Implementasi Penguatan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Budaya Melayu Mentok di SD Negeri 13 Mentok

Authors

  • Nurhayati Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/9zh3e719

Keywords:

Mentok Malay Culture, Local Wisdom, PDCA.

Abstract

Modern developments bring both positive and negative effects. One negative effect is the influx of foreign cultures, which has the potential to change lifestyles and diminish the younger generation's understanding of local culture and wisdom. Schools, as places of learning and character building, are responsible for helping strengthen understanding and foster a love for local culture and wisdom among the younger generation. This study aims to qualitatively analyze the Mentok Malay cultural and local wisdom strengthening program at SD Negeri 13 Mentok using the Total Quality Management theoretical framework and the PDCA (Plan-Do-Check-Act) cycle. The research was conducted qualitatively. Data collection techniques included interviews, observation, and documentation. Data were analyzed using triangulation. The results show that the planning of the Mentok Malay cultural strengthening program was carried out through joint meetings to prepare the Annual Work Plan (RKT) and the School Activity and Budget Plan (RKAS). Program implementation involved integrating Mentok Malay culture into the curriculum and learning activities, such as the nganggung project, pantun (pantun) recitation, and visits to cultural tourism destinations. Program strengthening was also carried out through Tuesday Adab (Adab Tuesday) activities and extracurricular activities. Evaluation was conducted through monthly meetings and seminars with resource persons to enhance the cultural understanding and skills of the entire school community. Follow-up measures included improvements to program implementation and the addition of extracurricular activities such as dance and music. The entire planning, implementation, evaluation, and follow-up process involved the entire school community. The findings of this study indicate that the program to strengthen local wisdom and cultural values ​​at SD Negeri 13 Mentok was implemented effectively according to the PDCA cycle. The study also found that the implementation of strengthening local wisdom values ​​of Mentok Malay culture in learning activities encouraged motivation and enthusiasm for learning, as well as changes in student character.

Abstrak

Perkembangan zaman membawa efek positif dan negatif. Salah satu bentuk efek negatif perkembangan zaman adalah masuknya budaya asing yang berpotensi menyebabkan perubahan gaya hidup dan mengurangi pemahaman generasi muda terhadap budaya dan nilai kearifan lokal. Sekolah sebagai tempat belajar dan membangun karakter bertanggungjawab untuk membantu menguatkan pemahaman dan menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap budaya dan kearifan lokal.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif program penguatan budaya dan nilai kearifan lokal melayu mentok di SD Negeri 13 Mentok menggunakan kerangka  teori Total Quality Management dan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act). Penelitian dilakukan secara kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu  wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan program penguatan budaya Melayu Mentok dilakukan melalui rapat bersama penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Pelaksanaan program dilakukan dengan mengintegrasikan budaya Melayu Mentok ke dalam kurikulum dan kegiatan pembelajaran seperti projek nganggung, berpantun, atau kunjungan ke wisata budaya. Penguatan program juga dilakukan melalui kegiatan Selasa Adab dan ekstrakulikuler. Evaluasi dilaksanakan melalui rapat bulanan, dan seminar dengan  narasumber untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan budaya seluruh warga sekolah. Bentuk tindak lanjut dilakukan melalui perbaikan pelaksanaan program, dan penambahan jumlah ekstrakulikuler seperti tari dan musik. Seluruh proses perencanaan, implementasi, evaluasi, dan tindak lanjut dilaksanakan dengan melibatkan seluruh warga sekolah. Temuan  penelitian ini menunjukkan program  penguatan budaya dan nilai kearifan lokal di SD Negeri 13 Mentok telah dilaksanakan secara efektif sesuai siklus PDCA. Penelitian juga menemukan bahwa implementasi penguatan nilai-nilai kearifan lokal budaya Melayu Mentok dalam kegiatan pembelajaran mendorong motivasi dan antusiasme belajar, serta terjadi perubahan pada karakter peserta didik

References

Abubakar, R. (2021). Pengantar Metodologi Penelitian. Press UIN Sunan Kalijaga.

Amanulloh, M. J. A., & Rochmah, U. A. (2024). Strategi Sentralisasi Budaya Jawa dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Islam: Studi Kasus di MTs Raudhatul Muttaqien Yogyakarta. Saneskara: Journal of Social Studies, 1(2), 72–86. https://doi.org/10.62491/sjss.v1i2.2024.19

Arokiasamy et al. (2021). Compatibility and Challenges of Implementing Total Quality Management in Education. Proceedings on Engineering Sciences, 3.

Balaka, Y. (2020). Metodologi Penelitian Teori dan Aplikasi. Widina Bhakti Persada Bandung, 3.

Bangun, R., Setyawati, I., Irwanto, Murti, A., Setiawati, Kusumawati, R., Cahyaputri, B., Sulistyo, A. B., Rukmini, & Farida. (2014). Total Quality Management Key Concepts and Case Studies. In Widina Medida Utama.

Besterfield et al. (2012). Total Quality Management Revised Third Edition For Anna University. Pearson Education.

Canbay, K., & Akman, G. (2023). Investigating changes of total quality management principles in the context of Industry 4.0: Viewpoint from an emerging economy. Technological Forecasting and Social Change, 189(March 2022), 122358. https://doi.org/10.1016/j.techfore.2023.122358

Elvian, A. (2010). Organisasi Sosial Suku Bangsa Melayu Bangka. Direktorat Tradisi, Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Fajarini, U. (2014). Peranan Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter. Sosio Didaktika, 1.

Fithriyati et al. (2018). Implementasi Total Quality Management Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pesantren. Inspirasi Manajemen Pendidikan, 6.

Indrawan & Yaniawati. (2017). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Campuran untuk Manajemen, Pembangunan dan Pendidikan. Refika Aditama.

Irma Aulia et al. (2021). Kegiatan Ekstrakulikuler Karawitan untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Budaya. Jurnal Pendidikan, 1.

Martinez-Lorente et al. (1998). Total Quality Management: Origins and Evolution of the Term. TQM Magazine, 10.

Nasution et al. (2022). Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan. CV Pusdikra Mitra Jaya, 4.

Ridlo, U. (2023). Metode Penelitian Studi Kasus: Teori dan Praktik (A. Royani (ed.)). Publica Indonesia Utama Anggota IKAPI DKI Jakarta.

Sadykova et al. (2014). The Interaction of Globalization and Culture in the Modern World. Procedia Social and Behavioral Sciences, 122.

Saparina, R. et al. (2023). Implementasi Total Quality Management (TQM) Dalam Peningkatan Layanan Sekolah. Jurnal Administrasi Pendidikan, 20.

Sikumbang et al. (2018). Implementasi Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan. Jurnal Pendidikan, 22.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. CV Alfabeta.

Sukamto, K. E., & Qalyubi, I. (2022). Pedoman Model Revitalisasi Bahasa Daerah Model B. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Downloads

Published

2026-09-16

How to Cite

Implementasi Penguatan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Budaya Melayu Mentok di SD Negeri 13 Mentok. (2026). Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam , 3(4), 382-394. https://doi.org/10.71242/9zh3e719