Islam Negeri Ponorogo]. http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/11244
Masitoh, U. (2017). Implementasi Budaya Religius Sebagai Upaya Pengembangan Sikap Sosial Siswa Di Sma Negeri 5 Yogyakarta. Magister (S2), 254.
Nurjanah, S., Yahdiyani, N. R., & Wahyuni, S. (2020). Analisis Metode Pembelajaran Akidah Akhlak dalam Meningkatkan Pemahaman dan Karakter Peserta Didik. EduPsyCouns, 2(1), 366–377. https://ummaspul.e-journal.id/Edupsycouns/article/view/496
Ritonga, S., Supriadi, A., & Syahid, M. (2023). Implementasi Strategi Pembelajaran Afektif Dalam Pembelajaran PAI. Jurnal Sosial Dan Humaniora, 1(2), 8–14.
Rohim, S., Ardiawan, I., Herdiana, N., & Holik, A. (2024). Implementasi Model-Model Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMAN 2 Garut. Jurnal Masagi, c, 10. https://doi.org/10.37968/masagi.v3i1.756
Yosita, Y., Sari, D. P., & Karolina, A. (2023). Analisis Nilai-nilai Moderasi Beragama pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas VI dan Upaya Mewujudkannya di MIN 1 Lebong. Jurnal Literasiologi, 10(2). https://doi.org/10.47783/literasiologi.v10i2.593
Irman, et al. (2019). Penguatan Nilai Keilmuan Islam dalam Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 7(1), 1–10. https://doi.org/10.19109/jipi.v7i1.3772
Komarudin. (2017). Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital. Jurnal Al-Fikr: Kajian KeIslaman, 21(3), 112–124. https://doi.org/10.32489/al-fikr.v21i3.913
Mar. (2024). The Development of Science in Islam and Its Impact on Islamic Education. Educendikia Journal of Islamic Education, 5(2), 45–60. https://doi.org/10.33367/educendikia.v5i2.2051
Masril, & Afiat, M. (2020). Ilmu dan Spiritualitas dalam Paradigma Pendidikan Islam. Jurnal Filsafat dan Dakwah Islam, 12(2), 78–90. https://doi.org/10.31332/jfdi.v12i2.2137
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Mukhlisah, A. Z. (2021). The Integration of Knowledge in Integrated Islamic School in Indonesia: Overcoming the Dichotomy between Religious and General Knowledge. Comparative Education, 62, 132–154.
Rofi, M. (2025). Dynamics in Classical Islamic Education: Between Nonformal Autonomy and Madrasah Hegemony (650–1250 CE). Sunan Kalijaga International Journal on Islamic Educational Research.
Saleh,et al. (2024). Paradigm of Integration of Islamic and Scientific Knowledge: Philosophical Reflection on Islamic Basic Education. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme, 7(1).
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suwarno. (2019). Kejayaan Peradaban Islam dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan. Islamadina: Jurnal Pemikiran Islam, 20(2), 143–160. https://doi.org/10.30595/Islamadina.v20i2.4171
Wahyuni, A. (2020). Integration of Islamic Values in Science Education. Halaqa: Islamic Education Journal, 4(1), 50–65. https://doi.org/10.21070/halaqa.v4i1.780
Widiyanto, A. (2022). Studying Islam in an Age of Disruption: Towards Knowledge Integration. IJORESH: Indonesian Journal of Religion, Spirituality and Humanity, 1(1), 52–75.
Yusoff, M. A., & Zainal, N. (2021). Recontextualizing Islamic Intellectual Heritage in Modern Education. Journal of Islamic Studies and Civilization, 8(1), 25–38. https://doi.org/10.33102/jisc.v8i1.1423
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sakinah, Sephira Auriana, Yuliani, Muhamad Yahya (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








