Transformasi Pendidikan Karakter Anak Melalui Pola Pengasuhan di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.71242/f2sxa306Keywords:
Transformation, Education, Character, Parenting, Digital EraAbstract
The digital era has brought significant changes to family life, particularly in the interaction patterns between parents and children. Advances in information technology, the internet, and the use of various digital devices have transformed the way children learn, communicate, and obtain information. In this context, character education is no longer solely the responsibility of formal educational institutions but also relies heavily on parents' ability to manage and direct the use of technology within the family environment. This change demands a transformation in parenting styles that adapt to current developments without neglecting the moral and character values that underpin the development of a child's personality. A literature review of various scientific journals, books, and relevant research findings suggests that parenting styles in the digital era require a more adaptive and responsive approach to technological developments. One widely recommended strategy is the implementation of digital parenting, a parenting style that integrates supervision, guidance, and education in the use of digital media. Furthermore, effective, open, and empathy-based communication is crucial in building harmonious relationships between parents and children. Synergistic collaboration between families, schools, and the community also plays a crucial role in supporting the ongoing character education process.
Abstrak
Era digital telah membawa perubahan yang sangat signifikan dalam kehidupan keluarga, terutama dalam pola interaksi antara orang tua dan anak. Kemajuan teknologi informasi, internet, serta penggunaan berbagai perangkat digital telah mengubah cara anak belajar, berkomunikasi, dan memperoleh informasi. Dalam kondisi tersebut, pendidikan karakter tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan formal, tetapi juga sangat bergantung pada kemampuan orang tua dalam mengelola dan mengarahkan penggunaan teknologi di lingkungan keluarga. Perubahan ini menuntut adanya transformasi pola asuh yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai moral dan karakter yang menjadi fondasi pembentukan kepribadian anak. Berdasarkan kajian literatur dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian yang relevan, ditemukan bahwa pola asuh orang tua di era digital memerlukan pendekatan yang lebih adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Salah satu strategi yang banyak direkomendasikan adalah penerapan digital parenting, yaitu pola pengasuhan yang mengintegrasikan pengawasan, pendampingan, dan edukasi dalam penggunaan media digital. Selain itu, komunikasi yang efektif, terbuka, dan berbasis empati menjadi faktor penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak. Kolaborasi yang sinergis antara keluarga, sekolah, dan masyarakat juga berperan penting dalam mendukung proses pendidikan karakter secara berkelanjutan.
References
Agisti, Neyza Nur Eisyah. 2025. Konseling Keluarga sebagai Pilar Ketahanan Keluarga di Era Digital: Menjawab Tantangan dan Peluang. 9.
Anna Nurbaiti and Hadi Chandra. 2026. “Transformasi Nilai Gotong Royong dalam Pendidikan Karakter di Era Digital: Kajian Pustaka.” Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter 3 (1): 60–75. https://doi.org/10.29313/masagi.v3i1.9059.
B, Sharan, Merriam, Elizabeth J., and Tisdell. 2015. Qualitative Research: A Guide to Design and Implementation. 4th ed.
Baumrind, Diana. n.d. “Effects of Authoritative Parental Control on Child Behavior.” University of California, Berkeley, 887–907.
Blum-Ross, Sonia Livingstone, Alicia. 2020. Membesarkan Anak Di Era Digital: Bagaimana Harapan Dan Ketakutan Tentang Teknologi Membentuk Kehidupan Anak-Anak. Penerbit Universitas Oxford.
Booth, Andrew, Anthea Sutton, and Diana Papaioannou. 2016. Systematic Approaches to a Successful Literature Review. Second edition. SAGE.
Bowlby, John. 2003. Attachment and Loss. 1: Attachment. 2. ed. Basic Books.
Eisenberg, Nancy and Fabes, and Richard A. 1998. Prosocial Development. Vol. 3. Wiley.
Epstein, Joyce L. and Sheldon, Steven B. 2023. School, Family, and Community Partnerships. Edisi ketiga. Routledge.
John W. Santrock. 2011. Life Span Development. 13th, berilustrasi eds. McGraw-Hill.
Kohlberg, Lawrence. 1984. The Psychology of Moral Development: The Nature and Validity of Moral Stages. Harper & Row.
Lickona, Thomas. 2022. Educating for Character. Bumi Aksara.
Louis, John Philip. 2022. “The Young Parenting Inventory (YPI-R3), and the Baumrind, Maccoby and Martin Parenting Model: Finding Common Ground.” Children 9 (2): 159. https://doi.org/10.3390/children9020159.
Musolin, Muhlil, and Khoirun Nisa’. 2021. “Pendidikan Masa Pandemik Covid 19: Implementasi Konsep Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara.” EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN 3 (6): 4134–44. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i6.1316.
Pratomo, Imam Catur, and Yusuf Tri Herlambang. 2021. “Urgensi Keluarga dalam Pendidikan Karakter.” Jurnal Pedagogik Pendidikan Dasar 8 (1): 7–15. https://doi.org/10.17509/jppd.v8i1.31206.
Purba, Araida, Yakobus Ndona, and Daulat Saragi. 2025. “Pendidikan Nilai sebagai Fondasi Pembentuk Karakter Siswa di Era Digital.” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah 4 (10): 2466–76. https://doi.org/10.55681/sentri.v4i10.4753.
Salsabila, Dinda, Faisa Rahma Safira Siregar, Najwa Dwi Aprillia, and Masganti Sit. n.d. Pola Asuh Orang Tua di Era Digital dan Globalisasi Terhadap Pembentukan Karakter Anak Usia Dini.
Salsabila, Nida Hasanati, and Pahmiah. 2024. “Exploring Digital Parenting: A Systematic Review of Approaches, Challenges, and Outcomes.” Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) 3 (4): 1856–67. https://doi.org/10.58526/jsret.v3i4.601.
Snyder, Hannah. 2019. “Literature Review as a Research Methodology: An Overview and Guidelines.” Journal of Business Research 104 (November): 333–39. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039.
Suanto, Suanto, and Nurdiyana Nurdiyana. 2020. “Implementasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).” Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan 7 (2): 107. https://doi.org/10.32493/jpkn.v7i2.y2020.p107-114.
Twenge, Jean M. 2017. Why Today’s Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy and Completely Unprepared for Adulthood and What That Means for the Rest of Us. Berilustrasi, Cetak ulang. Simon and Schuster.
Twenge, Jean M., and W. Keith Campbell. 2018. “Associations between Screen Time and Lower Psychological Well-Being among Children and Adolescents: Evidence from a Population-Based Study.” Preventive Medicine Reports 12 (December): 271–83. https://doi.org/10.1016/j.pmedr.2018.10.003.
Yaqin, Ainul. 2023. “Pembentukan Karakter dengan Pendekatan Pembiasaan, Keteladanan, dan Pengajaran: Sebuah Kajian Literatur.” Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences 4 (1): 59–74. https://doi.org/10.33367/ijhass.v4i1.4070.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ru’uliyanah Sabrianti, Nur Hidayat (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








