Pengembangan Fiqh Hadlari Dan Suluk Hadlari Berdasarkan Al-Qur’an Kajian Atas Surah Al-Qashas Ayat 77
DOI:
https://doi.org/10.71242/nqd7sa52Keywords:
Fiqh Hadlari, Suluk Hadlari, Q.S. Al-Qashas: 77, Islamic EducationAbstract
This article examines the development of the concepts of Hadlari Fiqh and Hadlari Suluk by making Q.S. Al-Qashas verse 77 as the main normative foundation in building a balance between worldly life and the hereafter. This study departs from the awareness that Islamic teachings do not only regulate aspects of ritual worship, but also provide guidelines in building a harmonious, just, and civilized life. Therefore, this study aims to analyze the meaning of the verse from the perspective of Qur'anic interpretation and explain its implications for the development of civilizational fiqh and the formation of spiritual-ethical behavior in the lives of Muslims. This study uses a qualitative approach with a library research method, namely by examining various library sources such as the Qur'an, classical and contemporary commentaries, and scientific literature relevant to the research theme. Through this approach, the researcher attempts to explore the deep meaning of Q.S. Al-Qashas verse 77 systematically and contextually. The results of the study indicate that the verse emphasizes the principle of tawazun (balance) as the basis of Hadlari Fiqh, which includes the integration of spiritual, material, social, and ecological dimensions. Furthermore, the value of ihsan contained in the verse represents Suluk Hadlari, namely the orientation towards developing noble morals, social responsibility, and civilizational awareness. This finding confirms that Q.S. Al-Qashas, verse 77, has strong conceptual relevance in developing a holistic, integrative, and contextual paradigm for Islamic education and civilization in facing modern challenges.
Abstrak
Artikel ini mengkaji pengembangan konsep Fiqh Hadlari dan Suluk Hadlari dengan menjadikan Q.S. Al-Qashas ayat 77 sebagai landasan normatif utama dalam membangun keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Kajian ini berangkat dari kesadaran bahwa ajaran Islam tidak hanya mengatur aspek ibadah ritual, tetapi juga memberikan pedoman komprehensif dalam membangun kehidupan yang harmonis, berkeadilan, dan berkeadaban. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna ayat tersebut dalam perspektif tafsir Al-Qur’an serta menjelaskan implikasinya terhadap pengembangan fiqh peradaban dan pembentukan perilaku spiritual-etik dalam kehidupan umat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research, yaitu dengan menelaah berbagai sumber kepustakaan seperti Al-Qur’an, kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Melalui pendekatan ini, peneliti berupaya menggali makna mendalam dari Q.S. Al-Qashas ayat 77 secara sistematis dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat tersebut menegaskan prinsip tawazun (keseimbangan) sebagai dasar dalam Fiqh Hadlari, yang mencakup integrasi antara dimensi spiritual, material, sosial, dan ekologis. Selain itu, nilai ihsan yang terkandung dalam ayat tersebut merepresentasikan Suluk Hadlari, yaitu orientasi pembentukan akhlak mulia, tanggung jawab sosial, dan kesadaran peradaban. Temuan ini menegaskan bahwa Q.S. Al-Qashas ayat 77 memiliki relevansi konseptual yang kuat dalam pengembangan paradigma pendidikan dan peradaban Islam yang bersifat holistik, integratif, dan kontekstual dalam menghadapi tantangan modern.
References
Adiyes Putra, P., Suparmin, S., & Anggraini, T. (2022). Fatwa (al-ifta’); Signifikansi Dan Kedudukannya Dalam Hukum Islam. Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian Dan Kajian Sosial Keagamaan, 19(1), 27–38. https://doi.org/10.46781/al-mutharahah.v19i1.394
Afif Gita Fauzi. (2023). Internalisasi Nilai-Nilai Toleransi Melalui Pendidikan Agama Islam. Tanzhimuna, 2(2), 146–155. https://doi.org/10.54213/tanzhimuna.v2i02.177
Aini, S. A. syfa, & Jawad Filfil, A. A. H. A. (2023). Formulasi Trilogi Dakwah Kh.Marzuki Mustamar Dalam Moderasi Beragama Sebagai Upaya Menjaga Keutuhan Umat. Mawa Izh Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 14(2), 1–30. https://doi.org/10.32923/maw.v14i2.3471
Ainina, D. Q. (2022). Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti Kelas VII SMP. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 16(2), 477. https://doi.org/10.35931/aq.v16i2.887
Alfiani, N., & Musoffa, A. (2025). Deforestasi Dalam Sorotan Wahyu: Studi Tematik Ayat-ayat Ekologis Perspektif Tafsir al-Sha’rawi. As-Sahla: Journal of Islamic Studies, 1(2), 147–162. https://albaayaninstitute.org/index.php/assahla/article/view/273/310
Anggreini, D., & Priyojadmiko, E. (2022). Peran Guru dalam Menghadapi Tantangan Implementasi Merdeka Belajar untuk Meningkatkan Pembelajaran Matematika pada Era Omricon dan Era Society 5.0. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2022, 1(1), 82.
Azhar, A., Hussain, M. A., Md. Nor, M. Z., & Othman, M. K. (2017). Penyelidikan Fatwa Dalam Kerangka Maqasid Al-Syariah : Satu Tinjauan. Ulum Islamiyyah, 20(January 2016), 47–65. https://doi.org/10.33102/uij.vol20no0.40
Fuadi, M. A. (2023). Khazanah Ulama Nusantara: Telaah Metodologis Kitab Misbāhu Al-Dzulām Karya KH. Muhajirin Amsar. The International Journal of Pegon, 9(1), 83–101. https://ejournalpegon.jaringansantri.com/index.php/INC/article/view/81/78
Haidaroh, M. U., Ikhwanuddin, & Amin, M. N. (2020). Analisis Karakter Qarun Dalam Qs. Al-Qasas Ayat 76-83 Perspektif Tafsir Maqāṣidi. Journal of Indonesian Tafsir Studies, 01(1), 30–34. https://jurnal.idaqu.ac.id/index.php/at-taisir/article/view/685/404
Hakim, F. A. (2025). The Qur’anic Reflection on Hedonism: Contemplative Study of the Stories of Saba’ and Qarun in the Qur’an. AQWAL: Journal of Quranic and Hadis Studies, 6(2), 157–179. https://e-journal.uingusdur.ac.id/aqwal/article/view/teha622
Hidayat, R. (2019). Konsep Pendidikan Karakter Dalam Pengembangan Masyarakat Islam (Studi Pemikiran Burhanuddin Al-Zarnuji). Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan, 3(2), 1. https://doi.org/10.31958/jsk.v3i2.1692
Ipandang, Iqbal, M., & Khasmir. (2022). Religious Moderation Based on Value of Theology: A Qualitative Sociological Study in Islamic Boarding Schools (Pesantren) in Southeast Sulawesi Indonesia. European Journal of Theology and Philosophy, 2(5), 18–26. https://doi.org/10.24018/theology.2022.2.5.76
Irodat, A., & Afifi, E. (2024). Tranformasi Maqosidus Syari’ah; Revitalisasi Qowaidul Fiqhiyah. Ta’dibiya, 4, 37–49. https://pppm.staisman.com/index.php/japi/article/view/145/164
Kh, E. F. F., & Mukhlis, G. N. (2017). Pendidikan Karakter Untuk Anak Usia Dini Menurut Q.S. Lukman : 13 – 19. PEDAGOGI: Jurnal Anak Usia Dini Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 3(3a), 42–51. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30651/pedagogi.v3i3a.1032
Kurniati, M., Surur, M., & Rasyidi, A. H. (2019). Peran Kepemimpinan Kyai Dalam Mendidik Dan Membentuk Karakter Santri Yang Siap Mengabdi Kepada Masyarakat. Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Hadist, 2(2), 194–203. https://doi.org/10.35132/albayan.v2i2.80
Legi, H., Samosir, L., & Tambunan, L. L. (2023). Manajemen konflik dalam implementasi kurikulum merdeka di era digital Hendrik. Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 196–203. https://stai-binamadani.e-journal.id/Tarbawi/article/view/392/306
Maghfiratuzzahroh, & Hijjiyah, S. H. (2024). Flexing and the Ethics of Wealth in the Qur’an: A Maqasidi Interpretation of Qarun’s Story in Q.S. Al-Qashas, Verse 76-82. Al-Karim: International Journal of Quranic and Islamic Studies, 2(2), 209–224. https://doi.org/10.33367/al-karim.v2i2.6038
Muhammad Imron, & Tri Wahyu Hidayat. (2023). The Ijtihad Pada Era Kontemporer. El-Faqih : Jurnal Pemikiran Dan Hukum Islam, 9(2), 153–176. https://doi.org/10.58401/faqih.v9i2.980
Najihah, B. N. (2022). Breast Rejection pada Prosesi Laktasi Mūsā dalam Al-Qur’an: Studi Tafsir QS . al-Qaşaş ayat 7 dan 12. ȡiyā’ Al-Afkār: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Al-Hadis, 10, 155–167. chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/97302875/9953_35250_1_PB-libre.pdf?1673762539=&response-content-disposition=inline%3B+filename%3DBREAST_REJECTION_PADA_PROSESI_LAKTASI_MU.pdf&Expires=1774607742&Sign
Rahimi. (2021). Konsep Media Pembelajaran Dalam Perspektif Alquran. Ilmuna Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(2), 87–101. https://www.jurnal.stituwjombang.ac.id/index.php/ilmuna/article/view/228
Rani, J. (2012). Kelemahan-kelemahan dalam Manahij Al-Mufassirin. Jurnal Usuluddin, XVIII(2), 167–178.
Rosyada, A. (2020). Etika komunikasi dakwah: Studi terhadap video kajian Ustaz Abdul Somad tentang K-Pop dan Salib. Jurnal Ilmu Dakwah, 40(2), 112. https://doi.org/10.21580/jid.v40.2.4704
Soni Irawan, A. (2022). MaqāShid al-Sharīah Jasser Auda Sebagai Kajian Alternatif Terhadap Permasalahan Kontemporean. The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 3(1), 39–55. https://doi.org/10.51675/jaksya.v3i1.192
Syafiq, M. A., Dasuki, A., Zakarias, C., & Bilad, E. (2023). Konsep Rezeki Dalam Al- Qur ’ an ( Perspektif Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah ). AL-AFKAR : Journal for Islamic Studies, 6(1), 444–458. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v6i1.586.
Wibawa, G., & Muttaqin, R. (2021). Implikasi Filsafat Kritisisme Immanuel Kant Bagi Pengembangan Studi Hukum Ekonomi Syariah. Jurnal Ilmiah Humantech, 1(1), 25–36. https://jurnal.arkainstitute.co.id/index.php/cessie/article/view/185.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zulfa Hasanah, Rosyida Rakhmania Muha (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








