Optimalisasi Budaya Pesantren Salaf dalam Pembentukan Karakter Santri Menurut KH. Hasyim Asy’ari

Authors

  • Siti Ayu Nuriana Universitas Kiai Abdullah Faqih Author
  • Muhammad Arif Syihabuddin Universitas Kiai Abdullah Faqih Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/ks0saz91

Keywords:

Optimization, Culture, Islamic Boarding School, Salaf, Character

Abstract

Optimising the culture of salaf Islamic boarding schools in shaping the character of students according to the thinking of KH. Hasyim Asy'ari. Islamic boarding schools, as traditional Islamic educational institutions, have a unique culture that plays an important role in internalising moral, spiritual and social values in students. The culture of Salafi Islamic boarding schools not only functions as an institutional tradition, but also serves as an effective medium for character education through the instilling of values, the exemplary behaviour of the kyai, and the communal life of the santri. This study aims to analyse the concept of Salafi pesantren culture, its optimalisation in shaping the character of santri, and its relevance to the educational thought of KH. Hasyim Asy'ari. The research method used is qualitative research with a library research approach. The primary data sources are from the works and thoughts of KH. Hasyim Asy'ari, particularly those related to manners and character education, while the secondary data sources are obtained from books, journal articles, and relevant research from the last five years. The data collection technique was carried out through data analysis using descriptive-analytical content analysis. The results of the study indicate that the optimisation of the Salafi pesantren culture is carried out through the strengthening of manners, the exemplary behaviour of the kyai (uswah hasanah), the instilling of religious and social values, and the application of the hidden curriculum in pesantren life. The character values that are formed include religiosity, discipline, responsibility, simplicity, tolerance.

Abstrak

Optimalisasi budaya pesantren salaf dalam pembentukan karakter santri menurut pemikiran KH. Hasyim Asy’ari. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki kekhasan budaya yang berperan penting dalam internalisasi nilai moral, spiritual, dan sosial santri. Budaya pesantren salaf tidak hanya berfungsi sebagai tradisi kelembagaan, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter yang efektif melalui pembiasaan nilai, keteladanan kyai, dan kehidupan komunal santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep budaya pesantren salaf, bentuk optimalisasinya dalam pembentukan karakter santri, serta relevansinya dengan pemikiran pendidikan KH. Hasyim Asy’ari. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Sumber data primer berasal dari karya dan pemikiran KH. Hasyim Asy’ari, khususnya terkait adab dan pendidikan karakter, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku, artikel jurnal, dan penelitian relevan lima tahun terakhir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi budaya pesantren salaf dilakukan melalui penguatan adab, keteladanan kyai (uswah hasanah), pembiasaan nilai religius dan sosial, serta penerapan hidden curriculum dalam kehidupan pesantren. Nilai karakter yang terbentuk meliputi religiusitas, disiplin, tanggung jawab, kesederhanaan, toleransi, dan sikap moderat. Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak cukup melalui transfer ilmu, tetapi harus diwujudkan dalam pembiasaan nilai dan praktik kehidupan sehari-hari di pesantren. Dengan demikian, budaya pesantren salaf memiliki peran strategis dalam membentuk karakter santri yang berakhlak mulia dan moderat di tengah tantangan modernisasi.

References

Arief, M., & Assya’bani, R. (2022). The Existence of Islamic Boarding School Management in the Digital Era. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 16(6), 2548–2567. https://jurnal.stiq-amuntai.ac.id/index.php/al-qalam/article/view/1541/729

Aris, A., & Syukron, S. (2020). Perbandingan Metode Bandongan Dan Sorogan Dalam Memahami Kitab Safinatunnajah. Tsaqafatuna, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.54213/tsaqafatuna.v2i1.37

Bali, M. M. E. I., & Susilowati. (2019). Transinternalisasi Nilai-Nilai Kepesantrenan Melalui Konstruksi Budaya Religius Di Sekolah. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 16(1), 1–16. https://doi.org/10.14421/jpai.jpai.2019.161-01

Fathorrozy, & Mad Sa’i. (2020). KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM TELAAH PEMIKIRAN KH. HASYIM ASY’ARI. Halima Journal of Education, 5(3), 120–138.

Fauzi, A., & Mokhtar, H. (2024). Implementasi karakter disiplin santri berbasis budaya pesantren. Journal of Islamic Education and Innovation, 89–97.

Fitri, M., & Na’imah, N. (2020). Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Moral Pada Anak Usia Dini. Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 1–15. https://doi.org/10.24042/ajipaud.v3i1.6500

Hakim, L. (2019). Konsep Pendidikan Karakter Perspektif KH. Hasyim Asy’ari Studi Kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’Alim. Mediakita, 3(1), 43–63.

Hidayat, Y., Hadiat, H., Yudiyanto, M., & Ramdani, P. (2022). Tantangan pesantren salaf dan khalaf di era global. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(1), 391–401.

Krippendorff, K. (2004). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. In California: Sage Publications. https://doi.org/10.26740/jrpd.v10n2.p121-127

Kurniati, M., Surur, M., & Rasyidi, A. H. (2019). Peran Kepemimpinan Kyai Dalam Mendidik Dan Membentuk Karakter Santri Yang Siap Mengabdi Kepada Masyarakat. Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Hadist, 2(2), 194–203. https://doi.org/10.35132/albayan.v2i2.80

Manageria, T. P. P. I. dan S. P. I. M. H. K. M. H. A., Ramdoni, M., Suryana, A., & Tarbiyah, F. (2021). Konsep Pemikiran Pendidikan Islam dan Sistem Pendidikan Islam Menurut Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari. Journal of Islamic Education Management, 1(1), 66. https://doi.org/https://doi.org/10.47467/manageria.v1i1.271

Maryono, M. (2022). Budaya pesantren dalam pembentukan karakter pada santri sekolah menengah pertama berbasis pesantren. DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik, 6(2), 296–305.

Miswar, M. (2021). Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Ibnu Miskawaih. Al-Fikru: Jurnal Ilmiah, 14(1), 13–21. https://doi.org/10.51672/alfikru.v14i1.32

Mu’izzuddin, M., Juhji, J., & Hasbullah, H. (2019). Implementasi Metode Sorogan Dan Bandungan Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning. Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(1), 43. https://doi.org/10.32678/geneologipai.v6i1.1942

Mu’minah, N. (2016). Character Building Dalam Konsep Pendidikan Imam Zarkasyi Ditinjau Dari Filsafat Moral Ibnu Miskawaih. Jurnal Filsafat, 25(1), 100. https://doi.org/10.22146/jf.12616

MUHAMMAD, A. F., & FAUZIAN, R. (2020). Pendidikan Akhlak Karimah Berbasis Kultur Pesantren. JURNAL PENDIDIKAN, 11(2), 136–151.

Mulianti, E. S. (2021). Pengembang Budaya Organisasi Dalam Lembaga Pendidikan. El-Wahdah, 2, 1–11. https://pesantrenalmarifah.wixsite.com/yayasan/lembaga-pendidikan

Mulyasana, D. (2019). Konsep Etika Belajar dalam Pemikiran Pendidikan Islam Klasik. Tajdid, 26(1), 100–116. https://doi.org/10.36667/tajdid.v26i1.319

Munajat, A. K. (2016). Etika Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam Menurut Kh. Hasyim Asy’ari ( Study Kitab Adab Al-A’lim Wa Al-Muta’alim ) [Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim]. http://etheses.uin-malang.ac.id/6106/

Muslih, I. (2018). Membangun Akhlaq Santri Melalui Kajian Kitab Ta’Limul Muta’Allim. Prosiding Seminar Nasional Islam Moderat, 1, 190–193. https://jurnal.instika.ac.id/index.php/jsp/article/view/498/233

Nahdiyah KY, N., & Maunah, B. (2021). Kepemimpinan Transformasional di Lembaga Pendidikan Islam. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, 3(2), 76–84. https://doi.org/10.37680/scaffolding.v3i2.925

Nahidin, K. (2020). Aktualisasi Adab Santri Perspektif KH. Hasyim Asy’ari dalam Membentuk Karakter Aswaja di Pondok Pesantren Miftahul Midad lumajang. IJIT: Indonesian Journal of Islamic Teaching, 3(2), 122–139.

Nasrudin, M. (2019). Pendidikan Karakter Siswa pada Sekolah Terintegrasi Pesantren. Tesis] Magister Pendidikan Agama Islam, UIN Walisongo Semarang.

Rahmawati, N. I. (2017). Terapi Jiwa Dan Pembentukan Sikap Positif “Wara’ “ Melalui Puasa Sunnah. KONSELING EDUKASI “Journal of Guidance and Counseling,” 1(1). https://doi.org/10.21043/konseling.v1i1.4433

Saiddaeni, S., Bagas, E., Saputra, N., & Dardiri, M. A. (2023). Studi Literatur: Adab Menuntut Ilmu Dalam Perspektif Kitab KH.Hasyim Asy’ari dan Naquib Al-Attas di Era Digita. An Naba: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Pendidikan Islam Volume, 6, 184–188. https://doi.org/https://doi.org/10.51614/annaba.v6i2.313

Salim, N. A., Zaini, M., Wahib, A., Fauzi, I., & Asnawan, A. (2024). Fostering Moderate Character of Santri: Effective Hidden Curriculum Strategy in Islamic Boarding Schools. Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 357–372.

Sidiq, Y. H., & Erihadiana, M. (2022). Gender dalam Pandangan Islam. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(3), 875–882.

Siswanto, M., & Fakhruddin, M. A. (2022). Islam Kosmopolitan Gus Dur dalam Konteks Sosio-Keagamaan di Indonesia. Journal of Islamic Thought and Philosophy, 1(1), 8–9. http://jurnalpps.uinsby.ac.id/index.php/JITP/article/view/140%0Ahttp://jurnalpps.uinsby.ac.id/index.php/JITP/article/download/140/114

Sunarso, A. (2020). Dengan demikian,budaya religius sekolah adalah terwujudnya nilai-nilai ajaran agama sebagai tradisi dalam berperilaku dan budaya organisasi yang diikuti oleh seluruh warga sekolah. Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar, 10(2), 155–169. https://journal.unnes.ac.id/nju/kreatif/article/view/23609/10082

Tafidh, M. A., & Sumenep, A. G. (2022). PESANTREN DAN PEMBERDAYAAN CIVIL SOCIETY ( Studi Kasus Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan ). JSP: Jurnal Studi Pesantren, 1, 9–11. https://jurnal.instika.ac.id/index.php/jsp/article/view/498/233

Usman, M. I. (2013). Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam (Sejarah Lahir, Sistem Pendidikan, dan Perkembangannya Masa Kini). Jurnal Al Hikmah, XIV(1), 101–119.

Downloads

Published

2026-03-24

How to Cite

Optimalisasi Budaya Pesantren Salaf dalam Pembentukan Karakter Santri Menurut KH. Hasyim Asy’ari. (2026). Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam , 3(2), 172-183. https://doi.org/10.71242/ks0saz91